Shin Jun-Jae Banyak yang mengatakan karakter tipe darah AB dan tipe darah O saling berkebalikan. Keduanya tidak mudah untuk menyatu. Mungkin itu memang benar aku yang AB memang sulit menyatu dengan dia yang O. Lalu kenapa harus gadis penjaga toko bunya itu yang membuatku jatuh cinta? Han Ah-Reum Banyak yang mengatakan karakter tipe AB dan tipe darah O menciptakan kisah cinta yang warna-warni. Cih... rasanya itu mustahil. Kenapa aku harus jatuh cinta padanya? Pria bermata sipit yang sedikit sekali bicara. Dokter gigi macam apa yang tidak suka tersenyum seperti itu? Shin Jun-Jae, putra pertama dari keluarga Shin. Terlahir dengan marga itu membuatnya divonis terkena kutukan pernikahan. Jun-Jae akan menjadi lajang seumur hidupnya jika tidak segera menikah sebelum umur 30 tahun. Lalu, sekarang umurnya sudah 31 tahun, Apakah kutukan itu bisa dipatahkan setelah bertemu dengan Han Ah-Reum? Sayangnya, gadis itu memiliki kisah cinta yang rumit dengan dua pria berwajah sama. Kalau seperti ini, bagaimana caranya Jun-Jae bisa menikahi gadis itu cepat-cepat?
Aku suka. Emang sih ceritanya ketebak, bahkan untuk bagian yang kayaknya akan di-twist tapi udah ketahuan sejak awal. Tapi tetep aku suka loh. Konfliknya emang mainstream dan bisa dibilang drama, tapi cara penyampaiannya dan ngatur alurnya cukup bikin aku beremosi selama baca. Aku beberapa kali tegang padahal udah yakin endingnya akan gimana. Rasanya kayak ada efek lagu-lagu tempo cepat di dadaku pas baca bagian konflik klimaks. Bahkan, di luar dugaan, aku banyak mesem-mesem sendiri di awal-awal sampe tengah sampe sebelum konflik. Daebak, padahal nggak ada sengaja humor tapi lumayan aku seneng dan ketawa.
Well, untuk cara penulis kasih feel, aku kasih bintang banyak!
"Pada akhirnya semua orang bisa hidup bahagia setelah berhasil melalui proses dengan perjuangan. Banyak hal yang bisa kita temui dalam kehidupan. Semuanya akan berakhir sedih atau bahagia tergantung apa yang kita lakukan untuk menghadapinya. Kita tidak pernah tahu takdir macam apa yang sedang menunggu di depan sana. Tapi percayalah, Tuhan selalu tahu yang terbaik."
Judul: Wedding (Mr AB vs Miss O) Genre: Romansa Penulis: Senselly Penerbit: Grasindo Tebal: 202 halaman Rating: 4/5 ⭐️
***
Shin Jun-Jae
Banyak yang mengatakan karakter tipe darah AB dan tipe darah O saling berkebalikan. Keduanya tidak mudah untuk menyatu. Mungkin itu memang benar, aku yang AB memang sulit menyatu dengan dia yang O. Lalu kenapa harus gadis penjaga toko bunga itu yang membuatku jatuh cinta?
Han Ah-Reum
Banyak yang mengatakan karakter tipe darah AB dan tipe darah O bisa menciptakan kisah cinta yang warna-warni. Cih... rasanya itu mustahil. Kenapa aku harus jatuh cinta padanya? Pria bermata sipit yang sedikit sekali bicara. Dokter gigi macam apa yang tidak suka tersenyum seperti itu?
Shin Jun-Jae, putra pertama dari keluarga Shin. Terlahir dengan marga itu membuatnya divonis terkena kutukan pernikahan. Jun-Jae akan menjadi lajang seumur hidupnya jika dia tidak segera menikah sebelum umur 30 tahun. Lalu, sekarang umurnya sudah 31 tahun. Apakah kutukan itu bisa dipatahkan setelah bertemu dengan Ah-Reum? Sayangnya, gadis itu memiliki kisah cinta yang rumit dengan dua pria berwajah sama. Kalau seperti ini, bagaimana caranya Jun-Jae bisa menikahi gadis itu cepat-cepat?
