Jump to ratings and reviews
Rate this book

Fairly

Rate this book
Nadia yang ceroboh dan pemalas tinggal di Jakarta hanya bersama mamanya. Nadia menyukai Rei, cowok dingin di kelasnya.
Begitupun Priska, musuh bebuyutan Nadia.


Luna yang rajin dan pintar tinggal di Bandung hanya bersama papanya.
Luna berkali-kali minta putus dari Ethan, pacarnya yang posesif.


Nadia terkejut mendapati seraut wajah yang serupa dengannya di ruang tamu.
Dan perkara jepit rambut berbentuk bunga membuat Nadia rela bertukar tempat dengan sosok tersebut.

328 pages, Paperback

First published June 1, 2015

12 people are currently reading
57 people want to read

About the author

Yuni Tisna

2 books13 followers
Berawal dari kesukaannya membaca sejak kecil, Yuni Tisna mulai memiliki obsesi untuk menulis ceritanya sendiri. Impiannya adalah membuat karya yang dapat dinikmati banyak orang di sela-sela minum kopi atau berjemur di bawah matahari.

Novel pertamanya berjudul Lovemeter, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2014, dan novel keduanya, Fairly, diterbitkan oleh penerbit yang sama pada tahun 2015.

Sebelum menulis buku, Yuni Tisna aktif menulis cerpen dan beberapa diantaranya telah diterbitkan di koran Batam Pos dan majalah Kawanku. Yuni Tisna juga sempat magang di harian lokal Batam Pos sebagai reporter remaja yang menulis artikel tentang kehidupan remaja dan liputan mengenai even-even remaja di kotanya.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
18 (34%)
4 stars
11 (21%)
3 stars
13 (25%)
2 stars
9 (17%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 13 of 13 reviews
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
February 24, 2016
Berpotensi spoiler, baca saja kalau nggak keberatan. Sudah saya peringati di awal ini kan, ya?

Saya tidak bisa terhubung dengan karakternya. Motif serta tujuannya seperti mesin lotere, acak dan hasilnya untung-untungan. Seperti misalnya contoh yang paling jelas, Ethan. Sejak awal saja dia sudah disebut psikopat. PSIKOPAT. PSI-KO-PAT. Julukan yang sama dengan yang disandang tersangka kopi sianida.

Tapi ia malah dapat akhir bahagia. Ini janggal bagi saya. Alasan kenapa dia seposesif itu ternyata karena menjaga apa yang ia cintai sehingga tak bisa lepas. Dude, believe me. If you keep something so tightly, you're gonna lose it like sand in your fist. Lagipula, sekali lagi, julukannya psikopat. PSI. KO. PAT. And he acts like one. Saya nggak ngerti di mana romantisnya cowok itu. Terutama saat ia mencium dan memeluk Nadia yang tengah pingsan... argh! Seram, mengerikan, sekuhara! Malah itu yang jadi reaksi saya alih-alih, 'Ih... perhatian banget!'

Nadia dan Luna juga agak inkonsisten, hubungan saudaranya kurang begitu saya rasakan. Mungkin karena fokus adegannya ke pertukaran peran mereka, bukan bonding-nya. Rei, dia aneh. Yang paling mendingan Runi. Nicky hanya ditampilkan sekilas. Papa dan Mama... entahlah. Konfliknya menurun sejak mereka memutuskan rujuk meski alasan rujuknya juga begitu saja.

Tapi saya suka dengan gaya berceritanya. Lincah, real, khas SMA. Saya mengharapkan culture shock-nya Nadia dan Luna ketika bertukar, tapi karena fokusnya ke hubungan Ethan-Nadia dan Rei-Luna, jadi kurang terasa. Saya juga suka letupan konflik di sana-sini dan cara penulis merajut dua sudut pandang dalam garis waktu yang bersamaan. Penuh dengan kontras.

Sepertinya jika saya membaca ini saat seumur murid saya, saya bisa lebih menikmatinya dan makin baper...
Profile Image for Nisa Rahmah.
Author 3 books105 followers
February 13, 2016
Mungkin memang ekspektasi saya ketinggian saat membaca blub novel ini. Mulanya saya berpikir tentang cerita yang mirip (atau mendekati) film masa kecil yang pernah saya tonton yang berjudul "The Parent Trap", yang mengisahkan dua saudara kembar yang bertemu di perkemahan, menyadari bahwa mereka terpisahkan karena permasalahan orangtua. Lalu mereka bertukar posisi demi menggoalkan misi untuk membuat kedua orangtua mereka kembali lagi.

