Jump to ratings and reviews
Rate this book

A Wedding After Story

Rate this book
Menikah dengan orang yang disayangi dan menyayangi kita pasti menjadi impian semua orang. Tapi apa yang terjadi kalau kita menikah dengan orang yang tidak kenal? Demi membahagiakan orangtua, kita harus melakukannya.

Itulah yang dialami oleh Aga dan Aira. Sempat kabur dari akad nikah yang kemudian digagalkan oleh keluarga, mau tidak mau pernikahan harus dilangsungkan. Ternyata pernikahan tidak seburuk yang mereka pikirkan, walaupun banyak kejadian-kejadian aneh, lucu, membahagiakan dan sedih. Kehadiran orang di masa lalu juga mewarnai pernikahan mereka.

264 pages, Paperback

First published October 15, 2014

18 people are currently reading
207 people want to read

About the author

Merry Maeta Sari

7 books24 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
28 (11%)
4 stars
55 (22%)
3 stars
80 (32%)
2 stars
58 (23%)
1 star
24 (9%)
Displaying 1 - 30 of 61 reviews
Profile Image for April Silalahi.
227 reviews213 followers
May 23, 2016
Gimana menjelaskannya ya?

Gue suka banget baca suatu cerita temanya pernikahan. Termasuk seri Le marriage terbitan Elex ini. Cuma entah kenapa untuk judul ini bener2 kecewa banget.

Cerita ini tentang Aira yang dijodohkan dengan Aga. Mereka sama2 kabur dari hari pernikahannya. Namun nasib buruk membawa mereka untuk menerima takdirnya tetap menikah.

Awal pernikahan mereka gak berlangsung mulus. Aira gak mau disentuh sama Aga. Namun Aga mencoba untuk membangun rasa diantara dia dan Aira.

Sampai akhirnya cinta itu tumbuh perlahan. Namun konflik mulai bermunculan.

Gue gak nemuin suatu konflik yang kena banget dalam cerita ini. Kedua tokoh pun gak kuat. Aira dengan sikapnya yang menyebalkan dan Aga yang sikap mesumnya. Apa ya? Semuanya keliatan nanggung.

Bicara soal konflik, sebenarnya kemunculan Fian akan lebih seru jika di gali dengan baik. Cuma lagi2 berlalu begitu saja. Ya masa ada anak kandung suaminya yang muncul tiba2 terus istrinya malah gampang bgd jadi sayang? Hahahahahahahaha aneh! Ada sih dialog si Aira yang berargumen tentang Fian sama si Aga. Cuma ya gak dapat keselnya Aira.
hello.. istri mana yg terima dibohongin sama suaminya???

Sosok Hana juga sebenarnya bisa dijadikan tokoh antagonis yg menyebalkan. Tapi lagi2 gue gak dapat rasa itu saat liat kelakuan Hana. Apalagi kenapa tiba2 Hana jadi tobat?
kenapa gak ada deskripsi yg menggambarkannya?

Ya gue rasa cerita ini gak hanya berfokus sama hidup Aga dan Aira, jadi yaaaa flat aja.
terlebih lagi dengan munculnya POV 3 secara tiba2 di tengah cerita itu aneh.
kan awalnya pake POV 1 Aga dan Aira????

Gue dari awal menyakinkan diri sendiri kalau gak ada novel yang diterbitkan mempunyai cerita yang jelek. Atau tulisannya jelek.

Cuma karena baca novel ini, gue jadi percaya kalau novel jelek itu ada.

Sorry, tapi novel ini gak memuaskan.

Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
May 31, 2016
Masih dalam seri Le Mariage. Masih dalam tema perjodohan. Meski yang ini alur ceritanya berbeda dengan dua buku Le Mariage bertema perjodohan yang saya baca sebelumnya.

Aira dijodohkan dengan seorang pria bernama Aga. Sebenarnya Aira menentang perjodohan ini, tapi akhirnya dia menyerah juga. Sesaat sebelum pernikahan mereka, Aira mendengarkan rencana kalau calon suaminya akan kabur sebelum pelaksanaan akad nikah. Tidak mau kalah, Aira juga ikut-ikutan kabur. Meski akhirnya keduanya akhirnya ditemukan, dan pernikahan tetap dilangsungkan.

Aga dan Aira ini punya kesamaan karakter, keduanya sama-sama bodor. Perjodohan mereka relatif lancar, tidak ada masalah berarti. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, mereka sudah saling mencintai. Masalah baru muncul ketika seorang anak kecil berumur 5 tahun bernama Fian, hadir di depan pintu rumah mereka dan memanggil keduanya sebagai Papa-Mama. Ternyata Fian adalah hasil hubungan Aga dengan seorang wanita di masa lalu.

