Memang bukan tipe ending yg saya harapkan. Tapi pengarangnya piawai banget dalam membawakan ending yang dia inginkan sampai saya bisa menerimanya. Hanya saja, harusnya, kasihlah beberapa halaman lagi supaya endingnya lebih greget. Ato kalo perlu, 1 volume lagi... wkwkwkwkwk
Saya sangat tidak menyesal mengoleksi komik ini. Meski endingnya seperti itu. Cerita model-model seperti detektif paranormal begini, kalo nggak pintar membawakannya, bisa jadi malah ngayal dan ga masuk akal. Namun, cerita Border ini, nggak begitu. Sangat logical, humanist, thrilling, juga sekaligus menghibur. Tidak melulu dark. Pas, deh pokoknya.
Agak galau mau ngasih 3,5 ato 4 stars. Tapi demi perjuangan detektif Ishikawa terus berusaha menegakkan nilai-nilai kebenarannya, saya kasih 3,75 stars (^..^)/
Ngga nyangka bakal berakhir suka seri ini. Berawal dari nemu vol. 1 di obralan Gramedia, 10rb dapat 15 komik, berakhir dengan ketar-ketir pengen baca lanjutannya. Untunglah sodaraku punya. Walaupun aku harus baca di tempatnya 😂 Makasih loh!
Bukan hanya fokus pada hal-hal berbau sadis, tapi aku suka ceritanya yang mengangkat isu kemanusiaan, hukum, keadilan, dan nurani tokoh utamanya yang dikemas dengan apik. Walaupun gambarnya kurang dark untuk nuansa horor, dan agak terlalu tebal hitamnya... tapi lumayanlah.
Suka dengan cara kerja tokoh utamanya, investigasinya, penyelesaian konfliknya, ilmu kedokteran yang disisipkan, daaan... kejutan-kejutan di setiap kasusnya.
Ini karya Yua Kotegawa kedua yang saya baca sampai tamat. Dan kalo boleh jujur, saya lebih suka karya sebelumnya yang berjudul Kimi no Knife. Endingnya sama-sama tragis, tapi lebih ngena yang Kimi no Knife. Saya baca endingnya bisa sampai nangis karena couple favorit saya, keduanya mati. Serius. ( ͡° ͜ʖ ͡°) //wajahserius
Nah, komik ini? Saya sudah menitikkan air mata pas adegan "terima kasih" itu. Bahkan saya sudah siap-siap mau ngambil beberapa lembar tisu. Tapi begitu balik halaman selanjutnya, setitik air mata yang baru keluar masuk lagi ke mata saya.
Seandainya dikasi beberapa halaman lagi, pasti endingnya bisa lebih oke dan bisa bikin saya nangis bombai.
Tapi kalo dipikir-pikir lagi, adegan terakhir itu emang rumit.
Akhir yang sangat baik dari Kotegawa sensei. Jilid puncak yang bisa dikatakan sebagai volume yang terbaik dalam serial pendek ini Filosofi mengenai hidup melalui pemandangan dari sisi korban dan pelaku dunia kriminal. Kasus2 yang ditawarkan barangkali tidak bombastis dengan trik2 yg ruwet. Namun hubungan antara protagonis dengan "hantu2" ini yang terjalin dengan sangat baik memberikan makna yang tersirat pada pembaca. Artwork Kotegawa sensei rapih dan halus namun mungkin terkesan biasa saja, khas shoujo malah. Overall 7.1/10 menurut saya.
hal yang agak membuat tidak nyaman adalah pemakaian kata "mati", rasanya kata "meninggal" lebih enak dibaca. Tapi bisa jadi malah membuat cerita menjadi tidak pas.
Ternyata, kita tidak bisa menilai orang hanya dari penampilannya saja. Banyak hal yang membuat seseorang berubah. Semoga perubahan menuju kearah yang lebih baik.
Kisah yang ditutup dengan adengan mengharukan. Tulisan D-Dewasa pada buku ini memang tepat. Selain urusan gambar yang lumayan menyeramkan pada beberapa bagian, kisahnya juga kurang pas untuk remaja.
Border vol.4 ini melanjutkan kasus di vol ke-3. Keputusan yang berakibat fatal tersebut membuat Ishikawa merasa harus memperbaikinya. Di saat itulah Ishikawa bertemu dengan seseorang yang ingin dia 'selamatkan' yang mempengaruhi ending dari komik ini. Ah, kisah Detektif Ishikawa ini terlalu cepat berakhirnya. Tapi bagi yang masih berminat untuk melihat Detektif Ishikawa dalam memecahkan kasus, bisa langsung nonton dramanya BORDER.
Penyergapan pelaku yang agak psycho itu kurang greget dan nggak asik. Endingnya pun terasa datar meski di tengah cerita sempat dibuat bingung dan menerka-nerka apa yang bakal terjadi :/ review lengkapnya nanti deh :3