Jump to ratings and reviews
Rate this book

You Had Me at "Hello"

Rate this book
Inanna mungkin masih terlalu muda untuk membuka pintu yang membawanya pada pernikahan. Namun berbagai kecerobohan membuat gadis itu tidak punya pilihan. Inanna memilih menghabiskan sisa hidupnya bersama Alistair.

Cinta berhadir begitu dia menantang mata sewarna biru es itu. Harapan dilambungkan ke langit, sutau saat nanti inanna bisa bukankah mereka terikat sumpah di depan tuhan?

Tapi apa jadinya saat inanna tahu kalau Alistair cuma menganggapnya wujud kepingan masa lalu? Percayalah, cinta takkan pernah semenyenangkan itu.

360 pages, Paperback

First published August 15, 2015

8 people are currently reading
94 people want to read

About the author

Indah Hanaco

67 books97 followers
Indah Hanaco penyuka novel-novel historical romance. Tergila-gila pada segala hal yang berbau tahun 90-an. Juga sederet serial kriminal dan film-film romance. Mendadak mellow hanya karena gerimis. Kolektor majalah dan buku-buku resep yang jarang dimanfaatkan.

Fans sejati Michael Schumacher yang memilih berhenti menonton balapana Formula Satu begitu sang idola pensiun. Tidak bisa lepas dari kopi meski sangat tidak menyukai kopi.

Indah Hanaco pernah bekerja kantoran, tetapi benar-benar merasa menemukan "dunia" saat menjadi penulis. Cita-cita saat ini adalah pindah dan menetap di Yogyakarta, keliling Eropa serta menghabiskan sisa hidup untuk menulis.


Indah Hanaco telah menerbitkan 23 novel, beberapa buku anak dan parenting. Indah Hanaco juga menulis novel dengan pseudonym Aimee Karenina.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
14 (7%)
4 stars
66 (35%)
3 stars
76 (41%)
2 stars
24 (12%)
1 star
5 (2%)
Displaying 1 - 30 of 54 reviews
Profile Image for Vie.
383 reviews22 followers
October 31, 2016
You Had Me at "Hello" bercerita dari sudut pandang Inanna Grace, seorang perempuan 23 tahun yang masih berkuliah.
Pada chapter-chapter awal, Ina, sapaan Inanna, dan Zora kembarannya mendapat tekanan dari ayah mereka untuk menerima perjodohan yang dibuat dengan anak teman sang ayah. Hal itu dikarenakan ayah mereka tidak percaya lagi terhadap semua keputusan yang Ina dan Zora ambil. Sudah berusia 23 tahun tetapi masih belum lulus kuliah, menghamburkan limit kartu kredit, berkelahi di klub, dan sederet masalah lainnya. Ayahnya kemudian mengambil kesimpulan bahwa dia tidak akan mempercayai laki-laki pilihan anak kembarnya itu.

Dari chapter awal saya sudah tidak menyukai tokoh utama, Ina.
Mantan Ina di kampus (yang sudah putus sekitar satu tahun yang lalu) masih mengejar dia. Oke, mungkin memang agak menyebalkan kalau masih memiliki mantan yang suka stalking dan baper. Tapi masalahnya ada pada alasan ketidaksukaan Ina kepada mantannya ini.
Jika ditanya lagi, dia sama sekali tidak tahu kenapa dulu tertarik dan nekat menjalin asmara dengan cowok itu. Hingga Ina mengabaikan usia Norman yang lebih muda atau warna kulitnya yang cenderung gelap.
Um, jadi si Ina ini melihat orang lain dari fisiknya? Sori, di awal aja sudah minus satu poin.

Ina kemudian dijodohkan dengan Martin, seorang dokter muda yang sedang menempuh pendidikan spesialis dokter anak. Martin, yang menurut Ina, tidak sesuai dengan dirinya karena postur tubuhnya yang hanya sedikit lebih tinggi dari Ina dan berkulit coklat. Pada pertemuan pertama, Ina langsung menolak perjodohan itu karena alasan di atas. Childish? Minus poin kedua.
Okay, pada pertemuan-pertemuan selanjutnya Ina semakin tidak menyukai Martin karena semakin terlihat hobi Martin yang suka jelalatan melihat cewek-cewek lain. Untuk ini saya setuju sama Ina.

Suatu waktu, mobil Ina menabrak mobil cowok ganteng bermata biru dan akibatnya cowok tersebut harus menerima beberapa jahitan di rumah sakit. Ina yang merasa bersalah, meminta maaf kepada korban dan orang tua korban. Dan ternyata bukannya mendapat teguran, orang tua si korban malah meminta Ina menikahi anak mereka, laki-laki yang Ina tabrak itu. Plus, cowok ini mempunyai kanker otak dan umurnya tidak akan bertahan lama lagi. Disuruh nikah sama cowok ganteng, tajir, umurnya tinggal sebentar, ini durian runtuh atau gimana, sik?

Singkat cerita, Ina bersedia menikahi anak mereka hanya karena Ina mau lari dari perjodohan dengan Martin, poin lain yang seharusnya bisa dihindari Ina bila dia mau jujur dengan ayahnya.
Dalam sudut pandang Ina, dia selalu berfikir kalau ayahnya sangat sayang dengannya dan Zora. Bila memang Martin playboy, seharusnya Ina bisa jujur kepada ayahnya, toh tidak ada ayah yang ingin anak perempuannya menikah dengan laki-laki brengsek, bukan?

