Sesuai dengan judulnya, buku ini menceritakan perjalanan hidup Sarlito Wirawan Sarwono. Beliau banyak dikenal sebagai seorang psikolog senior yang banyak berkiprah di Indonesia dan sudah dikenal di kalangan internasional. Saya cukup menikmati cerita hidup beliau, khususnya pada masa kecil dan juga saat menceritakan apa saja yang dia kerjakan terkait dengan bidang psikologi. Kalau bagian cerita travelling, saya nggak terlalu menikmati bacanya karena terlalu deskriptif (isinya cuma menjelaskan jam sekian tanggal sekian sedang di kota mana, ketemu siapa, makan apa). Tapi secara keseluruhan, cukup OK lah untuk membuat pembacanya merasa sedang ngobrol dengan prof. Sarlito sendiri.
Buku ini menarik, isinya sangat ringan untuk dibaca dan mudah dipahami. Boleh bilang seperti lagi diceritain sama kakek, ada cerita sejarah, keluarga, dan pengalaman-pengalaman hidup yang menarik.
Isi buku ini pun membawa topik yang sangat luas, banyak sekali hal-hal yang dapat diangkat dan diperdalam lagi. Saya suka dengan pemikiran beliau yang santai tapi cerdas sehingga membuka pikiran.
Saya tertarik dengan pemikiran2 beliau di bagian-bagian akhir. Sangat netral dalam membahas agama. Memandang (hampir) semua hal itu dengan baik, jadi ga melulu positif ataau negatifnya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Sesungguhnya perjalanan Bpk.Sarlito cukup seru, beliau juga tampaknya adalah orang yang humoris jika dilihat dari novel(biography) ini. Di beberapa part begitu membuat saya juga ikut masuk ke dalam kehidupan beliau, di beberapa part apalagi mengenai politik membuat saya agak sedikit bosan, mungkin karena saya bukanlah penggemar politik. Tapi membaca buku ini membuat saya juga mencari buku Bpk. Sarlito yang lain :)
di buku ini saya bisa bisa mengatahui bahwa psikolog hebatpun pernah jungkir balik dalam mempelajari materi. Yang membedakannya adalah psikolog hebat terus menyelesaikan tantangan-tantangan edukasinya.
saya juga menjadi tau bahwa respon "amin" jamaah sholat setelah pembacaan surat al fatihah hanyalah tradisi orang Indonesia :D
yap seperti mendengar seseorang berpengalaman sedang bercerita, menyenangkan tapi tidak menggurui. berkeliling berbagai kota dan sejarahnya pada masanya, huu serasa ada disaat itu juga.