Jump to ratings and reviews
Rate this book

13: Kumpulan Cerpen Horor

Rate this book
Ada sesuatu yang magis dengan angka 13. Bagi kami, ini angka berbahaya. Banyak hal aneh, bahkan menyeramkan, terkait dengan angka 13.

Jika selama ini kamu mengganggap itu omong kosong belaka, pikirkan lagi. Kisah-kisah di buku ini akan membuatmu lebih berhati-hati pada apa pun yang terkait dengan angka 13: rumah, buku, jalan, bahkan bidal . Kami dulu juga begitu, tidak percaya angka ini bisa membawa petaka. Selama dan setelah menyelesaikan kumcer horor 13 ini, kami berubah pikiran. Mungkin seusai membaca buku ini, persepsimu tentang angka 13 tidak akan sama lagi...

200 pages, Paperback

First published July 16, 2015

9 people are currently reading
140 people want to read

About the author

Primadonna Angela

50 books374 followers
Call her Donna or Angela, she might respond with a smile. This Indonesian writer divides her time juggling to make ends meet, writing, balancing her attention between her partner (Isman H. Suryaman) and children, managing the household, and of course, occasionally sipping earl grey tea to keep her sane. She has written twenty books so far, popular fiction, in Gramedia Pustaka Utama (GPU). Her newest book, Candrasa, is published in August 2017.

Her passion for new experiences propels her to seek new chances to meet more people. Enthused for fresh inspirations, she longs to join multicultural events, collecting data and broadening her horizon.

She claims to be unique, independent and strong. She dreams and imagines a lot. "But what is love, and what is life, if you do not let yourself live?"

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (14%)
4 stars
15 (18%)
3 stars
30 (36%)
2 stars
16 (19%)
1 star
9 (10%)
Displaying 1 - 18 of 18 reviews
Profile Image for Benny Setyawan.
12 reviews2 followers
February 15, 2016
Waktunya mereview buku ini setelah seminggu lebih menuntaskan seluruh isinya ^^

Sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih banyak pada Primadonna Angela dan Shandy Tan yang sudah “menghadiahkan” buku duet mereka yang pertama padaku. Semoga aku bisa mengikuti jejak kalian berdua sebagai penulis yang produktif dan menelurkan banyak karya. Menjadikan menulis bukan sekadar hobi, tapi sebuah keharusan untuk tetap menuangkan ide-ide, juga menjadikan menulis sebagai passion yang bisa menginspirasi banyak orang. I will...

Oke, sekarang aku akan membahas satu per satu sesuai urutan di dalam buku 13 ini. Dari judulnya, sudah pada tahu kan ini kumcer apa? Yup, kumcer horor. Angka 13 selalu dikaitkan dengan kesialan, misteri, atau hal-hal yang bersifat magis. Di dalam buku ini memang semuanya ada, tapi tentu saja ada kelebihan dan kekurangan yang perlu dibahas. Aku akan membahas cerpen sesuai urutan di dalam buku:

1. Cerpen Satu (PA)
Tidak ada bisa menebak kapan kematian akan datang, begitu juga Danti. Rowena––boneka yang dibelinya di toko 13 ikut terlibat dalam tewasnya Danti.

2. Cerpen Dua (ST)
Pertemuannya dengan Reta, membuat Trisa harus kehilangan segalanya untuk selamanya. Permintaan yang nggak sengaja disebutkan menjadi kenyataan. Omong-omong, Reta itu makhluk seperti apa ya jelasnya?

3. Cerpen Ketiga (PA)
Lela ingin membalas semua perlakuan temannya yang selalu menyebalkan! Lewat sebuah rumah permintaan, keinginannya terwujud. Tapi Lela tidak menyadari dia juga berada dalam bahaya.

4. Cerpen Empat (ST)
Dari ketujuh belas cerpen, cerita tentang “persahabatan” Bramanto dan Aldo yang paling aku suka. Quote pembukanya juga bagus. Nggak bisa ditebak cerita awalnya, tapi saat ke bagian tengah ceritanya, aku mulai tertarik dan menikmati cerita. Ya, menuruti kata hati memang terbaik. Mendapat julukan pengecut tidak apa-apa daripada selamanya tidak bisa melihat matahari esok hari. Hati-hati aja kalau memilih teman, kalau nggak beruntung, nasibmu bisa berakhir seperti Bramanto.

