Jump to ratings and reviews
Rate this book

Selamat Tinggal Hidup yang Membosankan

Rate this book
Resep melepaskan diri dari kehidupan yang membosankan dari seorang CEO yang tahu cara bersenang-senang.
Kita baru menjadi dewasa ketika tahu bahwa kesenangan hidup terletak pada keseimbangan.

Banyak orang dewasa yang sudah puas dengan kehidupannya. Tapi, sedikit orang dewasa yang hidupnya menyenangkan. Jadi, buku ini sangat bagus dan istimewa. Buku ini memiliki cara pandang dan wawasan yang mendalam. Alih-alih menyajikan kesenangan sesaat tanpa solusi, buku ini membicarakan kesenangan berkesinambungan yang dicapai melalui moderasi dan keseimbangan. Saya harap pembaca buku ini juga merasakan perubahan yang menyenangkan seperti yang saya alami! - Kim Suhyun (Penulis buku Hidup Apa Adanya)

Kehidupan yang menyenangkan tidak didapatkan secara cuma-cuma dari orang lain. Kita harus menciptakannya sendiri melalui keseimbangan dan upaya sadar. Buku ini berisi pengalaman penulis dalam mencoba berbagai hal untuk menjalani kehidupan yang menyenangkan. Pekerja aktif maupun pensiunan dapat menemukan jalan menuju kehidupan yang menyenangkan melalui buku ini. - Kang Chang Hee (CEO Forum Pensiun Truston)

Penulis Yanny Jin, yang saya kenal selama sekitar 30 tahun, adalah seorang aktivis yang bijaksana. Buku ini ibarat peta menuju kehidupan yang menantang, sukses, menyenangkan, dan bermakna. Buku ini menjangkau batasan generasi yang sulit ditembus saat ini serta memberikan petunjuk bijak untuk mereka yang berusia 20-an maupun 70-an terhadap pertanyaan, "Bagaimana hidup dengan baik?" - Bae Injun (Mantan Redaktur Pelaksana Dong-A llbo)

Bekerja memang membosankan,
tetapi apakah hidup ini bisa menyenangkan?

254 pages, Paperback

First published January 1, 2022

Loading...
Loading...

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
0 (0%)
3 stars
2 (66%)
2 stars
1 (33%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for LiLa.
328 reviews12 followers
June 22, 2026
2.5 dibulatkan ke atas.
Asli, baca judul buku ini bikin ekspektasi saya melambung tinggi banget. Judulnya tuh seolah berbisik mandjah: "Ayo, baca aku. Kamu tau kan, aku yang kamu butuhin."
Gimana ga tergoda coba, judulnya serasa mo ngajarin gimana hidup lebih seru, lebih positive dan bisa jadi lebih produktif. Setelah namatin, kesan yang saya dapet ternyata beda, hahaha...

Jadi, buku ini tuh terbagi jadi empat bagian (ga termasuk prolog sama epilog yah):
* Semakin Bertambahnya Usia, Semakin Menyenangkan
* Teknik untuk Meraih Keseimbangan
* Hukum Hubungan Antarmanusia
* Cara Membuat Moirai Berpihak pada Saya.

Tuh... judul-judul bagiannya aja sangat menggiurkan, testi di bagian belakang buku juga OK. Buku ini, dari awal sering nyebut-nyebut keseimbangan. Bisa ngacu ke work-life balance; atau keseimbangan fisik-psikis; atau mungkin juga keseimbangan diri sendiri-keluarga-kerjaan-kominitas. Intinya: seimbang. Trus gimana caranya? Cek, bagian mana yang dirasa berlebihan harus segera dikurangin. Gitu. Kesel? Sama, hahaha... saya terasa lagi nonton Mario Teguh Golden Ways pas ada pertanyaan: "Gimana biar saya pantas dapat rejeki, Pak" dan dijawab: "Pantaskan diri Bapak/Ibu." Berasa mo ngelempar meja kan, hahaha...
Isi tiap bagian itu pun rasanya kurang ada yang baru. Saya rasanya pernah baca hampir sebagian besar tips-nya secara online atau via buku lain (salah satunya Atomic Habits: An Easy & Proven Way to Build Good Habits & Break Bad Ones) dan di sumber-sumber itu dijelaskan secara lebih rinci. Bingung yah?
Misal di buku lain: Penelitian yang dilakukan oleh XXX pada dd/mm/yyyy menunjukan kalau seni dapat membuatmu yyy. Dan saya juga mendapatkan hasil yang luar biasa setelah bergabung ke paduan suara pada gereja di kota tempat tinggal saya. Tunggu apa lagi, segera raih gitarmu dan mulai bernyanyi, ambil crayonmu dan mulai melukis, hadiri berbagai pameran seni di sekitar tempat tinggalmu dan rasakan manfaatnya.

Di buku ini: Senior saya di PT. ABC pernah mengatakan kalau seni baik untuk orang-orang berumur seperti kami. Saya pun mulai berkenalan dengan seni. Awalnya terasa sulit, tapi lama-lama saya merasakan manfaat seni yang mengubah hidup saya.

Berasa kan yah bedanya :D

Selain itu, menurut saya beberapa tips di buku ini ga bisa dengan mudah dipraktekan. Kok bisa?
* Utang piutang dilarang dalam tiap hubungan (ps: saya setuju). Dan saranya buat menghindar kalau ada yang mau ngutang: kalau kamu masih single, jadikan orang tuamua sebagai alasan. Tapi jika kamu sudah menikah, jadikan pasanganmu sebagai alasan. Saran macam apa ini??? Sebagai pembanding, saya pernah baca artikel tentang utang yang bisa ngancurin segala hubungan; dan saran si penulis artikel: dari pada ngasih utang, mending ngasih sejumlah uang yang kamu ikhlas dan rela klo ga balik lagi (anggap aja lagi berderma).
* Contoh tips lain: dirikan tembok antara pekerjaan dan istirahat. Jadi, kalau udah pulang yang ga kerja lagi... ga ada tuh lanjut lembur di rumah. Saya penasaran, Yanny Jin pas menjalankan tips ini pas lagi di posisi apa? CEO? Ga usah ngemeng klo gitu, hahaha
* Buat Pribadi Kedua. Gimana maksudnya? Jadi, jangan nempel sama panggilan di kantor kaya Manajer Jin, Presiden Kim, dll. Atau ngikutin Nippon d; manggil atlet pake -senshu (Aoi-senshu). Masalahnya... di Indo jarang2 manggil atasan u Pak/Bu atau pake jabatan. Paling sering: Ko, Ci, Mas atau Mba. VP di kantor gw yang lama dipanggil Ko Yosept. Temen gw cerita orang-orang lama pada manggil manajer-nya Kak Lita dia doank yang Bu Lita. Ga ada yang manggil: Manajer Lita, Vice Presiden Yosept. Ga usah jauh-jauh, di tim olahraga pas ekskul pun hampir ndak ada yang manggil: Kapten Adit. Hmmmm... paling banter pas manggil pemuka agama aja kan: Romo Benny, Ustadz Abdul Somad, dll Jadi, pribadi keduanya agak-agak ga dipake yah...

Emang sich, di akhir, penulisnya ada bilang kurleb: dia mau berbagi pengalamannya selama 60 tahun. Tapi tetep... judulnya melambungkan ekspektasi saya. Jadinya begitu jatuh, rasanya suakit buanget.
Displaying 1 of 1 review