Tapi ternyata masalah itu bisa diselesaikan dengan baik dan relatif mulus oleh Aga dan Aira. Saya yang tadinya berharap masalah ini bisa menjadi puncak klimaksnya, ternyata penyajiannya terasa nanggung. Ya Aira sempat cemburu, Aga sempat kelimpungan, tapi keduanya dengan dewasa menemukan jalan keluarnya. Mungkin itu salah satu poin plus di novel ini. Tokohnya bisa menyikapi masalah dalam rumah tangga mereka dengan dewasa.

Saya juga terganggu dengan beberapa hal. Yang pertama istilah "nananina" yang sering disebut Aga kalau mau berhubungan sex dengan istrinya. Saya sampai bertanya ke teman-teman apakah istilah itu sudah lazim dipakai? Seorang teman saya mengkonfirmasi kalau itu istilah anakWattpad. Yah mboklah dikasih keterangan gitu di catatan kaki atau apalah... Kan ndak semua pembacanya pernah bergabung di Wattpad.

Trus ada bagian di mana salah seorang tokoh pendukung, bernama Via (temannya Aira) digambarkan sebagai transgender. Kalimatnya kayak gini:
Aku membulatkan mataku dengan takjub. Bagaimana bisa Satriyo Alifian Arthin yang ganteng itu jatuh ke tangan Silvia Maharani yang transgender itu. Meskipun aku yakin, bahwa mungkin cuma Mas Satriyo yang bisa membuat Via bertekuk lutut.
Baiklah kuberitahu sedikit tentang Via, dia ituagak susah untuk didekati lelli. Hobinya saja bela diri, meskipun sebenarnya Via itu cantik kalau boleh kubilang. Selama mengenalnya, ada beberapa cowok yang berusaha mendekatinya, tapi yang kutahu Via tak pernah tertarik pada mereka. Sudah kubilang kan, dia itu transgender. Aku bahkan ragu ia suka cowok.

Dari gambaran di atas, yang saya tangkap Via ini cewek tomboy dan bukan transgender. Ataukah sekarang ini tomboy sudah termasuk transgender? *pukpuk Via*

Bagian di mana Bastian dijodohkan juga sepertinya tambahan yang nggak penting. Ada apa sih dengan orang tua dalam novel ini yang sangat insecure liat anaknya belum menikah? Masih muda juga kali....

Dan ohya...epilognya kepanjangan
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
November 2, 2015
Ini novel ke-2 karya Merry Maeta Sari yang kubaca setelah Serendipity kali ini penulis mengusung tema pernikahan. Kisah ini tentang Aga dan Aira, pasangan yang menikah karena dijodohkan. Aira yang belum punya kekasih akhirnya setuju dijodohkan dengan Aga, anak sahabat orang tuanya. Mereka belum pernah bertemu sama sekali (minus pertemuan yang gagal), hingga akhirnya bertemu saat ijab kabul dilaksanakan. Tunggu dulu, hebohnya sebelum ijab kabul, mereka sama-sama kabur di hari pernikahannya, tetapi ujung-ujungnya mereka tetap ditemukan dan akhirnya resmi menikah.

Dimulailah kisah pernikahan Aga dan Aira. Interaksi keduanya ini lucu sekali, mereka hobby sekali berdebat dan saling cela satu sama lain. Antara mau dan tidak mau, keduanya terlalu gengsi satu sama lain. Namun, Aga digambarkan sebagai suami yang suka ngegombal dan pikirannya terus-terusan menjurus ke hubungan fisik sedangkan Aira, istrinya masih belum mau. Mereka malah sepakat untuk saling mengenal dulu sebelum beranjak ke hubungan yang lebih serius.

Hari demi hari mereka saling menyesuaikan, interaksi keduanya mengalir lancar, masih dipenuhi perdebatan kecil khas suami-istri, hingga akhirnya mencair karena Aga mabuk dan terjadilah....Hingga suatu hari muncul Fian, sosok anak kecil yang memanggil mereka mama-papa, entah muncul darimana anak itu. Aira yang walau agak tomboy dan jago beladiri, tetap saja takluk sama anak kecil. Mereka pun memutuskan untuk mengadopsi Fian dan disanalah terkuak siapa sesungguhnya Fian...

Membaca novel ini tidak membutuhkan waktu yang lama, penulis membalut kisah pernikahan Aga dan Aira ini dalam perdebatan kecil yang manis. Kocak sekali interaksi keduanya. Membayangkan sosok Aga yang sudah kebelet untuk meresmikan hubungannya dengan Aira, sedangkan Aira lempeng-lempeng saja, membuatku senyum-senyum sendiri.