5. Cerpen Lima (PA)
Karin sebal dengan kawannya, Pitra, yang dianggapnya “kurang waras”. Tapi ketika diajak ketemuan, Karin justru mau padahal dia menganggap Pitra itu menakutkan. Dia sebuah taman, Pitra memberikan Karin sebuah “rahasia” yang membuatnya bisa berubah drastis. Tapi apa daya, Karin justru terseret dalam sebuah perjanjian dengan para mangsa-mangsa yang mengelilinginya.

6. Cerpen Enam (ST)
Punya benda peninggalan jaman dulu dari Eyang seperti Tifani? Tunggu, jangan meremehkan, mungkin itu bisa membantumu. Tapi kalau kalian tidak menuruti perintahnya, bisa saja berakibat fatal.

7. Cerpen Tujuh (PA)
Awalnya aku bingung baca judulnya. Bidal? Oke, aku memang belumpernah melihatnya langsung sampai sekarang. Intinya, ada hubungannya dengan menjahit. Maida, sejak kepergian mamanya,dia suka menjejerkan bidal itu. Yang lebih mengejutkan, mamanya punya bidal ketiga belas yang dirasa mampu mengabulkan permohonan. Dan Maida ingin membuktikannya pada Tante Sani, mama tirinya, yang memang dia benci karena suatu alasan...

8. Cerpen Delapan (ST)
Perasaan iri seseorang bisa menimbulkan petaka, apalagi bertemu “seseorang” yang sangat “baik” untuk menawarkan jalan keluar. Itu yang dialami Ayu. Dia merasa tersaingi oleh Sinta, teman sekolahnya. Buku jelek yang dibelinya di kios nenek tua berhasil membuat keinginannya tergapai. Tapi, dari semua itu, tentu saja ada akibatnya...

9. Cerpen Sembilan (PA)
Arin ingin untuk bisa bermain biola dengan baik, profesional, dan penuh perasaan. Tapi nyatanya? Dia tetap saja nggak bisa dan menganggap dirinya buta nada. Kesempatan berlatih dengan Candra, cowok yang ditaksirnya, nggak disia-siakan Arin meskipun dia tahu dia nggak bisa. Arin yang sellau diganggu oleh “makhluk lain” ketika berlatih, akhirnya berucap dia rela melakukan dan memberikan apa saja. Dan sejak saat itu, segalanya berubah...

10. Cerpen Sepuluh (PA)
Kadang, kala kita sendiri, musuh terbesar kita adalah rasa takut dan imajinasi.
Itulah yang dialami Nida yang sendirian di rumah.berbagai macam suara mengganggunya dan dia menganggap itu ulah Oreo, kucing hitam legam milik Niko, abangnya. Dia mencari-cari hewan itu, tapi nggak menemukannya meskipun sudah dicari ke seluruh penjuru rumah. Lalu Nida kaget bukan main ketika dia melihat abangnya baru saja pulang sambil menggendong Oreo karena baru pulang dari dokter hewan. Lalu siapa yang mmebuat kegaduhan tadi?

11. Cerpen Sebelas (ST)
Sifat pelupa Mayang nggak selamanya membawa efek negatif, tapi juga memberi “keberuntungan” bagi dirinya saat sebuah peristiwa mengerikan dan juga nggak disangkanya terjadi. Menurutku berbagai kejadiannya kok agak dipaksakan ya, padahal gaya berceritanya bagus. Dan kesannya dibandingkan cerpen sebelumnya, karya ST ini sedikit menurun daya tariknya.

12. Cerpen Dua Belas (PA)
Di sekolah, Tara naksir Gustaf. Tapi cowokitu malah mencuekinya, bahkan saat Tara mengajaknya jalan, Gustaf menolaknya dengan kata-kata kasar. Kesal dengan hal itu, Tara berniat untuk membalasnya. Tapi belum sempat dia tiba di rumah Nyai Seruni, dia bertemu Gustaf. Bukan itu yang menjadi fokusnya, melainkan ada suatu benda yang terjatuh dari kantong plastik yang dibawa cowok itu. Tara mengambilnya dan tak dinyana benda ber-strap ayam itu berhasil mengubah hidupnya

