Jump to ratings and reviews
Rate this book

11 Jejak Cinta: Kumpulan Cerpen Teenlit

Rate this book
Penyesalan, penolakan, perpisahan memberi jejak kepedihan akibat cinta. Namun kisah kehilangan tidak pernah menyurutkan rasa. Takdir cinta yang ambigu tidak pernah membuat kita ragu.

Hening dalam bahagia. Mencecap rasa menikmati suka. Kadang kita menemukan cinta ketika tak mengindahkan keberadaannya. Apakah cinta hanya fatamorgana ataukah dia meninggalkan jejak dalam hati kita?


Ke-11 pengarang Teenlit GPU lintas generasi mempersembahkan cinta mereka untuk para penggemar melalui kumpulan cerpen ini.

11 Jejak Cinta menyuguhkan beragam rasa dan tema kisah remaja yang menyentuh hati. Selamat menyusuri jejak-jejak cinta yang tertinggal di buku ini!

200 pages, Paperback

First published April 27, 2015

15 people are currently reading
284 people want to read

About the author

Charon

32 books108 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
22 (18%)
4 stars
36 (30%)
3 stars
44 (37%)
2 stars
10 (8%)
1 star
5 (4%)
Displaying 1 - 27 of 27 reviews
Profile Image for MAILA.
481 reviews120 followers
November 24, 2017
benar-benar berhasil membawa saya mengalami 11 perasaan yang berbeda.
pada halaman-halaman awal saya agak risih karena masalah yang diangkat masalah cinta2an anak remaja banget. sampai akhirnya saya istirahat membaca sejenak dan baru ngeh kalau ini memang buku teenlit. ya wajar dong ceritanya anak remaja XD

saya akhirnya bisa menikmati buku ini dengan benar-benar dan sangat-sangat sangaaaatt puas.
biasanya kalau diminta memilih cerita kesukaan dari kumpulan cerita, saya bisa memilihnya dengan mudah. tapi untuk buku ini, sulit sekali menemukan yang benar-benar kesukaan. mungkin karena ditulis oleh penulis berbeda kali ya.

yang berhasil mengacak-acak perasaan saya dengan baik sih Kecelakaan–nya Lexie Xu. pertama kalinya saya membaca cerita berjenis seperti ini dan saya beneran bergidik ngeri, mual, meringis, ketakutan dan penasaran jadi satu.

jadi penasaran mau membaca semua karya penulis di buku ini satu persatu XD
Profile Image for ABO.
419 reviews47 followers
May 3, 2015
“Orang bilang lidah tak bertulang. Tidak, mereka salah besar. Lidah itu kaku seperti dahan kayu. Sekali dia bengkok, bakal susah diluruskan. Tak ada yang salah dengan yang bengkok. Yang bengkok mungkin saja indah. Tapi orang-orang itu hanya bisa menerima yang lurus. Yang bengkok dan menyimpang hanya buat sampingan. Hanya buat lelucon. Hanya buat diguyur tepung di acara televisi. Buat apa? Semata agar tuyul-tuyul itu bisa terbahak.”

Teenlit. Saya pikir semua orang pasti sudah amat familiar dengan lini dari Gramedia Pustaka Utama yang lahir 11 tahun silam ini. Dan, untuk menyambut ulang tahun ke-11-nya, sebelas penulis Teenlit yang namanya tidak asing lagi mempersembahkan sebuah kumpulan cerpen spesial berjudul 11 Jejak Cinta.

Seperti review kumcer sebelumnya, kali ini saya juga akan sedikit mengulas satu per satu cerpen di buku ini sebelum me-review secara keseluruhan.

Satu Pengacau Kecil – Charon
Sebagaimana cerpen pembuka, cerpen yang ditulis Charon ini ringan dan bisa jadi pernah dialami oleh mereka yang sedang membaca. Curahan hati anak remaja tentang kekesalan pada adik yang bandel dan sering menganggu kehidupannya sebagai remaja. Saya cukup terbawa emosi dan mengerti perasaan kesal yang dirasakan karakter utama. Cukup lumayan sebagai pembuka.