Poin lain yang membuat saya mengernyitkan dahi adalah salah satu isi dari perjanjian pra-nikah mereka yaitu tidak boleh ada perceraian sampai maut memisahkan. Bila itu terjadi maka pihak yang dirugikan adalah Ina baik dari segi material maupun hak asuh anak bila mereka sudah memiliki buah hati. Oke, saya adalah penganut perkawinan monogami dan say no to perceraian. Mungkin bila dibaca klausa tersebut rasanya memang manis dan romantis, tapi untuk kasus Ina, menurut saya dia seperti orang yang bodoh sampai mau menandatangani hal ini. Ina dan Al adalah dua orang asing, mereka tidak memiliki perasaan apa-apa satu sama lain. Bagaimana Ina yakin kalau Al tidak akan menyakiti dia? Amit-amit katakanlah Al KDRT atau punya wanita idaman lain di luar sana? Untungnya ini tidak terjadi. :D

Ina kemudian menjalani hari-hari setelah pernikahannya dengan Al. Alur ceritanya mirip dengan novel-novel lain yang mengangkat tema pernikahan karena perjodohan. Menikah, canggung, tertarik dengan satu sama lain, jatuh cinta dan bertengkar layaknya suami istri. Sayangnya, cara Ina menghadapi pertengkaran mereka saya rasa kurang tepat. Bertengkar dan pulang ke rumah ayahnya? Dan saya juga kecewa dengan cara Ina dan Al berbaikan.



Saya kecewa dengan buku ini baik dari segi cerita dan penulisannya. Ceritanya yang klise dan klimaksnya yang agak dipaksa.
Saya juga bukan penikmat gaya penulisan seperti ini yang bertele-tele, terkadang penulisnya menggambarkan sesuatu yang tidak penting untuk pembaca ketahui. Dan saya kurang nyaman untuk membaca kritikan mengenai warna kulit seseorang. Ya, kita mungkin memiliki preferensi sendiri-sendiri, tetapi alangkah baiknya tidak menghakimi seseorang dari warna kulit dan lainnya karena itu bisa dikategorikan sebagai SARA. :)
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
August 22, 2016
Indah Hanaco hadir kembali dengan karya terbarunya, "You Had Me At Hello". Novel terbaru dari lini Le Mariage, yang sulit sekali untuk dilewatkan. Apalagi sebagai pembaca novel romance seperti aku, terutama temanya pernikahan adalah salah satu tema favoritku.^^

Novel ini mengisahkan mengenai Inanna dan Zora, dua kembar identik yang hidupnya terlalu bebas sekali. Di usia mereka yang ke-23 mereka sudah membuat terlalu banyak masalah, yang membuat ayahnya, Navid pusing tujuh keliling. Hobby belanja dan tur ke klub-klub trendi membuat ayahnya mengambil langkah ekstrim, menarik kartu kredit yang selama ini mereka pergunakan. Tidak hanya itu, muncul pula ide lain untuk segera menjodohkan Inanna dan Zora agar bisa lebih dewasa dan bertanggungjawab dengan hidupnya.

Tentu saja Inanna dan Zora tidak setuju, terutama Inanna. Tetapi bukan Navid namanya jika tidak bisa memaksakan kehendaknya. Inanna pun akhirnya dikenalkan kepada sosok Martin, pilihan ayahnya. Tetapi Martin tidak sesuai dengan pria idamannya, apalagi Martin suka jelalatan. Entah kenapa tangannya terlalu sibuk jika bertemu dengan Inanna makin membuat ilfil Inanna.

Inanna dan Zora yang kembar identik pun, akhirnya malah bertukar peran. Saat seharusnya Inanna sedang kencan dengan Martin, malah Zora yang menggantikannya. Hari itulah Inanna mengalami tabrakan, tabrakan yang mengubah hidupnya selamanya. Tabrakan yang membawanya bertemu dengan sosok pria bermata biru es, Alistair.

Inanna yang akhirnya malah menyetujui tawaran pernikahan yang diajukan oleh orangtua Alistair. Padahal Inanna dan Alistair tidak saling kenal, bahkan layaknya orang asing. Alistair pun ternyata tidak mengajukan keberatan sama sekali. Ina yang terdesak dengan perjodohannya dengan Martin, pun akhirnya menyetujui rencana pernikahannya dengan Alistair. Apalagi keluarga Alistair ternyata sudah lama mengenal ayahnya.

Tidak membutuhkan waktu lama, Inanna dan Alistair pun akhirnya menikah. Dan betapa kagetnya Ina bahwa Inanna telah tertipu. Awalnya dia berpikir telah menikahi seorang pria yang sedang menderita penyakit mematikan, ternyata Alistair sudah sembuh sejak lama.

"Aku tahu, kita tidak menikah karena cinta. Tapi aku janji Ina, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuatmu bahagia. Aku ingin pernikahan ini berhasil. Jangan kira kalau semua yang diawali dengan cinta yang bergelora itu akan bahagia selamanya. Cinta juga bisa habis. Kita bisa belajar untuk...saling mencintai. Oke, pasti memang tidak mudah. Tapi tidak mustahil. Aku akan berusaha sungguh-sungguh."-Alistair, hal.121-122

Inanna pun tidak bisa lagi menghindar, baik Inanna maupun Alistair telah menandatangi perjanjian pra-nikah untuk tidak bercerai apapun yang terjadi. Alistair pun berusaha meyakinkan Ina untuk menjalani pernikahan mereka. Dan dimulailah kehidupan barunya...

