Jump to ratings and reviews
Rate this book

Proyek Maut

Rate this book
Seorang konglomerat Indonesia tewas dibunuh ditengah kepadatan lalu lintas Jakarta. Komisaris Hardi mendapat tugas untuk mengusut kasus pembunuhan yang menghebohkan ini, yang ternyata disusul oleh jatuhnya korban-korban berikutnya.

Penyelidikan Hardi menunjukkan bahwa para korban itu terkait sebuah proyek raksasa yang masih dirahasiakan. Proyek itu melibatkan banyak orang penting dan berkuasa di negeri ini. Kini Hardi harus berpacu dengan waktu untuk memecahkan misteri proyek raksasa tersebut sekaligus menangkap sang pembunuh demi mencegah jatuhnya korban-korban berikutnya, termasuk dirinya sendiri.

Pada saat yang bersamaan, Hardi juga harus berjuang menyelamatkan putri tunggalnya dari aksi seorang psikopat yang telah melakukan serangkaian pembunuhan berantai.

344 pages, Paperback

First published May 11, 2015

6 people are currently reading
60 people want to read

About the author

Eddie Sindunata

1 book1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
23 (21%)
4 stars
27 (25%)
3 stars
39 (36%)
2 stars
17 (15%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 30 of 38 reviews
Profile Image for Rose Gold Unicorn.
Author 1 book144 followers
June 10, 2015
Buku ini menceritakan, ah, kalimat pembuka seperti itu tentunya sangat mainstream. Jadi saya memutuskan untuk mencari kalimat pembuka lain. Misalnya begini...

Betul Indonesia gersang dengan bacaan-bacaan. bergenre thriller (oke, ini kayaknya kalimat yang cool). Namun nampaknya Proyek Maut (PM) belum cukup dapat menghapus kegersangan itu. Saya berpendapat demikian karena saya merasakan kelelahan dan kejengkelan yang mendalam saat membaca buku ini. Terlepas dari yang saya pahami, menulis sebuah buku memang tak mudah.

Hal utama yang disorot adalah adanya permainan kotor para konglomerat-konglomerat di negeri ini berkolaborasi dengan pejabat dan pihak kepolisian. Proyek Mega Subway yang merupakan proyek rahasia akhirnya mulai diketahui Hardi, seorang komisaris polisi, sejak terjadinya kasus pembunuhan seorang konglomerat. Selama menyelidiki kasus pembunuhan tersebut, kasus-kasus kotor lain mulai terbongkar. Sudah, itu saja sinopsisnya.

Saya lebih tertarik membahas cara penulis bercerita ketimbang bahas jalan ceritanya (bahkan saya tidak terlalu peduli dengan endingnya).

Pertama, sejak awal membaca buku ini, saya gatal dengan penggunaan bahasa yang begitu kaku. Bahkan seorang tukang bakso dan tukang warteg pun dibikin dialog dengan bahasa yang kaku. Okelah, mungkin penulis bermaksud menghasilkan suatu karya yang baku sesuai kaidah EYD dan sebagainya tapi saya sebagai pembaca jadi merasa seperti robot. Tak nyaman dan natural rasanya. Kayak naik ojek mendaki Gunung Pangrango. Gajruk-gajruk gitu. Ya, saya gak pernah naik ojek ke gunung juga sih.

Kedua, karakterisasi tokoh-tokoh di dalamnya. Saya tak mau bahas soal teknis menciptakan karakter atau apa, hanya saja pandangan saya sebagai pembaca awam, tokoh-tokoh dalam buku ini tidak membekas dengan baik di ingatan saya. Sejatinya (ya, ini mengadopsi kata-kata yang suka diucapkan Feni Rose) saya tak peduli apakah nama tokoh itu begitu populer seperti Bianca, Reinald, Alexandra, atau Voldemort. Jadi sah-sah saja kalau penulis ingin menamai tokoh-tokohnya dengan nama yang "endonesa biyanget" seperti Hardi, Santi, Eko, dsb tapi please buatlah karakter yang kuat bagi setiap tokoh sehingga pembaca bisa dengan mudah memvisualisasikannya dalam imaji mereka. Sampai akhir cerita, saya tak tahu apakah Hardi ini gendut kayak pak polisi yang suka di lampu merah itu atau gagah kayak robocop. Saya juga tak tahu apakah Santi ini bentuk badannya kutilang atau kayak Kim Kardashian.

Ketiga, membaca dialog dalam buku ini seperti melihat pertandingan bulutangkis. Hanya ada tektok dan tanya jawab ibarat saya lagi isi kuesioner psikologi.

"Apakah Anda merokok?" Tidak.
"Apakah Anda punya pacar?" Kepo ih.
"Apakah pacar Anda manusia?" Vampir!

Yah, sebagai pembaca saya tentu mengharapkan percakapan yang mengalir dan terkesan alami. Jadi agak gak bersemangat melanjutkan membacanya karena penulisan dialog yang begitu kaku.

Keempat, saya kayaknya tidak satu frekuensi dengan penulis soal logika. Menurut saya, seorang atasan polisi agak aneh kalau harus ber-aku kamu dengan bawahannya. Lalu juga saat adegan polisi menyamar dan mendatangi sebuah warteg, padahal kan sudah dibilang "saya polisi" lah kok masih saja dipanggil "Mas" sama tukang warteg. Entah ya, mungkin hasil observasi penulis demikian adanya tapi kalau saya sih otomatis akan memanggil polisi manapun dengan sebutan "Pak". Bukan Mas Polisi. Ya kecuali suami saya nanti seorang polisi. Etapi saya gak mau punya suami seorang polisi. Iya, ok, gak curhat lagi deh habis ini.

Kelima, cover bukunya relatif mirip dengan cover buku thriller punya penerbit sebelah.

