"Tetaplah berada di dekatku. Aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu."
Ellis belum bisa berhenti menyalahkan diri sendiri atas kematian suaminya. Dia memutuskan untuk hidup menyepi dan menjadi seorang herbalis seperti yang dilakukan neneknya.
Pertemuannya dengan Bima telah mencairkan hatinya yang dingin. Tetapi, Bima datang dengan membawa masalah besar baginya. Mereka harus berjuang bertahan hidup sambil melepaskan setiap luka di hati.
Saat mereka berdiri di sisi jalan yang berbeda, sekali lagi Ellis harus memilih, hidup seperti apakah yang ingin ia jalani? Atau… bisakah Bima meninggalkan segalanya demi Ellis?
3.5 stars Kualitas tulisannya banyak mengalami kemajuan. Info2 tentang khasiat tanaman herbal juga menjadi nilai plus untuk buku ini. Penulis berhasil menyampaikan info2 tsb tanpa terkesan menggurui & gw sama sekali ga kyk baca ensiklopedia. So far ini buku terfave dari penulis. Thumbs up for the improvements!
Walau premis yang diangkat biasa, tetapi penulis selalu menyelipkan pengetahuan baru yang membuat novel ini menjadi lebih berwarna. Kali ini, penulis mencoba mengangkat mengenai kisah Elis, seorang herbalis...
Ini tentang kisah Elis, seorang herbalis yang memilih untuk tinggal di hutan herbal warisan neneknya. Elis tinggal seorang diri dan mengabdikan dirinya untuk warga sekitar yang membutuhkan pertolongannya. Hingga suatu hari muncullah sosok Bima. Bima yang misterius dan datang dalam keadaan kelaparan bahkan nyaris dehidrasi.
Elis pun tergerak untuk menolong Bima. Elis menawarkan gudang untuk menginap bahkan menyajikan makanan yang entah sudah berapa lama tidak pernah dicicipi oleh Bima. Ya, Elis tidak pernah tahu bahwa Bima adalah seorang buronon, tersangka pembunuhan istrinya sendiri...
Elis merasakan kejujuran dan kebaikan di hati Bima, hingga akhirnya Elis pun menawarkan pekerjaan untuk membantunya mencari tumbuhan-tumbuhan herbal di hutannya. Bima pun dengan senang hati menerimanya, apalagi Bima belum mempunyai rencana lain, yang diinginkan hanya tempat bersembunyi dari kejaran orang-orang yang mengincarnya.
Dimulailah interaksi Bima dan Elis yang perlahan-lahan semakin dekat. Tetapi Elis tetap tidak pernah tahu rahasia besar apa yang sedang disembunyikan Bima. Bima pun terlalu takut untuk jujur karena perlahan-lahan sosok Elis telah mencuri hatinya.
Namun, kemudian datanglah orang-orang yang mengincarnya ke rumah Elis dan Bima tidak punya pilihan lain selain jujur.
Bagaimana akhir kisah Elis dan Bima? Akankah Bima menemukan keadilan dan membersihkan namanya?
Ini novel penulis yang paling kusuka sejauh ini, aku bisa merasakan chemistry antara Elis dan Bima yang pelan-pelan tumbuh seiring berjalan waktu. Mereka saling menyembuhkan satu sama lain, saling melengkapi...Pengetahuan baru tentang khasiat tumbuh-tumbuhan herbal pun menjadi nilai tambah novel ini.
Aku merasakan sekali perkembangan tulisan penulis dari novel-novelnya sebelumnya, walau memang masih saja kujumpai beberapa typo tetapi aku tetap menikmatinya.
Kisah romance berbalut misteri pembunuhan dan intrik petinggi militer membuat novel ini cukup kaya warna.
3.5 star untuk kisah Elis dan Bima yang menyentuh hati.^^
Di bab-bab awal saya sempat bingung ini setting tempatnya ada di mana? Belakangan br ketahuan si Bima ini melarikan diri dari Nusa Kambangan. Trus lokasi rumah Ellis itu hutan daerah mana jg ga jelas.
Latar belakang Bima jg tidak dijabarkan sampai menjelang akhir.. Kenapa dia dipenjara, apa yang dituduhkan padanya, dst itu baru muncul menjelang akhir.
Trus endingnya...kenapa harus membuat Bima cacat? Aish...
Berkisah tentang Ellis dan Bima, dua orang yg bernasip sama, sama2 kehilangan orang yg dicintainya dan pada akhirnya berjuang untuk cinta mereka.
Konflik diantara mereka cukup pelik. Ellis, herbalist yg hanya ingin menghabiskan sisa hidupnya di rumah herba di sebuah pedalaman hutan buatan peninggalan neneknya secara turun temurun, sedangkan Bima yg tidak bisa meninggalkan pekerjaannya di kota. Hal tersebut tentu menghalangi keduanya untuk hidup bersama.