"Jangan cemas, kita akan menghadapi semua bersama. Aku janji, kamu tidak akan menyesal. Anggap saja kita orang-orang special yang berusaha menemukan cinta setelah menikah. Karena pengalamanku mengajarkan kalau menemukan pasangan itu tidak mudah. Entah denganmu. Jadi ketika kamu dan aku punya kesempatan untuk itu, kenapa harus disia-siakan?"- Alistair,hal.124

Dan ketika semua kebahagiaan sudah mewarnai pernikahan Inanna dan Alistair, kenyataan berupa masa lalu datang begitu saja, menghancurkan semuanya. Bagaimana akhir kisah Inanna dan Alistair?

Diceritakan dari sudut pandang Inanna, kita akan diajak mengenal sosoknya dan metamorfosis dirinya. Inanna dan Zora yang dulunya hidup bebas, tanpa beban akhirnya berubah menjadi sosok wanita yang lebih dewasa. Pernikahannya dengan Alistair mengubah dirinya, membuat Inanna pun mulai berpikir kembali mengenai mimpinya selama ini.

Aku suka cara Indah Hanaco merangkai kisah Inanna dan Alistair. Pertemuan mereka yang memang klise sekali, karena sebuah tabrakan membuka semua kisah ini. Walau awalnya, aku cukup kaget dengan sosok Inanna yang begitu mudahnya menyetujui rencana pernikahannya dengan Alistair. Menikah tanpa cinta? Apakah itu tidak sama bedanya dengan perjodohan?

Aku suka dengan chemistry yang terbangun diantara keduanya. Cinta yang perlahan-lahan tumbuh pun begitu terasa sekali. Mungkin itulah namanya jodoh, berawal dari orang asing, cinta pun bisa hadir karena interaksi keduanya.

Setting rumah kaca, tempat tinggal Inanna dan Alistair membuatku iri setengah mati. Aku juga mendambakan rumah seperti itu. Walau awalnya aku bingung dengan sosok Alistair yang terkesan misterius. Rasanya cukup aneh melihat seorang pria yang telah menikah tetapi bisa bersikap biasa-biasa saja, mampu menjaga interaksi fisik dengan istrinya cukup lama. Hingga liburan di Florence, melengkapi semuanya.

Novel ini memang mengisahkan kehidupan pernikahan, tetapi jangan khawatir. Tidak ada adegan dewasa atau adegan yang berlebihan disini, sehingga siapapun bisa membaca novel ini. Dan satu hal, yang selalu kusuka dari semua karya Indah Hanaco adalah karakteristik tokoh prianya. Seperti dalam "You Had Me At Hello", lagi-lagi aku dibuat jatuh cinta dengan Alistair.
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
September 10, 2015
"Selama belasan menit kemudian, Ina diserbu pertanyaan dari hati nuraninya. Mengapa dia membiarkan dirinya terikat pada sesuatu yang tidak diinginkan? Mengapa Ina membiarkan orang lain mengatur hidupnya, terutama pernikahan?"
Buku yang ditulis dengan kombinasi sudut pandang pertama dan ketiga ini menceritakan tentang sebuah pernikahan yang terjadi melalui situasi yang tidak biasa. Kisahnya terpusat pada karakter utamanya, Inanna, yang mengalami banyak perubahan setelah menikah pada usia 22 tahun. Meskipun ia tidak sepenuhnya merasa adil dengan situasinya, Inanna berjuang untuk mencari tahu lebih banyak tentang suaminya, Alistair, meskipun mereka belum lama saling mengenal. Bagian pertama bukunya sebagian besar digunakan untuk membangun hubungan Ina dan Alistair yang awalnya canggung, namun perlahan-lahan mulai menghangat seiring dengan waktu. Aku selalu dibuat penasaran dengan alasan di balik kesediaan Alistair untuk menikah dengan Ina yang notabene baru dikenalnya. Dan di bagian selanjutnya, hal tersebut akhirnya terungkap; mengakibatkan konflik utama ceritanya yang menimbulkan perseteruan hebat antara Ina dan Alistair. Penyelesaian ceritanya sempat membuatku geregetan tetapi di sisi lain aku juga bisa bersimpati terhadap karakternya. Aku cukup puas dengan ending
"Seminim-minimnya pengalaman Ina soal asmara, boleh kan kalau dia punya harapan? Bahwa suaminya kelak adalah, kalau bisa, orang yang dicintainya dengan sungguh-sungguh. Bukan "hadiah" yang disodorkan ayahnya meski dalam bungkus kado paling menyita perhatian. Pasangan itu semestinya hadiah yang berasal dari Tuhan, bukan dari manusia lain."
Ada cukup banyak karakter yang berperan dalam cerita ini, tetapi tentu saja fokus utama ceritanya ada pada Inanna dan Alistair. Inanna yang menikah pada usia yang tergolong muda menunjukkan sifatnya yang kekanak-kanakan pada beberapa situasi, dan melalui apa yang terjadi dalam buku ini karakternya pun turut bertumbuh jadi lebih dewasa dibanding sebelumnya. Pada saat Ina tingkah laku kekanakan Ina muncul, aku sedikit merasa kesal dengan karakternya, tetapi kemudian bisa memaklumi setelah mengingat usianya yang baru 22 tahun. Sedangkan karakter Alistair adalah sosok yang pada awalnya terkesan kaku, namun sikapnya melunak seiring dengan waktu. Sebenarnya karakter Alistair bisa dibilang hampir sempurna; caranya memperlakukan Ina dan pengertiannya yang luar biasa seharusnya bisa membuatku jatuh cinta pada karakter ini. Sayangnya aku merasa terkadang Alistair agak cheesy, terutama dengan panggilan sayangnya untuk Ina xD Tetapi yang benar-benar membuatku terpesona adalah rumah kaca Alistair yang terlihat sangat luar biasa dalam imajinasiku. Rasanya ingin sekali tinggal di rumah seperti itu :)) Karakter lain yang cukup berperan dalam buku ini adalah saudara kembar Ina, Zora, orangtua Alistair, Navid—ayah Ina dan Zora, Juno, dan Vicky—sahabat sekaligus asisten Alistair, dan Emily—perempuan dari masa lalu Alistair. Dari karakter sampingan yang ada, aku memfavoritkan Juno yang meskipun perannya tidak terlalu banyak, ia adalah karakter yang manis :))