Berteman Cinta – Clio Freya
Cerpen ini membuktikan kalau ide cerita sederhana bisa dikemas menarik dengan gaya penulisan yang baik. Saya suka bagaimana penulis menuturkan kisahnya. Jadi penasaran dengan karyanya Clio Freya abis baca ini :D

Langit di Ujung Jendela – Dyan Nuranindya
Cerita manis nan hangat tapi tanpa diduga menyimpan kesenduan di baliknya. Porsi penceritannya pas. Sebuah cerita pendek yang utuh, tidak meninggalkan pertanyaan di benak pembacanya.

Dua Hati Menghadapi Dunia – Ken Terate
Sejauh yang sudah saya buktikan sendiri, Ken Terate tidak pernah mengecewakan saya. Begitu pula dengan cerpen ini. Ide ceritanya bikin saya tambah kagum sama mbak penulis. Gaya bercerita yang digunakan juga unik dan asyik, biasanya khas Ken Terate adalah gayanya yang kocak dan polos bahkan ketika tema yang diangkat cukup serius seperti di Dark Love. Tapi lagi-lagi sang penulis memberikan kejutan seperti ketika saya membaca cerpennya di kumpulan cerpen Cerita Cinta Indonesia. Eh iya, saya suka dengan julukan jenis-jenis dedemit yang digunakan x))

Kecelakaan – Lexie Xu
Lexie Xu adalah salah satu penulis yang saya kagumi karena kekonsistenan genre yang dia tulis. Tapi cerpen ini membuat saya sedikit kecewa, tidak ada karakter psycho di sini ._. Deskripsinya masih bikin merinding (dan mual) walaupun ide ceritanya saya kurang suka.

First Girl – Luna Torashyngu
Seklise ftv. Sepanjang cerita saya misuh-misuh dengan alurnya yang amat sangat cepat sekali. Ternyata keluhan saya terjawab di akhir cerita. Jadi... cerpen ini tuh sebenarnya... eh nggak jadi deh, nanti malah bukan kejutan lagi ;)) penasaran kan? Kan? Kan? Makanya baca bukunya dong x))

MILO – Mia Arsjad
Zaman sekarang media untuk berkenalan dengan orang asing itu mudah sekali didapat, hanya bermodal koneksi internet. Iya kalo orang asingnya baik, cakep, soleh, dan berbudi pekerti luhur, kalo modelnya kayak para perverts di Catfish kan bahaya. Salut buat mbak Mia yang mengusung ide cerita yang menjadi kekhawatiran para orangtua sekarang. Saya suka ending yang dipilih, lebih tepat lagi keputusan yang diambil oleh karakter utama. Butuh baca karya mbak Mia Arsjad yang lain!

Duniaku Kiamat! – Pricillia A.W.
Lagi dan lagi, saya terhanyut dan kebawa emosi. Awalnya sebel sama karakter Nara. Dan twist di ending yang jleb dan bikin patah hati itu membalikkan emosi saya. Jadi ikutan patah hati -__-

Bekal Istimewa untuk Pangeran – Primadonna Angela
Manissss. Salah satu yang saya favoritkan. Udah gitu aja.

Untukmu Sahabat – Shandy Tan
Cerpen paling sedih di antara yang lain. Intinya jangan sampai kesibukan aktivitasmu membuatmu melupakan sahabat terbaikmu. Atau penyesalan di akhir yang akan kamu dapati.

