Jump to ratings and reviews
Rate this book

Menulis dan Berpikir Kreatif Cara Spiritualisme Kritis

Rate this book
Ayu Utami adalah penulis yang tak hanya produktif dan konsisten, tetapi juga mendapatkan penghargaan nasional dan internasional. Ia menerima Prince Claus Award tahun 2000 untuk sumbangannya di bidang sastra. Sebelumnya, ia mendapatkan fellowship sebagai intelektual publik dalam Asian Leadership Fellow Program di International House of Japan, Tokyo. Buku-bukunya telah diterbitkan dalam bahasa asing, termasuk Amharik (Ethiopia).

Ayu memperkenalkan "spiritualisme kritis" pertama kali dalam novelnya, Bilangan Fu. Konsep itu ia kembangkan dalam kelas menulis dan berpikir kreatifnya. Buku ini mengajarkan jurus-jurus kreatif dari dalam, bukan dari luar; untuk menjadi pencipta, bukan peniru. Juga memberi panduan untuk membangun "pabrik kreativitas" dalam diri agar kita kreatif sekaligus produktif, seperti yang ia telah buktikan.

201 pages, Hardcover

First published June 29, 2015

43 people are currently reading
206 people want to read

About the author

Ayu Utami

37 books777 followers
Justina Ayu Utami atau hanya Ayu Utami (lahir di Bogor, Jawa Barat, 21 November 1968) adalah aktivis jurnalis dan novelis Indonesia, ia besar di Jakarta dan menamatkan kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor, Matra, Forum Keadilan, dan D&R. Tak lama setelah penutupan Tempo, Editor dan Detik pada masa Orde Baru, ia ikut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen yang memprotes pembredelan. Kini ia bekerja di jurnal kebudayaan Kalam dan di Teater Utan Kayu. Novelnya yang pertama, Saman, mendapatkan sambutan dari berbagai kritikus dan dianggap memberikan warna baru dalam sastra Indonesia.

Ayu dikenal sebagai novelis sejak novelnya Saman memenangi sayembara penulisan roman Dewan Kesenian Jakarta 1998. Dalam waktu tiga tahun Saman terjual 55 ribu eksemplar. Berkat Saman pula, Ayu mendapat Prince Claus Award 2000 dari Prince Claus Fund, sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag, yang mempunyai misi mendukung dan memajukan kegiatan di bidang budaya dan pembangunan. Akhir 2001, ia meluncurkan novel Larung.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
34 (33%)
4 stars
42 (41%)
3 stars
19 (18%)
2 stars
4 (3%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 19 of 19 reviews
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
July 21, 2015
Sesuai judulnya, buku ini bukan hanya tentang teknis kepenulisan, tapi juga tentang proses berpikir kreatif. Ayu Utami membahas tentang struktur dalam narasi, bagaimana kita membuat bank ide, karakter dan sudut pandang, gaya bahasa, hingga tentang bunyi dan ritme.

Isinya penuh dengan gambar yang membantu pembaca untuk lebih memahami konsep yang sedang dibahas. Ayu Utami juga memberikan berbagai contoh yang menarik dan memberi pengetahuan baru buat saya pribadi. Salah satu contoh favorit saya adalah pembahasan cerpen "Dua Lalaki Sagitarius" yang ditulis oleh Putri, salah seorang peserta kelas kepenulisan yang dimentori Ayu Utami. Ayu Utami mengambil posisi sebagai seorang editor dan memberikan catatan-catatan yang bisa dijadikan pembelajaran bersama.

Di buku ini juga Ayu Utami memberi penekanan pada otentisitas ketimbang orisinalitas. Maksudnya, dia lebih suka sebuah karya yang dihasilkan dengan kejujuran dari penulisnya, ketimbang sebuah karya yang "dianeh-anehkan" hanya agar tampak orisinal.

