Kugapai Cintamu, novel kedua dari trilogi Cintaku di Kampus Biru menjadi salah satu tonggak kesuksesan novel populer pada tahun 70an. Judul novel ini memang sudah jelas menggambarkan isi di dalamnya, becerita tentang kisah mahasiswa tingkat akhir yang selalu gagal mendapatkan pacar sejak masuk kuliah, namun perjuangannya untuk menggapai cinta itu malah berujung pada kandasnya kepercayaannya pada norma-norma sosial dan moral yang selama ini teguh dianutnya.
Tidak seperti novel sebelumnya, kita tidak akan sering menemui Anton walaupun ia masih dimnculkan untuk memperkuat posisi tokoh utama novel ini, Faraitody, mahasiswa asal NTT. Kebetulan Faraitody adalah ketua panitia orientasi mahasiswa baru. Rekam jejaknya selama membuat para mahasiswa kagum, tak terkecuali Widuri yang bahkan memendam rasa namun tidak disadari oleh Faraitody. Di tengah masa orientasi ada seorang mahasiswa yang tidak ingin mengikuti orientasi dan beralasan sakit, ia adalah Irawati. Faraitody yang sudah hafal betul dengan gelagat seperti itu tidak menghiraukannya. Merasa dirinya yang cantik tidak diharukan, Irawati tertantang untuk menaklukkan Faraitody bagaimanapun caranya.
Agresivitas Irawati membuat Faraitody akhirnya jatuh. Namun, ketika mengetahui Irawati seorang morfinis, pengguna ganja, seperti anak muda ugal-ugalan waktu itu Faraitody kecewa dan cengkraman Irawati mulai mengendur. Irawati yang memang kelewat ugal-ugalan mengetahui bahwa Widuri diam-diam memendam rasa pada Faraitody. Maka pada suatu kesempatan ia mengajak Widuri ke villanya, Widuri dijebaknya. Gadis pendiam itu digilir oleh teman-temannya. Pada saat itu Faraitody yang sedang melakukan pengabdian masyarakat di desa asal Widuri pun kena sial, ia diusir secara halus oleh warga desa karena dianggap menganggu kentretaman warga desa. Faraitody sering jalan-jalan dengan anak pak kades yang membuat salah seorang cemburu. Melalui kesialan tokoh-tokohnya kita dapat melihat bahwa lingkungan kota memang memiliki andil besar itu mengubah sikap sesorang. Anak pak kades pun juga digagahi ketika menjalani kehidupan di kota, pun Widuri, juga Faraitody. Lingkungan yang keras pun akhirnya mengubah pandangan manusia mengenai norma-norma yang telah dijunjung. Tak cukup itu kesialan yang menimpa Faraitody, sepulang dari pengabdiannya orang tuanya bangkrut dan ia harus berjuang untuk melamar kerja demi membiayai kuliah. Atas rekomendasi dosennya ia bekerja di perusahaan ayah Irawati.
Widuri yang menjadi salah satu tempat yang bisa dituju oleh Faraitody untuk meringankan penderitaannya pun balik ke desa karena hamil akibat ulah Irawati dan konco-konco-nya. Irawati pun hamil dan tidak diketahui siapa ayahnya, Faraitody pun diminta ayah Irawati untuk menikahinya. Kebetulan juga Faraitody menggelapkan uang kantor karena temannya merengek untuk dipinjami, setelah itu kabur dan tak jelas juntrungnya. Pernikahan itu tidak bisa dielakan, namun Faraitody sangat membenci Irawati walaupun gadis itu telah mencoba mengubah tabiatnya. Akhirnya Faraitody kabur setelah mendapat pekerjaan di proyek, ia pun jatuh cinta dengan PSK yang ternyata hanya menginginkan uangnya. Hal itu diketahui setelah Irawati menyusul suaminya berkat informasi dari Anton. Sekali lagi, rencna Faraitody dihancurkan oleh istrinya. Faraitody hilang akal dan mengetahui nasib Widuri yang tersiksa bersama suami barunya. Ia pun menyusul Widuri ingin membawanya kabur dan menjalani hidup bersamanya namun ditola oleh Widuri. Faraitody dan Irawati akhirnya kecelakaan, dan kesialan itu tidak putus-putus.
Cerita cinta Faraitody bersama Widuri, dan Irawati sebenarnya ingin mengatakan bahwa cinta itu bisa disikapi dengan serius dan bisa saja main-main. Dan nampaknya novel ini memang sengaja ingin menampilkan perjuangan mengejar cinta yang ideal dalam dunia yang carut-marut itu sukar bahkan perjuangan Faraitody berujung kesialan tanpa ujung.