Secara keseluruhan, walaupun alur cerita buku ini sebenarnya cukup klise, aku berhasil menikmati buku ini dari awal hingga akhir. Pesan paling penting dari buku ini untukku adalah, meskipun banyak permasalahan yang menghampiri pernikahan Ina dan Alistair, keduanya berjanji untuk menggenapi sumpah yang telah mereka buat—yaitu untuk mempertahankan pernikahan mereka hingga maut yang memisahkan. Sepertinya hari-hari ini ada banyak orang yang menganggap remeh sumpah tersebut dan dengan mudahnya memutuskan untuk bercerai karena perseteruan yang terjadi dalam sebuah rumah tangga. Pada akhirnya, aku ingin mengucapkan terima kasih untuk Indah Hanaco yang telah memberiku kesempatan untuk menjadi salah satu host blog-tour buku ini :)

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2015/0...
Profile Image for Nova  Putri.
46 reviews23 followers
March 15, 2016
“Jangan kira kalau semua yang diawali dengan cinta bergelora itu akan bahagia selamanya. Cinta juga bisa habis.”

Ini adalah kali pertama saya membaca karya Indah Hanaco dan saya suka dengan caranya menyampaikan cerita. Meskipun perpaduan kalimatnya masih cukup asing dilidah saya seperti kalimat “menghitung pori-pori” itu misalnya, tetapi itu tidak mengurangi keasyikan saya dalam membaca. Jujur saja, awalnya saya cukup bosan dengan bagian pertama dari buku ini. Meskipun pada bagian pertama ini merupakan bagian dimana Alistair dan Ina bertemu dan kemudian menikah, tapi saya benar-benar tidak mendapatkan chemistry dari keduanya. Dan bahkan saya tidak berhasil terpesona dengan mata biru es-nya Al… :( Tapi saat masuk ke bagian kedua dimana ceritanya menggunakan sudut pandang Ina, disitu saya mulai merasakan keseruan dari novel ini. Saya mulai mendapatkan chemistry dari keduanya. Terlebih pada bagian saat mereka camping di halaman belakang. Saya merasa itu adegan paling romantis dari semua adegan yang ada dalam buku ini… :D

Untuk karakternya sendiri, sayangnya tidak ada yang terlalu berkesan untuk saya. Malah yang berkesan bagi saya adalah konsep rumah kacanya Al… XD. Memang sih Al ini tipe suami loveable dan sabar tapi ke-loveable-an nya itu luntur saat dia menghadapi masalah rumah tangganya. Saya merasa dia tidak harus bersikap demikian. Sabar boleh aja bang, tapi gak gitu juga donk. Apalagi kalau istrinya model macem Ina… :D. Nah, kalau Ina ini tipe wanita pada umumnya menurut saya. Wanita yang suka berasumsi yang tidak-tidak dan langsung mengambil kesimpulan sendiri sebelum tau seperti apa faktanya. Dan dari keempat novel dengan lini Le Mariege yang pernah saya baca, hampir semua karakter wanitanya begini. Suka mengambil kesimpulan sendiri tanpa mau mendengarkan penjelasan terlebih dulu. Dan jujur saya suka kesal saat membaca bagian-bagian itu. Apa memang iya ya wanita suka berlaku demikian…??? *garuk kepala yang gak gatal sambil liat diri sendiri*

“Inilah masalah penyampaian informasi yang bisa menjadi bumerang. Manusia cenderung menambahi atau mengurangi fakta agar lebih menarik.”


Secara keseluruhan, meski saya sempat bosan diawal, saya cukup menikmati buku ini hingga akhir. Ceritanya membuat saya penasaran dengan apa yang akan terjadi pada akhirnya. Dan saya tidak akan segan-segan untuk menikmati karya penulis berikutnya… :)

Review lengkap juga bisa dibaca di http://wangibukubaru.blogspot.co.id/2...
Profile Image for Yuli Pritania.
Author 24 books286 followers
March 18, 2016
Narasinya nggak enak, bahkan ada berhalaman-halaman narasi tanpa dialog. Kebanyakan telling. Banyak banget adegan lompat-lompat waktu yang cuma sekadar dibahas sekilas di narasi. Makin ke tengah dan menuju akhir, makin bosanlah saya dan cuma dibalik-balik nggak jelas. Ditambah dengan fakta bahwa saya anti gombalan dan panggilan sayang, maka sukseslah si Al mendapat kernyitan dari saya dengan panggilan Inana Baby-nya yang saya harap nggak pernah saya baca.

