Itivuttaka: This was said by the Buddha. The Itivuttaka is a newly updated translation of a collection of 112 short Suttas, each one a prose passage followed by a verse. This collection is shaped less by literary considerations than the Dhammapada or Udana and is more straightforwardly didactic. The itivuttakas cover the full range of Buddhist practice. On the basic levels, they focus on skillful and unskillful behavior, and on the advanced, they cover some topics found nowhere else in the Canon.
Ṭhānissaro Bhikkhu, also known as Ajaan Geoff (born Geoffrey DeGraff, 1949), is an American Theravada Buddhist monk of the Dhammayut Order (Dhammayutika Nikaya), Thai forest kammatthana tradition. He is currently the abbot of Metta Forest Monastery in San Diego County. Ṭhānissaro Bhikkhu is a translator of the Pāli Canon as well as more modern Buddhist works and the author of many articles and books on Dhamma.
Khotbah No 106 kelompok Empat "Dengan Brahma" : "Wahai para Bhikkhu, 'Brahma' adalah istilah untuk ibu dan ayah. 'dewa dewi awal', 'guru-guru awal', serta 'mereka yang pantas dipuja' adalah istilah untuk ibu dan ayah." "Mengapa demikian?" "Karena ibu dan ayah banyak sekali membantu anak anaknya. Mereka merawat anak anaknya dan membesarkan serta mengajar mereka tentang dunia." "Maka orang bijaksana harus menghormati ibu dan ayah, memberi mereka penghormatan yang sesuai, menyediakan makanan dan minuman bagi mereka, memberi mereka pakaian dan tempat tidur, meminyaki dan memandikan mereka serta membasuh kaki mereka. Bila dia melakukan pelayanan seperti itu terhadap ibu serta ayahnya, mereka memuji orang bijaksana itu di sini juga dan setelah kematian dia bersuka cita di alam syurga." saya bukan pemeluk agama Buddha. saya hanya pecinta syair. dan disini banyak syair syair indah tentang moral dan kebijaksanaan :)