Tiara tadinya hanya remaja SMA biasa yang hobi hang-out sepulang sekolah, nongkrong dan jajan di kantin, juga sering ketiduran di kelas saat pelajaran berlangsung.
Tapi hidup Tiara berubah setelah ayahnya terpilih menjadi presiden. Sebagai anak presiden, Tiara mendapat fasilitas pengamanan ketat dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Sejak itu kebebasan Tiara seolah terenggut. Saat hang-out dia selalu dikawal. Sebelum jajan di kantin, makanannya dicicipi lebih dulu oleh pengawalnya. Dan yang bikin Tiara bete, dia nggak bebas lagi ngecengin cowok yang diincarnya.
Tiara protes. Dia berontak. Dan protesnya itu diterima. Tiara lalu mendapat pengawal pribadi yang seusia dengannya, bahkan jadi murid baru di kelasnya.
Namanya Aster, bukan remaja biasa, dan telah terlatih mengawal anak presiden.
Bisakah Tiara menerima Aster sebagai pengawal pribadinya? Dan mampukah Aster melindungi Tiara saat dia tahu ada pihak lain yang mengincar Tiara?
Namaku unik, terdiri atas: Luna, dan Torashyngu. Tentunya itu bukan nama asliku. nama asliku adalah (hee..hee..hee.. masih rahasia. tebak sendiri yaa...) Dalam bahasa Spanyol, Luna berarti "bulan". Sedang Torashyngu,walau kayak nama Jepang, aq produk lokal loh. Aq pilih nama Torashyngu gw doyan banget segala hal berbau Jepang, dari mulai masakan Jepang, musik, hingga dorama. Penyanyi favoritku Ayumi Hamasaki, BoA, dan sedikit Laruku. Sedang film Jepang kesukaanku : YOMIGAERI (bagi penggemar J-movie wajib nonton nih film. Ceritanya bagus banget! Touching dan romantis!), sedang dorama banyak yang aq suka, tapi paling terkesan waktu nonton LOVE GENERATION-nya Takuya Kimura dan Takako Matsu. Ceritanya berupa cerita cinta sederhana, tapi bagus banget. Beberapa ceritaku bahkan terinspirasi dari J-Movie dan dorama yang pernah aq tonton, walau aq gak bakal jiplak abis-abisan, gak kayak sinetron kita yang doyan banget ngejiplak punya orang (Udah gitu gak mau ngaku lagi...)
Buku ini masih sama dengan novel teenlit Luna lain yang telah saya baca yaitu Golden Bird, D'Angel dan Mawar Merah.
Menceritakan tentang Tiara, seorang gadis SMA yang kehidupannya tiba tiba berubah karena ayahnya yang terpilih sebagai Presiden. Tiara yang semula tidak pernah dikawal siapapun, kini harus mau menerima pengawalan ketat dari paspampres. Namun, paspampres memiliki Jatayuda, sebuah program pengawasan bagi anak presiden yang masih ABG.
Disinilah Tiara akan bertemu dengan Andra atau dikenal dengan Aster. Aster akan bertugas mengawasi Tiara bersama dengan Yama. Mereka akan sekolah bersama dengan Tiara di tempat yang sama.
Tiara menyukai kakak kelasnya yang bernama Rio. Disisi lain, Silvi, teman Tiara juga menyukai Rio. Silvi pun mencoba mencelakai Tiara dengan berbagai cara.
Karena melakukan kesalahan berupa tindakan indisipliner, Aster dipecat secara tidak hormat dari Jatayudha. Aster akhirnya meninggalkan Bandung dan pergi ke Jakarta bersama Hana.
Kepergian Aster membawa bencana baru bagi Tiara dan Jatayuda. Sebuah peristiwa besar telah menunggu mereka. Sebuah bencana yang timbul akibat pengkhianatan dan ambisi meraih kesempurnaan.
Udah lama banget nggak baca novel Luna Torashyngu. Terakhir kayaknya Dua Dunia. Seperti biasa, idenya Luna unik. Seru diikutin juga karena gaya nulisnya khas banget. Tapi, buat baca Second Heart nanti dulu deh ya kalo ada waktu lagi... :D
Aster bukanlah remaja biasa. Sejak kecil ia dilatih untuk kelak dapat melindungi anggota keluarga Presiden yang masih remaja. Yang harus ia lindungi adalah Tiara, anak Presiden yang masih duduk dibangku sekolah. Berkedok anak SMA, Aster pun berbaur dan tidak menimbulkan kecurigaan apapun. Akan tetapi, sahabat Tiara, Santi dan Nita tidak begitu menyukai kehadiran Aster. Terlebih karena kemanapun Tiara pergi, Aster pasti mengikuti.
