Weihnachten steht vor der Tür und Makoto freut sich riesig auf ihr erstes gemeinsames Fest mit Shun. Doch dann bekommt sie Fieber und ihr Date scheint ins Wasser zu fallen. Zum Glück wird noch rechtzeitig alles gut und es kommt zum ersten Kuss! Makoto schwebt auf Wolke sieben, ganz im Gegensatz zu ihrer Schwester Rika. Denn diese fürchtet, von ihrem Freund verlassen zu werden. Und auf einmal wird deutlich, dass in der Welt des superschönen Models auch nicht alles Gold ist, was glänzt ...
Wie immer sehr süß, aber da ich keine Ahnung mehr habe was in den vorigen Bänden passiert ist, werde ich diese auf jeden Fall nochmal lesen bevor ich den nächsten anfange 😌
Makoto, siswi kelas satu SMA yang selalu berpikiran negatif, sekarang sudah jadian dengan Iriya! Tapi dia gelisah karena Iriya sangat populer di kalangan cewek.
Sementara itu, kakak Makoto, Rika si model terkenal, juga punya kisah cinta yang manis!
***
Seperti biasanya, volume ini berisi lima chapter utama. Di awal, kita akan disajikan dengan hal yang membuat kencan Makoto dan Iriya untuk melihat pohon natal jadi batal. Karena satu dan lain hal, Iriya jadi mampir ke rumah Makoto saat malam natal. Saat itulah Iriya mengerti penyebab di balik sikap Makoto yang selalu tidak percaya diri. Aku sangat senang karena Iriya ternyata mau dan mampu membela Makoto bahkan saat pacarnya tidak ada. Benar-benar seorang gentleman! Makoto dapat dua hadiah natal yang sangat indah dari Iriya. Hanya saja, apa hadiah natal Makoto untuk Iriya? Kenapa tidak ditunjukkan, ya?
Bedanya dari semua volume sebelumnya, kali ini fokus utama author adalah menunjukkan kisah cinta kakak Makoto, Arika, yang ternyata tidak lancar. Meskipun banyak cowok yang menyukainya, hati Arika hanya tertuju untuk satu orang. Kau tidak akan menyangka bahwa Naoki, orang yang disukai Arika, sangatlah biasa. Bahkan, kulihat-lihat jadi mirip Makoto sifatnya. Makoto juga menyadari hal itu. Kuharap Arika bisa terus berbahagia dengan Naoki!
Iriya ini cowok populer yang langka! Meski dapat segunung cokelat valentine, baginya, buatan Makoto adalah satu-satunya yang ia inginkan. Makoto membuatku iri!
Yusa seperti biasa suka sekali beradu mulut dengan Uki. Sepertinya itu adalah cara mereka menunjukkan keakraban terhadap satu sama lain. Sementara itu, Shirayuki terlihat memiliki perasaan terhadap Uki. Hm... Kira-kira perasaan apa itu?
Side story-nya sangat tidak terduga, soal Shiho, pacar Watase. Di balik sifatnya yang sangat baik hati itu, ternyata ia menyimpan rasa tidak aman di dalam hatinya. Ya, wajar, sih. Siapa juga yang aman kalau melihat pacar bertemu kembali dengan cinta lamanya. Syukurlah, Shiho bukanlah orang yang jahat.
Kisah dalam side story satunya adalah mengenai Arika saat pertama kali menyadari perasaannya kepada Naoki. Benar-benar manis! Lalu, volume kali ini diakhiri dengan gambar-gambar kelinci yang imut karya anak-anak SD di Jepang!
Kalau-kalau aku belum menyebutkan, aku suka dengan author ini karena ia tidak hanya fokus mengembangkan karakter tokoh-tokoh utamanya saja. Tokoh sampingan juga dapat porsi cerita dalam serial ini. Side story-nya pun masih berhubungan dengan alur ceritanya. Pokoknya, aku tidak sabar membaca volume selanjutnya!
Sugar Soldier is a great series if you enjoy cute shoujo fluff. The characters are all likeable, the romance is sweet and largely drama-free with both leads treating each other sweetly. There are nice friendships and family relations that don't fall short either. The art is quite typical shoujo but very pretty, definitely one of Sakai's best art-wise.
Although this series does delve into some more serious themes - child abandonment, terminal illness, sibling rivalry and even an implied sexual assault - I found this to be an incredibly light series. It's great as it gives it a nice wholesome feeling without having to over complicate things. But it also means there's no true conflict to overcome which means the series bumbles along a little bit. This is by no means a bad thing as it'll be perfect if you truly just want a cute high school romance with friendships, but it won't pack the same punch as some more complex series. I definitely would recommend for fans of the genre though.
Es ist soweit Makoto und Shun haben ihr erstes Date. Fast hätte es jedoch nicht stattgefunden, weil Makoto sich zu sehr übernommen und kurz davor Fieber bekommen hat. Bis Shun ihr spontan das Geschenk vorbei bringen wollte und sie im selben Moment aus dem Zimmer trat. Makotos Mutter konnte nicht glauben, dass der perfekte Shun der Freund von Makoto und nicht von Rika ist. Es gab sogar eine kleine Auseinandersetzung und letzten Endes sind sie doch zu ihrem Date „geflohen“.
In diesem Band dreht es sich jedoch ein wenig mehr um Makotos große „perfekte“ Schwester, Rika. Hier bekommen wir ein paar Einblicke in ihrem Liebesleben. Sie selbst ist Model und alle erwarten von ihr, dass ihr Partner ebenso Model sein sollte. (So wie ihre Mutter dachte, dass Shun ihr Freund wäre, weil er optisch eher zu ihr passt) Tatsächlich hat sie auch gerade etwas mit einem am laufen, jedoch ohne jegliche Gefühle für ihn. Diese empfindet sie eher für jemanden, der genau das Gegenteil ist. Doch letzten Endes siegt doch immer die wahre Liebe. Ich fand die Story einfach so cute!
This entire review has been hidden because of spoilers.