À la demande de sa soeur, romancière, Kentarô se replonge dans le passé familial pour entamer des recherches sur leur grand-père, aviateur et kamikaze décédé sous la Seconde Guerre mondiale. En recueillant les témoignages de ses anciens camarades de guerre, Kentarô découvre le portrait d’un homme complexe, aux multiples facettes, bien loin de l’image qu’il se faisait de ce pilote de l’armée japonaise.
Naoki Hyakuta is a Japanese novelist and television producer. He is known for his right-wing political views and denying Japanese war crimes prior to and during World War II. He is particularly known for his 2006 novel The Eternal Zero, which became a popular 2013 film, his controversial period as a governor of government broadcaster NHK, as well as his support of Nanjing Massacre denial. Hyakuta has written a number of other books, several of which have been turned into films, such as Bokkusu and Monsuta.
Gambar: 4.5 ☆....keren, rapi, dengan adegan-adegan pertarungan di udara yang terlihat mulus (b ᵔ▽ᵔ)b
Cerita: 4.5 ☆....sangat menjanjikan! Tapi ini tipe yang mungkin lebih enak dibaca 'maraton' sampai tamat, baru dibahas. Untungnya cuma 5 volume. 'Kurang-untungnya', ga ketauan kapan diterbitin volume-volume selanjutnya (^▽^;;) ahahaa~ Untungnya lagi, vol.2 sudah muncul di ufuk sneakpeek, alias sudah diperkirakan jadwal terbitnya.
Kisahnya tentang kakak-beradik yang menggali kisah masa lalu kakek mereka, seorang pilot Kamikaze di Perang Dunia II. Penceritaannya maju-mundur dengan cantik: baik kisah pencarian fakta di masa sekarang, maupun kejadian di masa lalu yang dihidupkan kembali lewat kenangan seorang pensiunan pilot.
Momen ketika
Sangat menantikan kelanjutannya~ ヽ(^ Q ^)ノ _____________
05 Apr 2018: Sampai vol.5 (tamat) (≧◡≦)❤ *nambahin rating*
Bacaan yang enak dikunyah perlahan, maupun dimamah-biak saat senggang ^^ Karena soal sejarah, perang, dan perasaan orang-orang yang terlibat di dalamnya bukan semata soal A atau B, hitam atau putih, tapi setiap momen dan segenap perasaan memiliki aksen dan gradasi warna tersendiri.
Komik ini mempersingkat waktuku dalam membaca novel dan buku sejarah dengan latar belakang Kamikaze :D
Apa yang ingin disampaikan pengarangnya tersampaikan dengan baik.
Kyuzo Miyabe sebagai seorang pilot waktu perang dunia II yang membuka sejarah dan cerita tentang kehidupan pasuka udara yang melakukan bunuh diri di udara.
Berhubung aku tidak mengetahui tentang peristiwa tersebut. Komik ini membuka wawasanku.
Banyak pendapat baik maupun buruk mengenai Kyuzo Miyabe yang dituturkan oleh veteran-veteran perang yang bertugas bersamanya.
Dan benar pula.. ini membuka wawasanku kembali. Tidak semua pendapat buruk itu harus di komprontasi dengan keras.
Lihat-dengarkan-resapi-dan ambil kesimpulanmu sendiri.
Dan carilah pendapat berbeda dari pendapat yang lainnya.
Karena setiap orang memandang dari sisi dan jendela yang berbeda.
Suatu ketika aku mendapatkan copy dari film berjudul Eternal Zero yg kutonton karena dibintangi Haruma Miura dan Shota Sometani, tapi kmd malah membuatku gandrung pd Junichi Okada, si pilot pengecut Miyabe, yg ternyata punya banyak sisi pandangan kehidupan.