Yah, 5 aja deh. Karena Allah kan suka yang ganjil-ganjil dan balonku ada 5 tapi hatiku cuma ada 1. Monggo dibaca sendiri supaya bisa menilai juga. Juga 2 bintang untuk ide dan usahanya menulis buku bergenre thriller. Semoga genre ini makin berkembang di Indonesia ya.

Kalau pembaca lain setelah membaca buku ini mungkin akan berhadapan dengan pertanyaan "Kira-kira betulan sekotor ini atau enggak ya?", saya justru sejak awal memilih untuk tak peduli. Konspirasi di dunia ini terlalu banyak dan rumit dan saya tak ingin sepanjang hidup saya habiskan buat bernegative thinking dan menerka-nerka sekalipun memang. ada beberapa bukti.

CHEERS!
Profile Image for Rezza Dwi.
Author 1 book278 followers
May 8, 2020
Paling tertarik premisnya. Konfliknya terasa dekat. Kejahatan di negara sendiri melibatkan politik dan kepolisian. Kebetulan, aku lagi cari yang begini.

Beberapa hal bisa lebih baik sebenarnya, terutama dialog dan karakterisasi. Agak kaku dan belum terlalu membekas.

Terlepas dari itu semua, lumayan menurutku. Mau cari lagi yang begini 😂
Profile Image for Dian Achdiani.
207 reviews26 followers
January 25, 2016
Dapet dari iJak lagi xD sungguh beruntung ada iJak, dengannya banyak buku yg bikin penasaran tapi ternyata mengecewakan, ga usah dibeli xD terimakasih iJak xDD
Profile Image for Ayu Yudha.
Author 3 books202 followers
June 10, 2015
Komisaris Polisi Hardi Setiawan, profil yang sedang naik daun di kalangan Polda Metro Jaya mendapat tugas menangani kasus pembunuhan salah satu pengusaha kelas atas di Indonesia. Jenis pembunuhan yang profesional, mengingat korban yang ditembak dari jarak dekat. Jelas bukan kasus main-main, apalagi disusul oleh beberapa pembunuhan lain yang akhirnya diketahui bermuara pada sebuah proyek yang bahkan masih berstatus rahasia. Bukan hanya itu, rumitnya kasus ini harus dilalui Komisaris Polisi Hardi yang juga berjuang untuk menyelamatkan putrinya dari incaran pembunuh.

Proyek rahasia yang diperkirakan akan dapat mengungkap pembunuh berantai tersebut ternyata justru menyeret nama Gubernur dan adiknya. Ditambah lagi dengan kelihaian pembunuh berantai tersebut, Sang Serigala yang dibantu oleh adiknya, sniper ulung yang tahu betul langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menghindari kejaran atau kepungan polisi.

Meski sudah dibantu oleh tim berisikan lima orang dengan keahliannya masing-masing, Komisaris Hardi masih merasa selalu tertinggal satu langkah dari pembunuh tersebut. Mengetahui lokasi terakhirnya saja ternyata masih tidak bisa membuat Komisaris Hardi dan tim berhasil menangkap kakak beradik yang berbahaya itu. Sampai akhirnya Komisaris Hardi berada di situasi yang sulit, putrinya ada di tangan Sang Serigala dan harus memilih antara menyelesaikan kasus pembunuhan berantai tersebut atau lebih dulu menyelamatkan putrinya.

Kenapa tim kepolisian selalu saja tertinggal? Kira-kira siapa sebenarnya dalang dari pembunuhan berantai itu?

***

Setelah beberapa waktu nyaris tidak ada novel lokal bergenre thriller, belakangan ini sudah mulai kembali bermunculan, Proyek Maut adalah salah satunya. Saya termasuk penggemar kisah-kisah menegangkan penuh detail. Dan membaca buku ini membuat saya teringat akan film-film detektif itu. Porsi tanggung jawab yang sama dari tiap anggota tim, menunjukkan bahwa Komisaris Hardi bukan jagoan yang bisa mengerjakan semua hal secara bersamaan. Dan mengambil sudut pandang politik? Bisa dibilang pilihan yang cukup berani, karena sedikit banyak penulis harus tahu alur atau jalur pengadaan proyek dan prosedur-prosedur yang mengiringinya.

Keberadaan tim Komisaris Hardi yang sedikit demi sedikit berhasil menyusuri jejak Sang Serigala dan penyebab kebocoran proyek rahasia membuat saya bertanya-tanya, kira-kira di kepolisian Indonesia sebenarnya memang ada tim seperti ini atau gimana, ya? Karena ternyata kerja tim seperti ini cukup efektif dalam memecahkan kasus. Di saat Hardi mengejar Sang Serigala di jalanan, dia bisa tetap meminta data terbaru pelacakan melalui salah satu anggota timnya. Bahkan di saat Evi, putri Komisaris Hardi tengah berada di tangan penculik, anggota timnya turut andil dalam menemukan kembali meski sempat terkecoh dan kehilangan jejak.

Saya menyukai detail yang dijabarkan di buku ini, meski menurut saya penempatannya sedikit kurang pas. Detail yang selalu diungkap setiap kali berhasil memecahkan satu persoalan, sepertinya membuat saya jadi malas untuk berpikir. Satu lagi, dialognya agak terlalu kaku sekalipun bagi anggota kepolisian, mungkin bisa dibuat lebih santai namun tetap formal.

Secara keseluruhan, saya menyukai novel ini, sepertinya Komisaris Hardi dan tim bisa dibuat jadi tokoh buku berseri, nih.. *mental penonton sinetron* Novel thriller termasuk favorit saya karena terdapat banyak riset yang harus dilakukan dan ada seabrek langkah-langkah dalam melakukan kejahatan yang harus diuji apakah masuk akal atau tidak. Ini membuat saya menikmati detail yang mungkin sebelumnya tidak terpikir oleh saya. Atau bisa saja sudah terpikir tapi kurang tahu bagaimana cara menjadikannya betulan.