Nastya – Windhy Puspitadewi
Mungkin saya akan lebih bisa menikmati cerpen ini kalau sudah baca Incognito. Selalu menyenangkan sebenarnya membaca sebuah side story dari sebuah novel.. kalau, sudah baca novelnya sendiri :D saya tidak yakin apakah ini dampak bagus atau tidak bagus, cerpen ini bikin saya jadi pengin baca Incognito x(

Pertama kali saya berkenalan dengan Teenlit adalah lewat Dealova yang sedang hits karena filmnya. Saya yang saat itu penasaran (dan kebetulan baru menuntaskan Detective Conan volume baru, juga sedang tidak ada bacaan lain) pun mencoba membaca buku yang baru selesai dibaca oleh kakak perempuan saya itu. Dan saya suka! Walaupun barulah pas SMA saya cukup mengikuti novel-novel Teenlit x))

Seiring perkembangan zaman, Teenlit menjelma menjadi bacaan wajib remaja di sekolah menengah. Formulanya pun mulai beragam. Tidak melulu masalah klise seputaran naksir kakak kelas, cewek biasa yang diperebutkan dua cowok keren, atau segudang ide basi lainnya. Ada masalah persahabatan yang diceritakan Ken Terate lewat Jurnal Jo. Seri Touché karya Windhy Puspitadewi yang berbau fantasi ala serial televisi Heroes. Tak ketinggalan genre misteri-thriller yang ditawarkan oleh Lexie Xu. Atau Teenlit tentang matematika seperti Teka Teki Terakhir-nya Annisa Ihsani.

Sayangnya semakin bertambah umur, semakin beragam pula pilihan bacaan yang saya suka. Saya mulai berkenalan dengan Metropop, young adult, distopia, dan berbagai genre lain. Dan hal tersebut agak menyingkirkan Teenlit dari jejeran buku yang saya baca. Hanya beberapa judul yang masih saya ikuti, itu pun setelah baca review yang cukup rame dari teman-teman goodreads.

Yang paling saya suka dari kumpulan cerpen ini adalah penulis-penulis cerpen di buku ini mampu saling mengimbangi satu sama lain. Tidak ada cerpen yang lebih jelek dari cerpen yang lain, yang menentukan hanyalah masalah selera pembaca. Harus saya akui saya menikmati semua cerpen di dalamnya, itulah yang menyebabkan saya bisa menyelesaikan kumpulan cerpen ini dengan waktu singkat.

11 Jejak Cinta berhasil membuat saya kembali mengingat alasan saya dulu menggemari Teenlit. Terima kasih kepada semua penulis yang telah berkontribusi. Dan saya harus mengucapkan, selamat ulang tahun untuk Teenlit, saya harap kamu akan selalu menemani dan memberi makna di kehidupan para remaja generasi-generasi selanjutnya.

“Aku... berteman dengan... buku. Mereka nggak pernah membuatku kesepian. Setidaknya mereka nggak bikin aku kepengen bunuh diri cuma gara-gara hidupku yang ngebosenin kayak kamu.”
Profile Image for R.A.Y.
292 reviews47 followers
July 15, 2019
agak kurang suka cerpen yang di awal-awal, tapi makin ke tengah dan ke belakang jadi lebih seru dan bermakna. apa emang sengaja disusun begitu? dari yang ringan dulu baru yang macem-macem (sampe time travelling segala). kurang ngerti kenapa cerpennya Luna Torashyngu kayak begitu sih... kayak, itu bukan cerita yang lengkap dan selesai. what's the point ditaroh di kumpulan cerpen?

nemu buku ini di book sale gramedia. tergeletak begitu saja di atas tumpukan buku (kayak habis dibawa orang tapi ditaruh lagi karena orang itu ngga jadi beli buku ini). langsung saya ambil dan tanpa pikir panjang bawa pulang :) saya mengenali semua nama penulisnya kecuali Shandy Tan (kayaknya pernah denger tapi ngga terlalu inget). terus jadi terharu karena itu artinya saya pernah dan masih sesayang itu sama teenlit, walau sekarang kenikmatan bacanya udah ngga kayak waktu masih remaja :')

