"Melalui perspektif Ulu-Ulu, Gadis Ajag, juga Bocah Hitam diffable, memori kolektif purba masyarakat lereng Gunung Ceremai mengenai alamnua yang secara akademis sangat rumit dan kompleks untuk diurai, dihadirkan dalam novel ini menjadi sebuah dongeng sederhana, lembut, cerdas, dan menggetarkan. Novel ini adalah sebuah oposisi tak tertaklukkan bagi persekongkolan keserakahan penguasa dan pengusaha asing yang secara prinsip ekonomi tumbuh dari pendekatan malthusianisme," Okki Satrio Djati.
I didn't expected it to have such an interesting storyline. The writer's imagination really swept me away in every chapter. Oh, and don't forget how Pandu Hamzah sneaked in some historical tidbits. But, the cover could use a little more pizzazz i think 🤔
novelnya bagus banget. sayang underrated. novelnya angkat latar tempat gunung ciremai. narasinya juga engga ngebosenin. cerdas banget bangun plotnya jadi saling berkesinambungan gitu di tiap tokoh atau adegan