What do you think?
Rate this book


240 pages, Paperback
First published June 15, 2015
Atha begitu terkejut dan senang mendapatkan dongeng tentang sepatu merah dalam buku bacaan yang dihadiahkan padanya. Gadis bersepatu merah yang sangat beruntung, ia bahkan mendapat seorang ibu yang bersedia merawatnya. Akan sangat menyenangkan kalau ia dan Alia juga seperti gadis itu.
Sejak saat itu, Atha mulai melihat sepatu dan warnanya yang mengagumkan itu sebagai sesuatu yang harus ia miliki. Harus selalu ia miliki. Kalau bukan sekarang, mungkin suatu hari nanti.
"Kenapa merah?"
"Karena merah selalu terlihat menarik. Selalu menonjol di mana pun dia berada dan kamu nggak perlu kesulitan nemuin dia walaupun berada di tengah-tengah orang asing."
"Temannya Alia ikut juga, Ma?" tanya Ares tak mengerti seraya menatap Atha seperti orang asing.
"Tapi kebohongan Atha beda."
"Beda apanya? Yang namanya bohong di mana-mana sama aja."
"Nggak, Ega. Atha berbeda, dia percaya dengan kebohongannya." (h. 166)
Lo ngga berhak marah sama orang yg cinta sama lo, seburuk apapun dia
"Mereka berdua berbagi cerita dan kesepian yang sama, sampai keluarga ini datang. Kesepian tidak lagi menjadi milik mereka berdua. Alia berhasil melepaskan diri dan meninggalkan Atha sendirian di belakang."Novel ini terinspirasi dari sebuah dongeng berjudul The Red Shoes karya Hans Christian Andersen; dan jujur saja aku belum pernah mengetahui dongeng itu sebelumnya. Elemen dari dongeng tersebut yang diadaptasi ke novel ini adalah sepatu merah yang menjadi obsesi salah satu karakter utamanya, Atha. Sejak awal buku ini berhasil membuatku bersimpati dengan karakter Atha yang kesepian dan penuh luka batin yang tersembunyi. Aku bisa merasakan betapa sedihnya Atha karena keluarga yang mengadopsinya sepertinya lebih menyukai saudara kembarnya, Alia. Oleh karena itulah pada bagian awal ceritanya aku seringkali merasa kasihan dengan karakter ini dan berharap sesuatu yang baik akan terjadi padanya kemudian. Namun perlahan-lahan, ceritanya mengungkap sesuatu yang mengejutkan dan sama sekali tidak aku duga. Selama membaca, aku beberapa kali memang merasa ada sesuatu yang 'aneh' namun aku tidak memiliki dugaan apa pun tentang apa yang terjadi. Dan setelah misterinya terungkap, aku semakin bersemangat membaca karena ingin tahu lebih banyak tentang apa yang telah terjadi di masa lalu dan juga apa yang akan terjadi kemudian. Aku cukup puas dengan bagaimana setiap konflik diselesaikan—meskipun aku merasa ending-nya sedikit terburu-buru. Penyelesaian ceritanya membuatku lega dan juga turut bahagia untuk setiap karakter di dalamnya :)
"Gadis kecil itu benar-benar tak pernah menceritakan hal itu pada siapa pun. Tentang hukuman-hukuman yang diterimanya atau perlakuan anak-anak panti lainnya.... Seakan tidak ada hal buruk yang pernah terjadi pada dirinya. Beberapa tahun berlalu, Alia baru menyadari bahwa seharusnya ia mencegah Atha menyembunyikan dan menyimpan semuanya, tapi ternyata ia sudah terlambat."Dari empat karakter utama yang berperan dalam buku ini, aku rasa karakter Atha dan Kegan adalah yang paling mencolok untukku. Meskipun buku ini ditulis dari sudut pandang ketiga, tetapi ceritanya lebih banyak membahas tentang perasaan dan pikiran Atha; sehingga karakter Alia dan Ares jadi terkesan jahat karena seringkali tidak menghiraukan keberadaan Atha. Padahal setelah semuanya terungkap, aku menyadari bahwa semua yang terjadi tidak seperti apa yang terlihat dari sudut pandang Atha. Jika harus memilih karakter utama, mungkin aku akan memfavoritkan Kegan karena menurutku ia sosok yang menyenangkan. Perhatiannya pada Atha terasa menghangatkan hati di saat seolah tidak ada siapa pun yang peduli pada gadis itu. Dan aku rasa hadiah terakhir dari Kegan adalah salah satu hal yang membantu Atha dalam hidupnya kemudian :))
D"Atha selalu bisa meyakinkan diri bahwa semua akan baik-baik saja, lalu benar saja, semua berubah menjadi baik-baik saja entah bagaimana caranya. Namun ternyata cara itu tidak selamanya berhasil. Bahkan mungkin, sebenarnya semuanya tidak pernah baik-baik saja. Semua masalah yang dilupakan dan dikubur Atha rapat-rapat hanya bersembunyi untuk sementara, dan menunggu waktu yang tepat untuk menunjukkan diri."