13. Cerpen Tiga Belas (PAST!)
Ratna nggak percaya saat temannya, Dede, bilang pohon sukun itu berhantu. Dia langsung membuktikan untuk mengambil dua buah sukun dan masing-masing dari mereka mendapatkan satu. Anehnya di sukun mereka ada koin yang terdapat tulisan. Ratna yang menganggap semua ini perlakuan iseng orang pun biasa-biasa aja, sampai akhirnya koin yang ditemukannya seolah-olah bilang jika ”dia” bisa mengabulkan permohonan. Iseng-iseng Ratna mengucap apa keinginannya dan seketika pula itu berhasil. Tapi setelah itu, Ratna ditagih oleh “seseorang” yang sudah mewujudkan keinginannya. Nggak tanggung-tanggung, permintaan itu sangat sulit dan mengejutkan sekali bagi Ratna...

14. Cerpen Empat Belas (ST)
Di sekolah, Tika dikucilkan karena penampilan dan fisiknya yang buruk. Gosip yang beredar menyebutkan Tika adalah Vampir dan sebagainya. Tapi Tika hanya diam dan bersabar. Tapi berbeda setelah hari ketiga belas. Semua akan merasakan akibatnya. Tidak kehabisan ide, lewat cowok bernama Mike, Tika berhasil membalik keadaan. Dan kini, Tiolina menanggung balasan dari Tika.

15. Cerpen Lima Belas (PA)
Lina, tiba-tiba saja seseorang yang hidup di masa neneknya menemui gadis itu dan menawarkan keabadian. Dia mengiyakan karena itu begitu menggiurkan. Tetapi itu bisa juga membuat dirinya menyesal.

16. Cerpen Enam Belas (ST)
Bantuan kecil yang diberikan Delia pada Selena yang menjadi bahan olok-olokan membuat Delia mendapatkan suatu benda yaitu patung burung gagak. Benda itu bisa mengabulkan permintaan dalam sekejap saja. Saat tinggal satu dari tiga permintaan, Delia inging mengembalikan benda itu karena semakin menakutkan, seperti pemiliknya, Selena. Dan secara nggak sengaja Delia melontarkan kalimat fatal ketika bertengkar dengan Selena di aula sekolah.

17. Cerpen Tujuh Belas (PA)
Damar menyukai Priska, begitu sebaliknya. Oleh sebab itu dia mengajak Via, pacarnya, ke resor mutiara yang konon menimbulkan kejadian buruk bagi yang mendatanginya. Damar ingin putus, dan itu berhasil. Tapi Via justru meminta Priska untuk mengajak Damar ke sana, membuktikan apa urban legend itu benar. Di sana kejadian menimpa Priska, yang membuat Damar bingung dan ngeri. Priska mendadak berubah...

Jadi, kesimpulan dari semua ulasan di atas adalah kumcer horor 13 ini secara keseluruhan cukup bagus dan menarik. Cara bercerita kedua penulis mencerminkan mereka ahli untuk merangkai kata-kata dan memilih diksi. Mereka memaparkan cerpennya sesuai gaya dan khas masing-masing.
Tapi aku menemukan beberapa cerpen yang mirip, cerita di beberapa bab dengan setting sama di bagian awal atau akhir, yaitu; liburan dan orang yang merasa dibenci atau diasingkan. Mungkin karena judulnya 13, jadi angka tiga belas bertebaran di dalam buku ini, juga hari Jumat. Toh kalaupun hari lain sebenarnya juga tidak ada masalah, kan? Yang penting rasa asli dan utama dari cerita yang disampaikan pada pembaca nggak hilang. Dan yang terakhir, inti dari hampir semua cerita adalah..... eits, aku nggak mungkin akan spoiler di sini dong pastinya. Baca sendiri aja biar kalian tahu dan bisa menilai sendiri. Okeehh?

Satu lagi, aku suka dengan jenis font-nya dan nilai plusnya lagi, nggak ada typo sama sekali dalam buku ini. Membuktikan ketelitian para penulis dan editor. Covernya juga bagus, suka.

Untuk mengisi waktu luang, buku ini bisa menjadi bacaan ringan kalian agar nggak bosan. Terumata para teenliters yang menyukai cerita horor, buku 13 ini aku rasa cocok sekali dijadikan koleksi terbaru. Mari dibeli di toko buku terdekat! Hehe promosi jadinya.
Ya udah, kayaknya aku udah kebanyakan ngoceh ya haha. Kalau dilanjut, bisa jadi buku baru ini. Cukup untuk review kali ini. Kurang lebihnya aku minta maaf kalau ada yang salah atau kurang berkenan wkakakak. Jujur lebih baik kan daripada berbohong kalaupun tetap nggerundel? Hmm... sip lah. So, i give three star for this book!

