What do you think?


Etika Islam Menuju Evolusi Diri
Buku ini, secara singkat merupakan tafsiran dari penulis (Mullah Faidh al-Kasyani) atas karya Imam Abu Hamid al-Ghozali (Imam al-Ghozali) yang berjudul Ihya ulum al-Din. Meskipun beliau (al-Kasyani) adalah seorang syiah (beliau juga merupakan menantu dari Mula Sadra), dalam bukunya ini banyak mengetengahkan sumber-sumber dari ahlussunah, termasuk penyederhanaan dari bahasan imam Ghazali di Ihya-nya.
Lewat ulasan yang cukup panjang lebar namun tajam dan menyeluruh, buku ini berupaya membongkar keterpukauan manusia terhadap sihi dunia yang membelokkan langkah kakinya dari jalur kahidupan ukhrowi. Penulisnya mendedah satu demi satu properti kemanusiaan yang sedianya untuk menyempurnakan manusia dalam proses kehidupan di dunia, namun pada tahap tertentu tak jarang diabaikan, disalahgunakan, atau berbalik menjadi bumerang yang mematikan potensi ruhaninya. (Dede Azwar, Editor).
Lewat ulasan yang cukup panjang lebar namun tajam dan menyeluruh, buku ini berupaya membongkar keterpukauan manusia terhadap sihi dunia yang membelokkan langkah kakinya dari jalur kahidupan ukhrowi. Penulisnya mendedah satu demi satu properti kemanusiaan yang sedianya untuk menyempurnakan manusia dalam proses kehidupan di dunia, namun pada tahap tertentu tak jarang diabaikan, disalahgunakan, atau berbalik menjadi bumerang yang mematikan potensi ruhaninya. (Dede Azwar, Editor).
442 pages, Unknown Binding
First published October 1, 2014
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 1 of 1 review
May 1, 2015
Buku ini menarik. menyajikan pengetahuan yang aplikatif terhadap agama (meski dari pandangan seorang syiah) dengan pemaparan yang ringan dan bersahaja serta penuh dengan rujukan dari kitab ulama, entah itu ulama sunnah ataupun syiah.
Memang sih, membaca buku ini harus disertai dengan kekritisan dan selektif dalam memahami. untungnya, dalam setiap rujukan yang dirujuk oleh penulisnya, selalu mencantumkan sumbernya. sehingga bisa pilih-pilih, mana yang hendak dijadikan sebagai sandaran ilmu, mana yang mesti dibuang.
Memang sih, membaca buku ini harus disertai dengan kekritisan dan selektif dalam memahami. untungnya, dalam setiap rujukan yang dirujuk oleh penulisnya, selalu mencantumkan sumbernya. sehingga bisa pilih-pilih, mana yang hendak dijadikan sebagai sandaran ilmu, mana yang mesti dibuang.
Displaying 1 - 1 of 1 review


