Membacanya terasa sejuk dan menyegarkan. Komik lucu dengan nutrisi rohani yang dirindukan. -Vbi Djenggoten (komikus best seller 99 Pesan Nabi)
Sebuah komik yang banyak menukil dari lucunya kehidupan sehari-hari, dengan meneladani Al Qur'an dan Hadits Rasulullah saat melihat tingkah lucu orang-orang di sekitar kita. Dikemas santai, menghibur dan yang pasti menambah ilmu agama tanpa menggurui. Hal yang paling menarik adalah kejadian-kejadian di komik ini banyak yang saya alami lho. Penuh berkah bagi yang memiliki komik ini tentunya. -@alfatihsatria (komikus best seller Al Fatih 1453)
Keindahan komik ini terletak pada upaya untuk menghidupkan Sunnah Nabi dalam pengalaman kecil sehari-hari. Kemasannya menyegarkan. Masyaa Allah! Saya suka banget buku ini. Bagus buat hadiah teman, keluarga, biar menasehati untuk lebih baik tanpa kesan menggurui, hehe. -Ardian Syaf (komikus Superman dan Batman, DC Comics)
Komik ini seperti penyejuk di hati, sungguh pelajaran yang menyenangkan untuk setiap individu dalam keluarga. Ringan tapi sarat akan ilmu dan akhirnya sukses membuat saya pengen jadi baik! :) -Erfian Asafat, ilustrator Darul Arqam Studio
Full of wisdom! Squ menyampaikan dengan sangat baik bagaimana nilai-nilai Islami diterapkan kepada diri sendiri dan keluarga dengan cara yang aplikatif, jenaka dan menginspirasi, dalam bentuk interaksi Abah, Kevin dan Ummi, karena dari keluarga yang baik kita dapat membuat kehidupan bermasyarakat ini "jadi baik" :) -Rio Sabda, ilustrator Deadwolf Studio
Biasa dipanggil squ (konon singkatan dari susu qudaliar hahaha). Fiskus yang komikus. 07.30-17.00 sebagai fiskus. Sisanya komikus. Sehari2 kerja sebagai pegawai negeri sipil (auditor) di Kementerian Keuangan RI. Hobby menulis, menggambar dan makan. Berkacamata plus cuma buat baca, ngomik ama foto2 selfie setengah badan (idiih). Homebase di Jombang, Jawa Timur. Tapi saat ini tinggal di Jakarta Timur bersama keluarga.
"Kalo kamu mau sesuatu tapi gak ada uang ya nabung aja dulu.. kalau udah terkumpul baru beli, apa-apa jangan selalu dipaksakan kalau memang belum waktunya punya.“ . . Masih sama dengan komik 1 kemarin. Inspiratif, ringan dan lucu 😂. Cerdas banget penyampaiannya. Cocok banget nih buat anak-anak biar belajar banyak dari komik ini. Remaja dan dewasa juga gapapa kok baca ini, gk dilarang 😀 hehe Isinya recommended banget soalnya... .
-- 13.02.21 Judul buku: Pengen Jadi Baik 2 Penulis: Squ Jumlah halaman: 176 Penerbit: Wake Up Early
Meskipun buku ini adalah jilid kedua, Pengen Jadi Baik jilid 2 (PJB 2) ini tetap dimulai dengan perkenalan tokoh yang ada di dalamnya, yaitu Abah, Mama K, dan juga K--anak semata wayang mereka. Cerita dimulai dengan kelelahan mereka menghadapi banjir yang berulang kali harus mereka hadapi selama tinggal di sebuah rumah kontrakan di Bekasi. Mulailah mereka mencari rumah lain yang lokasinya terbebas dari banjir dan juga dekat dengan sekolah K. Di awal halaman, komikus menggambarkan kondisi dan situasi sehari-hari di jalan raya ibu kota yang tentunya akrab dengan kehidupan kita (pengguna jalan DKI), yang membuat kita bergumam, "Bener banget tuh," sambil menertawakan diri sendiri. Tentunya ciri khas PJB tidak hilang dalam jilid ini: dilengkapi dengan hadis dan doa pendek, serta terselip pesan-pesan baik yang menyentil dan bisa kita terapkan, namun penyampaiannya tetap jauh dari kesan menggurui. Meskipun tiap kisah dan pelajarannya dikemas dalam bentuk komik, buku ini tidak hanya bisa dinikmati oleh anak-anak, namun ceritanya bisa dibaca dan pesannya bisa diterima oleh pembaca di segala usia. Di bagian akhir buku, penulis menambahkan beberapa cerita tanpa gambar berdasarkan pengalamannya. Dari lima cerita, penulis menghabiskan lebih banyak halaman tentang baiknya Salat Tahajud dibandingkan tema lainnya. Tanpa mengurangi pentingnya tema lainnya, penulis ingin mengingatkan kita, sekaligus memberikan tipsnya agar kita lebih mudah menjalankan salat Tahajud. "... HUKUM "TRUK SAMPAH" NYA DAVID J. POLLAY. BANYAK ORANG SEPERTI (MEMBAWA) TRUK SAMPAH MEREKA. MEREKA BERJALAN KELILING MEMBAWA SAMPAH SEPERTI: FRUSTASI, AMARAH, DAN KEKECEWAAN. SEIRING DENGAN SEMAKIN PENUH KAPASITASNYA, SEMAKIN MEREKA BUTUH TEMPAT UNTUK MEMBUANG SAMPAHNYA." (Hlm. 151)