Jump to ratings and reviews
Rate this book

Keo&Noaki Series #2

Go, Keo! No, Noaki! #2 : Belut Penentuan

Rate this book
Keo bikin hidup Noaki jadi kacau!

Padahal dari awal hidup Noaki juga sudah kacau. Punya Ibu yang selalu ngelarang, cerewet, dan menjaganya dengan ketat. Terlalu ketat!
Punya teman jenius nyentrik, Sebastien, yang suka menghilang.

Entah kenapa, Keo yang mukanya mirip Noaki (padahal jelas beda ayah-ibu) selalu membuatnya

160 pages, Paperback

First published March 9, 2015

3 people are currently reading
41 people want to read

About the author

Ary Nilandari

41 books145 followers
Ary Nilandari was currently honored as IKAPI Writer of the Year 2022, and her Garuda Gaganeswara won the IBBY Honour List of 2022 for its high quality in writing. She is the author of over 70 books, in which she celebrates diversity and universal values and promotes Indonesian cultural heritage. Some of her works won national and international awards. She was once a freelance translator and editor for a decade before focusing mainly on children/teen content. She is one of the advisors of Forum Penulis Bacaan Anak, the biggest online community of Indonesian children’s book creators. She has worked with national institutions, such as Komisi Pemberantasan Korupsi, Indonesian Commission of Corruption Eradication, to develop a series of children’s books on integrity and anti-corruption values; also with IKAPI, the association of Indonesian Publishers, as a speaker/trainer on editing and writing craft. Her passion and goal are to see Indonesian children have fun reading more quality books written primarily about them and for them.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
31 (65%)
4 stars
10 (21%)
3 stars
3 (6%)
2 stars
0 (0%)
1 star
3 (6%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Mami Veve.
91 reviews3 followers
December 10, 2016
" Noaki membanting dirinya ke tempat tidur. Tangisnya pecah."


Dan hati saya ikut hancur berkeping-keping.

Membaca buku ini sambil mendengarkan Manchurian Violet is very bad idea, very very bad idea. Lagu Jisung yang mellow membuat saya yang berada di zona dark mood sebelum baca buku, ini pindah ke mellow mood. It's ok, saya ga keberatan. :)

Ketika membaca bab 1, Saya seperti melihat kenangan-kenangan Noaki bersama Keo, rasanya ingin mendorong Noaki untuk lari ke rumah Keo dan mencegahnya pergi!


Saya sebenarnya malu, sebagai seorang emak dengan 2 anak masih bisa dibawa hanyut oleh sebuah novel anak. So what ? you can sue me after this.. hihihi

Noaki adalah pemeran utama di Go,Keo! No, Noaki ! ke-2, buat saya buku ini lebih dalam dan lebih emosional dibandingkan dengan buku pertama. Mungkin karena kami sama-sama cewek kali ya..

Bunda Ary Nilandari sangat luar biasa menggambarkan emosi Naoki. Saya menjadi resah, ga sabar, tersipu malu, terharu, bahkan merasa bangga di akhir cerita.


Bab 3 dan 4, membuat saya berasa naik roller coaster . Naik pelan - pelan seperti melayang dan tiba - tiba menukik tajam. Dalem ... banget!


" Jumat? Noaki mendadak berdebar-debar. Tinggal Toby dan dirinya. Apa sebetulnya yang sedang dilakukan Keo? Mendekati mereka satu per satu? Mestinya bukan sesuatu yang tidak baik. Karena teman-teman bersikap biasa, bahkan terasa lebih akrab satu sama lain.

Aaargh, you are killing me, Keo ! Teriak Noaki. Dalam hati, tentu.


I'm dead. And you are killing me toooo Keo!


Saya ngakak guling-guling ketika melihat dan membaca sketsa yang dibuat Noaki tentang From Me to You, Sekeping hati sekuntum melati, I am Your Knight dan Four Seasons Eternity . Kocak!


Dan ketika mereka berpiknik, saya merasa ikut menjadi personel ke-9, duduk di bawah pohon, bermandikan sinar matahari yang hangat, memperhatikan mereka menerbangkan layangan Keo, tersenyum dan ikut bersenandung sambil mendengarkan Toby menyanyi. See i'm going crazy..