***
Jika kau suka dengan cerita tokoh utama wanita yang hidupnya kurang beruntung, lalu dipertemukan dengan tokoh utama pria yang membawa keberuntungan dan kebahagiaan kepadanya, maka kau akan cocok membaca buku Wedding karya Senselly yang satu ini. Memang, tulisan tidak bisa berbohong. Setelah tahu bahwa Senselly sudah menulis cukup banyak buku bertajuk romansa, aku tidak heran bahwa tulisannya dalam buku ini begitu mengalir dan menyenangkan untuk dibaca.
Jika kau ingat dengan pria yang dijodohkan Yun-Hee di buku Insomnia, Jun-Jae adalah pria yang sama. Bisa dibilang, ia tidak terlalu pandai berinteraksi dengan orang lain, dan hal ini sudah dikonfirmasi oleh mantannya Yun-Hee dan juga kekasihnya saat ini, Ah-Reum. Tetapi, mungkin itu jugalah yang membuatnya menjadi cepat dekat dengan sang tokoh utama wanita.
Konfliknya cukup menarik, karena Shin Jun-Jae dan Han Ah-Reum sama-sama harus menghadapi masa lalunya ketika mereka baru saja memutuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Siap-siap saja karena akan banyak sekali kesalahpahaman terjadi. Kau harus menahan gemas karena konflik ini baru akan terselesaikan di akhir buku, entah kau menyukai akhir ceritanya atau tidak.
Mungkin, satu-satunya hal yang menggangguku adalah betapa mulusnya hidup Ah-Reum setelah berbagai kemalangan menimpanya. Ia dipertemukan dengan Paman Jun-Tae yang sudah menganggapnya sebagai putrinya sendiri serta Nyonya Ran sang majikan yang murah hati. Bayangkan saja, seberapa kecil kemungkinan itu terjadi di dunia nyata? Tetapi, kurasa sang penulis tidak ingin membebani Ah-Reum lebih jauh.
Di lain sisi, keramahan keluarga Jun-Jae terhadap Ah-Reum yang bukan siapa-siapa bisa dimengerti. Karena putranya sudah lama menanggung kutukan pernikahan, maka tidak heran jika orang tuanya menerima siapa pun yang dibawa ke altar pernikahan oleh anaknya. Untunglah, mereka juga menyayangi Ah-Reum.
Pokoknya, menurutku tidak rugi jika kau ingin membaca Wedding karya Senselly. Ceritanya membuatmu percaya bahwa cinta bisa hadir kepada siapa saja. Tidak ada kutukan. Yang ada adalah bagaimana kita memperjuangkannya.
Wedding merupakan buku kedua yang aku baca dari Blood Type Series setelah sebelumnya buku Stay; Mr. O vs Mr. A karyanya Sung Ie (dan Wedding termasuk buku pertama dari seri ini yang aku buat review-nya di blog). Dari buku kedua inilah aku baru sadar jika keterkaitan antara buku-buku Blood Type series lainnya adalah ada pada restoran Caffest yang merupakan awal mulanya terjadinya Sunday Affair yang melibatkan tokoh-tokoh dari tiap buku Blood Type series ini. Titik temu. Seakan Caffest ini adalah titik awal dari semua kejadian yang ada di Blood Type Series. Walaupun di buku Stay masalah Sunday Affair tidak terlalu dibahas hanya gambaran umumnya saja. Berbeda di buku Wedding ini, masalah awal timbulnya Sunday Affair dijelaskan (dan aku pun baru tahu sebab muasalnya kejadian Sunday Affair dari buku ini). Untuk Wedding sendiri masih menceritakan dua tokoh utama yang berbeda tipe darah. Shin Jun-Jae yang bertipe darah AB dan Han Ah-Reum yang bertipe darah O.