Fast forward bbrp waktu lalu, kaget lihat di tokbuk ada manga ini, owaaalaah... ternyata film dulu itu live action dari manga, yg adalah diangkat dari novel berjudul sama. Baeklah kalo gitu. :))
Jd krn sdh tahu jalan ceritanya, aku lebih fokus menikmati ilustrasi manga ini. Ku benar2 suka adegan pertempuran udaranya, yg digambarkan fluid dan cermat. Mengalir bagus dalam panel2 yg free style tp tetap rapi. Kadang memenuhi 2 bidang halaman buku sekaligus. Keren dah.
*numpang baca punya kak lila waktu dititipin beli*
Memberanikan diri untuk memulai satu judul komik lagi adalah sebuah ke-wow-an bagi saya. Setelah memutuskan untuk tidak melanjutkan kisah dr. Saito dungu dalam Say Hello to Black Jack, saya ketar-ketir apakah saya akan mencoba baca komik lain atau tidak. Sampai sebuah ulasan oleh Guguk(?) melintas di lini masa Goodreads dan membikin saya tertarik. Untungnya, (semoga saja) komik ini hanya sampai lima volume saja.
Gambarnya mulus. Dan komposisi "gambar yang bercerita"-nya jauh lebih banyak ketimbang gambar dengan teks. Adegan pesawat-pesawat tempur yang sedang mengudara sekilas mengingatkanku pada film "Dunkirk". Imajinasi akan Tom Hardy yang mengoperasikan pesawat jadi terbawa-bawa ke dalam komik ini.
Premisnya adalah Kentaro yang diajak sang kakak perempuannya, Keiko, untuk mencari tahu sosok mendiang kakek kandungnya yang ternyata seorang veteran Angkatan Laut pada masa Perang Dunia II di Jepang. Hingga tibalah saat mereka berdua bertemu seorang veteran lain yang masih hidup dan kenal dengan mendiang kakek mereka dan berniat untuk mewawancarainya. Hal mengejutkan terungkap ketika veteran tersebut menceritakan sosok kakek mereka dari sudut pandangnya.
Volume ini seperti memberikan pesan tersirat bahwa sosok kita adalah apa yang orang lain nilai terhadap kita. Hmmm... Ringan tapi sedikit bikin berpikir dan cocok buat bahan kontemplasi tentang bagaimana perlakuan selama hidup yang barangkali amat memengaruhi orang-orang sekitar.
Tunggu sampai terbit semua volumenya deh biar bisa langsung dibaca. Nanggung banget baca kayak begini. Rasa penasaranku makin terpacu. Apalagi tentang siapa sebenarnya sosok kakek Kentaro dan Keiko itu. Apakah dia seperti yang dikisahkan oleh veteran yang masih hidup itu?
Bacaan terakhir yang dibeli pada 2017 (semoga nggak khilaf, soalnya tahun baru masih beberapa hari lagi).
Sama dengan review ka Cyn, saya baca ini karena saya penasaran dengan versi manga nya setelah menonton versi live actionnya. Versi layar lebar nya berdurasi 2 jam, sama sekali tidak membuat saya mengantuk, padahal saya biasanya suka ngantuk kalo film berdurasi lebih dari 45 menit. Maklum, mental penonton dorama 🤣🤣🤣
Ceritanya tentang kakak adik yang mencari sejarah tentang kakek kandung mereka di jaman perang dunia II. Menurut cerita pejuang jaman itu, Kyuzo Miyabe adalah seorang pejuang yang takut mati, dengan kata lain, pengecut. Bagaimana perasaan kakak berada ini ya mendengar kenyataan tentang kakek mereka ya?
Karena sudah menonton versi layar lebarnya, saya jadi fokus ke gambar manganya. Jika sebelumnya saya tidak banyak membaca manga, mungkin saya bingung mau fokus kemana hahaha... In short, saya suka dengan penggambaran perang yang digambarkan secara flashback dengan gambar gambar aksi pesawat yang keren. Saya menunggu beberapa adegan yang membuat saya mewek seperti ketika saya menonton filmnya. Apakah efek manganya akan sama dalamnya dengan versi layar lebarnya? Yak, tunggu saja.