3,5 bintang dan saya menunggu novel thriller berikutnya dari penulis.
Profile Image for Speakercoret.
478 reviews2 followers
June 9, 2015
2,5*
sepertinya memang sedang musim (emangnya buah) thriller di Indonesia y..
Tanpa bumbu2 romance di dalamnya PM (proyek Maut) memberikan kita suguhan cerita seputar polisi dan buronannya...
Ide cerita menurut gw sih oke, ada bumbu2 dendam keluarga, uang dan politik..
Sayangnya kalimat2 percakapannya seringkali terlalu kaku saat komisaris hardi bicara pada keluarganya, apalagi saat istrinya seharusnya histeris tapi malah masih menggunakan kalimat yg tertata rapi.
Tapi saat Hardi bicara sama Budi Santoso salah satu saksi malah kalimatnya agak santai dengan embel2 'kok' diujung kalimat...
Jadi sepertinya emosi tokoh2nya belum bisa diungkapkan dengan baik melalui kalimat2nya...
Satu lagi yg sedikit mengganggu, kok anak buahnya Hardi terkagum2 sama laptop yg bisa melacak GPS? Apa memang settingnya tahun berapa gitu yg masih belum umum pelacakan GPS di kepolisian?
Ah semoga makin banyak penulis Indonesia yg menulis kisah2 thriller...
Ngomong2 apakah karena penulis seorang pria jadi penggambaran tokohnya tidak ada detil2 wajahnya seperti apa, warna rambutnya, warna matanya dll? ya kecuali bagian penggambaran wajah buronan yg dibuat para saksi :D Penasaran juga soalnya komisaris hardi tuh ganteng apa enggak, santi si ahli IT itu tipe yg kayak apa, Anton, Bayu, Indra, dll juga kayak apa orang2nya....
Mudah2an di buku mendatang, walaupun penulis seorang pria, bisa membawa kami para pembaca untuk berimajinasi membayangkan para tokohnya :)
Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
September 26, 2016
Novel thriller lokal yg sangat menjanjikan premis dan alur ceritanya. Page-turner pula. Sayang sekali masih banyak celah2 yg bikin bintang di review-nya kabur. 2,5 bintang lah, dibulatin jd 3 gara2 aku suka semangat novel ini.

Yang kusuka:
- tema action-nya, dan latar settingnya ttg para polisi endonesa aseli
- alur ceritanya yg 2 kasus sekaligus, tp di tengah2 mulus saling berkait

Yg kurang pas menurutku:
- halah itu dialognya monoton n kaku amaaaat. gak bisa mbedain ini yg ngomong suami-istri, anak-bapak, bawahan-atasan, tukang bakso, preman luar negri, gubernur, pengusaha, komisaris polisi, mbuh soponeh. mbok ya tiap orang punya kekhasannya sendiri, dialek, bergantung situasi, dll. tukang bakso mana yg eyd-nya super begitu ya...

- teknologi IT yg dipakai harusnya bikin kagum, eh malah jadinya berasa ketinggalan jaman. gps-locater?? triangulasi sinyal?? pelacak telpon genggam?? lah sekarang hape mati aja bisa dilacak tempatnya kok, jangan kata hape masih nyalaaaa..... itu jg, yg masalah file di kompi dihapus... yaolo, kyk gak pernah jd mahasiswa yg skripsinya keapus aja. asal bit di harddisk belum ketimpa yg lain, tinggal jalanin program iniitu jg filenya lgs kembali kok....

- endingnya.... uhm, untuk cerita tempo cepat yg page-turner begini, aku sdh berharap klimaks yg menggelegar, full pack of action, berantem, tembak2an, berdarah-darah *jiwa sadisnya keluar* kejar-kejaran seru, trus pake twist tak terduga....... namun apa mau dikata, yg kudapat hanyalah sepasang penjahat cerewet yg dng senang hati membeberkan semua plot dan rencana... jyah.... bahkan adegan penyelamatan sandera jg apa adanya gitu. catet, sandera selamat bukan krn polisinya cekatan, tp krn penjahatnya gak tega.... jyaaaaaahkuadrat

Tp meski begitu, novel ini sama sekali gak jelek. Aku lmyn menikmati keseruan saat membacanya, halaman demi halaman, susah untuk dilepaskan.

Nb, makasih buat mbak threez n program weeding-nya. aku jd bisa punya n baca buku wl-ku ini, sering2 ya mbak.... =))
*iya, ini buku gratisan*
Profile Image for Jenny Faurine.
Author 18 books181 followers
May 19, 2015
Awalnya agak kesusahan untuk ngikutin ceritanya. Soalnya, pengenalan tokohnya lengkap dengan jabatan-jabatan mereka di kepolisian dan pemerintahan. Sekalipun setengah dari keluarga besar kerja di kepolisian dan pemerintahan, tetep aja susah ngapalin jabatannya. Hehehe. Tapi nggak jadi masalah kok.

Novel ini lumayan tebel. Entah kenapa, kalau gue malah semangat baca novel yang tebalnya di atas 300 halaman. Ada motivasinya sendiri buat baca sampai akhir.
Buku tebal itu seksiii! Yeay!
Aduh, banyak-banyak deh novel lokal semacam ini. Kereeeen. Kasus-kasusnya, skandalnya, itu kayak di dunia nyata (?) banget. Jadi nggak susah untuk mendalami ceritanya bagi gue sendiri.

Yang bikin makin penasaran untuk ngikutin cerita ini sampai akhir adalah: siapa yang jadi pengkhianat di tim Komisaris Polisi Hardi Setiawan ini?
Profile Image for Rizky Ayu Nabila.
242 reviews30 followers
February 8, 2019
Tema cerita yang diangkat adalah tentang pembunuhan yg dilakukan oleh pembunuh bayaran dengan motif dendam.

