"Tidak ada keluarga yang benar-benar utuh, dan tak semua rumah mampu memberikan rasa teduh."
Di balik kesibukannya sebagai seorang model. Ayas yang juga berperan sebagai orang tua tunggal, harus bekerja untuk menghidupi keempat putranya. Rafa, Hema, Nolan, dan Naran. Rafa yang selalu dituntut sempurna, Hema yang kehadirannya sering terabaikan, dan si kembar Nolan Naran yang kurang kasih sayang.
Kekacauan bermula dari keisengan Hema yang mempromosikan status singel mamanya di Twitter, dan setelahnya diikuti dengan kemunculan laki-laki yang memiliki nama belakang sama dengan mereka. Semakin hari, anak-anak itu semakin merasa penasaran dengan keluarganya yang penuh kejanggalan.
Ditambah tentang letak makam ayahnya yang masih menjadi misteri, membuat mereka menerka-nerka tentang apa yang sebenarnya terjadi. Hingga suatu hari rahasia-rahasia besar terbongkar dengan sendirinya.
Ada banyak trauma dan kenangan pahit yang masih terus menghantui. Apakah mereka yang ditinggalkan akan tetap bertahan dan berjuang? Atau malah kalah dengan rasa sesak yang terus-menerus menghantam?
i picked up this book thinking it would be a comforting read, but why am i sitting here crying over fictional people???
this book literally had me giggling one moment and sobbing my eyes out the next. the emotional damage is insane. every page made me feel something, and i don't think i've ever highlighted this many quotes in one book beforeee
thank uu for giving me a story that i'll carry in my heart for a very, very long time. this book didn't just make me cry, it made me feel seen, comforted, and understood. i'm never shutting up about our home. ever🤍🥹