cover-nya manis banget. suka layout-nya. polos dan agak membosankan sih tapi entah kenapa kalo dipegang tuh manis lucu gitu, kayak remaja banget. jenis cover yang membuat saya pengin sampai kapan pun buku ini selalu sesegar ketika baru pertama dibuka segelnya agar kelihatan bagus dan mulus terus.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Dedul Faithful.
Author 7 books23 followers
July 25, 2016
Cerpen-cerpennya khas remaja banget, bagus deh. Dunia remaja emang penuh warna dan masa yang berapi-api. Remaja biasanya mengutamakan hal-hal yang baik tentu saja bagi dirinya. Namun, banyak pengaruh dari luar yang membuat mereka bertindak semau mereka sendiri. Seperti halnya banyak diceritakan di kumcer ini. Cerpen Milo misalnya ketika sang tokoh cewek menggebu-gebu saat digaet cowok cakep. Yup, dia excited banget tanpa mau tau dulu background si cowok. Lain halnya di cerpen 'Kecelakaan' yang mana nge-highligt self-esteem si tokohnya yang yah gitu deh sampai tragedi dalam hidupnya mengubah cara pandang si tokoh. Jujur, aku lebih suka cerpen yang happy-happy aja sih di kumcer ini. Overall, I like it!
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
June 12, 2016
11 cerita jejak cinta yg ditulis oleh penulis2 ngetopnya Teenlit Gramedia. Meski judulnya pake embel-embel cinta, isinya malah lebih banyak yg misteri-thriller-suspense. Tp adalah satu-dua cerita yang bagus.
Profile Image for Alvina.
732 reviews119 followers
January 31, 2016
Meski ada beberapa cerpen yang garing, tapi aku akui ada beberapa cerita yang menarik dan punya potensi untuk dijadikan novel.
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
July 17, 2022
Kisah-kisah roman remaja di buku ini ringan, bisa menjadi selingan menyenangkan saat bosan dengan buku-buku yang agak berat sekaligus menaikkan mood baca dan mensukseskan program babat timbunan. Sebelas penulis teenlit Gramedia merayakan 11 tahun eksistensi teenlit (istilah yg juga pertama kali dimunculkan GPU dan ternyata masih konsisten diterbitkan) dengan menulis cerpen ttg cinta dan dunia remaja. Tahun 2015 kalau seingat saya memang sempat ngetren model kumpulan cerpen teenlit gini. Isi bukunya juga tidak mengecewakan, mungkin karena penulis penulisnya memang sudah punya banyak karya di ranah pertee litan Indonesia.

Tema cinta antar remaja tentu mendapat porsi besar , hampir di semua cerita. Yang agak unik, nuansa kelam cinta yang diliputi oleh kematian ternyata banyak digunakan para penulis. Kekasih yang kemudian pergi selamanya, dia yang selama ini perhatian tapi tidak diperhatikan balik sampai semuanya sudah terlambat, sosok calon jodoh yang terlambat ditemukan. Cerita ini menyadarkan pembaca untuk tidak menyia-nyiakan cinta yang datang sekaligus kesempatan yang hadir bersamanya. Beberapa cerita yang lain memang terlalu remaja banget, sangat simpel dan kadang bikin pengen ngomel ngomel ke tokohnya. Tapi, ya remaja memang seperti itu. Atau kecenderungan ngomel ngomel ini yang sejatinya menunjukkan kalau kita sudah tua? Eh bukan tua, dewasa adalah kata yang lebih nyaman dan tepat. Memang bertingkah muda dulu sebelum menjadi dewasa itu niscaya.

