Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sekarangku

Rate this book
Cintailah aku dengan dengan sebentar kuakan puisikanmu puluhan lembar. Cintailah aku sehari saja. Kuakan mengenangmu di setiap senja.

Aku adalah pecinta kata. Terlalu lama aku meninggalkan dunia kata dalam imaji dan tinta, dan ternyata itu membuatku menyusahkan diri, membuatku jauh dari apa adanya. Karena ternyata menulis itu, sejauh-jauhnya aku berlari. Menulis itu aku, setajam-tajamnya dimaki. Menulis itu aku, seaneh-anehnya aku menari. Dan menulis itu aku, setampan-tampannya aku menjadi.


Untaian kata demi kata terangkai indah dalam kumpulan puisi milik Zarry Hendrik, Sekarangku. Ada tawa, haru, sedih, suka, semangat, dan cita dalam karya terbaru Zarry ini. Puisi-puisi Zarry Hendrik mengingatkan kita akan indahnya hidup, dan nikmatnya berjuang demi cinta dan harapan. Please welcome, Sekarangku.

200 pages, Paperback

First published March 20, 2015

16 people are currently reading
237 people want to read

About the author

Zarry Hendrik

6 books32 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
31 (44%)
4 stars
14 (20%)
3 stars
19 (27%)
2 stars
6 (8%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for Rido Arbain.
Author 6 books99 followers
September 7, 2015
Buku kumpulan puisi ini diberi judul "Sekarangku" dengan filosofi bahwa penulisnya sudah mengalami perubahan dari yang dulu ke sekarang (?)

Sebagai (mantan) follower @ZarryHendrik di Twitter, tentulah kita tahu kalau dulu-dulu pernah heboh kasus deactive account-nya selebtwit tercinta ini. Alasannya karena beliau pernah memihak salah satu calon presiden secara hardcore, tapi kemudian dinilai telah berkampanye dengan logika yang 'bebal'.

Kurang lebih itulah salah satu hal yang tersirat dalam kata pengantar buku ini. Sebagai pembuktian bahwa Zarry Hendrik kini kembali lagi dengan buku puisi keduanya setelah sempat tersesat dalam arus sotoy politik.

Jangan diulangi lagi ya, Nak.

Jadi, buku kumpulan puisi ini nggak ada hubungannya dengan filosofi judul tadi. Tema besar yang diusung masih tentang cecintaan dari sudut pandang penulis. Mungkin kalau yang baca perempuan, kurasa buku ini akan lebih bisa dinikmati.
Profile Image for Zetty Khairunisa.
125 reviews2 followers
February 5, 2016
Tak ada kata yang sesuai untuk menilai buku ini sebab saat review ini ditulis, saya masih membaca buku ini buat kali ke-4.

Halah, saya jatuh suka, nak kata apa?
Profile Image for Ari.
63 reviews10 followers
June 7, 2015
Ngga bisa berenti baca buku ini, berasa ngena aja..,eh...:p
Suka sama bahasanya yang terkadang bikin gue mikir, senyum-senyum sendiri trus 'netes' deh soalnya kok bisa pas banget, lagi-lagi...
Yang suka dengan puisi-puisi pendek, buku ini pas banget deh buat dibaca :)
Profile Image for FRISCA TOBING.
14 reviews
September 10, 2015
Lelah. Dunia ini jahat. tidakkah kau merasa?. Bisa kirimkan aku pacar yng penyabar?. puisinya sederhana perasaan yng kita rasakan sehari-hari.
Displaying 1 - 6 of 6 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.