Meski Delia tergila-gila lemon yang kecut, tapi urusan kisah cinta, ia penggemar kisah cinta supermanis. Buat Delia, cerita tentang kesetiaan dan ketulusan Ardan merawat dan mendampingi istrinya masuk ke kategori kisah supermanis.
Namun, ketika kekaguman terhadap kisah Ardan yang manis itu perlahan berubah menjadi cinta, Delia terjebak dalam dilema.
Delia menekan perasaannya dalam-dalam terhadap Ardan dan memutuskan menerima cinta Reza yang gigih memperjuangkannya. Delia belajar satu hal: kisah cinta sejati tak selalu berjalan mulus dan manis. Seperti lemon yang kecut tapi menyehatkan, ujian kesetiaan membuat nilai cinta menjadi lebih berharga.
Sebenarnya, ide ceritanya bagus sekali, tentang Delia yang jatuh cinta pada Ardan, salah seorang kolega di kantornya. Namun, Ardan saat itu masih beristri dan walhasil Delia mesti menahan diri agar tak merebut suami orang lain. Akhir yang diberikan juga realistis dan logis. Tetapi ada hal yang menurutku kurang di sini, yaitu kurang penjabaran, kurang emosi. Mungkin percakapan-percakapan antara Delia dan Ardan atau antara Delia dan Reza bisa diperbanyak supaya ikatannya lebih terasa karena di buku ini mereka langsung bat-bet-bat-bet, cepat sekali. Andaikan lebih mendetail pasti buku ini potensinya lebih besar.
Ini pertama kalinya aku baca dari karnya penulis. Ceritanya di awal-awal bikin gregetan sendiri dengan tingkah galau Delia (si tokoh utama).
Namun aku suka dengan deskripsi penulis tentang pandangan tokohnya terhadap cinta. Masing-masing punya persepsi mereka masing-masing.
Aku salut dengan sosok Ardan yang tetap setia dengan istrinya yang sedang koma hingga akhir hayatnya, dan Ardan selalu mendampinginya. Walaupun ada sempat aku kesal dengan sikapnya terhadap Delia. Tapi di akhirnya ada di bahas kenapa Ardan bisa seperti itu.
Untuk Delia, bukan salahnya kan dari rasa kagum perlahan-lahan malah berubah menjadi lebih. Di akhir aku dibuat terharu banget dengan keputusan Delia yang tetap setia dengan Reza. (uhh disini sedikit mengeluarkan gerimis kecil disudut mataku, heheh)
Membaca novel ini kita diajarkan bahwa, biarkan cinta masa lalu tetap di tempatnya.
Buku ini bercerita tentang seorang perempuan yang mencintai suami orang lain. Delia bekerja di Hotel The Lemon sebagai staf Public Relation (PR), namun ia sering kelimpahan tugas dari bosnya karena salah satu staf Marketing yang bernama Ardan jarang datang ke kantor. Delia sangat jengkel dan kesal dengan sikap Ardan yang terkesan dingin & seenaknya. Ardan sendiri merupakan anak mantan pemilik Hotel Arimbi yang setelah diakuisisi berubah nama menjadi The Lemon. Kisah cinta Ardan & Socha layaknya sebuah fairy tale, Ardan yang sangat mencintai Socha yang sedang koma, setia menungguinya setiap hari di rumah sakit. Delia pun merasa kagum dengan kesetiaan Ardan & perlahan rasa yang tak seharusnya muncul mulai dirasakan oleh Delia. Setiap kali Delia & Ardan bertemu, mereka selalu berdebat & ribut. Delia selalu berusaha menyangkal perasaan yang perlahan tapi pasti tumbuh di hatinya. Kehadiran Reza, teman lama Delia yang tertarik padanya membuat Delia semakin bingung. Reza kelihatannya benar-benar serius dengannya. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk berhubungan hingga berlanjut ke pertunangan. Sampai suatu kejadian diantara Delia dan Ardan akhirnya membuat Delia memutuskan untuk mempercepat pernikahannya dengan Reza. Mereka pun akhirnya menikah dan hidup bahagia. Namun naasnya, kecelakaan menimpa Reza yang menyebabkannya lumpuh. Disinilah kesetiaan cinta Delia terhadap suaminya diuji. Akankah ia sekuat Ardan yang tetap bersama Socha hingga akhir hayatnya?