Sebenarnya kisah ini teramat klise, alur cerita juga dengan mudah bisa ditebak. Ada beberapa kesamaan dari kisah itu, meskipun ada pula perbedaannya, banyak sekali. Yang pertama adalah tentang dua orang yang tidak menyadari kalau kembar hingga berumur tujuh belas tahun. Lalu, kedua orangtua mereka yang terpisah karena perceraian. Ketiga, tentang bertukar peran.

Mungkin karena ekspektasi saya yang ketinggian sehingga saat ada beberapa hal yang saya rasa kurang sreg, jadinya memudarkan kesan saya pada cerita ini. Kisah pertemuan kembali kedua orangtua mereka menurut saya agak dipaksakan. Entah karena plotnya yang kurang nendang atau penyajiannya yang kurang mulus sehingga kesan itu muncul. Saya menganggap kalau scene ini terkesan dipaksakan. Misalnya, kan si Luna sudah kelas tiga, kenapa mereka terburu-buru untuk pindah sekolah dan rumah juga? Kan bisa menunggu Luna lulus dulu gitu, tinggal beberapa bulan lagi aja. Lagi pula, prosedur pindah sekolah bagi anak kelas tiga kan nggak mudah, apalagi kalau sudah didaftarkan namanya sebagai peserta UN (ini juga berlaku buat si Ethan anyway, cuma saya mau bahas bocah satu itu di paragraf tersendiri :p). Trus tentang pekerjaan ayahnya, dan hal-hal yang menyangkut kepindahan super kilat itu. Memang sih ini kan karya fiksi, tapi kelogisan juga perlu.

Kedua, tentang Ethan. Menurut saya karakternya unik, tapi menurut saya jadi berlebihan. Tentang posesifnya (meskipun ada penjelasan kenapa dia begini di belakang) yang menurut saya sudah menjurus ke psikopat yang..., ini beneran psikopat lho sampai menguntit ke Jakarta segala, mengganggu kehidupan orang. Kalau saya ada di posisi Luna atau Nadia, hal pertama yang saya lakukan adalah mengadukan ini ke orangtua. Hei, ini masalah serius, ada bocah baru gede yang kaya raya super wow fantastis nguntit! Sampai gue nggak nyaman sekolah, sampai harus bertukar tempat (yang mana alasan bertukar tempatnya itu bego banget). Kalau kamu dikuntit orang, terus punya saudara kembar dan kamu bertukar tempat sama dia, bukankah sama aja mencari aman dengan membuat saudaramu ketiban masalah yang kamu ngga bisa selesaikan? Apalagi si Ethan songong ini gampang banget hamburkan uang, gampang ngancam orang demi menurutkan kemauannya. Ya ampun, bocah banget. Kepindahan dia ke sekolah Luna--bahkan minta dimasukkan ke kelas Luna pakai pelicin--itu nggak banget.

Lalu tentang alasan mereka pindah posisi: di The Parent Trap itu, si kembar punya alasan logis untuk berpindah tempat, ada misi penting yang mereka perjuangkan. Tapi di sini, saya nggak dapat kesan yang mendalam. Karena si Luna menghindari Ethan. Lalu, di hari pertama mereka tukar tempat, Luna dan Nadia pakai kacamata dan topi untuk mengelabui orangtua mereka. Tapi kan, ini tukar tempatnya setiap hari, orangtuanya nggak sadar apa ya? :)

Di ending, saya juga kecewa dengan siapa yang pada akhirnya jadian sama siapa.

Nah itu dia, sedikit racauan dari saya. Dan karena novelnya kurang memuaskan dan menurut saya banyak nggak sinkronnya, jadi saya hanya bisa memberikan dua bintang untuk kisah ini. :)



Profile Image for Chaira.
29 reviews3 followers
March 12, 2016
Lumayan klise, tentang sepasang kembar yang bertukar identitas dan bertukar pasangan pula, mirip-mirip Barbie Princess and The Pauper lah ya, tapi bedanya, Princess and Pauper itu bukan kembar, tapi cuma mirip.

Ada beberapa bagian cerita yang seakan dipaksakan oleh si penulis. Seperti perpisahan kedua orangtua si kembar, misalkan. Tapi menurut saya, yang paling terlihat dipaksakan adalah keputusan sang Ayah untuk pindah berasama Luna dari Bandung. Itu, menurut saya, adalah bagian paling tidak logis dari cerita ini. Luna sebentar lagi lulus SMA, mengapa Ayahnya tidak mau sabar menunggu sedikit saja?

