Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dearest

Rate this book
Dear Yui,
Mungkin tidak, tapi aku mengenalmu. Meski tak pernah bicara padamu.
Aku mengagumi sosokmu, tapi tak terlintas menjadikanmu milikku.
Karena sahabatku pun memilihmu.
Dan memaksa kami berjanji atas nama persahabatan, tak akan mendekatimu.
Cinta yang kami miliki membuat kami harus puas memandangimu dari jauh.
Dari sudut di dalam sebuah gerbong kereta.

My dearestYui,
Hidup tidak akan selalu mendukungmu.
Keinginanmu tidak akan selalu terpenuhi.
Dan dunia kadang tidak adil padamu.
Saat itu, ingatlah pesanku.
Tetaplah kuat. Tetaplah bersinar.
Jadilah dirimu sendiri yang selalu aku kagumi.

Ah, bukan 'aku', melainkan 'kami'.
Ya... kami.

Salam sayang,

Yuuya & Toru

234 pages, Paperback

First published April 24, 2015

2 people are currently reading
11 people want to read

About the author

Zachira

9 books21 followers
Zachira lahir 5 April dengan naungan zodiak Aries. Pecinta film romance, detective dan sci-fi ini sekarang lebih banyak menghabiskan waktu sebagai ibu-ibu pengkhayal. (Masih) menyukai musik rock Jepang, sesekali musik pop Korea, jazz Indonesia dan musik era tahun 80-90an. Penikmat Drama Korea dan Drama Jepang garis keras. Sedang mencoba meningkatkan sifat keibuan dan mengurangi makanan manis.
Beberapa karyanya yang pernah terbit:
Kumcer Gadis 360 Hari Yang Lalu (20 Cerpen Terbaik Alumni Kampusfiksi, DivaPress 2014), Novel High School Prince (Zettu, 2012), So... Loveable (Media Pressindo, 2013), Diamond Sky in Edinburgh (DivaPress, 2014) dan Kimi no Hitomi ni Hikari (Grasindo, 2014), The Wedding Storm (Grasindo, 2015) dan Dearest (Grasindo, 2015).

Penulis bisa dihubungi melalui akun twitternya @zachira dan email: zachira.indah@gmail.com.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (11%)
4 stars
9 (52%)
3 stars
6 (35%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 8 of 8 reviews
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
February 10, 2017
Awalnya nggak nyangka banget kalau di sinopsis itu ternyata perasaan si tokoh laki-lakinya. Yuuya dan Toru. Soalnya kan puitis gitu, dengan saling menyukai tapi nggak bisa mengungkapkan karena perjanjian persahabatan. *cool

Suka banget dengan tokoh Yuuya dan Toru. Sama-sama mencintai dengan setianya hingga 10 tahun lamanya. Walaupun si Yuuyanya selalu berpetualang dengan cewek2 lainnya, tetap aja di hatinya, Yui seorang.
Endingnya sedikit meleset dari perkiraan ternyata. heheh. Nggak nyangka bakal ending seperti itu. Tapi cocok sih. Jadi ceritanya nggak kayak drama2 pada umumnya.
Profile Image for Neneng Lestari.
298 reviews1 follower
November 27, 2017
Aku pikir ini kisah cinta segita antara Yuuya, Toru dan Yui. Dugaan aku meleset saat ada tokoh lain, Kosuke yang sangat berarti bagi Yui. Dia adalah kekasih dan calon suami Yui. Harus aku akui juga, aku sudah menduga kisah ini akan berakhir kemana ketika aku mengetahui Yui adalah penderita kanker, begitu pula dengan Kosuke.

Namun, Penulis membawakan kisah ini sedikit berbeda di awalnya.

Full Review: https://ntarienovrizal.blogspot.co.id...
Profile Image for Nana Petronika.
Author 1 book6 followers
August 27, 2017
Suka sama karakter-karakternya, walau bias aku sebenarnya si Toru, haha. Suka juga sama gaya nulisnya yang ngalir. Yang agak mengganggu justru selipan bahasa Jepangnya. Aku pecinta Jepang juga dan mungkin akunya aja yang sok pengen sempurna kalau disuguhkan sesuatu tentang Jepang, jadi pas baca bahasa Jepang yang aku anggap maksa itu agak gimanaaa gitu
Profile Image for Sayfullan.
Author 10 books39 followers
June 19, 2016
Hwaaaaaaaa!!! *teriak kenceng sampai bindeng.