Meskipun Tiara sekarang adalah anak Presiden, namun ia hanyalah remaja biasa yang ingin bebas bersenang-senang. Hal itu tentu menyulitkan Aster karena itu berarti Tiara memintanya untuk melanggar SOP (Standard Operating Procedure) Maukah Aster mengambil resiko dan menuruti kemauan Tiara saat ia tahu bahaya apa yang akan ia tempuh?
Ada beberapa buku Luna yang telah saya baca. Namun saya bukanlah penggemar Luna yang akan selalu menanti-nantikan buku terbarunya. Mungkin karena ceritanya yang masih seputar teenlit (remaja) sedangkan umur saya setiap tahun bertambah dan sudah tidak cocok lagi baca teenlit. Sebenarnya cocok nggak cocok pun tergantung pribadi kita sendiri. Kalau sekarang saya baca teenlit, saya pasti akan mengomel betapa ribet atau tidak dewasanya karakter yang digambarkan oleh penulis. Akan tetapi pandangan saya berubah setelah menyelesaikan First Girl.
Well, kesan saya setelah membaca buku ini adalah don't judge a book by its cover. Jangan dilihat dari covernya yang begitu unyu-unyu dan bernuansa pink. Isi cerita First Girl sangat jauh dari kesan itu. Idenya sangat fresh dan unik. Awalnya saya tidak menaruh harapan apapun pada buku ini. Tapi makin kebelakang, buku ini justru melebihi ekspektasi saya. Buku ini bercerita tentang persahabatan, kesetiaan, pengkhianatan, dan perjuangan.
Udah lama banget gak baca teenlit. Lama banget. Awalnya sempet ragu buat baca novel ini, tapi aku udah baca semua novel luna torashyngu sebelum2nya dan hampir gak ada yang mengecewakan. Jadi aku coba baca dan...
Luna always dazzles us with her innovative and refreshing ideas.
Now, delving into this book, a vital part of Luna's Universe, we meet Aster, a teenager serving as a presidential guard. As a particular team member safeguarding the president's offspring under 25, Aster must go undercover as a high school student of the same age to protect Tiara, the president's youngest daughter.
In this first series, the focus naturally revolves around introducing the characters and delving into their backgrounds. However, this is separate from the excitement of Esther's action-packed scenes as he strives to protect Tiara. The relationships among the characters mirror the typical teenage experience—friendship, budding romance, and even sacrificing one's feelings.
Compared to its predecessor, the first series in this book showcases neater action sequences and more refined plot twists. Despite the abundance of characters, the narrative skillfully avoids confusion in identifying the portrayed characters. Furthermore, the author's distinctive character portrayal style consistently shines through in every book. Overall, I thoroughly enjoyed this book.
Kenapa para anggota jatayu ini kesannya tidak profesional sekali, apakah karena usia mereka hmm.
Kali ini seru sih, walau agak antiklimaks yak tapi ada peningkatan dari sisi penyampaian cerita yg lebih mudah dicerna. Dan hal yang masih gak berubah dari karya kak luna tentunya struktur hubungan dua karakter perempuan utamanya. Walaupun kalau diliat secara garis besar juga gak jauh beda, cuma beda di profesi dan konflik (tapi entah kenapa tetep seru aja as a teenlit)
I like this novel! Kekurangan buku ini, menurut saya cover buku tidak sesuai dengan isi novel. Buku ini ditulis oleh penulis berbakat yang produktif berkarya dari tahun ke tahun. Rating Book: ★★★★☆ (4/5)
Bintang 4 untuk teenlit ini. Bukunya bagus, jadi banyak tau tentang pangkat-pangkat di kepolisian. Alur ceritanya juga ngalir enak. Bakalan baca buku berikutnya dari Luna Torashyungu ini :)
Buku ini teenlit pertama yang membahas sebuah konflik menarik dan cocok untukku. Btw ini buku series ya... Jadi kalian harus siap-siap untuk baca kisah selanjutnyaa di buku lainn😆💜
Luna Torashyngu First Girl Gramedia Pustaka Utama 283 halaman 4.5
Sewaktu saya masih SD dan SMP dulu, buku-buku dari Luna Torashyngu entah kenapa terasa selalu bagus, dan tidak bisa dimungkiri kalau Torashyngu salah satu penulis yang membuat saya terjerumus ke dunia teenlit seperti ini. Seperti Beauty and The Best dan Victory, misalnya, adalah buku yang membuat saya dulu coba-coba menulis teenlit, dan meskipun hasilnya luar biasa berantakan, dari buku-buku Torashyngu saya jadi enggak sabar untuk merasakan majesty anak SMA yang dipuja-puja di teenlit seperti berhala. Waktu itu saya berpikir, "Wow, SMA is like the coolest thing ever."