Alhamdulillah saya menyelesaikan buku ini dalam waktu satu hari saja karena bahasa yang digunakan ringan, tidak berat dan mudah dipahami. Hanya saja, alur cerita terasa tidak terlalu menantang.
Profile Image for afin.
267 reviews20 followers
July 24, 2015
rated 3 / 5 stars
thank you Jenny for letting me borrow this book :)

Sinopsis:
Seorang konglomerat Indonesia tewas dibunuh di tengah kepadatan lalu lintas Jakarta. Komisaris Hardi mendapat tugas untuk mengusut kasus pembunuhan yang menghebohkan ini, yang ternyata disusul oleh jatuhnya korban-korban berikutnya.

Penyelidikan Hardi menunjukkan bahwa para korban itu terkait sebuah proyek raksasa yang masih dirahasiakan. Proyek itu melibatkan banyak orang penting dan berkuasa di negeri ini. Kini Hardi harus berpacu dengan waktu untuk memecahkan misteri proyek raksasa tersebut sekaligus menangkap sang pembunuh demi mencegah jatuhnya korban-korban berikutnya, termasuk dirinya sendiri.

Pada saat yang bersamaan, Hardi juga harus berjuang menyelamatkan putri tunggalnya dari aksi seorang psikopat yang telah melakukan serangkaian pembunuhan berantai.

Review:
Komisaris Hardi adalah anggota kepolisan yang sedang naik daun di Polda Metro Jaya. Ketika seorang konglomerat Indonesia dibunuh di tempat terbuka, Komisaris Hardi terpilih untuk menyelidiki dan menyelesaikan kasus ini. Dalam proses menyelidiki kasus ini, Komisaris Hardi dibantu oleh anggota-anggota kepolisian dari berbagai departemen.

Awalnya, Hardi mengira hanya akan menyelidiki satu kasus pembunuhan saja. Tapi tak lama kemudian beberapa konglomerat dan ada juga pejabat negara yang ikut menjadi korban pembunuhan ini. Pembunuhan ini diduga dilakukan oleh orang yang sama, karena modus operandinya selalu sama. Setelah menyelidiki lebih dalam Hardi menemukan bahwa korban-korban di kasus ini semuanya terkait dalam suatu proyek rahasia "Proyek Mega Subway" yang sebenarnya adalah proyek pembangunan kereta bawah tanah (subway) di Jakarta.

Selain kasus utama tentang Proyek Mega Subway. Hardi juga terpaksa terbawa menyelidiki kasus lain ketika teman anaknya diculik, diperkosa, dan dibunuh oleh seorang penjahat pedofil. Anak Komisaris Hardi, Evi menjadi saksi utama dari kasus ini yang berarti nyawanya juga terancam.

read my full review on http://booksoverall.blogspot.com/2015...
Profile Image for Biondy.
Author 9 books237 followers
July 21, 2015
Saya mengapresiasi karena penulisnya mengambil genre thriller, genre yang kebetulan jarang saya lihat dihasilkan oleh penulis Indonesia. Cerita yang dihasilkan cukup solid dengan misteri dua kasus, pembunuhan berantai pada para pengusaha nasional dan pembunuhan pedofil, yang kemudian bisa saling beririsan dalam cerita.

Hanya saja, saya jujur belum puas dengan novel ini secara keseluruhan. Karakter utamanya, Komisaris Polisi Hardi Setiawan, belum memiliki sesuatu yang membuatnya unik. Saya masih merasa dia tokoh hasil cetakan karakter polisi di cerita thriller. Mungkin yang beda cuma karena keluarganya termasuk harmonis, ya. Biasanya tokoh polisi/detektif kayak gini sudah bercerai soalnya.

Untuk kasusnya, saya kurang puas. Dalang utamanya cukup tertebak buatku walau motifnya saya tidak bisa duga sih. Saya kurang puas juga dengan penyelesaian kasusnya, karena

Untuk teknik penulisan, kenapa ada bahasa SMS dalam dialog? Contohnya di halaman 24 dan 66.

Secara keseluruhan, dua setengah bintang. Saya lumayan suka dengan pemaparan kasusnya. Hanya saja tokoh utamanya kurang memorable dan saya kurang sreg dengan akhir kasusnya.
Profile Image for Jung Fida.
24 reviews1 follower
January 17, 2022
Siapa yang tak tergiur terlibat dalam proyek besar dengan investasi senilai tujuh ratus juta dollar Amerika? Meskipun proyek ini masih rahasia, dua konsorsium berlomba mengajukan proposal kepada Gubernur Wiyono. Hanya saja, proyek Mega Subway ini dinilai mubazir dan akan menimbulkan permasalahan ke depan. Maka, sang gubernur belum bersedia memberikan izinnya.

Siapa sangka, satu per satu pengusaha besar dari salah satu konsorsium tewas dibunuh Serigala--seorang pembunuh bayaran. Komisaris Hardi--yang sedang naik daun karena kecakapannya menyelesaikan berbagai kasus sulit--ditunjuk untuk memimpin penyelidikan kasus pembunuhan ini. Bukti yang rusak dan tewasnya saksi-saksi penting dalam penyelidikan ini semakin mempersulit kerja Hardi dan timnya. Di tambah lagi, ada pengkhianat yang menyusup di tim Hardi.

Di tempat lain, seorang kawan Evi--putri Komisaris Hardi--diculik dan beberapa hari kemudian ditemukan sudah tak bernyawa. Hasil forensik menyatakan bahwa korban telah diperkosa sebelum dibunuh. Evi dan tukang bakso di depan sekolahnya menjadi saksi kunci karena telah melihat wajah si penculik. Sayangnya, meski beberapa polisi telah ditempatkan untuk mengawasi sekolah dan menjaga Evi, penculik berhasil membawa Evi ke luar dari sekolah dan menyekapnya.

Dua kasus yang tersaji dalam buku ini akan bertemu dan berkaitan pada saatnya nanti.