Konflik Luna dan Ethan juga agak dipaksakan kalau menurut saya. Ethan mau membeberkan pada Nadia kenapa dia begitu over-protektif terhadap Luna. Mungkin karena ia begitu menyayangi Nadia. Tapi ketika ia masih jatuh cinta pada Luna, mengapa ia tidak mau memberi alasannya? Apa ia takut ditertawakan? Kalau begitu, apa ia tidak percaya pada pacarnya sendiri, yaitu Luna? Apa rasa cintanya pada Nadia lebih besar dari perasaannya pada Luna dulu? Kalau memang iya, saya rada kasihan sama Luna. Ia dikekang, dan bahkan seringkali dikuntit (which is a fucking serious problem in some countries in the world! man.) oleh pacarnya yang ternyata tidak sesetia itu. Kalau ada satu karakter yang paling saya benci, karakter itu adalah Ethan. Why? Because he's a true asshole. Mungkin kasus Rei juga demikian, tapi setidaknya Rei tidak pernah membuat Nadia merasa sedemikian tidak nyaman.

Konflik Nadia dan Priska tidak terlalu menonjol. Mungkin penulis sengaja membuatnya begitu, agar konflik utama, yaitu konflik "tukar tempat", tidak over-shadowed oleh konflik Nadia-Priska. Akibatnya, saya tidak terlalu merasakan kelicikan Priska dalam novel ini.

Sayang sekali saya merasa gregetan bukan karena serunya alur cerita, tapi lebih kepada saya tidak bisa menerima alur cerita serta fakta bahwa pada akhirnya, mereka bertukar pasangan. Padahal, saya sudah dapet banget chemistry dari Rei-Nadia.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Choi.
59 reviews22 followers
May 22, 2020
Sejujurnya, saya sangat suka dengan penulis yang lihai merajut cerita Nadia & Luna sedemikian rupa sehingga saya dengan mudah membaca lembar demi lembarnya. Kekecewaan saya pada novel ini berhubungan dengan salah satu karakter utamanya, Ethan. Ethan adalah anak laki2 yang perlu diperiksakan ke dokter jiwa karena perilakunya tidak bisa diterima! Mulai dari kekerasan verbal kepada Luna (mantan) pacarnya, menguntit, manipulatif, licik, semua yg dia lakukan hanya untuk kepentingannya sendiri. Saya kecewa dengan keputusan yang membuat Ethan terlihat romantis. Target pembaca novel ini bukannya para remaja? Kenapa jalan cerita yang seperti ini baik untuk bacaan remaja? Ethan itu psikopat, dan penulis bahkan mengakui itu dalam tulisannya sebagai narator, tapi membuat Ethan akhirnya mendapatkan apa yg dia inginkan dengan cara2 licik dan menyeramkan bukankah memberi dukungan terhadap perilaku abusive, manipulatif & questionable lainnya? Pengin garuk2 kepala rasanya, ketika Nadiapun akhirnya menerima "perasaan sayang Ethan". Ethan adalah anak yang memiliki trauma karena masa lalu. Itu yg membuat dia bersikap seperti dia sekarang. Tapi bukan berarti hal ini bisa diterima. Ethan harus mencintai dirinya sendiri & menerima masa lalunya sebelum dia memutuskan untum menyayangi orang lain. Nadia is too precious for Luna and Ethan. Meskipun Rei sedikit hambar dan karakter yang kurang kuat, saya lebih ikhlas kalau akhirnya Nadia dengan Rei, ketimbang Nadia & Ethan. Sedangkan untuk Luna, dia harus belajar lebih dewasa. Sayang, seharusnya novel coming of age seperti ini bisa jadi salah satu sarana informasi bahwa sikap penguntit, pemaksa, dan manipulatif itu bukan sesuatu yg romantis dan bukan sesuatu yang boleh diterima siapapun dalam hubungan apapun. Kekecewaan saya hanya pada penggambaran Ethan supaya diterima pembaca, sisanya saya lumayan menikmati. But oh boy, it was a big deal for me as reader.

Profile Image for Aletheia Agatha.
Author 1 book5 followers
June 19, 2015
Saya selalu suka cerita tentang anak kembar, entah itu kembar identik atau bukan. That's why I bought this novel
.
Bercerita tentang Nadia dan Luna yang sejak bayi dipisahkan, namun akhirnya menjadi satu keluarga yang utuh setelah orang tuanya rujuk.
Terlalu ringan menurut saya karena rujuknya itu baru terjadi setelah tujuh belas tahun! Yang bener aja gituloh -_- tadinya saya pikir baik ayah atau ibunya punya alasan yang... yah... cukup dalam dan kuat karena masing-masing tidak berusaha atau mungkin terlalu malas untuk menghubungi lainnya. Ternyata pas rujuk kemudian jadinya gampang banget. Di sinilah, konfliknya hambar saya rasa.