Seni adalah usaha mencari bentuk estetik bagi kejujuran. (hal. 181)


Secara keseluruhan, saya suka banget dengan buku ini. Isinya menarik dan memberi banyak pengetahuan. Buku ini cocok untuk orang-orang yang tertarik dengan dunia menulis kreatif.
Profile Image for Nikotopia Nikotopia.
Author 4 books21 followers
September 3, 2015
Review ini ada sebab saya membaca dua kali buku Ayu Utami. Awal membaca saya kebut, membaca cepat hanya dapat permukaannya saja, untuk tahu apa isinya--Di satu sisi kepepet deadline, sih.

Pembacaan yang kedua, karena lumayan lengang bisa membaca penuh perhatian, dan mendapat banyak letupan ide serta inspirasi.

Menurut saya buku ini sangat BAGUS, kenapa saya bilang begitu. Sebab Ayu Utami menguak formula-formula miliknya, dalam menulis dan berpikir kreatif Cara Spiritualisme Kritis. (Cara yang selalu ia tuliskan dalam karyanya, Bilangan Fu, hingga series-nya.) Seolah saya tahu cara berpikir Ayu Utami.

Bintang satu: saya suka covernya, simpel asik dan font-nya bagus. Warnanya juga oke, orange. Mengingatkan saya pada warna orange spidol copic.

Bintang dua: ilustrasi di dalamnya, sangat menarik. Apalagi yang gambar semua Ayu Utami. Gambarnya memberikan penjelasan pada apa yang dibahas di tiap bab. Font di dalam tidak menganggu meski berbeda-beda. Mungkin karena ada gambar dan warna, jadi font tidak membuat kita yang membaca terganggu.

Bintang tiga: Isinya pastinya dong. Yang saya tahu semua buku HOW TO itu pasti KEBANYAKAN TEORITIS, Kan HOW TO memberikan panduan terlebih dahulu, bila ingin praktek ya selesai membaca atau di selesai Bab, barangkali sudah ada perintah untuk latihan atau praktek. Seperti Buku The Artist Ways-nya Julia Cameroon. Di setiap Bab ada latihan-latihan.

Dan di halaman 3, Ayu Utami memberikan PERINGATAN dalam gambar tengkorak, tinta font putih dan background hijau. Disana di katakan
Kadang ada yang bilang, menulis kreatif kan seharusnya bebas, tak usah pakai teori. Orang ini betul tentang KEBEBASAN. Tapi salah tentang cara melihat PANDUAN.

Wong jelas banget tertera PERINGATAN di sesi 1 & 2, bahwa membaca buku ini mungkin akan sangat melelahkan, ya akan banyak teori. Kalau masih pada ngeluh bilang buku ini SOK TEORI. Ya kan sudah dikasih tahu, di PERINGATAN. Makanya Peringatan yang dibuat Ayu itu, agar kita tidak takut atau tidak bosan dalam memahami isi/teori di bukunya. Intinya mah lah: Jangan membunuh ilmu saat engkau membaca, kalau menurut saya. Nggak bakal dapat apa-apa.

Saya suka latihan merumuskan ide, I D E adalah letupan yang selalu menemukan saya dalam keadaan apapun. Tabel Proses Kreatif Ayu Utami membantu saya lebih jelas lagi merumuskan IDE dan itu sangat membantu sekali. Apalagi dalam penggarapan Script.

Di Sesi dua ada Ci Luk Ba! Saya suka Ayu Utami membuat formula yang berdasarkan Ci-Luk-Ba! Kok bisa yah terlintas pikirannya, membuat formula dari hal simpel (Bayi seneng di Ci Luk Ba-in) untuk grafik suspense cerita, itu keren banget.

Bintang Empat: Ayu membagi tiga hal di buku ini: Mari Membangun Kerangka, Mari Membangun Daging, dan Mari membangun Kulit.

Tiga Hal itu, masuk Teori bagaimana menggarap, Ide, Peta Cerita, Gaya Bahasa, Narasi, Dialog, Karakter, Konflik, Setting dan lainnya.

