Jump to ratings and reviews
Rate this book

Matinya Socrates

Rate this book

110 pages, Paperback

First published January 1, 2015

18 people are currently reading
104 people want to read

About the author

Plato

5,209 books8,644 followers
Plato (Greek: Πλάτων), born Aristocles (c. 427 – 348 BC), was an ancient Greek philosopher of the Classical period who is considered a foundational thinker in Western philosophy and an innovator of the written dialogue and dialectic forms. He raised problems for what became all the major areas of both theoretical philosophy and practical philosophy, and was the founder of the Platonic Academy, a philosophical school in Athens where Plato taught the doctrines that would later become known as Platonism.
Plato's most famous contribution is the theory of forms (or ideas), which has been interpreted as advancing a solution to what is now known as the problem of universals. He was decisively influenced by the pre-Socratic thinkers Pythagoras, Heraclitus, and Parmenides, although much of what is known about them is derived from Plato himself.
Along with his teacher Socrates, and Aristotle, his student, Plato is a central figure in the history of philosophy. Plato's entire body of work is believed to have survived intact for over 2,400 years—unlike that of nearly all of his contemporaries. Although their popularity has fluctuated, they have consistently been read and studied through the ages. Through Neoplatonism, he also greatly influenced both Christian and Islamic philosophy. In modern times, Alfred North Whitehead famously said: "the safest general characterization of the European philosophical tradition is that it consists of a series of footnotes to Plato."

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
15 (16%)
4 stars
29 (31%)
3 stars
42 (45%)
2 stars
5 (5%)
1 star
2 (2%)
Displaying 1 - 15 of 15 reviews
Profile Image for Farrahnanda.
Author 9 books21 followers
January 15, 2016
Menarik. Suka sama pemikiran Socrates soal kematian. Agak lucu sama konsep reinkarnasi dan moksa di sini, mungkin karena udah kena doktrin agama saya sejak kecil. Jadi yang yang saya pakai ya konsep yang itu soal kehidupan setelah mati. Terus selain itu bahas biologi dan sedikit geografi juga matematika. luas ya Socrates ini. Dan gaya bahasa Plato nulis ini indah.
Profile Image for Nadhifah.
5 reviews
September 17, 2020
Ada beberapa hal yang aku sorot ketika membaca Matinya Socrates..
Di antaranya, bahkan di detik2 menuju hukuman matinya saat di penjara, dia menyatakan "Kebahagiaan datang menyusul setelah rasa sakit di kakiku yang disebabkan oleh rantai" (Hlm. 7).. Iya.. Tentu saja kematian yang akan dihadapi ke depan bukanlah hal yang harus ditakuti dan ditangisi.. "Seberharga apa sihh dunia ini sampai harus ditangisi.. " Kata mbah Sujiwo Tejo. Socrates jelas memikirkan betul makna kehidupan dan kematian..
Bagi Socrates, kematian adalah lepasnya jiwa dari belenggu tubuh. Jiwa dan tubuh memiliki sifat yang berbeda. Jiwa kata Socrates, paling mirip dengan Tuhan, abadi, tak bisa berubah, sedang tubuh tak bisa dimengerti, multi bentuk, bisa berubah, dan bisa larut. (44)
"Jiwa tak tampak akan pergi ke alam tak tampak kepada yang ilahi dan abadi dan rasional, dia tinggal dalam kebahagiaan dan bebas dari kesalahan dan kebodohan manusia, ketakutan mereka dan nafsu liar mereka dan semua keburukan manusia" (45) "dan tinggal bersama dewa2"
"Kecuali jiwa yang tercemar dan tak suci yaitu yang selalu berkawan dan melayani tubuh dan nafsu serta kesenangan tubuh, sampai ia terdorong untuk percaya bahwa kesenangan hanya eksis dalam suatu bentuk ragawi. Jiwa yang yang terpikat oleh jasmani akan terus tertekan dan terseret ke alam kasat mata, karena dia takut terhadap yang tak tampak dan alam bawah"

(Kenapa kamu baru membaca buku ini?) iya2, aku memang sangat terlambat untuk membaca buku ini.

Mengapa Socrates tidak takut mati? Bagi Socrates, "murid sejati filsafat memburu kematian. Mereka punya alasan untuk bergembira ketika akan mati, dan bahwa setelah kematian dia mungkin berharap untuk menerima kebaikan terbesar di alam lain".
"Siapapun yang punya jiwa filsafat akan rela mati, meskipun dia tidak akan mengakhiri hidupnya sendiri karena hal itu dianggap tidak benar".

Ada hal lagi yang menjadi sorotanku. "Seorang filsuf harus mencela kesenangan2 yang melibatkan tubuh".
Karena sesorang yang terjebak dengan nafsu yang mengikuti tubuh tidak akan sampai kepada kebenaran haqiqi..

