Saya merekomendasikan buku ini untuk teman-teman yang ingin mempelajari filsafat—politik, terutama para filosof dari Barat. Buku ini bisa menjadi gerbang awal untuk mulai memahami pemikiran politik, khususnya dari Barat. Bahasanya yang lugas, jelas, dan mudah dipahami cocok untuk yang baru mulai belajar. Walaupun bahasanya sederhana, tetap tidak menghilangkan esensi pemikiran aslinya. Justru dengan ini pembaca jadi mudah menangkap, memahami, serta—harapannya—menumbuhkan minat terhadap filsafat politik itu sendiri.
Seharusnya saya menyelesaikan buku ini semester tiga kemarin, tetapi karena beban tugas dan banyak referensi buku lain yang harus dibaca membuat buku ini terjeda. Meskipun begitu, untuk mengisi waktu luang bulan puasa ini saya rasa tidak ada salahnya menyelesaikan bacaan ini sebelum semester baru tanggal 2 Maret nanti.
Ada satu bagian, yang selama ini saya hanya berani berasumsi, yang seolah memvalidasi asumsi ini, yakni terkait kemunculan fasisme—dalam hal ini di Jerman. Ahmad Suhelmi, dalam buku ini, menjelaskan bahwa salah satu faktor kemuncul fasisme di Jerman adalah faktor psikologis yang terbentuk akibat sejarah panjang depresi ekonomi dan Perang Dunia II. Kira-kira sederhananya begitu.
Selama ini saya penasaran kenapa bisa sosok Hitler bisa naik ke tampuk ke kekuasaan dan mendominasi, ternyata ini—salah satu—penyebabnya. Intinya buku ini cocok untuk dijadikan pengantar, terutama mahasiswa Ilmu Politik yang ingin mendalami pemikiran politik, terutama para pemikir dari Barat.
This is a mandatory book for me back when I studied my undergraduate degree. But this book is very easy to read and understand. If you want to know the introduction to western political thought, like Aristotle, Plato, Rousseau, etc., but not wanting to make you think too hard then this one is for you. You'll be exposed to their environment and you'll understand what the people and the situation were that made them thought such a view.