Diantara selipan buku ini, disitulah kita diajak berpikir kritis, merenung, dan secara tidak langsung, selesai membaca buku ini, membuat saya berpikir, bahwa kita seperti Tuhan, saat kita mencipta sebuah dunia berisi tokoh-tokoh yang kita ciptakan, dan bagaimana tokoh kita bertahan dalam prahara hidupnya. Dalam Takdir cerita yang kita buat.

Tidak kasih bintang 5: karena cetakan buku ini, ringkih, apalagi di spiral dan sambungan spiral ke hard cover, bagian dalam kertasnya tipis banget, gampang robek. Dan punya teman saya, gara-gara jatuh ke lantai, spiralnya copot dari hardcover. Semoga KPG membuat Buku Menulis dan Berpikir Kreatif cara Spiritualisme Kritis Jilid 2 bila dispiral lagi, mohon kertas dalamnya agak tebalan. Atau jangan Spiral, meski keren kayak file, tapi sayang ringkih.

Secara keseluruhan saya SUKA buku ini. Mencerdaskan Penulis seperti saya. Biasanya saya memang selalu membeli Buku HOW TO WRITE A BOOK OR SCRIPT, untuk melihat cara/formula yang dijabarkan atau dpakai Pengarang dalam menuliskan karyanya. Untuk mendapatkan pengetahuan lagi.

Selalu ditunggu Buku: Menulis dan Berpikir Kreatif cara Spiritualisme Kritis jilid 2, dan karya fiksi Ayu Utami lainnya.

Tabik
Nikotopia
Profile Image for Aesna.
Author 3 books13 followers
July 19, 2015
Beberapa pekan terakhir, saya jujur kalau saya tengah mencari buku-buku how to mengenai tulis-menulis. Ketika hari ini saya pergi ke Gramedia, buku ini menjadi sorotan penuh dalam lemari spesial yang ada gapura hiasnya. Dan yang lebih bagus lagi, buku ini ditulis Ayu Utami.

Saya comot dan saya bawa, lalu saya baca.

Kesan saya setelah menamatkannya: banyakan teoritis lu!

Saya tidak mau ambil pusing mengenai penambahan kata Spiritualisme Kritis dalam judul buku, saya butuh kata Kreatifnya. Dan buku ini tidak menawarkan hal yang baru kecuali penjelasan dari bla, bla, bla.

Jika boleh dan berani membandingkan, tentunya dengan Creative Writingnya AS Laksana, tentu buku ini sangat jauh sekali. Seolah-olah kehidupan 20 tahun menulis Ayu Utami hanya menawarkan tips dan trik yang kering. Boleh jadi, memang buku-buku -dalam hemat saya- AS Laksana tidaklah setenar Ayu Utami. Namun, jika dilihat dari kematangan menulis -yang bagi saya diukur ketika telah berani menulis buku tips, trik Menulis- Ayu utami tentu terseok-seok mengejar mas Sulak.

Dan, saya sedikit menyarankan tentang font dalam bukunya. For me, ganggu banget.
Profile Image for Steven S.
703 reviews66 followers
June 27, 2017
Menulis itu nggak perlu dikekang aturan ini itu, seimbang saja.

Buku yang digagas oleh Penerbit KPG ini membawa pembaca untuk berlatih menulis kreatif bersama Ayu Utami. Sosok yang tidak disangsikan lagi karyanya di dunia menulis Indonesia. Dari awal hingga akhir, penulis seolah mengajak kita ikut sebuah kursus penulisan cerita pendek. (Bagi yang ingin menulis novel, sila lihat buku kedua yang telah terbit awal bulan)

Di dalam buku ini, penulis berbagi beragam tips dan tools menulis kreatif. Sebagai seorang pemula, buku dalam bentuk binder ini menyenangkan dan mudah untuk dipahami.