Kedua, soal bertukar tempatnya Nadia dan Luna. Oke, ini biasa.


Yah, tapi plusnya, kovernya bagus dan sinopsis di belakangnya lumayan mengundang walau tidak sesuai ekspektasi.
Profile Image for Astri.
7 reviews9 followers
May 30, 2019
Terus terang saya bacanya sedih. Sedih karena kelihatan sekali penulis sangat berbakat, dan buku ini bertutur dengan baik, tapi ada yang mencorengnya, yaitu glorifikasi perilaku abusif dalam buku ini. Ethan, salah satu tokoh utama novel ini, sudah bukan hanya berlaku posesif terhadap (mantan) pacarnya, tapi juga abusif. Mulai dari menguntit Luna/Nadia berhari-hari, memanipulasi Nadia dengan pura-pura mau saat ditantang bunuh diri, sampai menculik Nadia (dengan pura-pura mau mengantar Nadia ke acara camping) dan menyekap Nadia di vila (yang nyaman, tapi tetap saja, itu di luar consent Nadia).

Dan apa setelah itu? Pembaca diharapkan bersimpati dengan tokoh Ethan karena penderitaan-penderitaan yang dialaminya. Nadia pun akhirnya memaafkan dan menerima cinta Ethan. Uhh, girl, no. Ethan seharusnya dilaporkan ke polisi. Atau setidaknya kalau Nadia benar bersimpati pada Ethan, seharusnya dia memastikan Ethan mendapatkan bantuan profesional dari psikiater.

Penulis teenlit, kalian punya pengaruh untuk mencegah jatuhnya korban hubungan toksik dan KDRT, yaitu cukup dengan tidak mengajari remaja menoleransi perilaku abusif pasangannya. Tolong gunakan kekuatan itu.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Lievadiar.
147 reviews17 followers
December 22, 2016
To be honest, sebenernya ini cerita klise sih. Tentang anak perempuan kembar lalu mereka bertukar peran, and then masing-masing terjebak dalam peran yang mereka atur sendiri. Tapi yang ngebuat cerita ini menarik adalah si penulis menceritakan konfliknya dengan tidak biasa, jadi walaupun kisahnya teenlit banget, pembaca yang usianya lebih dewasa pun masih bisa cukup menikmatinya (seperti saya). Overall saya suka sih sama ceritanya. Semoga bakal ada buku selanjutnya ya mbak Yun, sayang blm baca Lovemeter :')



*Ini senior saya udah nerbitin buku 2x, saya kapan?*
*numpang curhat, haha*
Profile Image for Rose Gold Unicorn.
Author 1 book143 followers
June 15, 2015
Klise sih. Tentang anak perempuan kembar dan bertukar peran lalu masing-masing terjebak dalam peran mereka sendiri. Tapi yang bikin menarik adalah betapa penulis ingin menceritakan konflik yang tidak biasa sehingga walaupun teenlit, pembaca yang lebih dewasa pun masih akan cukup menikmatinya, seperti saya.

Cara menulisnya pun enak dibaca dan tokoh-tokohnya saya suka. Meskipun untuk ukuran teenlit buku ini termasuk tebal, tapi ceritanya gak membosankan kok. So, 3 of 5 pantas buat Fairly!
Profile Image for Tommy Tommy.
4 reviews
September 9, 2020
Ceritanya klise, endingnya bisa ditebak... Dan ya apa lg? Gw jatuh cinta sama gaya berceritanya.. salah satu novel yg bikin ga rela abis gitu aja.. malah pengennya lanjut terus~ kalo bisa sih dibikin spin offnya... Gue pengen kisah nadia ama ethan lebih jauh dooong gile beneeeer.. ga puaaaaas!!!
Profile Image for Karavella.
104 reviews1 follower
April 11, 2021
Cerita roman ala remaja SMA yang dibumbui dengan drama pertukaran identitas. Sangat ringan untuk dibaca dan menghibur. Romance antar tokoh gak berlebihan tapi tetep manis.
146 reviews
May 31, 2016
Sebenarnya rating dari saya tadinya 4, berhubung saya mikir lagi, novel ini seru, dan menarik, konfliknya lumayanlah walaupun kalau udah baca sampe pertengahan pasti bakal yakin sama tebakan endingnya, ya paling cuma itu, benang merah dari novel ini klise.
1 review
July 26, 2015
Buku kedua Yuni Tisna yang aku baca setelah Lovemeter. Overall, ceritanya bagus, walaupun temanya masih berserakan di pasaran tapi Yuni menulisnya dengan bahasa yang menyenangkan.
Displaying 1 - 13 of 13 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.