Paling suka karya Charon, kurang mudeng dengan cerpen Ken Terate, dan yang paling favorit adalah karya Windhy yang merupakan side story' Incognito. Pengen baca seri lanjutan Incognito ini lagi.
Profile Image for booksventura.
87 reviews4 followers
June 23, 2022
Duh saya ga bisa milih!
Semuanya punya cerita menarik dengan gaya penulisan masing-masing.
.
Adalah 11 cerita pendek bertema teenlit yang ditulis oleh various author. Sederet penulis ini sudah menemani saya sejak remaja.
Sebutlah Ken Terate, Mia Arsjad, Luna Torashyngu, juga Primadonna Angela.
.
Jadilah membaca buku ini ibarat flashback. Sembari menuntaskan 1 cerita pendek, saya juga ikut senyum-senyum sendiri merasakan euforia masa remaja.
.
Tak melulu percintaan di sekolah, kisah antar sahabat, kasih sayang ayah terhadap anaknya, hingga cinta lintas jaman yg menggunakan mesin waktu. Semuanya pun tak berakhir indah. Ada yang berantem, putus, mati suri, hingga mati beneran. Waduh. Baca buku ini bikin emosi naik turun. Baru saja gembira di halaman sebelumnya, eh mendadak sedih karena tokohnya pergi gitu aja. Hiks.
.
Kesukaan saya terletak pada cerpen berjudul Bekal Istimewa Untuk Pangeran yg berkisah tentang cewek SMA yang ditolak oleh cowok rekan duetnya karena kurang cantik. Sekilas mirip Go Woon adiknya Han Seo Jun di True Beauty 🤧 udah pada nonton lom?
.
First Girl karya Luna Torashyngu juga seru. Saya langsung ikut membayangkan rasanya jadi putri presiden yang kudu dikawal kemana-mana oleh Paspampres. Antara seneng sama sebel, campur aduk!

11 Jejak Cinta ini punya ragam cerita cinta yang menyentuh dan seru untuk disimak loh. Usai baca buku ini jadi ingin mensyukuri banyak hal, termasuk mencintai diri sendiri.
Profile Image for Limya.
97 reviews6 followers
December 31, 2020
Akhirnya, selesai juga membaca kumpulan cerpen ini! Cerita ini dibuat khusus ulang tahun Teenlit GPU yang ke-11, lima tahun lalu, tetapi aku baru baca hari ini... Hehe.

Overall, cerita-cerita yang ada di dalamnya bagus dong, dengan tema-tema yang beragam: persahabatan lawan jenis dan sejenis, keluarga, kematian. Genrenya pun beragam: romance, thriller misteri, fiksi sains juga fiksi sejarah. Konflik yang diangkat tidak main-main dan tidak mainstream: perundungan terhadap laki-laki yang "melambai", kehidupan putri presiden yang pelik, percobaan pemerkosaan berawal dari kenalan di dunia cyber, bertemu malaikat kematian saat kecelakaan bis, hingga percintaan pada awal abad ke-20. Menariknya, semua berawal dari satu benang merah: cinta, seperti judul buku ini, 11 Jejak Cinta. Keren sih. Asli. Cerpen-cerpennya juga khas penulisnya masing-masing, sehingga sudut pandang dan gaya penulisan yang dihadirkan sangat beraneka rupa. Jadi tidak bosen.

Beberapa cerpen bahkan berhasil mengaduk-aduk emosi saya, hampir membuat saya menitikkan air mata. Seperti cerpen "Milo" dan "Untukmu Sahabat". Untuk keunikan konflik, saya paling suka, lagi-lagi "Milo", namun dengan pasangannya: "Dua Hati Menghadapi Dunia".

Acungin jempol buat semua penulisnya. Teenlit kudu bikin yang kayak gini lagi sih dengan penulis-penulis jagoanya di era sekarang dengan tema yang semakin luas, kompleks, dan beragam.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Lila Cyclist.
855 reviews71 followers
December 18, 2019
Menemukan buku ini di tumpukan diskonan acara Patjar Merah dengan harga 10k saja. Saya tertarik ketika melihat nama Clio Freya diantara jajaran nama-nama penulis di kumpulan cerpen ini. Nama-nama penulis lain pun sebenarnya saya cukup mengenal, seperti Lexie Xu dan Luna Tora siapa itu, susah banget nyebut dan nulis namanya hehehe… Tapi saya belum pernah membaca karya mereka satu kalipun. Bukan apa-apa sih, masih belum tertarik saja sih. Nama lain yang saya yang pernah saya baca ada juga sih kecuali Clio Freya, Ken Terate dan Windhy Puspitadewi.

