Mereka bilang aku terpilih, tapi tak ada yang menjelaskan untuk apa. Yang kutahu hanya satu: selendang hijau di kepalaku adalah satu-satunya hal yang masih membuatku menjadi diri sendiri." - Agrin Thahira
Kabut tebal di hutan memisahkan Agrin dari neneknya, menuntunnya ke kastil mewah yang hanya bisa dilihat olehnya - Dorm DU. Di balik karpet mahal dan lampu gantung berkilauan, sekolah asrama ini menyimpan sistem mengerikan: murid-murid melayang di udara, terjebak dalam permainan brutal demi poin yang menentukan nasib mereka. Ketika Agrin menolak melepas hijabnya dan memberontak melawan aturan kejam, namanya tetap terdaftar sebagai siswa terpilih.
Empat pelajaran misterius (E.A.R, U.O.Y, H.E.T, C.M) menyimpan pesan tersembunyi tentang jati dirinya yang tak pernah ia duga. Bersama Dyler yang penuh rahasia dan Nancy yang mencurigakan, Agrin harus memecahkan teka-teki, sebelum berakhir seperti senior bermata ketakutan dengan foto tertandai "GAGAL" dalam buku rahasia. Di Dorm DU, pemberontakan berarti hukuman, dan kepatuhan berarti kehilangan jiwa.
Novel adaptasi dari webtoon Indonesia. Juga diselitkan komik berwarna terus dari webtoon sebanyak lebih kurang 30/313 mukasurat. Kehadiran sisipan komik dari webtoon ni la punca utama saya beli novel ringan(?) ni hehe. Premis cerita pun nampak menarik.
Hari pertama persekolahan sekolah menengah, Nenek Agrin Thahira hantar Agrin ke sekolah dengan berjalan kaki merentasi sawah dan hutan sebab Agrin tak pernah lalu kawasan tu. Mereka tersesat saat melalui hutan, nenek dia tiba-tiba hilang, dan Agrin tiba-tiba berada di depan sebuah bangunan kuno gaya victoria. Dia diheret secara paksa masuk ke bangunan tu yang sebenarnya sebuah sekolah berasrama. Sekolah tu sangat aneh dimana silibus pelajaran mereka merangkumi beberapa siri permainan seram yang menyeksakan. Agrin terperangkap di sekolah itu tanpa jalan keluar...
Menonjol sangat kehadiran Dyler pada awal cerita, yang kononnya jejaka kacak lagi misteri. Macam dia sorang jer yang kacak dalam sekolah tu. Poyo ah haha. Aksi Dyler hanya muncul setelah cerita dah sampai 80% mukasurat. Saya rasa watak Dyler diwujudkan untuk gula²kan pembaca perempuan jer hmm 🤔 haha.
Ada beberapa masalah percetakan dalam novel ni. Ada ayat/perenggan yang hilang secara tiba-tiba, tiada sambungan, tiada noktah. Cth m/s 140 & 223. Ada tulisan/lukisan yang jadi kabur, tak tajam dakwatnya. Tulisan untuk komik terlalu kecil untuk dibaca golongan tua, halus betul! Tambah² lagi kalau cetakan dakwatnya kabur. Sepet² mata saat membacanya. 🥸
sejak awal webtun ini rilis, mondar mandir di beranda webtun gue. gue pikir webtun malaysia coba, makanya gue bacanya nanti2 aja. ternyata webtun loka indonesia donggg. begitu liat nih webtun dinovelkan, auto gas beli.
ternyata premis dan plotnya seseru itu. sukses membangkitkan mood baca gue setelah berbulan2 reading slump.
versi novelnya tuh sama plek triplek kek versi webtunnya. cuma 1 chapter webtun dijadiin 2 bab. nah, gue pikir sama kayak webtunnya part 1 ya berarti sesuai webtunnya tamat season 1 yakni di 27 chapter. ternyata nggak. akad cut endingnya tuh nanggung banget di chapter 17 versi webtunnya. sumpahhh, ngeselin banget. untung langsung gue beli 2 buku. sekalian part 2nya 😡😡😡
gue nggak ada ngomelin plot dll ya. karena udah perfect di mata gue.
If I never read the webtoon indonesian version, I will probably like the book version but honestly, I got bored reading it. I thought the book is like a completed one but nope. So, i guess I will just continue the webtoon.