Tokoh sampingan yang hadir, seperti Bastian juga cukup menghibur. Cuma jangan kaget ya, banyak banget kata yang diCAPSLOCK untuk menggambarkan kemarahan maupun teriakan Aira. Selainnya, aku cukup menikmati kisah ini. Aku juga suka part mengenai hal-hal yang baru akan kita temui setelah pernikahan, dan memang itu benar adanya.

"Dan aku yakin setiap pasangan memiliki caranya tersendiri untuk berkompromi satu sama lain."

Overall, kalau kamu mencari kisah romantika pernikahan yang ringan dan bisa menghiburmu, silahkan mencoba membaca kisah ini.
Profile Image for Riz.
1,262 reviews140 followers
February 6, 2016
1 Bintang
Ada bagian yang... gua gak suka. Banget. Tapi balik lagi ke selera masing-masing sih ya.
Jujur, gak nyangka bakal ngasih rating serendah ini, tapi... yah pokoknya ada bagian yang sangat mengganggu gua di buku ini. So, this book isn't for me. Sorry.
Profile Image for Anhie Greenish.
397 reviews4 followers
February 1, 2016
Sebenarnya udah mau ngasih 4 bintang kalo gak ada kejadian annoying di bab Epilog!! bayangin coba, udah di bab Epilog kok masih ada kejadian fatal yang bikin saya jadi emosi jiwa sama si Aga - karakter co utamanya -

Di luar perkiraan saya suka sekali ceritanya. Bahasanya enak dibaca, tidak kaku. Konflik yang disajikan juga cukup menarik, dan yang terpenting penyelesaian konflik yang disajikan tidak bertele-tele dan langsung dieksekusi dengan baik.

Pada awalnya, kemunculan Fian secara tiba-tiba menurutku cukup absurd dan melihat bagaimana Aira dan Aga yang sudah dekat sungguh saya berharap kalo Fian itu sebenarnya anak titipan temannya. Sangat berat hati mengetahui kalau Aga memang ternyata pernah berhubungan intim dengan wanita lain sebelum menikah. Tapi yang paling luar biasa bagaimana Aira menerima kenyataan itu dengan sangat baik. Oh yah dia marah tapi melihat dia bersiteru langsung dengan Hana dan berbalik membuat perempuan itu kesal patut diacungi jempol. Luar biasa. You go Girl..

Tadinya saya pikir Aira akan jadi cewek cantik- keras kepala- dan sok jual mahal, tapi ternyata tidak..dia cuma wanita biasa yang akhirnya juga luluh dengan segala rayuan maut Aga. Saya langsung jatuh cinta sama karakter Aira. Cantik, pintar, penyayang dan jago bela diri!! terlebih bagaimana dia bisa dengan ikhlas menerima kenyataan kalo suaminya sudah punya anak dari perempuan lain dan malah berniat memperjuangkan mereka berdua! I salute you Aira!!!

Eksekusi ceritanya sangat mulus, saya sudah siap2 mau ngasih 4 bintang pas sudah sampai di epilog. Eh kok tiba-tiba malah muncul konflik baru yang diakhiri adegan si Aga selingkuh - yes he did- walo gak sampe kejadian but that woman is half naked already, uggghhh beneran deh pengen nonjok si Aga itu jadinya. He's totally a dick!! Walo akhirnya sadar tetap saja saya jadi benci setengah mati. Kiss another woman while you still somebody's husband is cheating! No excuse! benar-benar merusak mood. Kenapa sih mba merry harus diselipin cerita itu, the story is perfect already?! *emosi jiwa*

Kalo dipikir-pikir, agak gak adil juga sih karkater Aga yang kalo dimata Aira gak ganteng2 amat tapi love interest yang dimunculin banyak banget. Mulai dari Karin, Hana, bahkan Tia yang sampai di akhir cerita pun terasa sekali kalo si Aga sangat posesif sama sekretarisnya yang satu itu. Sementara Aira, yang hampir semua orang memuji kecantikannya gak ada satupun pria yang dimunculkan sebagai pihak ketiga. Padahal bakal seru banget kalo ada pria tampan yang mungkin naksir sama si Aira, biar si Aga ini tau diri hahaha.

over all, kalo mau baca cerita ini..saran saya gak usah baca epilog terakhirnya. Kalo udah sampai di bab itu, tutup bukunya dan biarkan memori bahagia tentang Aira dan Aga berhenti sampai disitu. Dan kita bisa dengan tenang kembali melanjutkan hidup kita *lebay*
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Adri Christy.
87 reviews
April 22, 2015
Satu komentar saya sehabis baca novel ini adalah...
Kedua tokohnya koplak abis!
Jujur saja saya ketawa terus tiap Aira digombalin Aga dan sebaliknya.
Dua orang yang belum pernah ketemu dijodohkan harus duduk satu pelaminan dan menjalani kehidupan sampai maut memisahkan mereka.
Jujur, seru dan lucu abis ceritanya :D

Profile Image for Jennifer Jd.
13 reviews5 followers
August 25, 2018
Berhasil menghabiskan novel ini dalam sehari! Alurnya yang ringan dan cukup kocak membuat proses membacanya nggak perlu berhenti sejenak untuk merenung atau menenangkan emosi.