PAST! Thx U. Hihihi
Profile Image for Biondy.
Author 9 books235 followers
February 11, 2018
Kumpulan cerita horor remaja yang ditulis secara duet oleh Primadonna Angela dan Shandy Tan. Semua ceritanya berusaha dihubungkan dengan angka '13'. Ada yang penggunaan angka '13'-nya terasa alami, tapi ada juga yang kesannya memaksa atau sekadar tempelan.

Membaca kumcer ini rasanya seperti membaca salah satu manga horor yang tamat tahun 2017 lalu (yang saya lupa judulnya). Ada bagian pembuka yang seperti diceritakan oleh narator sebelum masuk ke kisah utamanya. Cerita-ceritanya sendiri tergolong ringan dan memang terasa untuk remaja.

Saya sedikit menyayangkan bahwa jumlah cerpen di buku ini tidak tiga belas. Such a missed opportunity. Mungkin dirasa terlalu sedikit kali yah, kalau hanya tiga belas cerita.

Beberapa cerita kesukaan saya dari buku ini: "Jalan 13", "Mangsa", Lembaran Ketiga Belas", dan "Misteri Dalam Lemari"

Secara keseluruhan, 13 adalah kumpulan cerpen horor yang ringan dan cocok untuk dibaca di waktu senggang. Kisahnya mungkin lebih cocok untuk remaja, tapi pembaca yang lebih dewasa juga masih bisa menikmatinya.
Profile Image for Launa.
247 reviews51 followers
June 23, 2015
Rating: 3.5/5

13. Apa yang kamu pikirkan tentang angka 13? Mungkin tak terpikirkan olehmu kalau 13 adalah angka yang benar-benar magis. Mungkin tak terpikirkan juga olehmu kalau banyak hal-hal aneh yang terjadi karena angka 13. Mungkin kamu akan beranggapan semua hanyalah kebetulan. Tapi, setelah baca buku ini, akankah anggapanmu tetap sama? Cerpen-cerpen di buku 13 bakal bikin kamu berpikir. Berpikir benar atau tidaknya semua kejadian yang ada dalam kumcer ini.

Hampir semua cerpen dalam buku ini bermula dari sebuah rasa penasaran para tokohnya akan sesuatu yang janggal. Yang mana rasa penasaran itu malah membuat mereka mengalami kejadian magis yang gak pernah terpikirkan sebelumnya. Alur ceritanya gak mudah ditebak. Tiap ending bikin mikir benar atau nggak ya kejadian-kejadian di ceritanya. Bahasa yang digunakan juga bahasa sehari-hari, tapi bukan bahasa alay loh ya. :-D

Boleh jadi karena buku ini untuk kategori teenlit sehingga hampir semua cerpennya gak begitu seram. Keseluruhan cerpennya menarik. Ada yang ceritanya terasa nyata, ada juga yang terasa benar-benar seperti cuma sebuah cerita. Ada juga yang bikin agak merinding meski gak seram.

Full review: https://coretanlauna.wordpress.com/20...
Profile Image for Yusda Annie.
221 reviews32 followers
August 18, 2015

Banyak pesan kebaikan di kumcer ini. Salah satunya, bersikaplah baik kpd orang lain alih-alih bersikap kasar apalagi menyakiti. Terkadang apa yg kita ucapkan boleh jadi menghancurkan hidup seseorang. Atau, bisa jadi kita akan menjadi sasaran balas dendam yg malah membuat kita menderita.

Jika aku merasa cerpen2 dalam buku ini tidak seram, mungkin itu karena kemasan buku ini yang teenlit. Mungkin, jika aku membacanya beberapa tahun yg lalu, atau remaja2 yg membacanya, buku ini akan lebih terasa seramnya.
Dan, yang membuat sebagian dari cerpen ini menyisakan ganjalan dalam pikiranku adl ending2nya yang hampir mirip.