Dan tetap aja awal kisah ini, di mana orangtua si cowok minta si cewek jadi menantu mereka dengan sangat tiba-tiba itu luar biasa aneh. Nggak make sense kalo di saya mah.
Profile Image for Ana  Fitriana.
160 reviews32 followers
February 23, 2018
Tema sejuta umat: perjodohan, pernikahan, jatuh cinta tapi nggak diungkapin, trus tb2 masa lalu dari salah satu pihak muncul. Trus, dialognya kaku, bahkan dialog ina dg teman2nya. Dialog Ina-Al? boring bgt.
2* aja deh utk buku pertama mbak indah yg finish aku baca. 2 judul sebelumnya dnf.
Profile Image for Aulia Esa.
64 reviews4 followers
May 11, 2025
Tertarik baca karena judulnya dan nama penulis yang jam terbangnya udah tidak diragukan. Sudah menerbitkan banyak novel.🙏💕

Tema perjodohan sebenernya aku udah baca banyak, tapi aku percaya setiap penulis punya ciri khas nya sendiri untuk merangkai cerita.

Meet Inana, masih kuliah tapi udah disuruh nikah sama Ayahnya.😭 (Kata hatiku : minimal lulus dulu lah.🫠) Aku lihat karakter dia masih polos bgt.

Meet Alistair, executive assistant manager perhotelan, punya darah blasteran, dikira pendiem ternyata cerewet.😂

💕 Aku suka storytelling penulis, diksinya bagus-bagus.
Aku suka juga bagian nyeseknya di konflik, karena itu yang aku tunggu-tunggu.🔥

Yang aku kurang suka, alurnya yang adah sering aku jumpai.
Profile Image for Anggarani Nia.
56 reviews
April 12, 2020
Rumahnya Alfariel sukses bikin aku pengen punya rumah model begitu. Kalau segi cerita, emang aku gampang baper apalagi sama model cerita kek nikah belum ada rasa cinta. Suka sama novel ini, ceritanya ga berat banget
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nur Fadilla Octavianasari.
565 reviews45 followers
September 23, 2019
#2019-[73]

3aja? Hiyahiyahiyaa!
Maunya balik ke heaven eh malah nyantol kemari yes!

Oke singkat, ceritanya soal kembar yang selalu bikin onar dan bikin pusing si papa. Papa yang udah capek sama tingkah mereka akhirnya memberi hukuman berupa pencabutan CC dan ultimatum yang bikin keduanya ngeri, DIJODOHIN! Halooo, mang ini jamannya siti nurbaya, om?

Meski ceritanya soal si kembar, yang diulik disini tentang Innana si kakak yang menurut papa lebih bandel dan tukang bangkang. Begitu ide perjodohan diungkap aja doi udah mencak-mencak dan ngomong balik ke Papa kalu itu semua ngga masuk akal. Zora si adik kembar, bukannya bantuin doi eh malah iyaiyain si Papa aja.

Ternyata ultimatum papa nggak cuma isapan jempol belaka, nggak lama datang 2 keluarga dengan anak lekakinya ke rumah Navid—papa si kembar. Yups akhirnya mereka dikenalin, Inna-Martin dan Zora-Winston? Martin yang ngga sesuai dengan typenya langsung bikin Inna senewen, nah beda ama kembarannya, si Zora malah ketiban untung karena si Winston oke punya. Meski diawal Martin bilang bakalan take it slow nyatanya itu cowo sampah juga, matanya jelalatan, tangannya pun juga. Nah karena sumpek banget sama Martin, Ina minta ke Zora gantiin doi buat kencan sama Martin. Ina sendiri? Niatnya mau ke club baru eh karena pikirannya yang kemana-mana akhirnya terjadilah tabrakan yang tak terelakkan itu. Cliche eh? Ketemu si calon gegata tabrakan, hihi.

Dari tabrakan itulah semua bermula, Inna yang merasa bertanggung jawab akhirnya ikut ke RS meski dalam kondisi cukup linglung. Singkatnya, mereka si korban—Alistair dan orangtuanya ngga butuh ganti rugi secara finansial, mereka malah minta Inna buat nikah dengan Al, alesannya? Al kena kanker otak dan hidupnya ngga lama lagi. Setelah menimbang dengan matang, Inna akhirnya setuju nikah juga—menghindari Martin dan permintaan papa Navid.

Meski setelah nikah sama, dia sama Al masih canggung bingo akhirnya mereka memutuskan untuk saling terbuka satu sama lain. Nah, satu masalah baru terkuak, jadi si Al ini emang pernah kena kanker otak tapi skrg udah sembuh total. Dasar Inna tempramen, doi merasa dibohongi sampe minta cerai segala. Ampun dah. Kelar masalah satu, mereka baikan lagi dan liburan ke Florence, disana akhirnya semua hal pertama mereka lakukan bersama sebagai pasangan. Well well ngga seru kan kalo adem ayem aja? Datanglah orang dari masa lalu yang bikin kacau semuanya.