Kisahnya bermula dari dua orang pewaris perusahaan besar yang dijodohkan satu sama lain. Dan masalah-masalah muncul dari pihak suaminya yang kebanyakan main cewek sebelum pernikahan mereka. Konfliknya pun kebanyakan adalah konflik yang biasa dapat ditemukan di drama-drama. Tapi yang menarik adalah cara sang penulis menyelesaikan setiap konflik dengan cara yang tidak lebay ala sinetron Indonesia. Hal ini membuat sebagian besar pembaca sepertinya kecewa karena minimnya drama antara kedua tokoh. Tapi. Aku sendiri malah melihat hal ini sebagai sesuatu yang positif dari buku ini. Sang penulis tidak ingin terjebak dalam alur plot klise dimana pemeran wanita mengetahui keburukan pemeran pria, marah histeris, mengancam cerai, cerai, nyesal, baikan dan lain-lain. Aira dan Aga, sama-sama berdiskusi dengan kepala tenang mengenai konflik mereka. Nggak diam-diaman dan nggak ada salah paham (walau terkadang aku suka juga beginian).

Yang tidak aku suka adalah penggunaan kata transgender yang sepertinya salah tempat. Menurut Wikipedia, transgender adalah orang yang identitas seksualnya berlawanan dengan jenis kelaminnya saat dia dilahirkan. Transgender adalah orang yang akan merubah diri dari penampilan luar bahkan sampai organ seksualnya. Tapi, kata transgender tidak ada hubungannya dengan orientasi seksual orang tersebut. Bukan karena seseorang gay atau lesbi, mereka memilih menjadi transgender. Dan penulis menggunakan kata ini dua kali, untuk menggambarkan Jessy, manajer Hana (benar-benar gay) dan Via, sahabat Aira (Aira sempat berpikir dia gay karena tomboy?).

Hal lain yang tidak kusukai adalah penggunaan nininana (atau nananini) oleh Aga. Sebagai pembaca dari Wattpad,aku langsung tahu artinya tanpa perlu berpikir dua kali. Tapi rasanya aneh jika kata itu diucapkan oleh pria dewasa seperti Aga ketika berbicara berduaan dengan Aira. Mungkin kalau pihak wanita yang masih polos polos unyu mengatakannya, seperti tokoh Rima dalam cerita Wattpad Kawin Kontrak yang menggunakan sebutan Olahraga Ranjang, hal ini terasa akan lebih wajar. Tapi Aga adalah pria dewasa dengan banyak pengalaman dengan wanita. Seharusnya akan lebih wajar jika dia bisa mengatakan s*ks. Atau mungkin ini memang salah satu cara sang penulis menggambarkan karakter Aga yang mesemnya ngegemesin? Karena karakter Aga definitely interest me throughout the whole story.

Aga adalah karakter pria yang menarik. Bawelnya, keponya, sama gombalannya ke Aira membuatku senang dengannya. Sayang, sang penulis tidak menunjukkan character development yang signifikan untuk Aga. Dari awal sampai akhir, Aga tetap menjadi pria yang lemah dengan wanita.

Secara keseluruhan, buku ini sangat mudah untuk dinikmati. Nggak perlu memutar otak untuk memahami ceritanya karena alurnya yang maju terus pantang mundur.
Profile Image for Nela Hela.
21 reviews
May 16, 2017
Kok, saya nyesel ya baca novel ini? T.T

Saya cukup berekspektasi tinggi awalnya untuk novel ini, tapi apa yg saya dapat? Kecewa berat!

Saya berjuang keras untuk menyelesaikan membaca novel ini, karena di awal2 cerita aja, udah ngeselin. Apalagi tokoh utama cowoknya, si Aga, dia banyak omong dan lebay, jauh sekali dari tipe tokoh fiksi cowok kesukaan saya. Oke maaf sepertinya ini sangat subjektif.