Satu hal yang harus diingat, ilmu adalah laku. Sebaik-baiknya tips yang berguna tersebut, harus dilatih. Salam buku itu seru.
Profile Image for Mantapmart dot ID.
3 reviews
May 15, 2017
mungkin lebih baik membaca dulu karya-karya nya mba ayu sebelum membaca buku ini, karena belum tentu cocok dengan cara penulisan yang di inginkan, jika sudah baca karya-karya nya, pasti mengerti ke arah mana alur pemikiran untuk mencari inspirasi dari buku ini :)

seri ke 2 dari buku ini rencana terbit 05 juni 2017 => http://www.mantapmart.id/2017/05/menu...
613 reviews11 followers
December 8, 2019
This book is like Creative Writing 101. It has a lot of useful frameworks and suggestions, and essential writing techniques. Some parts would be redundant to a more accomplished writer. I like the content, but I'm not a fan of the writing style, I wish it's more concise. I found myself breezing through some sections just because of its flowery prose, which is not to blame due to its subject matter, perhaps more of a matter of personal taste. However, I couldn't think of any better book if you want a guide on Indonesian creative writing.
Profile Image for Penerbit  KPG.
30 reviews6 followers
October 4, 2019
Suka baca buku, suka menulis. Penasaran ingin bisa menulis namun sering kebingungan mau memulai dari mana? Yuk, ikuti video Tips dan Trik Menulis Ala Ayu Utami ini. Setiap langkah dijelaskan dengan mudah beserta contoh-contohnya.
https://youtu.be/w8xfetoVzt4
Profile Image for Yustisia.
19 reviews
November 24, 2021
Waw seru banget baca buku ini. Bener benef membantu untuk membedah kepala dan isinya agar berpikir kreatif. Biasanya orang yg ngasih panduan menulis cuma isi ala kadarnya. Sementara dalam buku ini, pembaca benar benar dipandu untuk menulis. Mulai dari penciptaan ide, mulai menulis, merangkai bahasa, hingga estetika dari tulisan itu sendiri. Sampai tujuan dari menulis itu sendiri. Top banget pokoknya!
Author 2 books11 followers
December 3, 2017
Sayangnya istilah-istilah yg sebenarnya untuk mempermudah malah susah untuk dicerna—untuk saya pribadi. Saya malah lebih suka dengan buku yang kedua. Metodenya lebih terpakai dan membantu saya dlm menulis. Mungkin karena tiap orang punya metode berpikir yg berbeda, jd buku ini tdk untuk semua orang.
Profile Image for Marco Armando.
12 reviews10 followers
January 24, 2018
Berbeda dgn buku panduan menulis lainnya yg berfokus pd teknik menulis, Ayu Utami berhasil mengajarkan kita proses mencari, mengembangkan, dan memperkaya ide-ide kita sendiri untuk bisa dijadikan cerita.
Profile Image for Dhei.
39 reviews
January 25, 2020
Sebenarnya buku ini mirip-mirip dengan buku Menulis dengan Emosi. Hanya saja pilihan katanya yang beda. Jadi, berasa harus mikir keras, maksudnya apa. Namun, secara keseluruhan menarik.
Profile Image for LiLa.
317 reviews12 followers
February 15, 2023
Prequel dari Menulis dan Berpikir Kreatif Cara Spiritualisme Kritis 2 dan "bocoran"nya sich merupakan materi ajar Ayu Utami di kelas menulisnya. Berdasarkan informasi di bagian belakang buku, jilid 1 ini diperuntukan bagi cerita pendek. Jilid 2 diperuntukan cerita yang lebih panjang semacam novel. Tapi menurut saya, tips yang dibagikan di jilid 1 ini juga bisa digunakan dalam membangun novel (atau karya tulis lain).
Buku ini terdiri dari sepuluh bab yang dikelompokan kembali menjadi beberapa bagian (yang namanya mirip dengan anatomi manusia: kerangka, kulit, daging, dll). Melalui sepuluh bab itu, buku ini memberikan pedoman untuk penulisan (dan cara pikir) kreatif. Pedoman loh, bukan larangan. Selain itu (mungkin karena ini merupakan materi ajar), buku ini juga dilengkapi dengan "soal" latihan. Rasanya, kalau ikutan kelas menulis, pasti "jawaban" tiap peserta akan diperiksa dan diberi catatan sama Mba Ayu (saya mungkin dapat catatan paling banyak berkat kebodohan saya). Beberapa contoh tulisan di buku ini juga hasil latihan dari peserta kelas menulisnya yang sudah diberikan catatan di sana-sini. Berhubung saya latihan swadaya, saya kebingungan sendiri ini kurangnya apa, hahaha...
Secara teknis, beberapa keyword sengaja dicetak berbeda dengan keseluruhan kalimat. Beda dalam ukuran font dan juga warna font, jadi stand out. Bagi saya, perbedaan ini cukup membantu karena ada kata atau kalimat yang langsung di-scan sama mata dan dikirim ke otak. O iya, sepemahaman saya, buku ini tidak memberi pedoman seperti: kalian harus buat plot dulu, perkenalkan tokoh kalian, berikan masalah, berikan solusi, tutup dengan indah. Engga. Pedomannya cukup longgar dan saya merasa lebih cocok dengan pendekatan yang dipakai di buku ini.
Bagi saya pribadi, buku ini luar biasa menarik. Saya jauh lebih bisa memahami buku ini ketimbang materi kursus menulis online yang pernah saya ikuti (harganya ga jauh beda tapi saya justru lebih banyak menyerap ilmu dari buku ini).
Profile Image for Redi Aryanto.
4 reviews
August 27, 2025
pengetahuan yang tercantum dalam buku ini dan sangat renyah sekaligus segar. banyak ilmu baru yang saya dapatkan. cara baru dan sudut pandang baru.
Profile Image for Anton.
157 reviews10 followers
August 3, 2025
Proses menulis ternyata bisa begitu menyenangkan dan membebaskan. Sah-sah saja untuk taat kepada format dan aturan yang telah ada, tetapi hal lebih penting lagi adalah melepaskan semua imajinasi kita ketika menulis. Tidak ada hukum matematika dalam menulis karena menulis adalah perjalanan merayakan segala kemungkinan.