Motif saya melakukan tindakan absurd (berteriak ganas) yang jika tidak berhati-hati nyari tempat, akan berujung pada penurunan level kekerenan dan kharisma saya adalah, karena NOVEL ZACHIRA yang menyebalkan!!! Ciri saya sebal sama novel itu, jika menurut saya itu jelek banget, atau bagus banget. Dan novel Dearest, berhasil mempengaruhi saraf sebal saya di poin kedua. Sumpah, saya suka dan connected banget sama ini cerita. Barangkali, teori abal-abal saya tentang bukulah yang memilih pembacanya adalah hal yang bisa diterima dan diimani. Oke cukup, ini saya bukan sedang ngomongin tongkat penyihir. Tapi, saya mau cerita tentang cinta masa SMA-nya Yuya dan Toru yang masih tersimpan rapi dan tetap ada walau umur sudah mulai merangkak.

Yuya yang play boy dan punya prinsip hidup teguh; bahwa dia tidak bisa tahan jalan dengan satu orang yang sama setelah dua hari, mengaku jatuh hati pada perempuan berseragam SMA yang selalu dijumpainya di kereta tiap berangkat sekolah bernama Yui. Namun, dia menahan untuk mendekati Yui, karena ternyata sahabatnya, Toru, sang pendiam dan sangat sukar membuka hati ini pun menyukainya. Semacam Toru tidak tega jika Yui akan bernasib sama dengan nasib perempuan-perempuan mantan kekasih Yuya yang tragis hanya merasa dipermainkan dan ditinggalkan jika sudah bosan. Perjanjian tidak akan ada yang boleh mendekati Yui, akhirnya disepakati.

Hingga bertahun-tahun lamanya nama Yui sudah seperti tenggelam dari topik pembicaraan dua sahabat itu. Perkara Yui yang sudah tak terjamah di benak, menunjukkan betapa saktinya waktu. Ah, tapi variabel waktu ternyata tak begitu mengubah mereka. Mulai dari persahabatan hingga watak mereka. Lihat saja, Toru si cool yang telah dewasa dan menjadi aktor drama terkenal yang masih juga susah membuka perasaan. Yuya sang hot yang menjadi menejer sebuah perusahaan besar milik Papanya itu kian menjadi dan terasah menjadi buaya. Ah,, bukan Yuya sengaja seperti itu. Namun karena belum ada perempuan yang bisa menghempaskan cowok mapan, tampan, dan setia kawan ini dari kebosanan selama lebih dari dua hari. So, menganut kitab asmaranya; dua hari bosan? Tinggalkan! Yuya ini mengagap gadis-gadis yang ia dekati seperti tisu yang langsung buang sehabis pakai. Eh tak sekejam itu si. Kalau kasus Yuya, nunggu tisu itu di kantongin dua hari, baru buang. Hehee

Dan siapa sangka di suatu malam yang memabukkan, karena ditemani alkohol, nama Yui menjadi obrolan setelah sekian lama. Mereka berdua pun akhirnya mengaku selama ini, ada lubang di hati yang perlu untuk dicari pengisinya. Yui, gadis kereta yang sejak SMA berhasil merebut perhatian merekalah yang selama ini membuat lubang diam-diam. Menggerogoti perasaan yang coba mereka pendam. Tapi, kini mereka telah dewasa. Persaingan yang bebas tentu sudah diperbolehkan. Bermain Fair! Meski mereka bersahabat dekat.

Sejak malam itu, mereka berdua pun bertekad mencari Yui. Menghapus perjanjian lama akan larangan mendekati gadis yang sekarang belum meraka ketahui ada di mana.