Review lengkap ada di blog ya https://justaveragereader.blogspot.co...
Profile Image for Anna Fillaah.
131 reviews6 followers
June 21, 2018
Menjawab rasa penasaran saya tentang bagaimana jika penulis teenlit bikin cerpen. Ya, sebagian menarik dan beberapa benar-benar menarik, ada yang biasa saja. Saya lupa judulnya.
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
May 4, 2015
11 Jejak Cinta adalah kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh sebelas penulis teenlit dalam rangka merayakan tahun ke-sebelas teenlit GPU. Tema yang diusung oleh sebelas penulis ini tidak jauh dari apa yang biasa ditemukan dalam buku-buku teenlit; yaitu kisah tentang keluarga, persahabatan, dan tentunya cinta. Dalam review ini, aku akan menuliskan sedikit cuplikan dari beberapa cerita pendek yang cukup berkesan untukku.
"Langit nyaris tak percaya dengan apa yang dialaminya waktu itu dalam mimpinya. Ini terlalu aneh untuk dipikir secara akal sehat. Bagaimana bisa dua orang berkenalan di dalam mimpi? Tapi itu kenyataannya."

Kisah yang pertama adalah Langit di Ujung Jendela karya Dyan Nuranindya, yang mengisahkan tentang seorang lelaki bernama Langit yang selalu datang ke sebuah kafe saat hujan datang. Ia selalu memesan secangkir jahe madu hangat dan duduk di tempat favoritnya di dekat jendela. Kejadian dua tahun silam terasa sangat mustahil untuk terjadi; namun itulah yang menuntunnya ke sebuah kafe bernama Pelangi—seperti nama perempuan yang ia temui dalam mimpi.
"Hanya karena semua masalahku, aku mengira hidupku bakalan berakhir. Itu sebabnya aku kabur dari rumah. Padahal semuanya masih bisa diperbaiki. Selama masih hidup, aku masih bisa berusaha dan bangkit kembali. Tapi kalau aku mati, aku tidak bisa apa-apa lagi. Aku akan meninggalkan hidup ini dengan menyandang predikat sebagai pecundang."

Cerita dengan judul Kecelakaan karya Lexie Xu juga cukup berkesan untukku karena berhasil membuatku sedikit terkejut dengan jalannya cerita yang tidak terduga. Kisahnya berpusat pada Shienna, seorang gadis yang hidupnya sedang hancur berantakan akibat banyak hal yang terjadi di sekolah. Oleh karena itulah ia memutuskan untuk pergi melarikan diri. Namun yang terjadi kemudian sama sekali di luar perkiraan Shienna, saat bus yang ia naiki terjun bebas menuju lereng gunung. Dan ia harus melewati sebuah pengalaman yang mengerikan.

Kisah terakhir yang akan aku tuliskan dalam review ini adalah Untukmu Sahabat karya Shandy Tan. Cerita ini adalah tentang Kikan dan Kiki yang sudah bersahabat sejak mereka masih kecil; tetapi hubungan mereka perlahan merenggang. Sewaktu Kiki mengirim pesan yang mengenang masa-masa yang lampau, Kikan menanggapinya dengan sambil lalu. Akan tetapi Kikan sama sekali tidak tahu apa yang sedang dilalui oleh sahabatnya itu—dan saat ia menyadarinya, semua telah terlambat.