Di awal tampaknya seru saat pembunuhan pertama terjadi di ruas jalan utama yang padat dan ramai. Pemilihan latar peristiwa yang melibatkan politisi dan pengusaha ini juga menarik sebenarnya. Namun, lama kelamaan aku merasa bosan di beberapa bagian dari buku ini.

Interaksi Evi dengan orang tuanya kaku banget. Mungkin karena gaya bahasanya yang formal, jadi aku kurang dapet feel kehangatan keluarga mereka. Dan menurutku penjahatnya juga kurang cerdas. Baik si pembunuh bayaran beserta majikannya, si penculik, maupun si pengkhianat. Kurang greget jadinya. 😆
Profile Image for tïmmyrèvuo.
204 reviews2 followers
December 9, 2024
It’s been a while since I’ve indulged in a political, crime, and money-driven novel—what a good way to jump back in! This book transported me straight into nostalgia, reminding me of my 12-year-old self glued to Indosiar soap operas or sinetron. Whether that’s a good or bad thing, I’ll let you decide.

The story revolves around Hardi, a police commissioner tasked with solving the murder of a prominent businessman in the middle of the capital’s traffic. What seems like a straightforward case unravels into a tangled web of revenge, politics, power, and money. And just when you think that’s enough, Hardi’s own daughter’s case adds another layer of complexity, making this story feel like a pressure cooker ready to blow.

Admittedly, I had to push past the slightly rigid dialogues, especially Hardi’s interactions with his family—they screamed early 2010s Indosiar soap opera. But once I did, I found myself piecing together clues, analyzing motives, and trying to figure out the mastermind behind the murder. At one point, I was convinced it was the governor’s sister—what a cliché. Then I thought, maybe it’s the governor himself—what a plot twist that would be! But nope, I was wrong on all counts.

One thing that kept bugging me, though, was the year this book was set in. The technological oddities had me scratching my head—GPS seemed groundbreaking, there were no CCTVs, and damaged computers and CDs were irreparable hurdles. It was a curious mix of modern and retro vibes.

In the end, I thoroughly enjoyed the ride. The dense and serialized conflicts weren’t overwhelming; instead, they were perfect for a rainy afternoon with a warm cup of tea. Not the most suspenseful read, but definitely one with a flow that keeps you turning the pages.
Profile Image for Riski Oktavian.
485 reviews
December 5, 2020
novel ini dibuka dengan prolog yang membuat aku sempat kagok dengan gaya narasi yang dituturkan oleh penulis. begitu pula dengan bab-bab selanjutnya yang langsung memunculkan banyak tokoh dan juga melibatkan beberapa pangkat atau status yang berhubungan dengan lingkup kepolisian. tentu saja untuk orang yang tidak related dengan hal itu akan kebingungan, termasuk aku. seperti yang kujelaskan di awal tadi mengenai gaya narasi yang membuat kagok dalam membacanya, tapi aku justru enjoy mengikuti cerita di dalam sini.

semakin berjalannya cerita ini aku sudah mencurigai beberapa tokoh yang ternyata semakin lama menguatkanku bahwa tokoh tersebut terlibat. tapi ternyata aku salah besar. kalau bicara mengenai plot twist di sini aku sebenarnya bisa dibilang puas akan rasa penasaran yang terus menggantung di pikiranku selama aku membaca ini. sayangnya menurutku plot twist di sini gak yang sampai bikin shook menganga gitu. tapi overall aku cukup suka bagaimana cerdasnya penulis dalam merangkai atau menyusun serentetan kegiatan yang ada di dalam buku ini.

selain itu adegan action di buku ini diceritakan dengan grafis namun singkat. justru itulah yang membuatku ngos-ngosan sendiri waktu membacanya. mungkin untuk beberapa pembaca akan merasa bertanya-tanya, mengapa kita harus mengikuti kejadian ini sementara kejadian di awal cerita masih dalam perjalanan? tapi untungnya dengan ending yang menjawab rasa penasaranku itulah yang membuatku bisa meningkatkan rating buku ini.

satu hal lagi yang menurutku menjadi kelemahan buku ini adalah kurangnya kreativitas penulis dengan menggunakan kalimat yang itu-itu saja, baik dalam deskripsi tokoh maupun alurnya.

3,5 stars.
Profile Image for Kai.
84 reviews2 followers
December 1, 2024
Baca ini karena ngga sengaja lewat TL sewaktu lagi cari TBR baru. Jujur, sempat underrated, tapi ternyata cukup kuat dijadikan lawan seimbang dengan karya kriminal lainnya!

Jadi, Proyek Maut bercerita tentang penyelidikan Komisaris Hardi atas pembunuhan seorang konglomerat, Suryadi Gunawan, di Jakarta yang ternyata membawa sang Komisaris dan Mapolda pada proyek raksasa rahasia yang melibatkan banyak tokoh berpengaruh—ibaratnya, semakin dalam diselidiki, semakin banyak rahasia yang terungkap 🕵️‍♂️💼

Ceritanya makin menegangkan dengan kehadiran tokoh Sukamto, seorang psikopat yang juga menjadi penculik anak-anak. Sukamto ini juga menculik Evi, anak Komisaris Hardi—selama baca kek, woy, lu nyulik anak polisi yang berkepentingan 💀

Selama membaca Proyek Maut, jujur entah gimana rasanya, tapi penulis dapat menghadirkan suasana seperti di film-film detektif gitu, cuman bedanya ini Polisi Indonesia :v

Kak Eddie dalam karyanya ini jelas ngga hanya memberikan cerita kriminal biasa, tapi juga terasa banget kritik tajam tentang dunia bisnis dan “kekuasaan”. Ia juga berhasil mengajak saya untuk bermain teka-teki, menebak siapa yang sebenarnya bisa dipercaya dalam ini 🧠🔪

Ngga nyangka juga sih sama si pengkhianat dan otak sebenarnya dalam buku ini, kek waw syapa sangka! Dan yang paling saya suka adalah plot nya ini amat realistis dan relevan dengan situasi sosial politik kita 🇮🇩

Menuju akhir, sempat mau dnf karena menurut saya ada cerita yang kalau ngga diceritakan ngga bakal mengurangi makna yang ingin disampaikan. Namun, tetap thumbs up dengan Komisaris Hardi n Team 🔥 🧐
Profile Image for Elza K Carrynda.
11 reviews
December 26, 2025
Premisnya bagus sebenernya. Page turner. Ga bosen bacanya. TAPI. ARGGGGGGGHHHHHHHHH. Maaf bgt kesan yang kudapat tuh polisinya ga becus semua...