~
Profile Image for Adi.
158 reviews19 followers
January 25, 2016
Dengan buku yang dibungkus rapi dengan plastik dan cuma ada secebis sinopsis di halaman belakang sebagai pembayang, aku duga ini adalah terjemahan karya Plato yg berjudul Apologia Sokratouz,
bila dah beli dan kupas plastiknya baru tahu ini adalah terjemahan dari karya Plato yang lainnya berjudul Phaedo.
Aku pun tak faham kenapa penerjemah sesuka hati menukar judul ikut selera sendiri. Kan lagi baik digunakan saja judulnya yang asli.

Namun bagaimanapun, Phaedo pun tetaplah sebuah karya yg baik juga. Seperti yang kita semua tahu, pemikir lagenda era Hellenistik bernama Socrates itu tak menulis sebuah buku pun sepanjang hayat beliau. Dunia cuma mengenal beliau dari karya muridnya yg bernama Plato.
Begitulah nama dan kisah tragis hidupnya abadi sepanjang zaman, bahkan pemikirannya yg besar itu terus dikembangkan sampai sekarang sehingga beliau digelar bapa falsafah di barat.

Phaedo (atau dalam buku ini menjadi Matinya Socrates) adalah salah satu dari empat dialog-dialog yg dituliskan oleh Plato berkisarkan saat-saat penghujung hayat Socrates.
Socrates di hari terakhirnya bahkan berberapa minit sebelum menjalani hukuman mati pun masih tetap mengajak teman2 rapatnya berargumentasi dan berfalsafah. Dan topiknya adalah mati.

Sekiranya Plato tidak membuat-buat cerita dan seluruh dialog ini adalah tepat/accurate sebagaimana adanya, maka bodohlah mereka yg membikin-bikin cerita socrates itu lukmanul hakim.

Ternyata socrates sebelum menghembuskan nafas terakhirnya masih lagi menyebut2 nama dewa Jupiter serta dewa-dewa Greek lainnya penuh hormat.

Dan sejarawan Greek yg membenci beliau dan sering menggambarkan sang guru itu sebagai sosok manusia pendek hodoh tak mungkin terlupa menulis beliau seorang negro kalau beliau benar2 seorang lelaki berkulit hitam keturunan afrika.

Socrates adalah socrates.
Profile Image for Petra Gilang Ramadan.
33 reviews2 followers
May 21, 2023
Sangat setuju dengan Socrates prihal pemurnian jiwa dengan berusaha memisahkan anyara Jiwa dan Raga. Jadi Jiwa ga lagi repot terikat dengan kesenangan-kesenangan yang mungkin akan memberatkan.
12 reviews
March 14, 2022
Suka sama kebijaksanaan Socrates, pembahasan mengenai kehidupan yang sangat ultimate.
Apalagi pembahasan mengenai jiwa dan kesenangan ragawi. Dan hakikat kehidupan di bumi hingga alam semesta
Profile Image for Haryadi Yansyah.
Author 14 books63 followers
December 12, 2025

"Aku ingin mengatakan bahwa harmoni itu bertingkat-tingkat, dan ada harmoni yang lebih besar, dan ada yang lebih besar lagi, ketika unsur-unsur diharmonikan dengan lebih sempurna, jika itu mungkinl; dan harmoni yang kurang, dan kurang lagi, ketika unsur-unsur diharmonikan secara kurang sempurna.

Benar

Tapi apakah jiwa bertingkat-tingkat? Atau apakah ada satu jiwa dengan derajat yang lebih besar atau lebih kecil, atau lebih utuh atau kurang utuh, ketimbang yang lain?" Hal.66


Nama Plato atau Socrates tentu udah sering kita dengar, ya. Walaupun aku pribadi nggak begitu mengenalnya. Buku ini memang tidak membahas kehidupan Socrates (seperti seri tokoh dunia), tapi spesifik berisi dialog-dialog yang Socrates lakukan dengan beberapa muridnya sambari menunggu eksekusi hukuman mati.

Kenapa Socrates dihukum mati? Sederhananya, dia dituduh melakukan pembangkangan dan merusak generasi muda Athena karena ia menolak dewa-dewa Athena yang diakui negara. Jadi, ya akhirnya hidupnya selesai ketika dipaksa minum racun.

Nah, sebelum dia mati, beberapa muridnya -termasuk Plato, yang menulis buku ini, melakukan perbincangan. Walau, lebih ke monolog sih ya. Socrates yang seorang filsuf mulai bercerita tentang banyak hal. Udah baca Dunia Sophie? nah kurang lebih seperti itu pembahasannya. Tentu, bagi yang gemar mempelajari filsafat, buku ini pasti akan menarik. Buatku pribadi, ya, sekadar untuk nambah pengetahuan, tapi untuk dimengerti tentu saja nggak semua. Apalagi pemahaman terhadap filsafat tuh cair, ya. Nggak saklek tergantung sudut pandang orang-orang yang mempelajarinya.

Jujur, tadinya aku berharap dialog-dialognya akan lebih enak diikuti seperti ketika Edmond Dantes/Monte Cristo dipenjara bersama Abbe Faria. Atau, versi lebih sederhana kayak Fahri dulu dipenjara karena dituduh memperkosa Noura. Di buku Matinya Socrates ini gak digambarkan sedikit pun bagaimana kondisi penjaranya. Jadi betul-betul berisi percakapan (kebanyakan monolog) dari Socrates yang didengar oleh murid-muridnya.