Jujur sampai bagian akhir saya masih dibuat bertanya-tanya, ini Delia akhirnya sama Reza atau Ardan. Penulis bisa dengan lihainya mengecoh saya dengan kecelakaan Reza. Padahal saya sih berharapnya Delia akhirnya bersama dengan Ardan, namun apa daya penulis berkehendak lain.
Karakter Delia disini sebenarnya seperti orang yang tidak punya hati. Pertama dia mencintai pria yang sudah beristri dan kemudian, ia memutuskan untuk menikah dengan Reza padahal ia tidak yakin dengan rasa yang ia miliki untuk Reza. Rasanya tidak adil untuk Reza jika Delia menikahinya karena ingin menghindari Ardan. Saya cukup salut sama Reza yang tidak pernah mempertanyakan perasaan Delia terhadapnya, ia tetap selalu mencintai Delia. Bahkan sampai akhir pun ia masih rela memberikan kesempatan pada Delia untuk bersatu dengan Ardan. Coba mau nyari dimana cowo kayak gitu zaman sekarang?
"Terima kasih sudah membawaku kemari. Sebentar lagi memang hari jadi pernikahan kita. Awalnya aku ragu, mungkin tempat ini akan membuatmu mengingat masa lalumu. Tetapi aku pasrah. Jika pun kamu pergi meninggalkanku untuk menjemput cinta masa lalumu, aku sangat ikhlas. Sungguh. Kalau toh aku patah hati, aku bangga, perempuan seindah dirimulah yang menyakitiku. Jika pun kamu tetap bersamaku, sungguh, tidak akan aku sia-siakan kehadiranmu. Aku harus sembuh paling lama tiga tahun mendatang. Tidak akan aku pedulikan apa kata dokter yang bilang aku tidak akan pernah sembuh. Jika aku tidak sembuh, cintamu membuatku tetap hidup."
Overall, 3 bintang buat Reza yang sangat mencintai Delia dan Delia yang lulus dari ujian kesetiaan.
Sinopsis: Meski Delia tergila-gila lemon yang kecut, tapi urusan kisah cinta, ia penggemar kisah cinta supermanis. Buat Delia, cerita tentang kesetiaan dan ketulusan Ardan merawat dan mendampingi istrinya masuk ke kategori kisah supermanis.
Namun, ketika kekaguman terhadap kisah Ardan yang manis itu perlahan berubah menjadi cinta, Delia terjebak dalam dilema.
Delia menekan perasaannya dalam-dalam terhadap Ardan dan memutuskan menerima cinta Reza yang gigih memperjuangkannya. Delia belajar satu hal: kisah cinta sejati tak selalu berjalan mulus dan manis. Seperti lemon yang kecut tapi menyehatkan, ujian kesetiaan membuat nilai cinta menjadi lebih berharga.
Review: Delia bekerja sebagai Public Relations officer di The Lemon, hotel baru di kawasan kota Batu yang bernuansa putih dan kuning seperti buah lemon. Delia sangat menyukai pekerjaannya dan tempat kerjanya, disini dia memiliki banyak teman seperti Tommy, Anya dan juga teman baiknya Iyar. Tetapi ada satu orang rekan kerjanya yang selalu membuatnya kesal, namanya Ardan. Ardan ini adalah bagian dari keluarga yang dulunya memiliki hotel yang sekarang menjadi The Lemon. Meskipun Ardan sellar membuat Delia kesal, ia tak pernah bisa benar-benar membenci Ardan. Salah satu alasannya adalah karena kisah cintanya yang bittersweet dengan istrinya yang mengalami koma.
Suatu hari Delia datang menjenguk istri Ardan untuk melihat keadaannya dan juga meminta maaf kepada Ardan atas perseteruan yang sebelumnya terjadi di kantor. Pada saat Delia menjenguk dan berbincang-bincang dengan Ardan mereka berciuman. Ciuman tersebut adalah sebuah kekhilafan, tapi untuk Delia ciuman itu membangunkan rasa sukanya kepada Ardan. Delia tidak pernah berani mengungkapkannya ke Ardan karena dia tidak ingin merebut suami orang dan juga tidak ada tanda-tanda bahía Ardan juga menyukainya balik.
Di sisi lain, Delia sedang mennangani salah satu acara di hotelnya. Acara tersebut ternyata berhubungan dengan Reza, teman lamanya yang jelas-jelas memiliki perasaan untuknya. Di sinilah dilema Delia mulas muncul, selama dia menangani acara yang berhubungan dengan Reza, semakin cepat juga pergerakan Reza untuk mendekati Delia. Delia sebenarnya tidak memiliki perasaan kepada Reza karena dalam hatinya dia hanya memiliki tempat untuk Ardan tetapi Delia juga sadar bah kemungkinan dia bisa bersama Ardan tipis. Kemudian keadaan juga semakin rumit waktu Reza melamar Delia.