Belum lagi, masalah besar yg diam2 dipikul Bima membahayakan bukan hanya dirinya, tapi juga Ellis.
•••
Diceritakan dengan bahasa yg ringan sehingga cukup enjoy saat dibaca. Dikisahkan sengan sudut pandang orang ketiga. Unsur yg terdapat dalam kisah ini yaitu senang, sedih, tegang, humor, roman dan haru. Konflik yg terdapat dalam kisah ini menurut saya cukup unik dengan penyelesaian oleh tokohnya yg heroik, so sweet dan bener2 bikin baper:”)
Tema yang diangkat dalam novel ini sangat menarik, yaitu rahasia kelam, nusakambangan, dan obat-obatan.
"Jika masa lalumu terlalu berantakan hingga kau sendiri pun tidak yakin bisa mengurainya, memulai segalanya dari awal bisa jadi ide yang bagus" (Bima, 25)
kalau saja kasus Bima dijabarkan lebih detail dan bagaimana proses penyelesaiannya serta pengungkapan dalang di balik terjeblosnya dia di Penjara, aku pasti bakalan kasih 1 bintang lagi!
Ceritadi awali dengan petualang Bima di belantara hutan. Dan untuk alurnya sendiri lumayan lambat. Mungkin awal-awal baca sedikit jenuh, tapi makin kesininya, alurnya lumayan seru juga. Apalagi dengan penjelasan tentang berbagai macam jenis tumbuhan yang bisa dijadikan untuk obat. Dan bahkan khasiat tumbuhan untuk kecantikan juga (aku bahkan mencatatnya di notes ku biar nggak lupa).
Cuma agak di sayangkan saat penyelesaian konfliknya terlalu cepat. Tidak ada aba-aba, tiba-tiba saja dari penyelidikan langsung ke sidang. Coba aja ada sesuatu yang bisa membuat pembaca lebih was-was. apalagi kn kasusnya Bima ini lumayan banyak berpengaruh.
Untuk akhir cerita, aku sukaaa :) Manis bange, ai tambah lagi dengan tingkah malu-malunya mereka berdua. Padahal udah berumur juga. hehehe
Semalaman saja menyelesaikan ini. Dari semua novel mbak Rini, ini yang paling gue suka setelah Permata di Hatiku. Seperti biasa, ceritanya selalu bercampur antara action dan romance. Agak unik memang, tapi gue suka dengan cerita ini walau mungkin memang bisa dibilang ada beberapa yang bikin bingung.
Sebelum itu, izinkan saya untuk mengenalkan dua tokoh utamanya.
Ellis, seorang janda yang ditinggal mati oleh suaminya karena kecelakaan. Dia memilih untuk hidup menyendiri sebagai herbalis di pedesaan dan tinggal di rumah yang menjadi peninggalan neneknya.
Bima, seorang marinir yang dituduh membunuh istrinya karena Bima mempunyai bukti2 para perbuatan kotor pejabat2 tinggi alias koruptor. Hal ini membuat keluarganya diteror dan mengakibatkan istrinya meninggal.
Saat Bima dipenjara, dirinya disiksa untuk memaksa dirinya menyerahkan sebuah flashdisk yang berisi perbuatan kotor para pejabat. Akhirnya dibantu oleh temannya, Bima berhasil kabur dari penjara dan hidup di hutan. Setelah hampir putus asa, Bima menemukan rumah Ellis. Ellis yang melihat Bima langsung aja nolongin, dan menawarkan Bima untuk menjadi asisten dia.
Ya singkat cerita mah diam2 mereka saling jatuh cinta lagi. Walau kebahagiaan itu direnggut oleh orang2 jahat yang berburu Bima.
Bima ditolong oleh Raphael, yang adalah seorang pengacara hebat dan mencintai Ellis. Hanya saja Ellis tidak membalas perasaan Raph. Akhirnya Bima bebas dari tuduhan membunuh istrinya, dan masalah perbuatan kotor para pejabat tinggi itu akhirnya terungkap.
Well, disini gue juga suka dengan sosok Mignon, yang adalah adik Ellis. Entah kenapa Mignon dan Jo ini seperti gk asing ya. Apa memang di novel sebelumnya kisah mereka udah ada? gue lupaaa :p
1 hal yang gk gue suka itu umur Bima dan Ellis yang menurut gue agak tua. Tapi for all, gue suka dengan cerita ini. Bikin penasaran dan gk bosenin bacanya. Btw, tetap menunggu karya mbak Rini selanjutnya.