Skor 7/10
Profile Image for Tristanti Tri Wahyuni.
193 reviews6 followers
December 21, 2025
Awalnya aku pikir buku ini bakal berat dan bikin kening berkerut. Ternyata nggak seseram itu. Kayak lagi duduk sambil dengerin orang bijak ngobrol soal hidup, hukum, dan kematian. Socrates-nya sendiri digambarkan sebagai sosok yang tenang banget, bahkan pas tahu hidupnya bakal berakhir.

Yang bikin kena itu sikapnya. Udah ditawarin kabur, masih bisa hidup, tapi dia milih tetap patuh sama hukum yang menurutnya sudah ia sepakati sejak awal. Dilema banget sih, dan bikin kita mikir kalau di posisi itu, kita bakal sekuat apa pegang prinsip?

Baca buku ini memang nggak bisa ngebut, karena perlu direnungi pelan-pelan.Bahkan, setelah selesai baca pun, masih bikin mikir kalau apa yang bikin manusia sering terjebak ke dalam perselisihan, pertengkaran, peperangan, adalah tubuh dan nafsu dari tubuh. Perang berkobar akibat kecintaan manusia kepada uang, dan uang dibutuhkan untuk melayani tubuh. Jadi, kalau jiwa terlepas dari tubuh, maka di situlah manusia bisa bebas dan mencapai kemurniannya.

Masuk akal, sih. Tapi... 🤔 Auk ah, pusing. wkwkwkwk
Profile Image for Dhia Alfarisy.
1 review1 follower
January 7, 2018
Di dalam buku karya Plato ini, Socrates banyak membicarakan sesuatu hal yang sifatnya 'transcendence'. Seperti, Alam setelah kematian, Surga dan Neraka, dll. yang lazimnya saya temukan di konsep keagamaan. Sangat menarik dan membuat saya banyak termenung.

Gaya penulisan Plato di buku ini sangat indah dan mampu mengajak saya masuk kedalam suasana, apalagi saat terakhir Socrates minum racun, suasana haru di dalam ruangan sangat terasa.
Profile Image for Arif.
47 reviews
July 27, 2025
Dialog (atau sejatinya monolog) antara Socrates dan teman2nya menjelang hukuman matinya yang dengan panjang lebar memaparkan topik abadi tentang kehidupan dan kematian, raga dan jiwa, serta semua di antaranya yang akan komplet memantik otak saya kalo bukan karena mabuk laut. Memahami jalan pikir filsuf berarti menjadi utuh, dan saya masih suka hal-hal remeh duniawi. Buku yang akan lebih asik untuk didiskusikan.
8 reviews
June 15, 2023
Buku yang bagus banget. Berisi dialog diskusi Socrates dengan kawan-kawannya sebelum Socrates meninggal meminum racun. Meskipun ada bagian yang aku lewatkan karena aku fikir sudah tak relevan dengan zaman sekarang, yaitu pandangan kosmologis Socrates (terlepas dari benar atau salahnya pernyataan beliau)
Profile Image for Sleepidur.
52 reviews1 follower
February 1, 2025
2025
BOOK NO. 03
Sapiens: Matinya Socrates
Oleh: Plato
(2,5/5)

- Disampaikan melalui dialog panjang yang mengedepankan pada Socrates dan juga perihal kematian dan warisannya selama ia hidup. Cukup menguras otak saya yang kurang pintar ini supaya memahami percakapan langsung para filsuf Yunani kuno.
Profile Image for hyee.
145 reviews1 follower
January 26, 2024
Segala sesuatu yang hidup lahir dari yang mati.
Bukunya sulit dimengerti, butuh kesadaran penuh, tapi ini menarik.
Profile Image for Alya Natasya.
12 reviews
August 20, 2025
buku yang sangat luar biasa! but, before u read this—imo u have to know about the story of socrates supaya bisa dipahami bacanya.
Profile Image for Je.
35 reviews26 followers
March 22, 2016
detik-detik sebelum socrates dihukum mati dengan cara meminum racun, ia masih sempat berbincang-bincang dan membagi pemikiran pada sahabat dan murid-muridnya. percakapan dari pemikiran-pemikiran socrates itu dituturkan ulang ke dalam buku 'matinya socrates' oleh muridnya, Plato.

di buku ini socrates beragumentasi tentang berbagai hakiki tentang suatu hal, dan tentu saja perihal yang akan ia hadapi tak lama lagi: kematian.

banyak gagasan yang masih sukar untuk saya mengerti, semisal gagasan tentang hidup setelah kematian atau tentang tubuh dan jiwa.

salah satu gagasannya adalah tentang kebahagian dan kesengsaraannya. ia berkata: "sungguh aneh sesuatu yang disebut kebahagian, dan sungguh aneh dikaitkan dengan rasa sakit yang mungkin dianggap sebagai lawan darinya; karena dua hal itu tidak pernah menimpa seseorang secara bersamaan, namun orang yang berburu salah satunya, umumnya dipaksa untuk menerima yang lainnya."
Displaying 1 - 15 of 15 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.