Tapi, selain cowoknya yg saya nggak suka, alurnya pun menurut saya kurang greget. Saya kaget waktu Aga sama Aira bilang kalau mereka udah sama2 jatuh cinta. Menurut saya itu agak terlalu cepet, seharusnya proses mereka untuk bisa jatuh cinta itu lebih dideskripsiin. Terus soal konflik, ini lebih nggak greget lagi. Feel nya nggak dapet, Aira kayak lempem aja gitu, padahal mengetahui suami sendiri punya anak dari cewek lain, apalagi diluar nikah seharusnya itu bikin sakit hati banget, emang sempet ada sih Aira bilang dia kesel dan sakit hati, tapi kayak cuma sekeliwet aja, feel nya sama sekali nggak dapet.

Ada beberapa adegan yg gak terlalu penting juga menurut saya, kayak soal Zaky sama Tia, dan Bastian yg dijodohin. Penambahan POV3 saya juga kurang suka, kalau untuk Hana sih nggak apa2, tapi untuk menceritakan tentang kehidupan Aga atau Aira, menurut saya itu nggak perlu, POV1 bergantian saja sudah cukup.

Penulis banyak menampilkan lelucon2 dan tingkah2 konyol tokohnya di novel ini, tapi maaf saja saya nggak ketawa *apaini,-*
Saya juga cukup terganggu dgn huruf kapital di mana-mana, itu capslock ny jebol apa gimana?, saya tahu itu menandakan kalau tokohnya sedang berteriak, tapi kalau kebanyakan kayak gitu, ganggu banget diliatnya, bagi saya sih. Menurut saya cukup beberapa kali aja pake capslock, sisanya cukup tanda seru aja.

Tapi saya suka tuh bagian Aira yg mencoba memposisikan dirinya sebagai Hana, dan melihat sudut pandang dari wanita itu, mengajarkan kalau kita jangan hanya melihat dari sudut pandang diri sendiri, tapi juga dari sudut pandang orang lain. Novel ini juga cukup banyak mengajarkan bagaimana membina rumah tangga yg baik dan benar(?) itu menambah poin plusnya.

Maaf cuma kasih 1 bintang, karena jujur dari karakter, alur, dan esksekusi konfliknya, saya kurang suka. mungkin memang bukan selera saya.
Semoga di novel-novel mbak Merry Maeta berikutnya bisa lebih bagus yaa! ^^
Profile Image for Ika Merdekawati.
77 reviews3 followers
December 16, 2020
"Bagi cowok, mereka itu biasanya cinta dulu baru melakukan sentuhan. Kalau cewek, dari sentuhan mungkin bisa jadi cinta."

Dari judulnya juga sudah jelas, menceritakan tentang kisah setelah menikah. Sebenarnya dari ceritanya memang sudah sangat umum, mulai dari bagaimana awal mula jadi penganti baru sampai kebiasaan receh suami yang bisa jadi masalah besar bagi istri. Apalagi kalau bukan menaruh celana dan handuk di sembarangan tempat, atau mengambil pakaian di lemari dengan cara di tarik. 😅

Meskipun itu masalah yang sudah sangat sering didengar tapi cara penulis menggambarkam kisah Aira dan Aga bikin pembaca sering senyum-senyum sendiri. Ditambah pertemuan mereka itu karena perjodohan. Tapi bagaimana kalau di hari pernikahan, malah cowoknya yang kabur? 😂 Biasanya sih yang kayak gitu ta cewek, lha ini kok cowoknya 😆

Untuk halaman segini dengan konflik yang lumayan banyak ditambah tokohnya juga banyak, serasa ini cukup kurang ya. Diceritakan terlalu cepat, serasa baca novel sambil lari. Ngos-ngosan. 😂

Terlepas dari semua itu, di sini saya juga banyak belajar lagi, meskipun hal-hal kecil, dalam rumah tangga itu pasti ada cekcoknya. Memutuskan untuk menikah itu, berarti memutuskan untuk menerima segala perbedaan dan persamaan dari pasangan kita. Mau itu yang sudah kita temukan sebelum menikah, ataupun setelahnya. Intinya sama-sama untuk saling menerima lah. 😉
Profile Image for zee.
5 reviews1 follower
August 4, 2024
#zeereview based on my opinion.

📚 A Wedding After Story — Merry Maeta Sari
⭐ Rate: 2.5/5

Menikah dengan orang yang disayangi dan menyayangi kita pasti menjadi impian banyak orang bukan? Tapi apa yang terjadi kalau kita menikah dengan orang yang tidak kita kenal?

Itulah yang dialami oleh Aga dan Aira. Mereka mau gak mau harus menerima perjodohan, demi membahagiakan orang tua. Tapi, di hari H pernikahan.. mereka berdua memutuskan untuk kabur?! bingung gak tuh?