Usaha-usaha dua sahabat itu terus bergulir. Persaingan yang indah, kalau saya bilang. Mereka tetap supportif (saling support) dan tidak kekanakan. Ya, mereka cukup dewasa dan akan menerima siapa yang nantinya akan Yui pilih.

Namun, ada satu yang mereka lupa. Bukan, bukan hanya satu, tapi banyak hal yang perlu dicari jawabannya. Apa benar to Yui masih available? Apa iyo, gadis secantik Yui tidak punya kisah asmara sendiri setelah beberapa tahun dilalui. Apalagi, kabar dari mantan kepala sekolah Yui bilang, jika gadis itu dulu pindah rumah karena terkena kanker tulang. Lantas, pertanyaan yang perlu dulu untuk dua sahabat juga rival jawab, apakah Yui masih hidup?

Nah lo?!

Membaca tiap bab novel Zachira ini, sumpah bikin kepo. Plot yang maju, mundur, maju, mundur lagi, dan racikan misteri setiap babnya membuat saya lahap untuk menyelesaikan novel ini hanya empat jam saja. Gila! mungkin kata itu yang layak buat saya, apalagi penulisnya yang bikin orang bisa gila. Nyengir, ngakak, nangis, tegang dan ditutup dengan senyuman. Jujur, ramuan plot dalam Dearest ini tak terduga dan mengalir lancar.

Dan apakah salah satu dari dua sahabat itu akhirnya berhasil menemukan Yui dan merebut hatinya?

Jawabannya ada dii buku ini yak.

Thanks Zachira, buat cerita yang bagus dan membekas.
Salam hangat :)
Profile Image for Dhamala Shobita.
Author 8 books15 followers
July 21, 2016
"Mungkin kau perlu sedikit mengubah anggapanmu yang selalu mengaitkan bahwa cinta diidentikkan dengan bahagia bersama. Cinta yang membebaskan pasangannya dari rasa sakit, itu juga cinta." - Toru

Kutipan di atas akan kamu temukan jika membaca buku ini. Ini adalah novel ketiga dari Mbak Zachira yang saya baca dan saya jatuh cinta. Penceritaan Mbak Zachira mengalir begitu indah. Kalimat-kalimatnya tidak rumit.
Membaca novel Mbak Zachira membuat saya merasa seperti menonton shoujo anime. Hahaha. Manis.

Saya suka karakter Toru (meskipun lebih cinta pada Kazu di novel Kimi Ni Hitomi No Hikari) :p

Sukses terus untuk Mbak Zachira!
Profile Image for Andi Syarif.
3 reviews
July 19, 2015
Sejak Wedding Storm, saya punya tingkat rasa penasaran tinggi sama mbak penulis satu ini. Berharap ceritanya juga sebagus wedding storm.

Dan saya senang karena kebanyakan penceritaan memakai sudut pandang tokoh laki-laki yang mana saya agak males terjebak sama drama galau ala-ala cewek gitu. Syukurlah di buku ini tidak begitu. Yah tetep ada konflik dari sudut pandang ceweknya tapi buat saya masih pas dan wajar.

Tambahan lagi, gaya penulisannya ngalir banget. Bikin pengen cepet namatin. Great Job..
Profile Image for Linclair Christabel.
23 reviews
February 10, 2016
Udah beli 4 buku Romance di tahun 2016, dan ini salah satunya. Liat dari sinopsis nya aja udah berhasil bikin saya penasaran dengan ceritanya. Dan sesuai dengan dugaan saya, bahwa ceritanya ga akan mengecewakan saya. Thanks, Mbak Zachira!

Pokoknya yang suka Genre Romance, ga ada salahnya buat beli buku ini. Gaya penulisannya mbak Zachira berhasil membuat saya benar-benar hanyut dalam cerita. Konflik yang tertulis di dalam cerita juga berhasil bikin saya tegang.

Profile Image for Zora Zolla.
188 reviews5 followers
February 8, 2024
kisah cinta segitiga yg kemudian menjadi segiempat lalu segienam ditambah konflik penculikan hingga kecelakaan. Menarik sekali tapi bikin sedih, hiks 😢
Displaying 1 - 8 of 8 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.