“Mendongak melihat burung terbang berlalu bersama kawan pergi tanpa khabar hati gundah dan gusar langit yang diam menanti dari semalam masih tersimpan doa di langit Tuhan”
Begitu langit kesepian, diam tanpa sepatah jawapan. Begitulah manusia keresahan, menanti dengan penuh harapan. Pada kuasa Pemilik Alam, menadah doa yang lama tersimpan. Percayalah lantunan puisi-puisi di dalam buku ini pasti akan mengusik rasa dan emosi sekalian manusia malah juga mampu menyembuhkan keterlukaan dan kepayahan dalam kehidupan.
Buku kumpulan puisi Langit yang Diam dengan sejumlah 50 buah karya puisi akan membawa manusia menerjah kebesaran Tuhan.
Saya suka pendekatan yang penulis guna untuk puisi-puisi ini. Penulis tidak terlalu banyak menggunakan bahasa yang agak tinggi, menyebabkan saya rasa lebih rapat dan mudah memahami makna kata-kata tersebut.