"Sebenarnya cinta bisa mendewasakan seseorang. Itu kalau orang itu siap untuk jatuh cinta. Makanya, jangan meremehkan jatuh cinta."
Ini novel ke-2 penulis yang kubaca dan aku jauh lebih menyukai novel ini. Walau awalnya aku sempat gregetan banget dengan karakter Delia yang super duper galau tetapi menjelang ending aku benar-benar dibuat terharu.
Ini tentang kisah Delia, wanita 27 tahun yang bekerja sebagai PR di sebuah Hotel "The Lemon" di Batu, Malang. Hidupnya terasa baik-baik saja, tetapi tidak dengan hatinya. Kehadiran Ardan, rekan kerjanya membuat hidupnya jungkir balik, terutama perasaannya.
Sejak awal Delia dan Ardan, seperti kucing dan tikus. Selalu saja berdebat, apalagi Ardan sering sekali mangkir dari pekerjaannya karena mengurus Socha, istrinya yang sedang koma. Sehingga Delia sering ketiban pekerjaan yang seharusnya dihandle oleh Ardan. Hal ini makin diperparah dengan sikap Ardan yang dingin, ketus, membuat Delia sering naik pitam.
Tetapi Delia pun tetap saja jatuh kasihan dengan Ardan, apalagi melihat Ardan yang begitu setia mendampingi istrinya. Awalnya Delia merasa kasihan, tetapi perasaan itu datang tak dijemput, tahu-tahu Delia sudah jatuh hati terhadap Ardan. Perasaan terlarang yang seharusnya tidak pernah ada, apalagi Ardan sudah menikah.
Disamping itu, ada sosok Reza, teman SMPnya yang sedang mendekatinya. Tetapi Delia tidak merasakan perasaan yang sama seperti perasaannya terhadap Ardan. Ketika desakan untuk Delia segera menikah, minimal bertunangan datang dari keluarganya, Delia pun makin dilema. Apalagi tiba-tiba kejadian yang seharusnya tidak terjadi begitu saja terjadi diantara Delia dan Ardan...
Delia pun berada di persimpangan, memilih Reza yang mencintainya atau mencintai Ardan dengan segala risiko yang ada...
Sampai disini, jujur aku dibuat jengkel setengah mati dengan Delia, yang seakan-akan menjadi drama queen, menjadi orang paling menderita karena cinta. Tetapi, aku pun tak bisa menyalahkan dirinya karena cinta memang kadang-kadang tidak bisa memakai logika.
Bagaimana akhir kisah Delia???
Ah, aku tidak ingin banyak mengisahkan kisah ini, takutnya malah berujung spoiler. Membaca kisah ini membuatku belajar mengenai mencintai dan arti kesetiaan. Mencintai dengan sepenuh hati dalam suka dan duka, belajar dan berdamai dengan masa lalu.
Sejak awal aku sudah jatuh cinta dengan sosok Reza, walau memang part tentangnya sangat sedikit sekali. Tetapi menjelang ending, aku benar-benar dibuat terharu olehnya, membaca surat Reza itu membuatku terharu dan bisa merasakan cinta yang begitu dalam.
Delia yg tiba2 jatuh cinta ke Ardan yg notebene suami orang udh bikin bingung. Interaksi Delia - Ardan kan dikit bgt, kok tb2 jatuh cinta? kalo krn alasan terharu akan kisah cintanya Ardan, mgk lebih tepat di sebut simpatik. Bingung sama sifat Anya , sahabatnya Ardan-Socha dan deket sm Delia di kantor. Awalnya di gambarkan sebagai pribadi bijak, tapi aku gak ngerasa dia kayak gitu waktu sekonyong2 nuduh Delia-Ardan selingkuh, trus musuhin Delia. okeee dia sahabatnya Socha, tapi orang bijak gak sembarangan nuduh orang, dan komentar2 Anya ke Delia ttg Ardan kok ya malah ngebuat Anya terlihat dangkal. Belum lagi part2 terakhir yg menceritakan Socha sempet sadar dari koma dan langsung bilang ke Ardan bahwa Delia itu orang yg tepat(apasih inii). Trus juga soal "suara" yg suka muncul di pendengaran Delia(?). Aku gak dapet feel galaunya Delia, yg katanya jatuh cinta pada suami perempuan yg tengah koma. Aku juga gak dapet feel Delia-Reza, jadi menurutku.. untuk cerita yg kayaknya bakal melankolis, galau tapi berujung manis, mbak penulisnya agak kurang berhasil. Eh tapi aku dapat info ttg khasiat buah lemon, trus pernikahan Delia-Reza yg simple bisa jadi referensi.