Maria? Entahlah siapa aka mantan tunangan si Al ini datang, parahnya Inna melihat kemiripan antara dirinya dan cewe ini. Ah, jadi alasan Al menikahi dia hanya karena ini? Inna yang kadung jatuh cinta sama Al cemburu dan patah hati berat, meski Al berusaha menjelaskan semua udah terlambat. Inna milih kabur ke rumah Navid. Terus Al? Tiap hari doi nyamperin Inna dan ngajakin pulang tapi hasilnya nihil. Papa Navid sampai memberinya pilihan menceraikn atau diceraikan saja. Inna yang ternyata saat itu sedang hamil muda jadi sentimentil dan kangen suaminya, mau ngasih kabar bahagia eh teleponnya ngga tersambung. Rencana mau ngambil sisa barang yang masih tertinggal di rumah Al, Inna ngga nyangka kalau suaminya yang menghilang tanpa kabar itu bakalan ada di rumah. Al tentu aja senang, dia sekali lagi menjelaskan semuanya ke Inna dan minta satu kesempatan buat memperbaiki semuanya. Inna yang dasarnya udah mamapin dan sayang sama Al akhirnya say yes, and they lived hapilly ever after.

FIN
Profile Image for liez.
180 reviews20 followers
February 17, 2016
Buku pertama Indah Hanaco yang aku baca. Temanya klasik sih tentang gadis kaya yang hidupnya suka-suka terus dijodohin sama laki-laki baik nan mapan plus ganteng (tapi memiliki sedikit masa lalu yang kurang menyenangkan).

Kalau dilihat dari ide nya aku gak terlalu mempermasalahkan yang penting menurutku gimana isi bukunya. Tulisannya mba Indah masi tergolong enak dibaca bagiku tapi ada beberapa bagian yang tidak berdampak apa-apa padaku selain datar dan bosen trus sesekali geregetan dengan tokohnya (beberapa bagian ada yang aku skip).

Sedikit curhat, Aku akhir2 ini membaca buku yang selalu ada kata "cerainya" padahal masalah yang dilalui menurutku tidak seberat cerita sinetron yang beribu-ribu episode #dikeplak. Ina ini mikir gak sih walaupun pernikahannya dijodohkan tetap saja cerai bukan hal yang bisa diputuskan seenaknya ketika ada masalah. Lagian si Ina ini kayak kurang bersyukur punya suami seperti Alistair. Ina juga kaya nggak menghargai usaha suaminya. Udah cape2 si Alistair berusaha menjelaskan dengan berbagai cara, memperbaiki kesalahannya tetep ajaaaaaaa keukeuh, jadinya menderita sendiri deh trus mewek *rollingeyes'. Lagian kalau udah nikah itu suami dan istri harus saling menguatkan dan mengingatkan. Trs papanya Ina juga terlalu ikut campur. Memutuskan menikahkan anak gadisnya berarti melimpahkan tanggung jawabnya kepada si suami. Tanggung jawab seorang ayah kepada anak gadisnya sudah diambil alih oleh suaminya. Kalau masih mau ikut campur ya ngapain kmrn itu dijodohkan. Maunya si Papa ini memberikan saran dan solusi bukan ikut2an marah juga dan nyuruh cerai. Untung deh dapat menantu berbakti model lempem kaya si Alistair.

Aku suka sama usaha Alistair membahagiakan istrinya yang rada nyebelin buat aku karena suka mikir-mikir negatif dan ngambil kesimpulan sendiri. Trs aku agak kurang suka sama genk sahabatnya Ina yang rempong banget urusin kehidupan orang lain.

Buku ini mengajarkan aku bahwa menikah itu harus siap dengan kondisi masa lalu suami, melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang dan tidak mengambil keputusan secara tergesa yang mengakibatkan diri sendiri menderita.


Review di blog
Profile Image for Majingga Wijaya.
152 reviews19 followers
August 4, 2020
Lini novel dari Le Marriage emang selalu membuat tertarik untuk dibaca

Jujur sih aku nggak terlalu suka dengan narasi yg terlalu panjang bahkan sampai 2 halaman. Jd banyak bgt yg aku skip.
Menurutku karakter Alistair juga kurang dijelasin gimana. Dr pria bermata sebiru es, nggak banyak bicara jd suami yg penuh gombalan. Tema perjodohan yg agak mainstream sih sebenernya. Apalagi masalah orang ketiga yg nggak rumit klo boleh dibilang. Tapi gaya bahasa Indah Hanaco banget kok.

But, bisa dibaca satu kali duduk, bisa dibilang bacaan ringan. Apalagi klo banyak yg diskip.
11 reviews3 followers
September 17, 2015
Udah beberapa kali baca karyanya Indah Hanaco baru kali ini ngerasa suka banget. Kalimatnya cantiik banget, pemilihan katanya enak buat dibaca. Nyaman banget bacanya tahu tahu udah abis aja.
Profile Image for Dewi Maharani.
28 reviews
June 7, 2022
Ini buku pertama kak Indah Hanaco yang aku baca sampe beres. Sebelumnya pernah baca karya kak Indah, tapi DNF.
Kebetulan banget novel ini tuh mudah aku dapetin padahal lagi antri di iPusnas.
Sebenernya gak terlalu tertarik buat baca ini, karena ini bukan buku incaran wkwk, tapi pas baca prolog dan bagian satu, buat beresin baca novel ini tuh jadi ada.