A Wedding After Story jadi novel pertama le mariage milik elex yang aku baca. Aku baca buku ini karena penasraan sama prolognya.

Aira yang sedikit galak dan Aga yang iseng + filrtynya kebangetan bikin buku ini jadi bewarna. Kehidupan pernikahan hasil perjodohan yang mereka jalani pun cukup lancar, mereka juga mulai saling menaruh hati. Sampai akhirnya masalah pun tiba. Seorang anak kecil berumur 5 tahun, datang ke rumah mereka tanpa ada keterangan yang jelas.

Aku sadar kalau pace di buku ini tuh cepat. aku pikir awalnya masalah ini juga bisa jadi klimaks yang sangat baik. tapi ternyata masalahnya bisa diselesaikan dengan sangat mudah oleh Aira dan Aga. Aku jadi gregetan sendiri karena merasa semua konfliknya nanggung, harusnya bisa digali lebih dalam lagi.

Overall, buku ini cukup menghibur dan cocok untuk kalian yang mau melepas penat sejenak karena buku ini penuh dengan komedi ✨️
Profile Image for Amaya.
749 reviews58 followers
November 2, 2021
Actual bintang: 3.5

Sewaktu baca bab-bab awal sudah mau balik grak, tapi ketahan karena pasang mindset kayaknya ini buku memang isinya banyakan ngebanyol, deh. Finally, terabas terus sampai ending. Well, emang bagus ceritanya, i mean nggak ada drama-drama walaupun dua karakter utama menikah karena perjodohan yang aslinya nggak ikhlas-ikhlas amat dijodohin, haha. Aganya rada-rada, Airanya juga rada-rada, jadi pas, deh. Cucok dua kopel yang aslinya sableng, menjalin rumah tangga.

Hal yang nggak aku antisipasi adalah kecepatan Aga jatuh hati. Lalu ada 3 sudut pandang di sini, wow. Memang bagian Aga dan Aira diberi label jadi pembaca bisa tahu kapan pov "aku" berubah, tapi malah terkesan aneh dan hmmm hal baru sih nemu sudut pandang orang pertama dan ketiga ada di satu buku. Lalu persoalan orang ketiga yang datang itu agak memaksa yah. Ditambah tanggapan dan respons Aga yang biasa aja padahal ini masalah besar? Tapi yah, sekali lagi buku ini memang penuh banyolan dan minim drama termehek-mehek.

Cukup menghibur bagi yang kepengin baca kisah-kisah after marriage penuh komedi dan minim drama tangisan karena perjodohan hoho.
Profile Image for Desti Rachmadyah.
125 reviews4 followers
May 10, 2022
Diceritakan dari tiga sudut pandang: Aira, Aga, dan POV orang ketiga, novel ini diawali dengan kisah Aira yang mendengar kalau calon pengantin pria yang dijodohkan dengannya berusaha kabur di hari pernikahan mereka. Tidak terima, Aira pun berusaha lari. Sialnya, tak lama, ia tertangkap. Begitu juga dengan calon suaminya. Dan berakhirlah mereka di pelaminan sebagai suami dan istri.

Kukira karena mengusung tema wedding, gaya bahasa novel ini bakal kaku, ternyata nggak. Novel ini seru dengan gaya bahasanya yang ringan, kekocakan-kekocakan antara Aga dan Aira, kisah sehari-hari mereka sebagai pasangan suami istri dan juga konflik-konflik di rumah tangga mereka.

Yang aku sayangkan ... satu, kesesuaian timeline yang mengganjal. Dua, karakter sampingan dan kisah sampingan yang terlalu banyak kurang signifikan dengan jalannya cerita. Tiga, kalau cukup diceritakan lewat dua sudut pandang, kenapa harus ada sudut pandang orang ketiga? Empat, walau yang ini nggak mendominasi, tapi untuk konflik berat yang ada di dalamnya, emosinya terasa kurang.

All of all, novel ini bisa kalian baca untuk hiburan di akhir pekan.
Profile Image for Eza.
48 reviews1 follower
April 22, 2019
A Wedding After Story by Merry Maeta Sari
Elex Media Komputindo Kompas Gramedia Building : 245 hal

Rangkaian series dari Le Mariage
Cerita perjodohan yang endingnya berakhir bahagia, cerita dimulai dengan scene pernikahan yang dilakukan karena perjodohan antara Aira dan Aga yang kebetulan berasal dari keluarga kaya.

Pernikahan mereka pun berjalan lancar tanpa hambatan karena keduanya saling suka *ehm kurang bumbu gregetnya sih menurut gue di buku ini sampai mereka kedatangan anak kecil yang bernama Fian.