aku terpikat dengan covernya yang seger! baik aku mengulas sedikit tentang apa yang aku dapat dari cerita ini.
buku ini bercerita tentang Delia seorang wanita berumur 27 tahun yang bekerja sebagai Public Relations di sebuah hotel di kota Batu, Malang. sekilas terlihat Delia mempunyai hidup yang baik-baik saja, kariernya cemerlang dan dia mempunyai sahabat yang selalu ada untuknya. tapi berbeda dengan hatinya yang selalu merasa galau terus terhadap teman kerjanya; Adnan.
Adnan mempunyai sebuah kisah yang cukup melankolis. ia sudah menikah dengan Socha, tapi sayangnya pernikahan mereka harus di uji dengan keadaan Socha yang mengindap kanker dan berakhir koma. Adnan yang cukup mencintai istrinya selalu berusaha merawat mendampingi istrinya setiap hari. kisah itulah yang membuat Delia akhirnya terkagum-kagum dan masuk ke dalam kategori kisah termanis versinya.
namun, rasa kagumnya itu perlahan berubah menjadi cinta. Delia terjebak dalam perasaannya sendiri. di saat perasaannya sedang terombang-ambing muncullah sosok Reza--teman lamanya menawarkan sebuah kisah cinta yang serius. karena kegigihan Reza dalam memperjuangkannya membuat Delia akhirnya menerima cinta dan menikah dengan Reza. ia menekan semua perasaan terhadap Adnan dan mulai mencintai Reza.
dua tahun pernikahan rumah tangga mereka di uji dengan keadaan Reza yang cukup memprihatinkan setelah mengalami kecelakaan. akankah Delia tetap setia dengan Reza dan menerima keadaannya ataukah ia memperjuangkan kembali cintanya setelah tahu bahwa Adnan kini telah sendiri?
penutupan ending yang cukup manis sih menurutku. aku di buat terharu dengan keputusan yang di ambil Delia.
ngomongin tentang kekurangan novel ini mungkin cuma di bagian chemistry antara Delia dan Reza yang kurang. juga penyelesaian alurnya yang terkesan cepat. selebihnya aku suka dengan cerita ini.
Halah aku kok ya ambyar 😭 Suka banget sama ide cerita dan penyelesaiannya Simple, tapi penuh emosi Menyentuh hati banget deh pokoknya 😂 Walaupun agak kecewa sama perubahan karakter Anya, yg mendadak jadi drama dan agak lebay, harusnya sih ga usah digemborin kalo dia karakter yg bijaksana, biar aja pembaca yg nilai, soalnya ga penting juga sih dikasih tau di awal karakter dia kaya gimana Trus interaksi antara Ardan-Delia dan Reza-Delia ini berasa kurang, jadi ya gue sbg pembaca kaya dipaksa nerima aja Delia dipasangin sama salah satu dr mereka However, cukup bikin galau sampe bab akhir sih nge-ship Delia sama siapa hehehe Buku ini juga ngasih pelajaran banget tentang kesetiaan, entahlah apa aku bisa kaya si tokoh ini kelak wkwk
Delia bekerja sebagai PR di hotel di kota Batu. Disana, dia jatuh cinta pada Ardan, manager marketing yang cukup dingin karena stres menghadapi istrinya yang sedang koma karena kanker. Delia tahu dia tak boleh memiliki perasaan pada Ardan. Namun, keduanya pun tak sengaja berciuman. Hal itu membuat hubungan Ardan dan Delia merenggang. Disaat yang sama, Delia bertemu kembali dengan Reza, teman SMP nya yang berusaha mengejar dia. Delia pun tahu dia harus merelakan Ardan dan memilih Reza padahal dia masih terus memikirkan Ardan. Ceritanya memiliki plot yang tidak mainstream ditambah ketika membaca novel ini kita dibuat larut dengan jalan pikiran Delia yang bimbang dengan pilihannya.
Emm... maaf sebelumnya. Tapi saya benar-benar tidak menikmati alur ceritanya.
Dialognya terasa kaku, pun dengan narasi maupun deskripsi. Chemistry antartokoh juga tidak dapat.