Kemarin sempat baca sekilas, terus tadi dilanjutin dan sekarang beres. Bener-bener gak nyangka aja beresin ini secepat itu.

Alasan pertamanya itu karena ceritanya ngalir. Bener-bener kayak gak kerasa aja pas baca ini tuh.

Jadi, You Had Me at "Hello" ini bercerita tentang Ina, yang hampir berusia 23 tahun tapi belum lulus kuliah dan sukanya poya-poya. Sampai si Ina ini, sama kembarannya Zora buat rusuh sampe Papanya murka dan menyita kartu kredit mereka plus jodohin mereka sama anaknya kenalan si Papa.

Zora nasibnya mujur karena dia dapet pasangan perjodohan yang cocok, tapi Ina ini sebaliknya. Selalu dikejar mantan, pasangan perjodohan yang gak sesuai ditambah kelakuannya bikin merinding kaum perempuan.

Terus ada nih insiden tabrakan yang buat Ina ketemu sama Alistair. Cowok pemilik mata biru es itu membuat si Ina membeku. Ditambah akal-akalan orang tua Al menyuruh Ina nikah sama anaknya dengan kata-kata kalau si Al itu sakit keras, plus kelakuan menjengkelkan si Martin, pasangan perjodohannya kian hari kian menjengkelkan, ditambah lagi dorongan Papanya biar dia dan adiknya cepet-cepet nikah karena si Papa udah capek urusin kekacauan anak-anaknya. Dari sana, terjepit tuh si Ina, jadi dia nekat terima tawaran pasangan Damanik untuk menghindari Martin sama teroran papanya.

Masuk ke pernikahan mereka, pas awal-awal langsung ada cekcok terus kerennya langsung beres hari itu juga. Garis bawahi aja deh, mereka itu sebenarnya bukan orang yang kenal dekat, terus tiba-tiba menikah, poin tambahan, si Ina setuju nikah sama si Al itu karena papa dan ortu si Al sahabatan.
Tapi, si Al janji bakal mempertahankan pernikahannya, dan akan berusaha membuat mereka saling mencintai.

Dan itu terbukti. Fyi, baca novel ini jadi diajak ke Florence. Singkatnya, diajak traveling tanpa ongkos 😂 ke Italia :)

Pulang dari sana, si Ina yang sebelumnya pengen berhenti kuliah terus pengen jadi istri berbakti, karena gak tau apa lagi tujuan hidupnya, punya keinginan. Yap! Punya toko sepatu, sesuai dengan kecintaannya sama barang itu.

Makin hari hubungan mereka makin baik, tapi pas lagi sakit ada sosok yang mirip banget dirinya mengetuk pintu rumahnya. Itu bukan sosok biasa karena pas bukain pintu, si Ina jadi orang tertekan, cemburu, akut, gangguan mental sampai gangguan fisik. Dia itu mantan tunangan si Alistair yang kembali lagi pas udh 7 tahun ninggalin si Mas-mas bule itu.

Perempuan itu kan kebanyakan sering menyimpulkan sendiri apa yang dilihatnya, ya, nah si Ina juga gak jauh beda. Dia langsung menyimpulkan kalau si Al nikahin dia itu karena dia mirip mantan tunangannya. Hatinya hancur banget karena dia bener-bener mencintai si Al dengan segenap hati.

Untuk penyelesaiannya, silakan baca sendiri :)

Anw, ada banyak pesan yang diambil dari sini.
Bagaimana tentang menyikapi pernikahan apalagi di usia muda, perbedaan umur dengan pasangan, tentang bicara terus terang pada pasangan. Dari sini aku narik kesimpulan bahwa seseorang akan benar-benar dewasa saat dia menikah. Karena ya, banyak faktor, bukan cuma perbedaan pendapat, tapi gimana cara mengontrol emosi entah itu cemburu, marah, dan lain sebagainya.
Terus di sini si Ina juga gak dapet gelar sarjana tapi hidupnya udah beruntung, terbilang sukses malah. Jadi, kalau mau sukses itu gak perlu dapet gelar juga, gak menjamin gelar bisa bikin sukses. Tapi menikah juga bukan solusi kalau masih muda, kalau masih punya harapan dan cita-cita kita bisa mencapai itu dulu baru cari pasangan hidup.

Aku suka karakter Ina yang ekspresif, blak-blakan sama pasangan, terus karakter Alistair yang tenang, terus pandai menutupi emosinya. Di sini, gak ada perjanjian neko-neko pas awal nikah atau syarat-syarat tertentu yang diajukan mereka. Di sini ngalir aja, makanya pas baca enjoy banget.

Btw, rumahnya Alistair idaman deh :)

PS. Jadi bertanya-tanya nih, ini review atau curhat. Maafkan, ya, kepanjangan :)
Profile Image for Nela Hela.
21 reviews
May 17, 2017
Suka bangett dan sesuai sama ekspetasi saya ^^

Novel ini menceritakan tentang gadis bernama Innana yang memiliki saudara kembar identik bernama Zora. Mereka berdua sering membuat onar yg membuat pusing ayahnya, sampai keonaran yg mereka buat sudah tidak bisa ditoleransi lagi oleh ayahnya, yg akhirnya membuat mereka berdua dijodohkan.

Tentu saja, mereka berdua tidak menyetujui perjodohan itu, terutama Inna yg paling anti dgn pernikahan, apalagi saat dia tahu laki-laki seperti apa yg dijodohkan dengannya.

