Jump to ratings and reviews
Rate this book

Penyakit Kelamin di Jawa 1812 - 1942

Rate this book
Buku ini melampaui pembicaraan soal penyakit kelamin yang bukan hanya bertujuan menuliskan sejarah penyakit kelamin, melainkan menghadirkan sejarah wacana tentang penyakit kelami. Pokok yang dihadirkan adalah bagaimana persepsi mengenai penyakit kelamin di masa lalu? Melalui pembacaan laporan pemerintah kolonial, penelitian para dokter, dan pembahasan di media popular, buku ini menunjukkan lapisan-lapisan wacana dari penyakit kelamin yang menunjukkan cara bagaimana penyakit ini dipandang dan dibicarakan secara berbeda.
Sebagai permasalahan politik, ia merupakan ancaman bagi kekuasaan negara kolonial. Sedangkan, para dokter melihatnya sebagai ancaman yang mengerikan terhadap tubuh manusia. Pada tataran populer, penyakit kelamin merupakan sebuah ancaman moral. Sekalipun memiliki perhatian berbeda, ketiga lapis wacana itu bersepakat bahwa perempuan merupakan sumber penyakit. Dari situlah kemudian muncul istilah penyakit perempuan sebagai sinonim dari penyakit kelamin. Lantaran penyebarannya yang luas kerap, ia kerap dikaitkan dengan kedatangan orang-orang Eropa yang sering diasosiasikan dengan proses pemberadaban melalui kolonialisme. Maka tidak heran jika istilah pemberadaban itu berarti penyebaran penyakit kelamin. Inilah muara kemunculan istilah civilisatie, yang berarti syphlisisatie sebagai ungkapan yang cukup dikenal dan dijadikan judul utama buku ini.

153 pages, Paperback

First published January 1, 2013

1 person is currently reading
11 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (40%)
4 stars
3 (30%)
3 stars
3 (30%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Willy Alfarius.
95 reviews9 followers
July 10, 2025
Saya membaca buku ini dalam edisi terbitan Pustaka Pias yang terbit pada Februari 2024. Sebagai orang yang amat jarang membaca ihwal sejarah kesehatan, saya kira buku ini adalah salah satu pengantar yang amat baik, ringkas, serta sederhana untuk memahami perihal kesehatan dari sudut pandang sosial, politik, dan ekonomi. Buku ini bukan yang menjelaskan mengenai penyakit itu sendiri (jelas ini ranah medika, biologi, atau yang serumpun dengannya). Melainkan, buku ini merekonstruksi bagaimana di masa lalu penyakit itu dipandang, disikapi, ditangani, diperlakukan, dan kemudian diwacanakan dalam sebuah struktur masyarakat. Gani, sang penulis, menelusuri perihal penyakit kelamin sebagai salah satu penyakit yang ketika itu menjangkiti kawula Hindia Belanda di abad ke-19 dan 20, dan terutama kemudian penyakit itu direspons oleh pemerintah kolonial maupun masyarakat jajahan itu sendiri.

Melalui riset yang semula berupa tesis ini, Gani membongkar banyak hal perihal penyakit kelamin (sifilis) ini dipandang dari berbagai sudut (politik, kedokteran, maupun populer/sosial), dan kaitan penting apa dengan kekuasaan kolonial/Barat yang dominan dan menjajah ketika itu. Berbagai sudut pandang ini kemudian memperlihatkan sengkarut yang saling berkait: pemerintah kolonial khawatir karena penyakit ini menyerang tentara yang adalah tumpuan politik dan ekonomi mereka; dokter khawatir karena penyakit ini menyerang tubuh dan mengancam degenerasi; serta masyarakat waswas karena kehadiran sifilis berarti ancaman atas laku moral warga saat itu. Tidak kalah penting, Gani juga memperlihatkan bahwa dalam sejarahnya, penyakit kelamin juga berkait erat dengan persoalan stigmatisasi, utamanya perempuan, karena ada satu periode ketika sifilis disebut sebagai "penyakit perempuan" (kendati mereka yang terjangkit nyaris seluruhnya adalah laki-laki).

Dengan penelusuran sumber-sumber historis sezaman, Gani kemudian merekonstruksi bagaimana penyebaran sifilis ketika itu seolah menjadi dua sisi mata uang dari hadirnya modernisasi dan pemberadaban. Maka, seperti judul dalam edisi terbitan Pustaka Pias, Civilisatie/Syphilisatie, proses pembaratan (civilisatie) juga turut serta membawa penyakit kelamin (syphilisatie) yang hampir tidak mungkin ditolak. Ada paradoks di sini! Dan persis seperti yang ia tuliskan di epilog buku ini: "upaya untuk menganalisis satu penyakit bisa membuka lapisan-lapisan yang ada di dalam masyarakat, tegangan-tegangan antara berbagai kelompok, dan perebutan kuasa dalam bentuk dominasi pengetahuan di antara mereka." (hlm. 177). Artinya, sesuatu yang kerap dianggap natural seperti halnya penyakit, wabah, maupun virus, tidak pernah benar-benar alami karena ia terikat pada banyak sekali kepentingan politik, ekonomi, maupun sosial yang menyebabkan kemunculan dan penyebarannya.
Profile Image for Meivy A.
16 reviews2 followers
January 31, 2025
Buku ini mengulas soal bagaimana penyakit kelamin diwacanakan pada masa penjajahan Belanda. Topik ini menarik karena kita jadi mengerti aspek sosial dari penyakit kelamin, katakanlah sifilis, yang begitu pelik. Ketika penyakit kelamin mulai marak di Hindia Belanda, berbagai upaya dikerahkan oleh pemerintah Belanda, para dokter, dan novelis, untuk mengontrol penyakit yang cukup ganas ini. Di sisi lain, istilah 'penyakit kelamin' ternyata pernah memiliki nama lain yang lebih dikenal sehari-hari, yaitu 'penyakit perempuan'. Gani A. Jaelani menjelaskan dengan terang bagaimana penyakit kelamin yang tidak pernah ada sebelum datangnya Belanda dan lebih marak menjangkit tentara Belanda, justru saat itu dipersepsikan sebagai akibat dari keburukan moral perempuan pribumi yang menjadi pekerja seks komersil.

Dikembangkan dari tulisan akademik, tidak heran kalau cukup banyak kutipan dan catatan kaki dalam bahasa Belanda dan bahasa Sunda dalam buku ini. Sayangnya terkadang tidak ada terjemahan yang memadai untuk pembaca awam. Tapi cuplikan-cuplikan tersebut lumayan mengesankan sih, karena kita jadi bisa baca verbatim bagaimana dalam suatu novel, misalnya, seorang dokter mengatakan syukurnya karena ada pasien sifilis yang meninggal, sehingga setidaknya ada satu rantai penularan yang putus... 😵‍💫
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.