Fian ternyata adalah anak dari hubungan masa lalu Aga dan Hana, senior di kampus yang tiba tiba muncul untuk merebut Aga dari Aira. Sayangnya novel ini kurang gregetnya 😢 padahal berharap banyak *bener nggak boleh banyak berharap biar ga sakit ya.

Mungkin ini novel yang paling adem ayem yang pernah dibaca.

💋
Profile Image for Aulia Rahmadiani.
3 reviews
March 7, 2017
Aku pribadi suka sama Merry yang konsisten mempertahankan karakter Aga yang cowok gombal, lucu, manja namun dewasa dan sayang istri meskipun udah ditendang, diomelin sama istrinya sampai akhir. Meskipun ujung-ujungnya Airanya luluh juga. Oh iya, aku suka sama gimana Aga panggil istrinya "Ai...", aku tahu itu dari panggilannya Aira, tapi secara gak langsung dalam bahasa Jepang itu artinya cinta.

Karakter cewek cerdas sangat ditonjolkan untuk Aira. Terbukti dari kata-kata yang dilontarkannya dalam menghadapi suatu konflik, yang terkadang pembaca tidak akan menyangka kalau dia akan berkata demikian. Aku suka sama karakter Aira yang walaupun jago bela diri, tapi penyayang anak kecil.

Jangan kaget untuk menemukan tulisan dalam bentuk capslock dalam novel ini, karena penulis memang menggunakan capslock untuk mengekspresikan kemarahan dan teriakan yang notabene banyak. Tapi ada beberapa teriakan-teriakan tadi terutama Aira yang bukannya bikin tegang malah bikin ketawa.

Jalan ceritanya sendiri enak untuk diikuti. Merry tahu menempatkan suatu konflik secara tepat supaya pembaca tidak kaget. Bahasa yang ditawarkan pun bahasa sehari-hari namun tetap dalam konteks sopan dan menggelitik, sehingga pembaca akan terbuai hingga akhir halaman. Oh iya, untuk konflik dalam sebuah rumah tangga, walaupun di awal-awal cerita Merry menjelaskan konflik yang istilahnya kecil kemungkinan kita akan dapet konflik seperti itu, tetapi di epilog dia tidak lupa mengingatkan akan konflik sepele namun berarti seperti kebiasaan-kebiasaan buruk yang baru ketahuan setelah menikah.

Kelemahan dari novel ini menurut aku adalah, aku rada bingung dengan tokoh Bastian, adik kandungnya Aira. Di awal cerita aku ngira Bastian adalah anak SMA, dari kata-katanya yang masih terkesan childish meskipun dibilang 'Bertampang Tua'. Tapi semakin dibaca, loh? dia udah Kuliah, terus? ada kata-kata teman kuliahnya dulu, terus ternyata sudah lulus dan akhirnya mau menikah. Di sini aku bertanya-tanya, Bastian itu lagi kuliah kah? atau gimana?. Sebenernya gak terlalu penting juga bahas tokoh pendamping sih, tapi entah kenapa tokoh Bastian di sini cukup menarik untuk diikuti mengingat karakternya yang absurb. Yup, lagi-lagi Merry jago untuk mengkarakterisasi setiap tokohnya dengan sebagaimana mestinya.

Over all, aku suka novel ini. Entah kenapa cerita tentang pernikahan emang selalu menarik untuk dibaca. Meskipun aku pun tahu, Happily ever after itu cuma ada dalam cerita dongeng.

Good luck and good job Merry, i'm waiting for your another story :).
Profile Image for Mimi Fachriyah.
9 reviews
December 11, 2016
Entah mengapa saya jatuh cinta sama karakter Aga disini. Konflik nya cukup wah, tetapi saya kurang setuju sama sikap Aira, kenapa dia bisa maafin Aga dan menerima bagian dari masa lalu Aga dengan begitu mudahnya. dan heran juga kenapa saya baper sampai mewek waktu Aira bilang brengsek ke Aga (*p´д`q)゚。
Profile Image for Hulanik.
24 reviews
September 26, 2019
Bingung mau nulis review gimana. Kaget bin kecewa baca ini sampe habis.
Awalnya oke, tengah mulai kesal, makin kesal. Sampai pas Epilog.. oke ini nyebelin bangetlah, bisa-bisanya selingkuh di epilog.. yah, ngarep apa namanya juga cerita fiksi ya suka-suka authornya. Baiklah.
POV-nya juga lompat ke sana kemari. Bikin bingung.
Gitulah pokoknya
Profile Image for nasya.
829 reviews
November 26, 2024
Buku ini bisa dibilang minim konflik ya. Di awal-awal menurutku interaksi Aga sama Aira lucu banget, tapi makin ke belakang tuh kayak bosenin, karena nggak ada konflik lagi, terus kesannya kayak semua tokoh tiba-tiba punya cerita sendiri, kayak si sekreterarisnya Aga, terus sepupunya Aga, si Bastian, konfliknya Fian juga menurutku agak nggak make sense, karena masa iya semudah itu.
Profile Image for Mita Cahyani.
77 reviews2 followers
May 26, 2019
Ceritanya ringan, damai, masalahnya selesai dengan cepat.. Airanya baik banget, dewasa banget, sabar pun.. Aganya agak banyak gaya sih dan g sopan ... Jadi agak kasian juga Sama Aira... Tapi lucu juga sih liat mereka.. tapi buku ini cukup menarik untuk terus dibaca sampai akhir...
Profile Image for Sri Wahyuni.
48 reviews
March 20, 2017
Bintang 3 untuk buku ini.