Buku ini memberikan sudut pandang baru bagaimana proses menulis itu ternyata amat lekat dengan hal-hal sederhana yang kita alami tiap hari. Bagian paling mengena, tetapi lucu, adalah tentang struktur menulis yang serupa permainan masa bayi dan kanak-kanak dulu, ci-luk-ba!

Tak sekadar menyenangkan, tetapi juga menegangkan. Ada keceriaan. Ada ketegangan. Ada proses menunggu agar seruan "baaaaa!" pada akhir permainan itu menciptakan kesenangan paripurna. Menulis pun memerlukan proses serupa.

Namun, buku ini tak sekadar tentang permainan cilukba. Dia menyajikan sudut pandang baru proses kreatif menulis sastra, terutama cerita pendek atau bahkan novel. Strukturnya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu kerangka, daging, dan kulit. Daging, misalnya, termasuk fokus, karakter, deskripsi, dan seterusnya.

Bagi mereka yang sedang memerlukan sudut pandang baru cara menulis, buku ini wajib dibaca. Apalagi, dia melengkapinya dengan contoh-contoh karya, yang dibuat dari sekadar ide menjadi cerita pendek yang begitu renyah saat dibaca.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ivonne.
6 reviews
October 7, 2015
Buku ini, menurut saya, sangat membantu untuk memperkaya ide menulis. Memang sih saya belum mencoba latihan-latihannya, tapi membacanya saja saya sudah excited, apalagi mencoba. Hehehe.

Semoga saja tulisan saya bisa jadi lebih kaya dengan buku ini.
Profile Image for Reyhan Ismail.
Author 3 books10 followers
December 14, 2018
Melogikakan imajinasi dan membuat khalayalan menjadi masuk akal.

Salah satu buku panduan menulis kreatif yang gagasannya sangat terstruktur dan dengan sudut pandang penggalian ide yang menarik. Membacanya seperti membangun pondasi dan kerangka berpikir kreatif mulai dari hal-hal kecil.
Displaying 1 - 19 of 19 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.