Masih ada banyak kisah lain selain tiga cerita pendek yang aku tuliskan cuplikannya di atas. Sebagian besar dari penulis yang berpartisipasi dalam kumpulan cerita pendek ini adalah penulis yang aku baca saat masih remaja. Karya-karya teenlit mereka-lah yang selalu menjadi bacaanku di masa SMP/SMA. Karena sekarang aku sudah hampir tidak pernah membaca buku teenlit lagi, aku sangat senang bisa kembali menikmati tulisan dari beberapa penulis favoritku :) Meski demikian, sangat disayangkan karena tidak semua cerita pendek yang ada dalam buku ini memuaskan untukku. Sebagian besar terasa ceritanya terlalu biasa dan juga cukup klise, sehingga tidak meninggalkan kesan yang berarti. Namun aku rasa hal tersebut bisa juga terjadi akibat faktor usiaku; karena hari-hari ini aku memang sudah tidak begitu menikmati kisah yang terlalu teenlit. Jadi bagi kalian yang masih suka dan menikmati buku-buku teenlit—terutama oleh penulis-penulis yang berpartisipasi dalam buku ini, mungkin kalian akan bisa lebih menikmati kumpulan cerpen ini daripada aku :)....

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2015/0...
Profile Image for Nur Amelia.
14 reviews2 followers
May 4, 2015
Warning: Ini curhatan gaje.


2 bintang *saya sedih*


Sebagai penikmat Teenlit dari awal kenal novel sampai sekarang di usia yang udah gak teen lagi, sudah tua intinya, waktu pertama kali tahu tentang Kumcer ini, mungkin saya adalah orang yang paling bahagia *halah*


Pertama, karena saya rindu *halah lagi*

Kedua, karena ada beberapa penulis favorite saya di Kumcer ini.


Dengan harapan Kumcer ini bisa mengobati rindu saya akan Teenlit.


Daaaan. Saya cukup kecewa. Mungkin karena saya terlalu berharap kali ya? *yakali*


Ada 4 penulis yang ceritanya saya tunggu-tunggu.

1. Ken Terate, awal kenal kak Ken itu dari Frey, dia Ken Terate garis keras. Karena penasaran, akhirnya saya coba untuk baca karyanya. Daaan ternya Jurnal Jo langsung bikin saya jatuh cinta. Jurnal Jo garis keras deh intinya.

Menurut saya Jurna Jo itu TEENLIT, 100% TEENLIT, bukan karena ini cerita membahas anak SMP, tapi karena memang bahasanya, bahasannya itu berisi, tapi tetap ringan, dan renyah *ini apa sih?*

Intinya sih, di kumcer ini saya berharap kak Ken bisa mengobati rindu saya akan TEENLIT seperti Jurnal Jo.

Tapi ternyata, harapan saya pupus, saya pun sedih *halah*


2. Windhy Puspita, HAPPY, waktu denger kalau di Kumcer ini ada side story nya Incognito. Tapi, ternyata eh ternyata, NASTYA, gak bisa mengobati rindu saya akan TEENLIT, bahakan Incognito sekalipun. Terlalu sedikit *namanya juga cerpen Li*

dan entah cuma perasaan saya, tokoh si X di side story ini sama yang di Incognito, karakternya jadi beda? Karena di side story ini pakai POV X kali ya? Entahlah.


3. Lexie Xu dan Mia Arsjad, aku berharap banget cerita mereka di Kumcer ini serame Johan dan Omen series (kak Lex) dan Lululergic dan Satria November (kak Mia). Lagi-lagi harapan saya pupus. Saya pun sedih lagi *halah lagi dan lagi*


dan ternyata saya cukup objektif sih, terbukti dari ada 3 cerita yang saya suka, meskipun saya gak kenal penulisnya.


1. Berteman Cinta, Clio Freya.
2. Langit di Ujung Jendela, Dyan Nuranindya.
3. Untukmu Sahabat, Shandy Tan.

Dan kalau ditanya cerita mana yang paling saya suka? Untukmu Sahabat, Shandy Tan.



---------


Jadi kesimpulannya sih, ternyata Kumcer ini gak berhasil mengobati rindu saya. Balik lagi karena mungkin saya terlalu berharap.


