Helena Anthonia Maria Elisabeth Dermoût-Ingerman was born in Pekalongan, Java, Indonesia, on 15 June 1888 and died in the Hague, the Netherlands, on 27 June 1962. She was a Dutch-Indonesian author.
Judul : Puteri Pulau Pengarang : Maria Dermout Tahun : 1977 Penerbit : Pustaka Jaya Jumlah Hal. : 74 -------------------------------- Sinopsis : Kota Goa, India. Alkisah seorang Abdis (Ibu Biara) dari Portugis dan seorang perwira laut Inggris kawin lari. Keduanya sama-sama dianggap melanggar janji dan sumpah atas jabatannya masing-masing. Mereka lari dan sembunyi, sampai lahirlah seorang anak lak-laki (sampai akhir kisah nama anak laki-laki terebut tidak pernah disebutkan). Pada saat usia anak laki-laki itu lima belas tahun, dia melarikan diri dari kedua orang tuanya dengan cara menyelinap pada sebuah kapal laut yang hendak melakukan perjalanan ke Australia.
Ditengah perjalanan, terjadi pemberontakan para awak kepada Nahkoda kapal. Anak tersebut menjadi tawanan pemberontak dan diturunkan secara paksa bersama para awak yang setia kepada Nahkoda di wilayah Banten. Pada saat usianya 40 tahun, dia menikahi Madelon seorang janda kaya raya berdarah Belanda bercampur Hindia (Indo) dan tinggal di dekat Batavia. Dari pernikahannya lahirlah anak laki-laki dinamai Boy. Boy sangat dimanja oleh Madelon. Apa-apa yang diinginkan selalu dia dapatkan, sehingga dia tumbuh menjadi seorang yang gemuk yang tidak mengerjakan apa-apa, tidak tahu apa-apa dan tidak belajar apa-apa dan tidak menginginkan apa-apa. Boy menikahi Nina disaat usia Nina hampir 17 tahun. Ayah si Boy mengirimkan mereka berdua ke sebuah pulau yang disewa di wilayah Padang yang dikelilingi ombak dan gelombang Samudera Hindia, dengan maksud membuat mereka lebih dewasa dan bertanggung jawab atas hidup mereka. Tentu saja semua fasilitas dan keperluan hidup di pulau telah dipersiapkan dengan lengkap. Selang beberapa waktu kemudian lahirlah Nonce dan Roosye yang berkulit kehitam-hitaman, orang-orang memanggil mereka Puteri Pulau.