What do you think?
Rate this book


360 pages, Paperback
First published July 1, 2015
"Ya, cerita itu memang belum selesai. Seakan waktu berjalan terlalu singkat hingga tahun ajaran itu tak cukup menampung kisah mereka. Kisah dari satu kelas kecil yang tak tahu kapan dimulai dan ternyata tak pernah diselesaikan."Ini adalah kali keempat aku membaca karya Arini Putri dan aku sangat berterima kasih karena pada kesempatan kali ini penulisnya berbaik hati mengirimkan buku ini untuk aku baca dan review. Kisah See You Again ini ber-genre young adult; menceritakan kisah masa remaja serta berbagai macam permasalahan yang mereka hadapi pada masa itu. Awalnya aku cukup khawatir karena ada banyak karakter yang diperkenalkan dalam buku ini, tetapi untungnya Arini Putri berhasil memfokuskan ceritanya pada beberapa karakter tertentu. Ditulis dari sudut pandang ketiga, cerita ini memiliki alur maju mundur dengan dua setting waktu: yang pertama adalah tahun 2014 saat Bagas menemukan novel grafis yang dibuat oleh teman sekelasnya, dan yang kedua adalah tahun 2007 saat mereka semua masih duduk di bangku SMA.
"Kalian bisa belajar banyak dari semua peristiwa yang kalian alami selama berada di kelas ini... Tentang persahabatan tulus yang selalu kalian butuhkan, mimpi yang selalu tak pernah terlambat untuk diperjuangkan, juga hal-hal yang tak bisa berjalan sesuai dengan kemauan kita. Selama kalian bisa memetik pelajaran itu dan bertumbuh dewasa bersamanya, kalian tidak pernah gagal. Karena tujuan sekolah ini bukan hanya nilai, melainkan juga belajar bagaimana kita hidup."Seperti yang sudah aku sebutkan sebelumnya, ada banyak karakter yang terlibat dalam buku ini. Tetapi karakter yang paling berkesan untukku adalah Dito, sahabat baik Bagas. Dito adalah karakter yang sangat menyenangkan, ia berhasil membuatku tersenyum beberapa kali selama membaca buku ini, dan ia adalah seseorang yang sangat setia kawan. Selain itu interaksinya dengan Nira juga sangat manis. Karakter Angin juga tidak kalah berkesan karena aku rasa ia melalui perjalanan yang paling emosional di antara karakter lainnya. Tentunya aku juga tidak akan lupa menyebutkan karakter Bagas yang berperan sebagai semacam pusat bagi kelas XII Bahasa. Masih ada banyak karakter lain yang mendukung jalannya cerita, tetapi aku tidak akan menyebutkan semuanya dalam review ini agar kalian bisa berkenalan sendiri dengan mereka saat membacanya :)