Namun, seiring dengan saya yang menginjak SMA (yang sialnya biasa-biasa saja, tidak ada yang namanya saya sebagai cowok populer, pintar, ketua OSIS, dan ketua tim basket), buku-buku Torashyngu kehilangan sentuhannya. Mungkin karena saya semakin tua dan semakin meninggalkan dunia remaja, saya merasa kalau cerita Torashyngu bertaburan banyak lubang dan sudah tidak semenakjubkan dulu. Di buku terbarunya, First Girl, saya merasakan hal itu.
First Girl sebetulnya sangat menakjubkan untuk buku remaja dengan tema konspirasi nasional, yang mengingatkan saya akan Koin Terakhir meskipun perbandingannya tidak apel dengan apel, tetapi sama-sama mengambil tema konspirasi dari bidang intelijen dan militer negara ini. Salah satu karakter First Girl seorang anggota Jatayu, bagian fiksional dari Paspampres, yang berfungsi untuk melindungi anak presiden yang remaja. Premis utamanya, mau tidak mau, mengingatkan saya akan Chasing Liberty (2004) dan awalnya saya akan berpikir akan jadi seperti ini, apalagi mengingat pangsa pasarnya untuk anak-anak remaja yang masih hopeless romantic. Ketika Torashyngu memutuskan untuk mengubahnya menjadi dunia konspirasi, mau tak mau saya merasa intrigued karena ini sesuatu yang baru.
Masalahnya adalah ketika Torashyngu sudah mulai bercerita, ia cenderung menggunakan fragmen-fragmen yang berbeda yang memisahkan karakter yang satu dengan yang lain. Enggak masalah ketika fragmen-fragmennya terjalin dengan baik, tetapi fragmen pada First Girl justru berantakan dan berlubang. Hasilnya, ketika saya sudah sampai di akhir cerita, bukannya merasa puas, akhirnya saya jadi bingung dan pertanyaannya jadi banyak. Torashyngu sepertinya tidak memanfaatkan Chekhov's Gun dengan baik, dengan karakter yang banyak, dengan nama yang generik, dan narasi yang berbelit membuat saya justru kebingungan di akhir cerita.
Meski demikian, jarang sekali ada novel teenlit yang memberi bumbu aksi, meskipun jatuhnya jadi sinetroniyah dan ala-ala film mata-mata kelas B, dengan desingan peluru di sana-sini, memanjat atap kereta, pengkhianatan internal. TV Tropes akan senang sekali membahas sejumlah trope yang digunakan di buku ini.
Udah 2 minggu baca ini, dan baru sadar ternyata belum kasih review :p
Saya suka dengan cerita kak Luna yang seperti ini, seperti layaknya seri D'Angels, bisa dibilang cerita ini agak mirip dengan buku ketiga D'Angels yang sama2 mengawal anak presiden.
Awal baca sinopsisnya, sempet mikir apa ini ada hubungannya dengan seri D'Angels? Tetapi setelah dibaca ternyata tidak, hanya saja ya memang ceritanya agak mirip. Bukan menceritakan gadis genoid lagi, tetapi gadis yang kecilnya sudah membunuh orang dan semenjak itu dirinya dilatih untuk menjadi anggota dari pengamanan keluarga presiden.
Aster, nama samaran gadis ini (lupa nama aslinya, mau ngubek2 novelnya udah males karena udah masuk lemari :p) diutus untuk menjadi pengawal putri presiden, Tiara, yang sebaya dengan dia. Berpura2 menjadi seorang siswi di sekolah Tiara.
