Risetnya matang, akhir ceritanya tak tertebak, penggambaran latar belakang lokasi serta suasana pada masa tersebut sangatlah baik.
Saya hanya merasa terganggu dengan penggunaan 2 nama (nama asli & nama Jepang) untuk setiap Jugun Ianfu yang digunakan bergantian secara acak. Jadi membingungkan. Mungkin akan lebih mudah bagi pembaca jika setelah menggunakan nama Jepang lalu konsisten dengan nama Jepang saja.
Satu hal lagi yang membuat saya merasa agak terganggu, ketika Miyako hamil dan tidak memberitahukan kepada Yamada tapi di sepanjang buku kemudian mengesankan bahwa Yamada menolak untuk bertanggung jawab dan memenuhi janjinya. Tapi yah, melihat usia Miyako juga masih belia, mau tidak mau saya tidak berani menghakimi.
cerita sebenarnya dalam novel ini yang paling menarik mengingat jugun ianfu merupakan korban dari kisah pilu Indonesia menghadapi penjajah. Jalan cerita di novelnya juga menarik. hanya saja, yang menjadi ganjalan saya adalah terkait dengan nama panggilan yang berbeda antara versi jawa dan jepang. Ada juga beberapa istilah jawa yang tidak di beri footnote. selain itu, kisah cinta dalam novel ini juga ambigu. sangat sulit sekali untuk memberikan kesimpulan akan kisah cinta Lasmirah/Miyako. Sebanarnya akan lebih menarik lagi apabila dalam setiap pristiwa, tempat dan kejadian bersetingkan kisah nyata yang ada dalam sejarah atau literatur cerita sehingga timbal baliknya dari membaca buku ini adalah membaca arsip2 asli sejarah Indonesia. Meningkatkan nasionalisme
The book can be rather confusing to read, since it doesn’t differentiate when is flashback and when is the present. Plus there’s no footnotes for many of the Javanese words, although thankfully now there’s Google.
The story itself is intriguing, but not so much. I’d not recommend the book :/
I think it's a good book to read. We can imagine the life of a women that live in time when Japan became colonized in Indonesia. It's not easy as a woman that time, but they have to staying alive because there is hope.