Setelah membaca ini, saya jadi makin penasaran sama karya penulis sebelumnya yang sudah masuk to-read list, Fantasy. Karena halamannya lebih tebal.
Yap, karena novel ini kurang panjang!
Sebelum itu. Banyak sekali hal bagus dalam buku ini, di antaranya:
• Aura sendu yang pas. Dan meskipun muram, ada secercah harapan di belakangnya. Tipe-tipe cerita yang saya gemari.
• Kompleksnya hubungan antarkarakternya. Selain para tokohnya yang tidak hitam-putih, perasaan satu karakter ke karakter lain pun tak hanya satu. Ada benci dan cinta, rindu dan frustrasi, sahabat dan kagum, semuanya terjadi bersamaan.
• Latarnya. Baik itu latar tempat, waktu, dan eksternal seperti psikologis dan balet. Semuanya diletakkan dengan presisi dan hati-hati, sehingga terjahit baik dan indah dengan kisahnya.
• Alur bolak-balik yang meminimalisasi kedataran cerita.
• Pemilihan nama! Nefertiti ada bukan karena terdengar bagus, tapi karena kisah hidup Ibu. Begitupun Oliver.
• Semua yang terjadi berdasarkan hukum sebab-akibat yang masuk akal dan saling berkesinambungan.
• Endingnya yang pas dan bittersweet. (And no, Ma'am, I didn't hate your ending at all!)
Sekarang tentang kekurang-panjangan cerita. Menurut saya ada beberapa yang bisa dijelaskan lebih jauh. Sebenarnya dengan seratus halaman lebih pun sudah terangkum dengan baik, kalau saja saya punya ilmu awal atau apersepsi yang sama dengan pengarangnya. Saya butuh penjelasan lanjut soal Coppélia dan hubungannya dengan tema cerita, soal balet, dan karakter INTJ ini--yaitu karakter Titi dan ibunya.
Bicara soal INTJ, mungkin ini jadi sumber kediskoneksian saya dengan perasaan Titi. Saya orang INFP, dan sebagai sama-sama Ni, saya bisa memahami kesendirian Titi. Namun saya gagal paham mengapa sampai akhir pun Titi mau ibunya memandangnya bangga, dan ia tetap berusaha menjadi yang terbaik meskipun ia mengakui jiwanya tak sepenuhnya di balet.
Yah, mungkin itulah pandangan seorang INTJ. Bagi INFP sendiri, yang penting adalah orang yang kita sayangi menerima kita dan apa yang kita lakukan meski itu jauh dari yang diharapkan.
Bacaan singkat yang tak ringan. Pada akhirnya, buku ini berujar bahwa tiap orang pantas mendapatkan cinta.