Di Bab terakhir, serasa ikut berjuang bersama Noa yang jatuh berguling-guling demi Layangan Rajawali Keo, saya terharu dan bangga dengan keputusan akhir Keo.


Komplit! pesannya jelas disampaikan, tidak menggurui . Like.. like.. love it!

Selesai membacanya saya menutup buku dengan frustasi. Ack! masih ada buku ke-3, saya tidak pintar kalau disuruh menunggu. Menunggu itu kadang-kadang enggak oke.


" Menunggu itu bikin sakit perut, sakit mata, dan sakit leher. Tapi suruh siapa aku menunggu?"


Profile Image for Hairi.
Author 3 books20 followers
Read
December 29, 2015
Perlombaan Menangkap Belut

Seb seorang murid yang jenius. Dia berteman dengan Keo dan Noaki yang mirip tapi tak sekandung. Seb bilang konon kita punya kembaran tak-sekandung. Bisa sampai tujuh orang. Tapi kemungkinan bertemu kecil. Ketika bertemu bisa jadi gempar. Seperti Keo dan Noaki. Walaupun mirip Keo dan Noaki tidak selalu kompak.

Suatu hari Keo dan teman-teman piknik bersama. Mereka main layang-layang dan makan bekal bersama. Tapi layang-layang Keo jatuh. Padahal layang-layang rajawali itu kenangan dari Om-nya Keo yang sudah meninggal. Keo dan teman-teman mencari layang-layang tersebut.

Layang-layang itu ternyata ada di tangan Kinanti. Kinanti mengajak Keo dan teman-teman berlomba. Siapa yang menang dia akan dapat layang-layang tersebut.

Menangkap belut adalah puncak perlombaan. Noaki yang mendapat giliran di perlombaan itu. Noaki bilang kalau dia pernah membantu Ibu membersihkan belut, jadi Noaki punya pengalaman menangkap belut. Keo meringis mendengarnya karena Keo tahu, Noaki membersihkan belut sambil lompat-lompat dan teriak-teriak.

Keo selalu bikin kesal, tapi Noaki ingin membantu Keo. Selain membantu berlomba untuk mengambil kembali layang-layang milik Keo, Noaki juga membantu Keo menyelidiki pengirim sms misterius. Persahabatan Keo, Noaki, dan teman-teman semakin erat dan semakin seru buat diikuti.

Judul : Go, Keo! No, Noaki! 2 : Belut Penentuan
Penulis : Ary Nilandari
Penerbit : Kiddo
Tahun Terbit : Cetakan Pertama, Maret 2015
Tebal Buku : xii + 140 Halaman
Profile Image for Sunshine.
5 reviews1 follower
December 14, 2015
Tidak seperti buku pertama. Buku kedua ini sangat ingin saya baca setelah saya selesai melahap buku pertama.
Alasan pertama, saya penasaran dengan kelanjutan cerita dari buku pertama. Kedua, saya merasa membaca GKNN sangat menyenangkan. Dan, ketiga, karena saya jatuh cinta dengan salah satu karakter di dalamnya. :3 // blushing
Kalau di buku pertama, cerita disajikan dari sudut pandang Keo, di buku kedua ini, penyajian cerita diambil dari sudut pandang Noaki.
Saya suka dengan semangat Noaki dkk. untuk membantu Keo. Rasa peduli seorang teman kepada teman lainnya terasa begitu kental. Mengajari kepada anak-anak kita untuk saling menghargai dan tolong menolong (pelajaran PPKn yang nyaris terlupakan).
Sedikit demi sedikit, GKNN bisa menjadi alternative solution for children to fix their problems about friendship.
Profile Image for Speakercoret.
478 reviews2 followers
May 22, 2015
walau ceritanya tetep sederhana tp kesenangan saat membacanya membuat gw kembali ngasih 4 bintang.
Di buku 1 kita dibawa keo ke kehidupannya, di buku ke 2 ini kita diajak menyelami keseharian Naoki..
kali ini masalah layangan kenang2an dr almarhun om-nya keo yg bikin naoki, keo dan teman2nya kalang kabut... sederhana kan? cuma kisah pengejaran layangan :D tapi Ary Nilandari mengemasnya menarik, dan enak dibaca.. tokoh2 didalamnya merupakan anak2 yg mudah kita sukai.. bahkan kinanti yg ngeselin pun ga tau knapa ga bisa sebel2 amat...
ah jd pengen tau, rencananya ini serial dibikin berapa buku ya? #lirikMbakAry
ah nyesel kemaren ditawarin PO buku 3 sama mbak Maria aku ga mau.. abis belum dibaca buku 1-2 nya... ternyata nagih gini gw hahahaha
Profile Image for Dyah.
1,110 reviews63 followers
June 21, 2018
Duh, omong-omong soal lomba tangkap belut, aku pernah menang lomba ini 2 tahun berturut-turut di acara 17-agustusan di kantor 😎
Percaya engga?