Untuk keseluruhan, cerpen ini bisa mengingatkan kembali kita-kita yg sudah melewati masa remaja ke masa dimana cerita2 seram pernah menghiasi jam2 istirahat sekolah. Aku menyematkan 3 bintang untuk kumcer ini. Dan,karena Kumcer Horor 13 ini merupakan karya duet yg pertama dari Primadonna Angela dan Shandy Tan (PAST!), aku berharap PAST! akan kembali lagi dengan cerita2 yang keren.

Untuk detil yg lebih lengkap, yg mengulas beberapa cerpen diantaranya,sila kunjungi blog-ku, piiflowers.blogspot.com

http://t.co/voHRa0pYzS
Profile Image for Natha.
780 reviews73 followers
April 5, 2018
Tidak semua kisahnya bikin spooky, malah cenderung hanya sepertiganya saja yang dapat seremnya. Terutama kisah-kisah di bagian awal. Tapi secara keseluruhan, semuanya tidak masuk logika tentu saja, dari awal memang sudah sadar mereka semua tidak masuk logika. :))

Ada beberapa yang aku suka kisahnya, tapi ada di bagian belakang yang sayangnya justru merusak mood ketika si penulis membuka rahasia kisahnya di tengah-tengah (tidak akan aku sebutkan cerpen yang mana).

Tapi yang paling bikin bermasalah buatku, aku tidak suka dengan font-nya yang sangat kecil-kecil sekali. Seperti adu mungil. Semakin dibaca, justru membuat semakin lelah. Itu yang bikin buku ini lama sekali diselesaikan.
Profile Image for Irli.
69 reviews7 followers
December 16, 2017
Gak terlalu horor ini tu semacem cerita yg relate sama kehidupan gak sih? tp gak semua ceritanya juga.
Profile Image for Dian Silviani.
46 reviews4 followers
August 5, 2015
★ untuk covernya
★★ untuk ceritanya

Sepertinya harapan saya sirna sudah. Saya sempat berfikir jangan-jangan "Kumcer 13" yang saya baca akan bergenre horor. Tapi, saya simpan rasa penasaran saya. Dan ternyata.....beneran horor. :")

Kalau mau jujur novel horor TeenLit GPU terakhir yang saya (tidak selesai) baca adalah Misteri Buku Harian Joana. Kenapa? Bukanya nggak bagus, tapi karena saya nggak berani bacanya hahaha. Teenlit horor yang saya selesai baca adalah Omen, Obsesi, dan Permainan maut, ketiganya ada lucu-lucunya. Dan sekarang saya harus mereview berarti saya harus baca sampai habis dong yah, padahal kayaknya dari covernya aja nggak ada lucu-lucunya. Ah. Baiklah.
Mari membaca...........

Sinopsis :
Ada sesuatu yang magis dengan angka 13. Bagi kami, ini angka berbahaya. Banyak hal aneh, bahkan menyeramkan, terkait dengan angka 13.

Jika selama ini kamu menganggap itu omong kosong belaka, pikirkan lagi. Kisah-kisa dibuku ini akan membuatmu lebih berhati-hati pada apapun yang terkait dengan angka 13, rumah, buju, jalan, bahkan bidal. Selama dan setelah menyelesaikan kumcer horor 13 ini, kami berubah fikiran. Mungkin seusai membaca buku ini, presepsimu tentang angka 13 tidak akan sama lagi.......

Review. Sebagai orang yang tidak suka membaca buku dan menonton film horor, sinopsisnya jelas-jelas horor buat saya. Gimana enggak
"Pastikan kamu pemberani sebelum membaca kumpulan cerpen seram ini ya!" itu sepengal prakata dari Sandy Tan. Dan saya dengan tulus mengakui, saya penakut.

Cerpen pertama : 13eautiful Dolls menceritakan tentang toko boneka

Serem? Iya serem makanya banyak bagian yang saya skip. Saya jadi bingung harus ngereview apa, karena saya nggak berani bacanya, duh gimana ya.

Pokoknya yang suka novel dengan genre horor, ini wajib banget di coba, teenlit sih tapi horor banget, saya aja udah pengen ngelempar Obsesi tapi karena pelakunya Johan-manusia saya masih berani, kan manusia, Johan makan nasi kan? Cuma otaknya aja emang rada konslet, lah ini. Tokohnya hantu, nggak kelihatan, nggak makan nasi, jadi gimana ya pokoknya saya cuma baca beberapa chapter dan serem-serem.


Dan, semoga ini bukan duet pertama past! Semoga akan ada lain kali dan lain karya dari mereka.