Lumayan menghibur, kekurangannya:
1. RIsih dengan panggilan sang sekertaris Tia kepada bosnya. Agak aneh kalau memanggil atasan dengan sebutan "Anda" mungkin bisa lebih enak dibacanya jika diganti dengan "Bapak"
2. Tidak konsistennya penyebutan "Gw" dan "Aku" ketika Aga bicara ke Bastian
3. Kedatangan Hana yang terkesan dipaksanakan. Masuknya kurang oke... seperti terburu2 :)
4. Deskripsi fisik masing2 tokoh kurang.

Segitu aja, but I like it.
8 reviews2 followers
May 21, 2019
ceritanya ringan jadi cocok untk yang lagi malas mikir dan lumayan lah
Profile Image for Filz.
55 reviews
July 8, 2019
Jujur suka buku ini mainly karena kocak maksimal!!! Loved the sense of humour
16 reviews
January 16, 2020
good, ngakak pd cerita2 awal, tp ke tengah2 jg lumayan seruu, good job
Profile Image for Majingga Wijaya.
152 reviews19 followers
June 28, 2020
Awal baca seru sih... mulai pertangahan ke akhir yg mungkin agak maksa buat baca
Masih novel Le Marriage yg bisa bikin seneng bahkan senewen klo baca
Profile Image for Siti  Fatimah Puspitaningrum.
108 reviews1 follower
March 31, 2022
Awalnya terpaksa akhirnya aga sama aira ya mau juga wkwk. Lucu sih ceritanya
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for bidu.
29 reviews
December 16, 2022
sama kek buku dr penulis yg sama sebelumnya, aku suka diksinya yg ringan, kocak juga, tp yh banyak tokoh di sini jd kyk konfliknya ga terasa bgt
Profile Image for All.
43 reviews
February 4, 2023
Sempat skeptis pas lihat covernya, agak meragukan gitu. Tapi blurbnya seru, gak boong! Akhirnya baca deh.

Ternyata lucu kocak gitu, biasanya novel novel lain bakal bikin konfli yang diributkan di novel ini bakal riweuh dan kompleks banget. Tapi novel ini gak! malah dibawa lucu, santai, gak tegang tegang banget, malah alur waktunya gak lama.

Selama baca jadi gemas dan ngakak ngakak sendiri sih. Cuman yang aku kesalin, yang soal di singapura itu kenapa gak kebongkar sih? Aku sebagai pembaca merasa harusnya konflik itu di selesaikan juga, greget gitu sama brengseknya si Aga.

Huh.........
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Rika Fitrisa.
25 reviews3 followers
February 25, 2017
Sebenarnya saya suka baca novel yg temanya tentang pernikahan. Tapi saat membaca novel ini saya merasa kecewa, gak semenarik seperti apa yg saya bayangkan. Saya gak dapet feel yg bagus antara Aira - Aga. Ada hal-hal yg seharusnya lucu tapi gak bisa bikin saya ketawa, begitupun sebaliknya. Semuanya terasa datar, flat. Saya bahkan merasa jenuh dan memutuskan untuk tak membacanya lagi. Tapi karena dipikir lagi, sayang juga download dari ijak tapi gak dibaca sampai tamat. Akhirnya saya baca sampai selesai juga, walaupun saya merasa kurang nyaman. Sebenarnya sih gak ada typo, tapi terlalu banyak kalimat yg dicetak besar-besar pada saat dialog teriak-teriak atau marah. Dan itu sedikit mengganggu pandangan.

Maaf, tapi novel ini benar-benar mengecewakan.
Displaying 1 - 30 of 61 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.