Balik ke cerita Go Keo No Noaki, di buku pertama, pembaca mendapat sudut pandang Keo, sedangkan di buku kedua, pembaca diberi sudut pandang Noaki.
Di buku pertama tuh aku rasanya sebal deh dengan Noaki... Nih anak cewek apa-apaan sih, mood-swing-nya ngalahin ibu-ibu hamil kayaknya. Di buku kedua ini, jadi lebih ngertiin alasan di balik mood-swing itu... Tapi tetap tidak berhasil menghilangkan kekesalanku pada Noaki 😅

Secara timeline, awal cerita buku dua langsung meneruskan akhir cerita buku pertama. Sudah ketebak sih solusi dari masalah yang dibuat menggantung di buku pertama.
Terus ada beberapa masalah-solusi lainnya yang tetap seru untuk diikuti. Masalah terakhir kembali dibuat agak menggantung, pembaca kembali dibikin ngga sabar untuk baca buku berikutnya 😂

Oh iya, aku belum bilang ya, kalau buku-buku Go Keo No Noaki memiliki ilustrasi-ilustrasi isi? Semua menggemaskan!
Di buku dua, ilustrasi favoritku ada di halaman 75. Sedangkan di buku pertama, ilustrasi Keo dan maminya juara banget. Satu halaman penuh. Maminya Keo cantik abis kayak artis 😍

Yuk lanjut ke buku tiga...
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,498 reviews74 followers
December 6, 2017
Wokeh seiring dengan perkembangan karakternya, jumlah halamannya pun meningkat hahaha... Berbeda dengan jilid 1 yang terasa menyesakkan, jilid 2 menghadirkan resolusi yang manis bagi konflik persahabatan Keo-Noa dan gengnya. Btw Noa itu bahasa Jepang yang berarti "cintaku"? Masak? Dari dialek mana ya? Penasaran. Hmm...

Oh, dan iya masih seperti kesan volume 5 vs volume 6, sudut pandang Noaki di jilid 2 ini digambarkan lebih tenang. Ada kesan lembut dan keibuan (meski baper-bapernya tetep ngegemesin). Mungkin karena Noaki terbiasa mengurusi kakak-kakaknya? Hmm...

What more could I say, huh? Rasanya sudah banyak pujian yang kuberikan buat serial ini. It's amazing enough. Mungkin rasanya nggak objektif sampai-sampai aku benar-benar mematikan tombol kritikku. Cuma satu kekurangannya mungkin. Ceritanya terasa terlalu indah dan itu semua nggak terjadi di masa kecilku. Itu saja. Haha. Ngenes. Yes, I'm one of those broken children. Not that broken. Sort off (snorted). It still affects me until now, somehow. I just wish there's an author (if it's not me) somewhere out there that could depict not only the bright side of childhood, but the dark side as well.

Pada suatu titik pernah aku bener-bener males baca buku anak-anak dan menyinyirinya habis-habisan. Karena semuanya terasa terlalu indah. Too good to be true. Orangtua yang sempurna, guru yang sempurna, sahabat yang sempurna. What the heck. Pingin rasanya nyeramahin para penulis cerita anak itu. Tahu apa kalian soal kehidupan masa kecil? Dikiranya anak-anak itu kerjanya hanya bahagia dan tertawa? Untungnya sih Keo dan Noa nggak sampai bikin eneg. Nggak blas. Pahit-pahitnya masih ada. Setiap karakter tetep ada flaws dan konflik yang signifikan bagi naik-turunnya "termometer kebahagiaan" mereka.