NB, di filmnya, sebenarnya saya menunggu munculnya Haruma Miura, tapi saya sudah mengantisipasi saya bakal kesengsem dengan Junichi Okada sebagai kakek Miyabe gara gara saya nonton Library Wars. Dan saya malah kesengsem sama Shota Sometani. Gantenggg bangettt... ngoahahaha... Piye jal? 🤣🤣🤣
O caça Zero da marinha japonesa é uma lenda da Segunda Guerra Mundial. Conhecido como Rei-sen ou Zero-sen e, pelos oponentes, como Zeke ou Zero, o famoso modelo Mitsubishi A6M foi produzido até o fim da guerra. Quando foi introduzido, em 1940, era o melhor caça aeronaval do mundo, mas acabou sendo superado. Este é um dos protagonistas desta história.
Para quem gosta da história do período da II Guerra, ou de aviões, este livro já terá um grande apelo. E a história também é muito boa. A origem é o livro Zero eterno, de Naoki Hyakuta, de 2006, que se tornou um best-seller no Japão, onde já vendeu mais de quatro milhões de exemplares. Depois foi adaptado para o cinema e a TV, além de quadrinhos.
Mas quadrinhos japoneses, é claro, ou mangás, já apreciados por muita gente. Quem não conhece tem também uma boa oportunidade de conhecer. O mangá e lido ao contrário: a capa é o que seria a quarta capa, e a sequência das páginas é lida da esquerda para a direita.
São cinco volumes de cerca de 200 páginas cada, em um total de mais de mil páginas. Extenso, mas vale a pena. Excelente arte de Souichi Sumoto, com desenhos bastante precisos tantos dos Zero quanto de seus oponentes, como o Grumann F4F Wildcat.
A ação começa no Japão atual, com os netos de um piloto procurando saber mais sobre seu avô. Características da cultura japonesa estão presentes, assim como situações do Japão da época da guerra. Neste primeiro volume, episódios anteriores ao conflito, e outros passados em Rabaul e Guadalcanal são relatados por um primeiro entrevistado, que tem uma imagem negativa do avô.
Boa publicação da Editora JBC, com tradução de Naguisa Kuchihara que parece boa, embora com poucos e pequenos tropeços em detalhes específicos de aviação.
Os cinco volumes têm resenhas independentes, com mais informações sobre a evolução da obra:
Kentarô et Keiko se lancent dans des recherches sur leur grand-père maternel, disparu durant la Seconde Guerre mondiale, kamikaze aviateur. En rencontrant une ancienne connaissance de cet aïeul inconnu, ils découvrent une facette bien sombre et mystérieuse de Kyûzô Miyabe.
Fort, profond, émouvant, ce premier tome donne vraiment envie de se plonger dans cette histoire de famille et d'en savoir plus sur les fameux kamikazes. On retrouve niveau narration un univers proche des 3 Adolf de TEZUKA même si le dessin est beaucoup plus actuel à l'image de ce que peut faire TANIGUCHI. Une petite série dont je vais chercher les tomes suivants et par laquelle je vais me laisser porter.
"Your grandfather was a coward!" That is the angry recollection with which a former Zero fighter pilot greets two Japanese siblings who, typically, despite being educated, know next to nothing about a defining war in the Pacific that took place within living memory. This manga series can easily be seen as propaganda, especially with the author's close relationship with the nationalistic Japan Prime Minister, Shinzo Abe.
Sugoi!!! Ini adaptasi yg baik. Kalau utk plot kita sudah mahfum y, baik sekali kita bisa amati dr novelnya. Namun perkembangan cerita lewat panel2 yg ada pada jilid I ini begitu rapih dan rancak. Detail tiap psawat luar biasa. Salut utk tim asisiten hhe. Perjalanan Kentaro mencari tau masa lalu sang kakek dimulai
(li também o resto da série) é muito relevante mostrar o lado trágico e sensível dos combatentes em guerras e esse mangá faz isso muito bem - especialmente considerando que a história é contada pela perspectiva de combatentes do eixo, o que é mais incomum pra nós aqui no ocidente. também aprecio muito como a história não explicita heróis em nenhum dos lados.