Beberapa bulan yang lalu aku dapat kesempatan untuk riset ke sekolah teman Tuli untuk keperluan pekerjaan. Sebagai orang yang belum pernah berinteraksi dengan teman Tuli, aku lumayan bingung. Sampai-sampai aku ngebut baca Demystifying Disability buat tau do and don'ts berinteraksi dengan teman Tuli. Kesimpulan dari bukunya sebenernya simpel, yaudah berinteraksi biasa aja. Don't say things that you won't say to able-bodied person. Tapi.. Setelah dipikir-pikir, kenapa aku merasa panik begini, ya?
Aku sadar interaksiku dengan teman yang punya disabilitas sangat minim, sehingga aku menempatkan mereka sebagai orang asing. Apakah mereka punya kehidupan yang berbeda? Tentu saja. Tapi kita kan, sama-sama manusia? Mungkin yang membuatku merasa gap-nya begitu jauh adalah aku tidak pernah benar-benar berusaha mengerti bagaimana rasanya menjadi teman Tuli.
Setelah membaca Dunia Lisbeth, aku ingin memeluk kak Grace dan berterima kasih banyak sudah menulis buku ini. Lewat membaca Dunia Lisbeth, aku banyak belajar dan sedikit-sedikit mengerti bagaimana teman Tuli hidup sehari-hari. Mulai dari Tuli itu macam-macam jenisnya, sampai intonasi tidak dibangun dari tinggi rendah suara, melainkan dari intensitas tatapan mata. Sebagai teman dengar, aku merasa buku ini adalah jembatan yang selama ini aku cari untuk belajar dengan cara yang menyenangkan, tapi tetap belajar berempati dalam waktu yang sama.
Selain ceritanya yang ringan dan heartwarming, Grace juga menulis buku ini dengan riset yang mendalam dan penuh kehati-hatian. Teman Tuli menjadi panggung utama seraya mengedukasi pembaca bagaimana hak teman Tuli seringkali diabaikan. Aku pun ikut senang novel ini ikut di-proofread oleh 6 teman Tuli. Ini menunjukkan kesungguhan penulis untuk tidak hanya meminjam identitas mereka untuk jalan cerita semata.
Romansa yang manis, persahabatan yang hangat, hubungan keluarga yang kompleks, semua lengkap di Dunia Lisbeth. Kalau dibanding Perkumpulan Anak Luar Nikah, aku ngga bisa pilih karena dua-duanya bersinar dengan caranya sendiri, dan dua-duanya dapat bintang lima. Baguuus banget. Kalau butuh bacaan yang heartwarming sambil belajar dunia teman Tuli, please read Dunia Lisbeth. You wont regret it.