Colette Carson tidak butuh lelaki dalam hidupnya. Yang paling diinginkannya melebihi apa pun adalah memiliki anak. Ia pun menjalani inseminasi buatan untuk mewujudkan impiannya tersebut. Kemudian datanglah koboi tampan, Tanner Rothman, ke kotanya dan membuat dunia Colette yang aman menjadi jungkir balik. Koboi tampan yang suka menguasai ini memiliki semua karakter yang tidak disukai Colette, namun diam-diam ia tidak dapat menghindari ketertarikan yang sangat kuat di antara mereka...Di balik penampilannya yang arogan, Tanner ternyata pria yang sensitif dan seksi. Pria yang menurut Colette sangat menawan. Namun ketika Colette menyadari bahwa ia sudah jatuh cinta pada pria itu, ia pun berhadapan dengan dilema terbesarnya maukah pria yang berpikiran konvensional ini menerimanya jika ia mengandung anak dari pria lain?
Buku ini ketemu di tumpukan buku lawasku dan aku ga ingat pernah beli buku ini. Karena agak mulai reading slump, kupikir buku tipis begini bisa membantu. Ya membantu sih, buku ini habis dalam 3 hari.
Apakah bagus bianget? nggak.. biasa aja. Awalnya sih menjanjikan tapi lama-lama kok jadi hah.. apaan sih, makin dibaca, endingnya malah berasa dicepet-cepetin biar tamat.
Tapi 2 tokoh utamanya sama-sama ga jelas si.. Ga bikin bersimpati sama sekali.
I don't know why Goodreads doesn't have the English version of this... but at any rate, it's called "What if I'm Pregnant'. It's pretty much the cowboy version of that JLo movie, "The Back-up Plan".
Colette is a successful working woman who is helping a young woman get her footing in the city by offering her a job as her assistant and letting her use the spare room in her apartment. She's beautiful, business-savvy... and has just been artificially inseminated, because she doesn't need a man, but would love a child.
Meanwhile, the young girl she's taken under her wing (Gina) has a good ol' boy big brother who raised her single-handedly, and isn't ready to cut the umbilical cord, even though Gina's 21 years old and has made up her mind to try city life. He - Tanner - shows up in the city with the belief that he can either sweet talk or drag his baby sister home.
When it becomes too difficult, he decides to try to enlist the help of the roommate... and in the process falls in love with a less-than-traditionally minded girl.
The story might have been cute if a) Tanner hadn't been a Neanderthal, b) half the dialog wasn't fighting, and c) there had been some actual chemistry. But when you have people with that much animosity, it's not the kind of friction that sparks heat - it just gets tedious.
VERY little mention is even made of Colette's desire to be a mother, or the insemination process or her THOUGHTS while waiting to see if she's pregnant. It's really not the story at all - the story is Gina (and later Colette) vs. the cowboy. Who apparently was rich off his butt, to be able to stay in a hotel indefinitely in a city far from the ranch, where he's NOT getting it done. ((shakes head)) I... had issues with this story, all the way around.
Dengan ibu yang menolaknya, Colette memutuskan untuk mandiri dan tidak bersandar kepada orang lain kecuali kepada dirinya sendiri. Oleh sebab itu dia memutuskan untuk menjalani inseminasi buatan, dan itu sebelum dia menemukan Tanner adalah pria yang sangat menarik. Tanner sendiri merasa Colette membawa pengaruh negatif bagi adiknya, karena karakternya yang sangat kuat dan mandiri, dimana dia sudah merencanakan masa depan yang nyaman bagi adiknya. Tanpa mengetahui latar belakang Colette, Tanner berusaha mencelanya, dan ketika menyadari apa yang selama ini memicu kemandirian Colette, Tanner akhirnya menyerah pada kata hatinya, bahwa dia sudah jatuh cinta pada Colette. Hanya sekarang perasaan Colette menjadi bimbang, bagaimana jika dia hamil, apakah Tanner bersedia membesarkan anak dari pria lain ? Ada bagian yang menyedihkan dalam buku ini, yaitu saat ibunya menelpon hanya untuk memberitahu dan memberi tugas kepada Colette, bahwa dia akan pergi dengan kekasihnya, Colette diminta untuk mengurus binatang peliharaannya. Atau bagian dimana ibunya tidak tertarik atau bahkan tidak mengucapkan selamat saat Colette berhasil mengembangkan usahanya.
Gw pikir ini buku menceritakan wanita yg telah memutuskan menjadi single-mother melalui proses inseminasi dan menceritakan lika-liku peliknya. Ternyata oh ternyata... ini novel hanya menceritakan Tanner, seorang koboy, yang berusaha mengajak pulang adiknya kembali ke kampung. Namun Gina, sang adik, bersikeras tidak mau kembali dan akhirnya Tanner mengubah siasatnya dengan mendekati Colette, teman akrab Gina. Dan akhirnya malah menyebabkan Tanner dan Colette saling jatuh cinta.
Alur cerita yang datar, tidak menantang... ga sampai 2 jam sudah kelar nih bacanya.
note to myself: Sikap defensif yang ditunjukkan tokoh-tokoh dalam buku ini dengan body language sesuai dengan ilmu nya. Kekayaan psikologis yang diselipkan dalam buku ini menambah nilai buku. Sikap defensif tersebut seperti melipat tangan di dada, menjauhkan tubuh dari meja ke sandaran kursi (saat duduk).