Shin Jun-Jae. Dikenai kutukan keluarga Shin dimana bila dia belum menikah saat usianya tiga pulih tahun, maka dia akan melajang selamanya, dan sekarang usianya 31 tahun. Saat usianya 25 tahun, memiliki masa depan cerah dengan sang mantan pacar Song Na-Ra, yang kemudian menghlang dan menjalin kasih dengan sahabatnya tepat setelah Jun-Jae mengajaknya menikah. Dan kini, saat dia telah jatuh cinta pada gadis lain, Na-Ra datang untuk menghancurkannya.
Han Ah-Reum. Ditinggalkan oleh sang sahabat, cinta pertama, dan kekasihnya karena kecelakaan. Melanjutkan hidup di Seoul, dan tanpa disangka-sangka bertemu dua lelaki yang menarik minatnya. Jun-Jae, yang sangat irit ngomong, dan Ken, yang ternyata saudara kembar dari kekasihnya yang telah meninggal.
Honestly mau kasih 4/5, tapi begitu masuk dibagian ending dimana.. aduh personally Saya kzl banget kalau ada scene kejar-kejaran di airport. Gimanapun situasinya deh, kaya... udah mainstream pake banget gitu. Jadi yah kudu puas sama 3/5 yah.
Blood type series kedua yang saya baca setelah Gravitasia, nah kenapa mau saya kasih bintang 4? Karena dibanding Gravitasia sendiri konflik di serie kali ini lebih bikin greget walau ketebak dari awal kalau si Gong-ju itu kembaran si Ken aka Ray. Terus karakternya juga lebih oke ini, walau dialognya iya-iya aja. LOL
Oveeall oke lah buat bacaan ringan sebelum tidur. See ya in next series! ((Macem author-nim nya aja))
Wedding adalah salah satu seri Blood Type, yang kali ini bertokoh utama seorang cowok bergolongan darah AB dan cewek bergolongan darah O. Dari buku ini, saya jadi tahu bahwa sifat AB dan O sangat berkebalikan. AB yang hanya dimiliki oleh 4% orang di dunia ini, biasanya misterius, tidak ekspresif, frontal, dan tidak mudah ditebak. Sementara O itu lebih perasa, ramah, bersahabat, dan senang membawa keceriaan. Jun-Jae dan Ah-Reum memiliki seluruh karakter tersebut. Jung-Jae yang tidak banyak bicara, jalan pikirannya sulit tertebak, dan benar-benar frontal, tercermin dari keinginan dia untuk menikahi seorang gadis yang disampaikannya secara lansung. Sementara Ah-Reum, gadis yang baik hati, ramah, dan nggak bisa berhenti berusaha membahagiakan orang lain, meski harus mengorbankan kebahagiannya sendiri.
Mengambil setting di Myeongdong, novel ini berkisah tentang hubungan antara Jung-Jae dan Ah-Reum yang diwarnai banyak drama. Banyak kesalahpahaman terjadi, yang membuat konflik-konflik terus bermunculan. Masalah hanya seputar pada dua tokoh utama yang selalu salah mengartikan keadaan. Prasangka berada dimana-mana. Ada twist yang sepertinya sangat mudah tertebak sejak pembaca baru sampai di halaman-halaman awal. Meski tidak sulit menebaknya, twist tersebut tetap menjadi bumbu yang menjadikan cerita lebih seru, yang ujungnya menyumbang masalah baru yang menjadi klimaks cerita ini.
idenya oke, tapi karakter Jun Jae seperti dipaksakan gitu. gimana ya, kurang sreg aja. penceritaannya juga seakan penuh banget, dalam satu paragraf menampung begitu banyak deskripsi perasaan tiap tokoh. akan lebih nyaman dibaca jika diulik satu-satu, misal di satu scene tersendiri. bacanya jadi capek. padahal idenya oke.
aaaaaaaaa. gue udah lupa apa yg pengen disampein, btw karna udah lama bacanya juga. tapi masih inget sama ceritanya. baydewey sayangnya goldar gue kebalik disini. gue ab dan doi o. belom baca novel yang mr ab sama miss o, cuma baca dari review-review keknya tetep prefer ke ini deh gue