Komputernya punya file penting proyek mega subway -> ditinggal begitu aja sama seseorang yang bukan anggota polisi

Saksi penting izin ke toilet dan ga balik-balik -> baru dicek abis 20 menit lebih

Pedofilnya keliatan di sekolah Evi -> Polisi LAMA banget dateng sampe kecolongan dan Pak Ahmad dibunuh :(

Polisi udah tau kalau Evi lagi diincer -> KECOLONGAN LAGI. HIPNOTIS PULA?????

Ditambah lagi. Penyelesaian kasus hampir semua akibat perbuatan penjahatnya sendiri atau karna kebetulan semata.

Bisa mendeteksi lokasi Evi? -> Gara-gara pelacaknya hidup lagi dan Ricardo teledor buangnya cuma di depan hotel.

Evi ga dibunuh? -> Gara-gara Ricardo kasihan, bukan tim polisinya yang cekatan.

Tau Dalang dibalik semuanya? -> Bukan karna tim Hardi yang cerdas dan bisa mengumpulkan bukti. MALAH. GAADA BUKTI AWAL YANG DITEMUIN TIM HARDI KALAU DALANGNYA ITU PANJI. SEANDAINYA PANJI GA MENGUNGKAPKAN IDENTITASNYA, MEREKA SEMUA GA AKAN TAU....

Okay. Huft.


Well. Shoutout buat Indra yang sadar sepatunya Ricardo dan Hardi yang ngosongin pistolnya dulu. Juga Santi yang bisa melacak teleponnya Emilio. Apresiasi buat kalian yang setidaknya mendingan dikit jadi polisi.

Dari awal-pertengahan jujur seru pollllll. Akhirnya agak flat secara resolusi karakter, tapi seru juga konfliknya. Aku jujur enjoy banget bacanya cuma yaaaaaaa kaya yang aku bilang tadi : frustrasi aja tiap para polisi kecolongan.

This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Bookish Dungeon.
105 reviews
November 26, 2021
Pertama kali membaca blurbnya aku membayangkan cerita ini akan sangat membosankan, karena lihat saja judulnya pasti akan berkutat pada pemimpin besar atau para koruptor. Rupanya aku salah besar, kisah ini berkuat pada sosok polisi dan keluarganya yang tengah diintai marabahaya.

Cerita ini benar-benar sangat intens, apalagi ketika Hardi berulang kali kecolongan dengan Si Serigala yang membunuh para targetnya. Selama membaca ini aku seperti sedang menonton film action, begitu menegangkan hingga membuatku terus ingin menyelesaikan dalam sekali duduk.

Alurnya begitu mantap, ditambah karakter Hardi harus mengemban dua tanggung jawab dalam sekali waktu. Yaitu sebagai ayah dan sebagai pimpinan tim kasus pembunuhan mega projek tersebut. Pada titik itulah aku sangat menyukai karakter Hardi, melihatnya terpaksa memecah konsentrasinya terhadap pekerjaan dan keselamatan anak semata wayangnya yang dalam bahaya.

Bisa dibilang lewat novel ini, penulis ingin menyampaikan teruntuk para ortu karir yang sebisa mungkin menyisihkan waktu mereka untuk anak-anak mereka agar tidak seperti Hardi justru menyisihkan waktu untuk anaknya ketika anaknya sedang diintai bahaya. Meskipun sang anak (seperti Evi) sangat memahami pekerjaan Hardi, tetap luangkan waktu untuk mereka juga.
Profile Image for Dyan Eka.
290 reviews13 followers
April 24, 2020
Cerita dimulai dengan cara 'mainstream', tapi saya mencoba berpikir positif mungkin memang bagi penulis itu adalah cara yang tepat. Sepanjang membaca, saya berharap menemukan beberapa hal yang bisa membuat saya kaget atau menghela napas karena saking serunya. Tapi walaupun cerita yang diangkat tentang kriminalisme, saya ngga merasakan ketegangan sama sekali, benar-benar datar aja saya bacanya.

Dengan alur cerita yang mudah ditebak dan ngga ada hal baru di novel ini, jujur aja membosankan. Plus begitu banyak tokoh, tapi mereka semua 'terasa' sama.

Sebenarnya walaupun ceritanya kriminal standar begini, di tengah bagian saya masih berharap bisa merasakan jiwa buku ini, tapi ternyata saya ngga merasakannya. Buku ini terlalu hambar bagi saya.
Profile Image for Vhiipi_.
6 reviews1 follower
January 3, 2026
Awalnya aku baca tahun kemarin, lalu DNF. Tahun ini baca lagi.
• 3-4 Bab pertama terasa sangat slow, penjelasan awal konspirasinya terasa terlalu banyak.
• Pov orang ketiga jamak, tapi bikin aku agak bingung. Namun, membantu dalam menyembunyikan misteri dan plot twist (tapi plot twistnya tetap bisa ketebak)
• Tak ada tokoh yang paling menonjol sih menurutku, semuanya punya porsi pas termasuk Pak Hardi sang tokoh utama.
• Temanya menarik, jarang diangkat di novel lokal. Related juga sama kondisi Nusantara saat ini yang terlalu banyak kongkalikong. klo di novel ini ada unsur pihak luarnya, in realita cuman omon2 aja sih🫣
Profile Image for Yoyovochka.
322 reviews7 followers
August 8, 2024
Saya suka novel kriminal yang isinya ringan, sederhana, dan bertempat di ibu kota seperti ini. Alurnya rapi pula, penjelasannya masuk akal dan konfliknya juga masuk akal. Nggak terlalu dibuat-buat sama sekali. Buku setebal nyaris 350 halaman ini saya lahap hanya dalam 2 hari. Padahal, sebelumnya saya pikir bakal lebih lama.

