Cintailah aku dengan dengan sebentar kuakan puisikanmu puluhan lembar. Cintailah aku sehari saja. Kuakan mengenangmu di setiap senja.
Aku adalah pecinta kata. Terlalu lama aku meninggalkan dunia kata dalam imaji dan tinta, dan ternyata itu membuatku menyusahkan diri, membuatku jauh dari apa adanya. Karena ternyata menulis itu, sejauh-jauhnya aku berlari. Menulis itu aku, setajam-tajamnya dimaki. Menulis itu aku, seaneh-anehnya aku menari. Dan menulis itu aku, setampan-tampannya aku menjadi.
Untaian kata demi kata terangkai indah dalam kumpulan puisi milik Zarry Hendrik, Sekarangku. Ada tawa, haru, sedih, suka, semangat, dan cita dalam karya terbaru Zarry ini. Puisi-puisi Zarry Hendrik mengingatkan kita akan indahnya hidup, dan nikmatnya berjuang demi cinta dan harapan. Please welcome, Sekarangku.
Buku kumpulan puisi ini diberi judul "Sekarangku" dengan filosofi bahwa penulisnya sudah mengalami perubahan dari yang dulu ke sekarang (?)
Sebagai (mantan) follower @ZarryHendrik di Twitter, tentulah kita tahu kalau dulu-dulu pernah heboh kasus deactive account-nya selebtwit tercinta ini. Alasannya karena beliau pernah memihak salah satu calon presiden secara hardcore, tapi kemudian dinilai telah berkampanye dengan logika yang 'bebal'.
Kurang lebih itulah salah satu hal yang tersirat dalam kata pengantar buku ini. Sebagai pembuktian bahwa Zarry Hendrik kini kembali lagi dengan buku puisi keduanya setelah sempat tersesat dalam arus sotoy politik.
Jangan diulangi lagi ya, Nak.
Jadi, buku kumpulan puisi ini nggak ada hubungannya dengan filosofi judul tadi. Tema besar yang diusung masih tentang cecintaan dari sudut pandang penulis. Mungkin kalau yang baca perempuan, kurasa buku ini akan lebih bisa dinikmati.
Ngga bisa berenti baca buku ini, berasa ngena aja..,eh...:p Suka sama bahasanya yang terkadang bikin gue mikir, senyum-senyum sendiri trus 'netes' deh soalnya kok bisa pas banget, lagi-lagi... Yang suka dengan puisi-puisi pendek, buku ini pas banget deh buat dibaca :)