"Kenakanlah aku, o rasa sakit! lukaku membara, tapi siksa itu tak kugubris."--Trakl Sajak Trakl adalah sajak-sajak gamang, murung, kelam, sekaligus indah. Sajaknya bersuara lantang menantang, namun juga sedikit membisiki kerapuhannya sendiri. Mungkin sebab kehidupan masa lalunya yang tragik. Kamu bisa akan dibantu Berthold di sini. Runut ia jelaskan bagian penting dari perjalanan kepenyairannya sejak remaja hingga wafat di usianya yang ke-27. Mulai dari cinta terlarangnya bersama sang adik, obsesinya, hingga konsep berpikir Trakl tentang penderitaan hidup. Semua ada di sana--selain di puisi-puisi Trakl sendiri. Bacalah sajak Mimpi dan Kelam Jiwa--yang jadi judul buku ini--dan kamu akan punya gambaran semesta Trakl. Puisi panjang yang bagiku jadi potret diri baginya, atau semacam semi-otobiografinya(?). Saat petang tiba, ayah disergap renta; di muram kamar wajah ibu membatu, dan si pemuda menyandang beban terkutuknya trah yang menyimpang...." (hlm. 51)