Padahal ekspektasi saya lebih dari ini, mengingat ini adalah novel Amore yang harusnya bagian romannya terasa manis. Tapi di novel ini... entahlah... saya tidak menemukannya.
Agak membosankan sih menurutku but gpp sih aku suka alur nya ga terlalu ribet, bahasa nya ringan, walaupun aku selang dgn beberapa buku lain tp akhirnya selesai jg:')
Hanya sanggup membaca hingga halaman 99 dan stop, berakhir di situ.
Sejak awal sudah tidak simpatik dengan tokoh utamanya yang terkesan jatuh cinta dengan suami orang lain, well, memang istri sang suami itu sedang koma dan terbaring layu di kamar RS. Tapi khan si tokoh TAHU! Tahu itu suami orang, tahu istrinya sedang sakit, bahkan pernah datang menjenguk, apa masih pantas dekat-dekat meski akhirnya ada rasa bersalah?!
Kalau memang ada rasa bersalah, sewajarnya menghindar dong, bukankah Anya (si teman dari istri-suami itu) sudah memberi wanti-wanti? Ini rasanya seperti si tokoh nempel melulu. *rollingeyes* Mau setampan apa pun, kalau statusnya masih suami orang, rasanya tidak nyaman membacanya. Halaman terakhir yang kubaca adalah ketika kedua tokohnya saling berciuman, entah siapa yang memulai (fyi, aku langsung skip beberapa halaman dan tahu-tahu mereka ciuman, aku terlalu syok untuk baca ulang), dan kuputuskan untuh menyudahi membacanya. Percuma membaca kalau sudah tidak simpatik dengan tokohnya.
Mungkin endingnya manis, mungkin kisah ini berending berbeda, tetapi aku memutuskan tidak akan membaca. Thanks. :)
This entire review has been hidden because of spoilers.
"Sebenarnya cinta bisa mendewasakan seseorang. Itu kalau orang itu siap untuk jatuh cinta. Makanya, jangan meremehkan jatuh cinta."
Ini adalah kisah Delia yang entah kenapa rasa simpatinya terhadap seorang Ardan berakhir pada perasaan jatuh cinta. Padahal Delia tahu Ardan adalah suami dari seorang wanita yang sedang koma panjang karena kanker. Perasaan Delia terhadap Ardan ini sempat tercium oleh Anya, sahabat istri Ardan sekaligus rekan kerja Delia dan membuat Delia dirundung dilema. Di sisi lain, pertemuan dengan teman semasam SMP yang telah berpisah lama membuat Delia pangling, dia adalah Reza yang secara terang-terangan menunjukkan bahwa dia jatuh hati padanya. Pernikahan adik Delia yang sudah direncanakan lebih dulu memaksa Delia untuk mensyahkan hubungannya dengan seorang lelaki, dan lelaki yang beruntung itu adalah Reza. Tetapi Delia masih penasaran dengan perasaan Ardan padanya, apalagi selepas istrinya yang koma tersebut meninggal.
3 bintang untuk novel ini yang syarat akan nasihat tentang kesetiaan dan komitmen, terlepas dari ceritanya yang agak membosankan dengan Shadelia yang terlalu memuja suami orang (Ardan) hingga berubah menjadi terlalu cinta. Beruntung Shadelia menemukan dan memilih Reza pada akhirnya mengingat apa yang sudah diperbuat Reza selama ini padanya.
Awalnya kupikir ini novel tentang cinta dengan cara yang salah tapi bakal berakhir indah. Dan meskipun di separuh novel bagian depan itu ceritanya cukup datar dan agak nggak jelas, Ternyata... Nggak terduga kalau endingnya bakalan bagus, yaitu tentang kesetiaan. Sebetulnya memang inti permasalahannya adalah ujian kesetiaan. Bagaimanapun, kesetiaan adalah hal yang mewah dan sangat diidam-idamkan, apalagi setelah melewati ujian yang cukup berat.
Hanya mau bilang jika setiap manusia dewasa itu memang harus bertanggung jawab pada semua keputusan yang sudah diambilnya. Hanya saja, mengambil keputusan pada saat hati bimbang untuk 'menyelamatkan ' diri kok rasanya kurang bijak, ya?
itu saja sih. hehehe... aku ngomong apa sih sebenarnya?
Aku suka plot ceritanya. Sayangnya kurasa novel ini terlalu terburu2. Jadi aku kurang dapat feel dari novel ini. Perasaan menghianati, perasaan bersalah, nggak aku dapatkan saat membaca kisah Delia.