Jump to ratings and reviews
Rate this book

Teroris Visual

Rate this book
Komik Opini.

Teror ramah kepada nurani kita, tentang berbagai isu sosial yang menggerogoti keseharian kita, membantu kita meletakkan segalanya dalam perspektif keadilan sosial.

152 pages, Paperback

First published May 1, 2015

3 people are currently reading
43 people want to read

About the author

Aji Prasetyo

10 books19 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
18 (39%)
4 stars
24 (52%)
3 stars
3 (6%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Dewi.
1,033 reviews
October 10, 2015
Saya pikir ini salah satu dari komik lokal yang lantang meneriakkan protes. Dahsyat. Cukup terbayang mengapa karya mas Aji Prasetyo pada thn 2010 diboikot oleh "suatu gerombolan".

Yang saya kagumi protes beliau tidak hanya berhenti pada opini lewat media komik. Beliau juga aktif dan bergerak di lingkungan nyata. Pembubaran deklarasi dukungan terhadap ISIS adalah salah satu bentuk aksinya.
Silakan simak kecadasan mas Aji lewat lembar-lembar komik ini.
Profile Image for Steven S.
703 reviews66 followers
December 27, 2015
Teroris Visual seperti buah mangga yang matang.

Komik opini ini memberikan sebuah rasa manis yang pas untuk dinikmati, sekaligus legitnya hentakan isu sosial yang coba diangkatnya.

Membaca komik ini bakal memperluas daya tampung kita soal anomali-anomali kehidupan modern.
Profile Image for Ricky Brahmana.
18 reviews
June 16, 2015
Membaca buku (komik) ini bisa membangkitkan emosi. Entah itu emosi kemarahan, rasa malu, atau mungkin jijik dengan borok negara ini yang sudah jelas bau tapi masih selalu berusaha ditutupi.
Mas Aji merangkai permasalahan sehari-hari menjadi komik dengan segala hiperboliknya, menjelaskan dengan sejelas-jelasnya apa yang salah dengan kondisi negara ini sekarang.
Wajarlah kalau buku sebelumnya sempat dicekal, dan saya agak curiga kalau buku ini sengaja di "jinakkan" supaya penyebarannya lebih merata dan semua orang bisa mendapat akses ke buku hebat ini tanpa harus kucing-kucingan dengan para ormas dan mungkin pemerintah.
Buku yang luar biasa. Komik yang sangat tidak biasa.
Profile Image for Muhajjah Saratini.
289 reviews9 followers
September 22, 2015
“Bumi sedang sakit. Saat langit menyuapinya dengan air, ia tak sanggup menelan. Semua dimuntahkan.”

Baca komik ini nggak bisa sambil santai.
Isinya bikin merenung.
Malah penasaran dengan komik sebelumnya yang katanya penjualannya sempat diboikot...

Ulasan lengkap di sini>>

http://www.kompasiana.com/ainini/meng...


Profile Image for Reza Pratama Nugraha.
42 reviews2 followers
November 19, 2017
Setelah membaca Hidup Itu Indah, Teroris Visual masih perihal yang sama adalah bagaimana Mas Aji mengekspresikan opininya dengan lihai dan elegan, menuangkannya dalam gambar/visual. Namun walau halamannya terlihat lebih tipis, buku ini menurut gw step up dari buku sebelumnya.

Buku ini menurut gw lebih enak dibaca, fokus pada visual yang padu dengan teks dan terlihat mas Aji menggunakan berbagai jembatan adegan untuk menjelaskan satu topik terlihat lebih mengalir dibanding karya Mas Aji sebelumnya. Topik-topik yang diangkat juga lebih kena, relevan, sehingga tepat rasanya judul ini memakai nama Teroris Visual, bukan hanya dikarenakan bab pertamanya yang berjudul demikian, tapi lewat gambar, Mas Aji menerror kita dengan prespektif yang tak terbantahkan tentang nilai-nilai normatif yang patut dipertanyakan misal mengenai agama, kedudukan wanita, hiburan, dan segala hal yang kamu lihat sehari-hari. Kita di sini diajari betapa nilai-nilai kemanusiaan kerap kali direndahkan yang anehnya begitu kasat mata, dan bagaimana kita kemudian tidak menjadi resah ketika mengetahui semua hal itu? Kan perasaan ini sama seperti terror, tentu dalam artian yang lain wkwk.
Profile Image for Vera.
4 reviews1 follower
January 24, 2020
Mas Aji benar-benar berani dalam menyuarakan kritiknya tentang isu-isu sosial yang banyak orang memilih untuk diam. Kritik dan opini yang dituang lewat media komik ini mampu membuat saya terkagum-kagum sambil dibuat termenung.

Buku yang "berbahaya"
1 review
February 14, 2019
Bagus banget dan gambarnya juga bagus.
Di komik ini aku bener bener terbuka tentang sudut pandang.
Pokonya lebih dari bagus deh :)
Profile Image for Susilo Utomo.
27 reviews
May 10, 2023
Cerdas, naka, menggelitik. Penuh dengan cerita yg menyentuh hati. Cocok sebagai kelanjutan dari buku Hidup itu Indah
Profile Image for Adham Fusama.
Author 9 books72 followers
April 7, 2017
Mas Aji ini memang teroris betulan. Tapi teroris hati nurani para pembacanya.

Di setiap lembar komiknya dia terus saja mengusik hati, emosi, nurani, batin, dan pikiran saya. Mas Aji memaparkan "kenyataan-kenyataan" yang ada dengan gamblang, dan niscaya akan bikin kita depresi serta putus asa dengan kondisi negeri ini jika saja Mas Aji tidak menyertainya dengan humor dan sindiran yang jenaka namun menyentil.

Setelah membaca buku ini saya jadi sempat merenung sejenak (sebuah efek yang masih saya yakini sebagai tanda dari karya bagus), memikirkan bagaimana saya bisa memberi kontribusi yang lebih baik bagi masyarakat, sebelum jatuh dalam kemarahan kepada diri sendiri ketika menyadari bahwa saya takkan bisa seberani Mas Aji. Dan, untuk keberaniannya itu, saya salut pada Mas Aji.
Profile Image for Fitria Wardani.
118 reviews3 followers
April 29, 2017
Buku ini sukses bikin saya senyum-senyum dalam perjalanan pulang kantor di kereta. Kritik yang menggelitik. Part favorit dalam 'Wanita Berdaya dan Mulia'.
Nggak kepikiran selama ini dengan petikan Aji di buku ini "dengan cara berfikir seperti ini, maka Tuhan pun ternyata bias gender". Mengingat sudah banyak iming-iming "di surga nanti, kita akan dikelilingi bidadari cantik, surga yang dialiri anggur nikmat,..."
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.