Bima adalah seorang anggota marinir berprestasi. Awalnya hidupnya bahagia dan karirnya cemerlang. Tapi setelah ia mengetahui dan memiliki bukti atas kasus gelap yang melibatkan para petinggi marinir, Bima hidup dalam teror. Isteri tercintanya dibunuh dan Bima dituduh atas perbuatan yang tidak dilakukannya itu.
Berada dipenjara saja sudah cukup menyiksa Bima. Tapi penderitaannya tidak berhenti disitu, ia terus disiksa secara fisik dan mental oleh oknum - oknum tertentu. Penyiksaan itu didasari oleh rahasia yang masih disimpan erat olehnya. Rahasia yang dapat membuat para petinggi marirnir yang terlibat lengser dari jabatannya dan dimasukkan ke balik jeruji besi.
Bima pun berusaha melarikan diri dan tersesat di hutan dengan kondisi kelaparan dan kelelahan. Beruntung ia menemukan rumah Elis, wanita yang dikenal sebagai seorang herbalis oleh para pasiennya. Elis hidup menyendiri di pedesaan setelah ditinggal mati oleh suaminya. Bima tidak ingin merepotkan Elis, terlebih dengan adanya kemungkinan bahwa orang yang mengincarnya akan menemukan rumah Elis. Namun disisi lain, Bima tidak memiliki tempat pelarian yang lain. Ia tidak mungkin kembali kepada keluarganya disaat kondisi masih sangat berbahaya seperti ini. Satu - satu nya jalan hanyalah menetap sementara ditempat Elis yang sama sekali tidak keberatan membantunya.
Ini novel Rini Zabirudin pertamaku. Belum ada yang wow banget dari ceritanya. Yang saya suka dari ceritanya adalah adanya info - info tentang hutan, tanaman, dan usaha dari penulis untuk menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan sumber daya alam.
"Di dalam hutan perawan, kita tidak boleh berjalan berbelok karena seklai kita berbelok maka kita akan berbelok lagi sehingga tanpa sadar kita akan tersesat dan berputar - putar di daerah yang sama."
Yang aku suka saat Bima tersesat di Hutan Rimba & hampir mati, lalu ia menemukan rumah Ellis, bekerja padanya, dan perlahan timbul rasa suka diantara keduanya, termasuk percakapan-percakapan singkat-malu-malu mereka & perbuatan-perbuatan kecil yg akhirnya mendekatkan Ellis & Bima. Ellis si pemalu, dan Bima yg merasa tak enak hati menyukai bidadari yg telah menolongnya. Yang aku suka, pengetahuanku jadi bertambah ttg dunia obat-obatan alami.
Yang aku heran, se-ikhlas itukah Raphael menyerahkan cintanya pd Bima? Aku pikir akan ada konflik cinta segitiga diantara mereka stlh Raphael membantu kasus Bima hingga bebas. Namun ternyata, tidak peduli usia muda/tua, mereka yg mencinta kadang kala dikalahkan oleh jarak. Ya, jarak yg menjadi konfliknya.
Yang aku lagi-lagi heran adalah, sehebat itukah Raphael & semua koneksinya sampai kasus Bima (yg digambarkan sebegitu rumit & peliknya hingga nyawa istri, & dirinya sendiri menjadi taruhan) selesai dengan mudah? Cmiiw, aku memang awam dlm hal hukum.
Tapi setidaknya, endingnya berakhir bahagia & aku suka. .5 bintang untuk amore ini.
I should give 4, but 3 happens.. Saya suka pengisahan Bima, seorang napi yang kabur dari Lapas yg paling menakutkan di Indonesia ini, terlebih basically dia seorang marinir... Juga, saya sangat suka bagaimana penjabaran Ellis, gadis yang berencana untuk menetap di daerah terpencil itu, tentang ketertarikannya pada dunia pengobatan herbal. Saya baru membaca kisah yang seperti ini di buku ini... Belum lagi kehidupan sehari-hari mereka di tempat yang jauh dari kata bising. Saya sangat tertarik. Recently I've read many books with setting in the city, sometimes surburb...
Tapi sayang, satu bintang harus saya tarik lagi di saat saya membaca bagian Raph menguak fakta tentang kasus Bima. It's too short, too fast, mengingat cara bertahan hidup Bima selama ini sudah di ujung tanduk, penuh darah dan pengorbanan, jadi saya rasa klimaks cerita ini seharusnya lebih menantang.. Must be a little bit in action.. Apa sih selain itu yang bisa saya harapkan lagi, kisah militer tanpa adegan fisik bagai sayur tanpa garam. Haha~
After all, mengalir begitu saja saat membaca kisah ini, not feeling bored at all.. There will be a rainbow after the rain. God promised it. 😘😘