Intinya mah ya namanya politik pasti membahayakan, ada yg main kotor untuk mendapatkan apa yang dia mau, seperti yang dialami papa Tiara. Karena dirinya mau ngeluarin UU baru, ada pihak yang gk setuju, sampai akhirnya Tiara diculik. Di samping itu, Aster udah gk jadi pengawal pribadi Tiara karena suatu hal yg sebenarnya bukan kesalahan Aster.
Jadi, walau Aster bukan pengawal Tiara lg, dia tetep nyelametin Tiara. Ya di ending nya mah Aster jadi pengawal Tiara lg lah.
Suka dengan cerita ini, walau banyak yang dibikin bingung. Mungkin otak gue ya yang gk nyampe. Bikin penasaran memang, walau ada beberapa yang bisa ketebak gimana jalan ceritanya. Tapi gk tau kenapa, di cerita ini seperti ada yang kurang memang. Tapi selebihnya ya keren walau memang saya lebih suka sama si genoid itu :p
“Menjaga dan melindungi Tiara bukan hanya tugas, tapi juga kewajiban. Tiara telah jadi sahabat saya, dan saya kembali untuk menyelamatkan sahabat saya.”—Aster.
.
Hore. Akhirnya setelah mengumpulkan niat, aku berhasil menyelesaikan membaca novel setelah vakum beberapa bulan. Hiks. Dan aku memutuskan akan berusaha menulis review-nya. Oke, jadi novel yang kubaca ini adalah seri terbaru dari novel Kak Luna. Aku inget banget kalo novel ini terbit setelah ada Gathering Teenlit di Gramedia Central Park beberapa bulan yang lalu. Dan, seperti biasanya, tema yang diangkat nggak biasa. Ciri khas Kak Luna banget pokoknya.
Dyandra Sabilla atau Andra ditugaskan sebagai pengawal bagi putri presiden Indonesia, Tiara. Andra yang merupakan anggota dari unit Jathayu harus berusaha sebisa mungkin untuk menjaga keselamatan Tiara. Berkali-kali Andra atau lebih dikenal dengan nama sandi Aster, harus melanggar SOP karena pada akhirnya Andra merasa kalau Tiara bukan hanya sekadar paket untuknya. Andra bisa merasakan kalau persahabatan yang ditawarkan oleh Tiara membuatnya larut dan menganggap Tiara sebagai sahabatnya.
Awalnya, masalah-masalah yang mengancam keselamatan Tiara bisa diatasi oleh Andra dan timnya. Akan tetapi, suatu kejadian membuat Andra dikeluarkan dari Jathayu. Tak berapa lama kemudian, Tiara diculik dan berhasil membuat gempar Istana.
Yang tidak pernah berubah dari karya-karya Luna Torashyngu adalah ide ceritanya yang selalu unik dan beda. Tapi aku tidak tahu apa yang salah. Apakah tulisan penulis atau selera bacaanku yang mulai berubah. Karena meskipun novel ini masih lebih baik dibanding novel penulis yang terakhir kali kubaca (Love, Secret and Justice), tetap saja ada yang mengecewakan. Karakternya tidak terbangun secara utuh, kesedihan dan kegundahan tokoh utama tidak tersampaikan dengan baik. Emosi yang ditunjukkan tokoh-tokohnya terasa kering. Aku bahkan tidak mengerti kenapa Aster menganggap Tiara sahabat yang begitu dekat (sampai pada tahap ingin mengorbakan nyawa) atau bagian penting dari hidupnya padahal tidak ada momen yang benar-benar berarti antara keduanya.
Untung saja novel ini tertolong dengan twist yang lumayan bagus serta pengetahuan penulis tentang dunia paspampres dkk yang cukup memadai.
Ini buku ke 2 karya Luna yang saya baca Dan menurut saya, ide cerita Luna memang beda. Kreatif dan unik, seperti novel ini Tema tentang sebuah kesatuan pengamanan presiden / paspampress, jarang saya temukan apalagi ditambah dengan misteri yang melingkupi cerita ini, membuat pembaca akan penasaran dan membacanya hingga tuntas. Awalnya, saya sedikit pesimis..karena kulihat sepintas dari cover dan judulnya. yang kupikir tidak jauh dari masalah pergaulan atau gaya hidup remaja pada umumnya. Tetapi dugaan saya meleset, ini jauh lebih dari itu. Dan saya akui kepiawaian penulis membahas tentang kesatuan khusus ini, perlu mendapat apresiasi. Karena perlu keberanian tersendiri juga, selain riset yang pastinya dilakukan penulis Novel yang Recomended banget...