Tapi, menurut saya bagi penikmat Teenlit wajib sih punya 11 Jejak Cinta ini. Bukan cuma karena seluruh royaltinya bakal disumbangkan ke Dana Kemanusiaan Kompas. Tapi karena balik lagi ke selera. Kalau bagi saya Kumcer ini gak bisa mengobati rindu saya akan TEENLIT, belum tentu sama di kalian kan?
137 reviews17 followers
February 9, 2016
*** 4 STARS ***

!!! Spoiler Alert

Udah beberapa lama sejak terakhir kali gw baca Teenlit. Dulu sewaktu gw masih SMA, teenlit is forever my favorite.

Tapi entah kenapa sejak tamat SMA entah kualitas Teenlitnya makin mundur atau emang udah bukan my soul wkwkkw

Ini novel teenlit pertama gw tahun ini. Gw beli buku ini karena nemuin bbrp author yang gw suka, seperti Charon , Dyan Nuranindya , dan Luna Torashyngu .

Tapi nobel ini agak tidak menemui ekspetasiku. Gw pikir novel ini bakalan lebih tentang cinta-cinta remaja yang manis2. Tapi buku ini lebih dari itu. Banyak tema di buku ini.

Dan favorite gw adalahh....

1. Lexie Xu - Kecelakaan
2. Dyan Nuranindya - Langit di Ujung Jendela

Profile Image for Ayu Fitri.
Author 8 books12 followers
November 7, 2015
3.5 bintang dari aku.
Ih, seru banget deh baca cerpen remaja lagi.
Teenlit tuh emang beda sama cerita-cerita remaja lainnya menurutku.
Kalo ditulis orang yang tepat, somehow aku ngerasa teenlit itu bisa jadi panduan yang pas banget buat remaja-remaja Indonesia.

Happy belated birthday, teenlit :D

PS: oh ya, aku paling suka cerpennya mbak Lexie Xu. Seru, euy! Cerpen kedua yang aku suka tulisannya mas Luna Torashyngu. Selain itu, aku suka tulisan mbak Dyan Nuranindya, mbak Ken Terate, dan mbak Windhy Puspitadewi.
Profile Image for Afifah.
409 reviews17 followers
November 18, 2017
Kirain nggk akan terlalu suka novel ini karena memang udh cukup lama nggk terlalu suka teenlit. Tapi ternyata ceritanya cukup menarik. Dan lumayan banyak kisah yang seru.

Favorit: Clio Freya dan Windhy.
Profile Image for Abdul Azis.
127 reviews13 followers
May 3, 2015
Hoaaaaammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm !!!!!! Setengah Bintang.
Profile Image for Dila Maretihaqsari.
11 reviews6 followers
June 9, 2015
Salut banget sama teenlit gramedia yang udah 11 tahun menemani remaja2 Indonesia, uwowowowooow! Keren banget tiap ulang tahun selalu bikin karya perayaan semacam ini :)!
11 reviews3 followers
July 4, 2015
2,5 aja. Lumayan bagus. Tapi yang menurutku paling keren cuma cerpennya Ken Terate sama Mia Arsjad
1 review
Read
December 22, 2015
ini gimana cara baca bukunya sampe selesaiiii? aku bingung nih, baru downlaod soalnya huhuhu :'(
Profile Image for Adek Fbree.
159 reviews
August 14, 2016
Sesuai judulnya, "...Jejak Cinta...". Porsi cintanya ya tentulah sebesar jejak pula. Bintang dr saya tdk mewakili kualitas ceritanya tp hanya mewakili jumlah cerpen yg sy sukai aja.
Profile Image for Amel.
100 reviews
February 6, 2024
ada beberapa yang bagus, ada juga yang gantung dan side story dari sebuah novel
Profile Image for Ayu Yudha.
Author 3 books202 followers
May 7, 2015
selesai!

juaranya ada di nomor 4 dan 5. \o/
Profile Image for Icha.
21 reviews7 followers
June 2, 2015
Bought this book only for Windhy's short story. The other 10 stories were just...... -_-
Displaying 1 - 27 of 27 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.