Dan bagusnya anak-anak di dalam serial ini benar-benar berjuang untuk meraih kebahagiaan masa kecil mereka. Bahkan dari awal kita tahu bahwa Keo harus bekerja keras untuk mendapatkan posisinya yang sempurna di tengah kawan-kawannya. Mereka juga digambarkan punya kepekaan dan daya kritis yang bagus. Lihat bagaimana Noa mengurai perasaannya satu demi satu dan merenungkannya di jilid ini. Juga bagaimana Keo berstrategi dan menganalisis di buku pertama.

Yang asyik anak-anak di sini digambarkan memiliki empati dan simpati terhadap kawan-kawannya. Lihat bagaimana Wamena dkk bersedia repot-repot demi mendapatkan kembali layang-layang Rajawali Keo yang hilang. Bahkan dari sisi lawan, kawan-kawan Kinanti pun mau bersusah payah membantu keinginan Kinanti (meski dalam hal ini adalah keegoisan Kinanti). Hal yang membuatku berdecak heran. Mungkinkah anak-anak seusia mereka punya empati sebesar itu? Tapi yah... anak-anak memang penuh kejutan. Di sini pembaca nggak cuma menikmati cerita. Tapi belajar memandang dari sudut pandang anak-anak. To make us bow and down to their eye-level.

(Edited) Dan aku suka bagian ketika Noaki dan kawan-kawannya memperlakukan Kinanthi dkk dengan sangat baik, seperti menjabat tangan mereka untuk berkenalan, menawari kue dan minuman saat bertanding. Padahal, Kinanthi menjengkelkan. Ada yang bilang kebaikan adalah cara paling ampuh untuk membalas keburukan seseorang. Wow.

Keo dan Noa serta teman-temannya harus bersyukur mereka cukup beruntung untuk mengalami manis-pahitnya persahabatan sejak dini. Karena bagi beberapa orang sepertiku hal semacam itu benar-benar asing hingga aku melewati masa remaja. Rasanya aku ingin menjelma kertas dan aksara lalu mewujud ke dalam dunia Keo dan Noaki saja.

Oh. Konon masa remaja itu sebenarnya sampai 30 tahun, kan? Yah, berarti aku masih remaja hahaha... Late 20 :p LOLZ
Profile Image for Iyut.
231 reviews26 followers
November 28, 2016
Kalo di buku 1 Keo yang bercerita, di buku 2 ini Noaki yang berkisah. Masih seru dan asyik ceritanya. Noaki dan Keo masih sering bertengkar, tapi juga makin dekat.
Gak terasa sudah selesai baca buku ini, lanjut ke no 3.
24 reviews
April 1, 2022
Aku suka saat mereka berpiknik di dekat halaman Kinanti, karena mereka bersenang² walaupun noaki hanya duduk di dekat pohon dan menggambar.

aku juga suka waktu Noaki tidak menyerah untuk memasukkan belut itu kedalam ember, noaki sampe² terkilir kakinya.

Aku juga suka waktu keo tidak peduli dengan layang²nya karena noaki kakinya terkilir jadi mereka pulang saja.
Profile Image for Kerlip Bintang.
167 reviews32 followers
December 28, 2016
Di seri nomor 2 ini, lebih banyak menceritakan latar belakang kehidupan Noa.

kok jadi ngedadak nge-blank gini ya?
oh iya.. usaha merebut kembali layang-layang milik Keo menjadi sesuatu yang mengasyikkan.

baiklah review akan ada penambahan di kemudian hari.. sori lagi asik baca buku 4 soalnya.... hehehe
Profile Image for Hisyam Kurniawan.
13 reviews1 follower
December 8, 2015
Lanjutan dari #1, dengan sudut pandang Noaki..
agak bingung pas scene 'mami keo kesekolah, mengira ajeng itu noaki'
tapi pas ngebaca kelanjutannya, 'oh, ternyata salah paham,' batinku.

so, very nice..
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.