Jump to ratings and reviews
Rate this book

Bau Tubuh Perempuan

Rate this book
"Di rumah-rumah yang disebut keluarga, perempuan terbiasa dilatih untuk diam. Mereka diajarkan bahwa tubuhnya adalah milik keluarga, milik suami, milik norma, milik Tuhan. Bahwa kesetiaan lebih penting daripada kebahagiaan. Bahwa pengorbanan adalah kodrat. Bahwa ibu harus memaafkan, anak perempuan harus mengerti, dan istri harus menahan diri.

Dalam Bau Tubuh Perempuan, cerpen-cerpen karya Ester Pandiangan, tubuh perempuan menolak tunduk. Ia berhasrat. Ia cemburu. Ia keliru. Ia memilih. Ia terluka. Ia menikmati. Ia menyesal. Ia menginginkan lebih dari sekadar menjadi tempat pulang bagi laki-laki yang tak pernah benar-benar tinggal.

Bau Tubuh Perempuan menghadirkan perempuan-perempuan yang tidak selalu kuat, tidak selalu benar, tetapi selalu nyata. Mereka mencintai, merawat, mengampuni, dan terkadang berbohong. Mereka tidak lemah, hanya saja dunia tak pernah memberi ruang yang adil untuk bersuara.

Cerpen-cerpen ini mengorek persoalan keluarga, iman, dan cinta dari romantisasi yang selama ini kita pelihara. Di dalamnya, doa bisa menjadi pelarian, seks bisa menjadi pelampiasan, dan kesetiaan perlahan berubah menjadi beban yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

232 pages, Paperback

Published May 31, 2026

Loading...
Loading...

About the author

Ester Pandiangan

10 books56 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (16%)
4 stars
4 (66%)
3 stars
1 (16%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Ais Fahira.
57 reviews1 follower
July 12, 2026
Kali ini Kak Ester yang biasanya nulis esai refleksi nulis fiksi, dan aku tetep suka dengan gayanya yang blak-blakan, dan agak nyeleneh dikit.

Buku ini berkisah tentang perempuan dalam keluarga
—terutama mereka yang melakukan peran perawatan (caregiver), mereka yang mengenang keluarga dan saudara-saudaranya, sampai perempuan dalam hubungan yang dianggap tak ideal oleh masyarakat.

Cerita yang bikin geram adalah potret standar ganda masyarakat. Di podcast-podcast, laki-laki bisa dengan bangga mengakui masa kelamnya:seks bebas atau hamilin anak orang, dan respon publik cuma,
"Oh, dia udah tobat." Sedangkan respon publik berbanding terbalik kalau yang melakukannya perempuan, pasti bakal dianggap murahan dan tak bernilai. Padahal kalo brengsek ya tidak mengenal gender.

Gaya kepenulisan cerita didominasi dengan kata ganti
"Aku". Mungkin agak membosankan bagi sebagian orang yang kurang suka dengan sudut pandang pertama yang sibuk bergulat serta bertanya-tanya dengan pikiran sendiri. Tapi, tenang saja, Kak Ester mengakalinya dengan sedikit nakal: menyelipkan plot twist atau open ending yang tak terduga.

TMI: Judul buku ini sebenarnya dipilih langsung oleh kartu tarotku! Waktu itu Kak Ester datang bawa beberapa pilihan judul. Siapa sangka, kartu tarotku nunjuk judul ini-yang ternyata malah jadi cerpen favoritku di dalam buku ini :D
Profile Image for mey.
57 reviews
July 28, 2026
baru cerita pertama sudah menyentil luka masa kecilku as a first born daughter in bataknese family. gonjang ganjing banget hati ini sepanjang membaca. terlalu relatable, terlalu bikin pedih, pas selesai baca cuma bisa diam terduduk doang
Profile Image for Penchantpennat.
26 reviews
July 15, 2026
If this book were a person and asked me to hang out, I would say yes immediately. And I'd listen to all its unhinged stories🌝

Love the book!
Displaying 1 - 3 of 3 reviews