Ada yang bilang dialognya kaku, tetapi buat saya ini cuma baku, bukan kaku. Nggak terlalu mengganggu, kok. Mau pakai dialog elo-gue, kan ini bukan metropop juga XD ya jelas nggak bisa.
Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
September 21, 2020
Saya nggak tahu kenapa ketika saya tulis buku ini, rating buku ini cuma mencapai 3.38. Saya mengira lebih. This book deserves more stars. Atau mungkin karena saya memang suka genre thriller kriminal begini, ya.
Membaca Proyek Maut ini mengingatkan saya pada Metropolis milik Windry Ramadhina.

Tolong tambahkan di kolom komentar dong, buku fiksi Indonesia dengan genre kriminal menegangkan sejenis Proyek Maut dan Metropolis. Saya tertarik untuk membacanya!
Profile Image for A.A. Muizz.
224 reviews21 followers
July 20, 2017
Saya suka sekali dengan kasusnya. Meskipun terlalu banyak nama tokoh yang kadang membuat saya harus membaca lagi halaman sebelumnya, tapi tak apalah, karena ceritanya memang seru dan menambah ilmu tentang dunia kepolisian.
Yang saya rasa kurang, karakter tokoh utamanya kurang kuat. Penyelesaian kasusnya juga kurang memuaskan.
Profile Image for Arhinzah Tiyo.
7 reviews
February 3, 2019
Banyak kata2 yang kurang tepat untuk menggambarkan suatu peristiwa,membuat pembaca menjadi sedikit bingung.
Penyelsaianya juga terasa kurang....
Profile Image for Blauhare.
52 reviews1 follower
December 23, 2022
indonesia thriller wow. page turner aslinya, cuma masih ada beberapa bagian yang bolong dan karakternya kaku —kurang membekas to be more precisely.
Profile Image for Yak.
23 reviews1 follower
June 16, 2023
Bahasanya ringan, casenya seru!!
Profile Image for Isa.
52 reviews3 followers
December 1, 2024
GOKILLL KEREEEN!!!! plot twistnya dapet di aku
1 review
January 2, 2018
Secara Keseluruhan buku ini keren , mengangkat tema action dengan mengambil latar yang terjadi di indonesia, banyak proyek2 dan korupsi, buku ini bagus
141 reviews
June 5, 2020
Novel ini membawa kita dengan cerita terkait penyelidikan rentetan pembunuhan yang terjadi di kalangan para konglomerat yang di tangani Komisaris Hardi sebagai kepala kasus ini, yang ternyata setelah di selidiki para korban tersebut tergabung ke sebuah proyek raksasa yang bahkan saat proyek ini masih sebuah rahasia telah memakan banyak korban jiwa. Komisaris Hardi memiliki sebuah tim yang terdiri dari dia, Anton, Indra, Bayu, Santi, dan juga Eko tim inti inilah yang akhirnya berhasil memecahkan kasus ini. Di sisi lain, Komisaris Hardi juga harus memecahkan kasus yang sedang membahayakan putrinya dari seorang psikopat.
 
Di novel ini kita tahu bagaimana sulitnya para polisi harus memecahkan sebuah kasus, dan harus benar-benar teliti dan hati-hati. Sebenarnya latar novel ini sangat singkat (kurang lebih hanya 2 minggu)namun karena si penulis yang sangat detail melukiskan kejadian novel ini tebalnya hingga 340 an halaman.

     Point menarik dari ceritanya, bahwa kita gak bisa percaya sama siapa-siapa. Membaca novel fiksi kriminal yang pastinya juga penuh dengan teka-teki membuat kita menduga duga siapa dalang di balik semuanya. Bahkan aku mencurigai hampir setiap tokoh :v dan setelah membaca lalu berkata "ohh gak gak bukan dia ni kayaknyaa" hingga tiba di akhir cerita kita mengetahui kenapa dan siapa yang bertanggung jawab dibalik semuanya dengan cara yang tak terduga sama sekali. Plot twist yang sangat keren.

Beberapa kali dibuat geram sama si pembunuh yang sangat 'rapi' mengerjakan tugasnya sehingga lagi-lagi polisi kecolongan dan bocornya rahasia. Serta kemungkinan terlibatnya orang dalam dari masing-masing kasus konglomerat tersebut, hal ini membuktikan sekejam apa uang itu.
  
    Awalnya bingung ngikutin alur nya, karena banyak banget tokoh yang terlibat beberapa kalipun aku harus nge bolak balik halaman biar gak lupa siapa si A atau si B ini.
 
     For all aku ngasih 4.5/5 bintang. Karena ada beberapa part yang menurut aku bisa lebih bagus lagi.  Tapi intinya love bangetttt🖤
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for ivy ❦.
208 reviews6 followers
March 25, 2024
Baca ini jadi keinget Sudut Mati karya Tsugaeda. Sama-sama bergenre mystery dan thriller, sama-sama ada pembunuh bayarannya, dan sama-sama page turning tiap chapternya. Kalau Sudut Mati menceritakan tentang persaingan antar perusahaan sekaligus konflik internal keluarga, maka di Proyek Maut ini tentang balas dendam melalui proyek dan sedikit bumbu konflik eksternal rumah tangga.