Ps. Kalau nggak horor saya dengan senang hati menerima, kalau horor lagi, bentar saya butuh kekuatan dan keberanian hahahaha
Profile Image for Ririn.
739 reviews4 followers
December 25, 2015
Buku ini terjebak oleh temanya yang terlalu sempit, yaitu angka 13. Oleh karena kesempitan tema tersebut, muncullah 13 kisah yang sebenarnya hanya merupakan pengulangan semata, mulai dari rumah ke-13, jalan ke-13, bermacam usaha dengan nama yang berkaitan dengan angka 13 (toko boneka 13eautiful Dolls, Resor 13), hingga muncul tema-tema yang makin bodoh semacam bidal ke-13, lembaran ke-13, dan 13 ayam (what the-?). Kalau sudah tidak ada ide yang berhubungan dengan angka 13, penulis dengan mudahnya menceritakan kisah tersebut terjadi pada hari Jumat tanggal 13. I can't even...

Angka 13 juga dipaksakan muncul di beberapa kalimat yang malah membuat saya mengernyitkan dahi (karena kesel aja sih). Contoh:

Dede baru menjawab tepat tiga belas detik--ya, Ratna iseng menghitung--kemudian dengan terbata-bata,...

Banyak juga ketidakkonsistenan seperti tentang Nicolas Flamel yang ada di dalam lemari (you better believe it), Nico yang entah bagaimana bisa punya akun twitter ini tidak dapat keluar dari lemari dan muncul ke hadapan si tokoh utama (lupa namanya), tetapi bisa meninggalkan botol berisi ramuan keabadian di mejanya. How?

You can do so much better than this, authors.
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
October 9, 2015
Rapi, alurnya enak diikuti, dan kalimat-kalimatnya sungguh luwes. Sangat tidak capek ketika membacanya. Lancar sekali, selamat untuk kedua penulis.

tapi,...

Saya kurang suka dengan endingnya yang terlalu 'sama'. Dengan tokoh-tokoh yang masih remaja, saya merasa para penulis terlampau kejam dalam menulis ending cerpen-cerpen di buku ini. Maksudnya begini, cerpen horor nggak selalu berkaitan dengan kematian kan ya? Beberapa boleh, tapi kalau begitu banyak cerita berending kelam dalam satu buku ini ya bikin aura pembaca ikut kelam, jadi baiknya baca kumcer ini sambil disela baca komik lucu buat penangkal kemuraman.

Bagaimanapun, ada banyak petuah yang tersirat dari kisah-kisah dalam buku ini. Disajikan dengan baik dan lancar, pembaca remaja bisa banyak belajar tentang kehidupan di buku ini. Terima kasih buat Alvina yang sudah minjemin buku ini.
Profile Image for Ritsky.
338 reviews7 followers
February 26, 2025
Ide-ide cerpennya lumayan, sayang kurang panjang. Oke, ini "kumpulan cerpen", tapi ya gimana ya untuk beberapa cerita gregetnya masih kurang. Terus karena jumlah cerpennya lumayan banyak, sampe tengah jadi agak-agak ketebak deh ujungnya gimana. Agak mengingatkan sama Goosebumps, di mana ending2 tragisnya kebanyakan karena salah si tokoh utama sendiri.

Secara keseluruhan, it's enjoyable. Pas banget dibaca kalo lagi mood cerita serem tapi singkat :)
Profile Image for Erbe.
129 reviews
September 22, 2016
Kumcer yg isinya cerpen2 serem & keren, suka deh sama yg horor2 gini!^^ Bener2 kebayang deh horornya, nyeremin dan bikin degdegan!>.<
Semenjak selesai baca kumcer ini, ya bener, berubah deh pandangan erbe tentang si angka keramat 13, tuh angka horor juga ya!
Profile Image for Alvina.
732 reviews119 followers
September 24, 2015
Rata-rata cerpennya setema. Tentang ketidak puasan seseorang akan hidupnya lalu iri sama orang lain.
Profile Image for Eve.
Author 27 books65 followers
August 2, 2015
Kumpulan cerpen horor dan tidak ada yang mengecewakan. Akhir beberapa kisah sedikit mirip, dan itu agak disayangkan, tapi tidak mengurangi kesenangan saya membaca. Cerita favorit: Jalan ke-13.
Displaying 1 - 18 of 18 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.