Jump to ratings and reviews
Rate this book

Love Is Friendship

Rate this book
Salsa suka Evan, Evan dekat dengan Faya. Tora suka Salsa, Shila cinta Tora. Cinta memang membingungkan, tapi persahabatan ternyata tempat bersandar paling setia.

Salsa yang cantik dan mudah bergaul menyukai Evan. Sayangnya Evan malah bersikap cuek. Melihat kedekatan anak baru bernama Faya dengan Evan, Salsa pun minta dicomblangi Faya. Bahkan Salsa sampai tega menjauhi Tora dan Shila, dua sahabat yang selama ini setia mendukungnya. Seperti bisa diduga, Salsa kemudian malah mendapati Faya jatuh cinta pada Evan.

Sakit hati, Salsa pun memutuskan sekolah di Australia dan mengubur rasa cintanya pada Evan. Padahal di malam perpisahan, Evan menyatakan perasaan sebenarnya pada Salsa. Sementara Tora juga memberanikan diri menyatakan cintanya pada sang sahabat. Apa daya, nasi telah menjadi bubur, Salsa tetap pergi.

Evan nekat ingin menghalangi kepergian Salsa. Apakah Salsa akan luluh pada Evan yang mirip Virgo, kekasih di masa lalu? Lalu siapakah pengantin priaa mirip Evan yang di sebuah pesta pernikahan sepulangnya dari Sydney?

142 pages, Hardcover

First published April 1, 2

9 people want to read

About the author

Witri Prasetyo Aji

3 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (40%)
4 stars
0 (0%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
2 (40%)
1 star
1 (20%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for R-Qie R-Qie.
Author 4 books9 followers
October 13, 2018
Salsa, gadis cantik, kaya, populer, dan ceria, amat mencintai Evan, cowok cool dan jago basket. Segala macam cara Salsa lakukan demi mendapatkan cinta Evan. Akan tetapi, cowok itu memilih cuek. Mengabaikan perasaan Salsa meski sebenarnya ia memiliki perasaan yang sama. Ia terlampau minder membandingkan keadaannya dengan Salsa yang bagaikan langit dan bumi. Ia pun berlindung di balik topeng keangkuhan agar Salsa menjauh darinya.
***
Buku tipis ini diawali dengan sinopsis. Yup, benar-benar sinopsis. Ringkasan cerita dari awal sampai akhir. Bukan semacam blurb yang biasanya bikin penasaran. Lha, kalau sudah tahu keseluruhan jalan cerita hanya dari dua lembar sinopsis, buat apa lanjutin baca? Tapi berhubung buku ini beli, pake duit sendiri, dan saya tipe orang yang nggak mau rugi, akhirnya novel setebal 142 halaman ini saya lahap dalam sekali duduk. Bacaan ringan ciri khas teenlit. Typo lumayan, sering salah nulis nama, datar, beberapa diksi puitisnya agak dipaksakan. Endingnya terburu-buru dan saya mengakhirinya sambil bilang, “Lha, cuma gini doang?” Satu bintang.
***
Displaying 1 of 1 review

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.