Terdapat proyek rahasia yang belum digemborkan ke publik tapi sudah menewaskan beberapa orang penting yang ikut terlibat dalam proyek tersebut. Sebagai komisaris, Hardi ditugaskan untuk mencari biang dari pembunuhan orang-orang tersebut. Namun dalam memecahkan kasusnya, Hardi kesulitan mencari motif dan identitas pelaku, ditambah dengan adanya dugaan seorang pengkhianat yang membocorkan informasi penting tentang penelitian kepolisian ke pihak musuh yang membuat mereka kesulitan dalam menangkap tersangka. Selain itu, Hardi juga harus menyelamatkan keluarganya dari ancaman penjahat lainnya di luar sana.

Aku suka buku ini karna ringan. Ringan in a way that buku ini punya cukup banyak chapter tapi tiap chapternya cuma berisi 2-3 lembar, isinya juga sangat page turning sekalii makanya aku bisa namatin buku ini hanya dalam waktu 2 hari. Penggambaran gimana polisi bekerja di buku ini pun menurutku cukup relate karena... ya.... mungkin aja ada banyak oknum polisi di luar sana yang bekerja bukan untuk masyarakat dan pihak kepolisian aja, tapi juga untuk pihak lain, termasuk pihak musuh. Who knows? 🤷🏻‍♀️ aku pun jadi punya new insight tentang gimana cara kerja polisi dan aku jadi lebih mengapresiasi profesi mereka. Mereka yang harus berpikir kritis, peka, pintar ngontrol emosi, cerdas, tanggap, dan menurut aku itu kemampuan yang keren sih dan ga bisa diremehin.

Sayangnya di buku ini ga dijelasin lebih detail tentang proyek mematikan ini. Kayak, ini proyek apa? Siapa yang rancang? Seberapa penting proyek ini sampe harus dilaksanakan bgt? OK sebenernya dijelasin sih, sangat singkat dan padat tapi gue ga expect aja dijelasinnya kayak gitu doang... kayak... sayang bgt gak sih ini tuh kalo ga dijelasin dengan baik :( selain itu, cara penulisan narasinya menurutku agak sedikit konyol, mirip narasi cerpen. Huhuu aku sedikit sensi bacanya karna novel genre thriller tapi penulisan narasinya tuh kayak cerpen heusheushe aku jadi geregetaannn gitu bacanya tapi hufhh... yasudah, mungkin author bermaksud supaya bahasanya mudah dipahami 🤷🏻‍♀️ jugaa, chapter mendekati ending itu menurutku cukup ok, karna aku sempet menduga ini itu TAPIII ternyata endingnya kurang WAAHHH gitu wkakshwkskwh, kurang pecaahhh 💥 but i really enjoyed reading this book. Really. My emotions went up and down like a roller coaster.
Profile Image for Bunga Mawar.
1,368 reviews43 followers
December 26, 2019
Saya sadar, pembahasan saya untuk buku ini kacau. Nanti bila sempat saya akan tulis ulang dengan lebih rapi.

Jika saya membaca buku ini sebelum Jakarta punya subway alias MRT alias Ratangga, mungkin bintang untuk buku ini bisa lebih dari 2.6. Tapi ya rezeki saya baru baca buku ini di iPusnas bulan September 2019 saat sudah enam bulan koridor Bundaran HI-Lebak Bulus MRT Jakarta dioperasikan.

Sulit bagi orang awam untuk bisa tahu bagaimana proyek nasional seperti kereta bawah tanah bisa diwujudkan. Apa yang ditulis dalam buku ini jadi semacam "bocoran" bahwa proyek MRT ini perlu kajian lengkap, proposal tender dari konsorsium, dll. Tapi bocornya ya memang tipis, khayalannya lebih banyak, kira-kira 85%. Jadi ide mengenai konspirasi di balik pembunuhan para pengusaha yang sedang berdebar menunggu pengumuman konsorsium mana yang memenangkan tender pengerjaan proyek MRT Jakarta ini cuma 15% saja.

Besaran khayalan 85% itu terutama tampak dalam penanganan polisi, dalam buku ini Polda Metro Jaya, atas kasus pembunuhan berantai beberapa pengusaha peserta tender. Membaca buku ini, tampaknya personel polisi tuh sedikit sekali yang diterjunkan. Padahal pemaparan mengenai latar belakang para korban cukup mendebarkan, mereka termasuk pengusaha kakap di republik ini. Iya sih, sebagai perwira yang ditunjuk menangani kasus, Kompol Hardi punya tim kecil pilihan sendiri. Tapi buat saya aneh saja kelihatannya hanya anggota tim ini yang keluyuran di lapangan, dari awal hingga akhir.

Padahal sepertinya tujuan buku ini berkisah tentang konspirasi jahat rebutan proyek besar.
Ada plot sampingan berupa kriminalitas penculikan anak sekolah yang cukup menyita perhatian dan mengalihkan sebagian fokus Kompol Hardi. Hanya saja yang banyak muncul adalah ketidakbecusan polisi. Tentu kita tahu bahwa polisi kita bukan institusi sempurna pemberantas kejahatan. Apa yang bisa ditampilkan buku ini malah makin menguatkan opini bahwa lembaga ini harus direformasi segera, hehee...
Profile Image for Shandy Yeo.
134 reviews4 followers
May 25, 2022
Genre thriller yang baik harus membangun suasana tegang dalam ceritanya. Proyek Maut termasuk buku yang belum memenuhi kualifikasi ini. Alur ceritanya sederhana bak sinetron sehingga keseluruhan cerita bisa ditebak dengan mudah dalam beberapa bab. Penokohan dalam novel ini gagal, dialog lebih kaku daripada interviu kerja, hubungan antartokoh tidak berkesan, dan bagian paling fatal adalah tidak ada unsur kejutan, dan... ah sudahlah. Mungkin kriteria saya berlebihan untuk thriller lokal atau mungkin ini tuntutan penerbit atau memang penulis sengaja membuat cerita yang simpel untuk pembaca.
Displaying 1 - 30 of 38 reviews