awalnya sempet males baca buku ini setelah baca cerpennya yang apa banget dan kaya ga niat bikinnya di 11 Jejak Cinta. tapi karena penasaran sama ceritanya ya udah dibaca aja.
untungnya buku ini seru banget! penjelasan tentang unit2 pengawal keluarga presidennya detail dan actionnya keren. suka sama karakter aster yg badass abis. aku kira tokoh utamanya Tiara si anak presiden ternyata lebih banyak nyeritain aster si pengawalnya. ada tokoh yang kayaknya kok cuma selewat doang eh ternyata ada sekuelnya. ngga bisa nebak apa yang bakal diceritain di sekuelnya karena menurut aku ending buku ini udah pas banget. pokoknya suka!
Dari dulu suka dengan buku-buku teenlit karya penulis Luna. Buku pertamanya dulu memang beda dengan buku-buku berikutnya, tetapi khusus selain buku pertama itu, aku suka semuanya! Alasannya simpel, karena tema bukunya beda. Kalau teenlit biasa tentang sekolah dan cinta dan love, love, love everywhere, buku karya Luna biasanya ada spionase-nya lho. Jadi terasa nggak ngebosenin buat dibaca. yeah, aku suka baca buku roman, tapi kadang-kadang buku roman bisa bikin bosan
aaaaa ini nih novel nya kak luna yang ditunggu-tunggu, sekalipun ada bagian yang rada bertele-tele tapi tetap seru abis. ditunggu keduanyaa kaaaak
"pengalaman. pengalaman membuat kamu bisa berkata apa saja" (148)
"setiap tindakan pasti ada konsekuensinya, tapi jika kamu berpegang pada kebenaran dan prinsip-prinsip dasar kamu, apa pun konsekuensinya yang akan kamu terima nanti, kamu akan bisa menerimanya dengan besar hati dan menganggap itu yang terbaik untuk kau" (154)
"jangan main-main dengan ular kalau tidak ingin dipatuk" (264)
buku ini seru, isinya ngga cuma ala-ala sekolah yang biasa ditemui di teenlit, porsi cerita-lain yang disuguhkan Luna cukup menjadi dominan. Saya suka alurnya, bagaimana penulis mendeskripsikan instansi militer yang bikin saya pengen masuk Jatayu, jugaadegan adegan action yang lumayan. Sayang, di awal acak-acakan, sepertinya sih dibuat agar pembaca penasaran tapi paragraf gantungnya merusak keadaan. Dan kalau menurut saya, porsi si Andra lebih banyak ketimbang First Girl itu sendiri.
Gw baca teenlit? Iya. Dan gw gak nyesel baca buku ini. Oke, memang gw udah gak cocok sama bacaan genre teenlit ini, tapi ceritanya sangat menarik. Tentang paspampres, menjaga anak dari presiden. Katanya sih instansi di cerita ini bener-bener ada, kalo begitu penulisnya kerenz banget sampe bs nyari bahan yg gw pikir sangat sulit. Overall, gw suka twistnya. Agak gak menyangka sih kalo ternyata orang terdekatnya terlibat. Hahaa.. Cuma sayang, gak ada kelanjutan hubungan ade dan kakak antara Andra dan Adit.
beruntunglah yang hidupnya ditemani oleh teenlit terbitan GPU.
bersampul warna merah muda yang identik dengan jatuh cinta, ternyata hanya pemanis saja. nyatanya ceritanya sangat memacu adrenalin. ini membuktikan bahwa teenlit tak melulu berisi tentang si virus merah jambu, tetapi juga bisa bermuatan unsur politik seperti yang ada di buku ini.
membaca buku ini mengingatkan saya dengan Eiffel series-nya Clio Freya.
Seperti ada sesuatu yang kurang, tapi entahlah apa itu, ending nya juga aku merasa belum dapat feel nya. Tapi untuk keseluruhan aku suka, alur ceritanya yang seru sama pengetahuan yang sering kak luna masukin sama seperti buku sebelumnya cukup menarik. aku tunggu second heart nya!!
Salah satu berkah Ramadhan berbarengan dengan libur sekolah ini adalah kedatangan dua adik sepupu yang menginap dan membawa bacaan koleksi terbaru masingg2 yang biasanya ga saya beli sendiri, hehe...