Hingga sebuah insiden membuatnya bertemu pria pemilik mata biru es yang menawan, Alistair. Tanpa disangka, pertemuan itu membuatnya diminta untuk menikahi pria itu.
-----
Saya selalu suka membaca novel romance dengan tema pernikahan, namun kadang beberapa novel tidak sesuai ekspektasi saya. Tapi berbeda dengan novel ini. Meski, diawali dgn hal klise, menikah tanpa cinta. Tapi mbak Indah, pandai meramu ceritanya dengan baik, sehingga sangat menyenangkan untuk diikuti kisahnya.

Alurnya nggak terlalu bertele-tele, konfliknya juga nggak terasa dipanjang panjangkan, mungkin bagi sebagian yang sudah membaca berpendapat kalau konfliknya kurang greget, tapi menurut saya, konflik seperti ini sudah cukup, cukup untuk membuat rumah tangga mereka terguncang(?) Dan mempertanyakan apakah pernikahan mereka masih bisa dipertahankan atau nggak.

Saya menyukai bagaimana perkembangan Inna, yang awalnya gadis yg bebas, yang suka emosian, tapi menjadi lebih dewasa setelah dia menikah. Saya juga merasakan bagaimana proses Inna yang akhirnya jatuh cinta pada Alistair. Yaa, gimana nggak jatuh cinta, kalau setiap saat dikasih perhatian yang begitu dalam sama Alistair, bikin mupeng aja, apalagi rumahnya Alistair, sukses bikin iri.. *ngelantur,-

Dan sosok Alistair ini misterius, sejak pertama kali muncul, saya sangat penasaran dengan ini orang, irit bicara juga tatapan yang menusuk, apalagi dengan mata sewarna biru esnya itu. Tapi, saya menyukai ketenangan yang dimiliki Alistair, dia pandai mengontrol emosinya terutama ketika menghadapi Inna yang sering bertingkah kekanakan. :D

Baca novel ini nggak perlu banyak mikir, nikmati saja alurnya dan kamu akan dibuat jatuh hati.
Recommended buat yang suka novel romance terutama dengan tema pernikahan!
Profile Image for April Horatius.
2 reviews55 followers
June 9, 2019
Suka dengan point2 pembelajarannya :
- Jika ada masalah, tlg diungkapkan dan jgn d pendam.
Karna bukannya selesai yg ada makin parah dan kacau.
Belum lg miscom dan negative thinking.
So smua harus dilihat dr 2 sisi, positive dan negative.

- Harta yg plg berharga adalah keluarga.
Disini kasih syg ortu mereka ke anak2nya nyata bgt.
Meski anak2nya kelewatan ortunya gk manjain, ya walopun papa navid ngejodohin anaknya itu jd pemicu masalah 😅. Tp smua ortu disini syg bgt sm anaknya dgn cr mendidik.
Dan juga mreka smua saling support.

- Married muda disini menggambarkan ina yg masih labil dan emosian. Untungnya suaminya dewasa n pengertian.
So buat yg blm siap married jgn coba2, krna menikah gk segampang yg di bygkan. Harus ada ‘saling’ di kehidupan rmh tangga. Saling terbuka, menghormati, menghargai dll.

Nah yg bikin aku kurang suka adalah :
- gaya bahasanya boros. Byk kata berulang dan kalimatnya sedikit ruwet untuk dipahami
- terlalu dominan perspektif di sisi Ina
- perubahan sifat karakternya agak mainstream y. Ina yg riang dan tangguh, tiba2 jd sentimentil dan labil.
Al trlalu stabil dan tb2 menjadi aktif (efek cinta kali ya) hihiihi.

So far aku suka jalan ceritanya apalgi rumah kacanya. Ngebayangin sendiri jd mupeng. Heheheh

Thx kak indah. Mau lanjut baca buku kak Indah yg lainnya.
Profile Image for Agnes Meilina.
68 reviews10 followers
April 23, 2020
Buku ini menceritakan tentang percintaan antara Ina dengan Alistair. Konflik awal dari cerita ini termasuk klise, ya. Perjodohan dan datangnya masa lalu. Namun, di sini penulis mengemasnya dengan baik sehingga tidak terasa membosankan.

Kisah ini berawal dari si kembar Ina dan Zora yang diberi ultimatum oleh Ayahnya untuk segera menikah. Perilaku mereka sudah tidak dapat ditoleransi membuat Ayahnya murka.

Awalnya Ina dijodohkan dengan Martin, tetapi Martin tidak sesuai dengan kriteria Ina, sehingga menbuatnya frustasi. Kemudian dia terlibat kecelakaan sehingga dia dipertemukan dengan Alistair.

Aku suka dengan karakter setiap tokoh, mereka memiliki keunikannya sendiri. Jujur saja, aku sangat gemas dengan sikap Alistair yang menurutku tidak tegas saat kekasih masa lalunya datang.

Terlebih lagi aku suka dengan culture batak yang diangkat dalam cerita ini, aku sangat suka.

Oh iya, judul buku ini terinspirasi dari judul lagu. Heum, sepertinya buku Kak Indah kebanyakan terinspirasi dari sebuah lagu.


Rate: 3.6
Profile Image for Siska.
92 reviews
April 6, 2019
Secara keseluruhan, tema, latar belakang, konflik di dalamnya memang terasa umum. Tapi menurutku, penulis mampu mengemasnya jadi menarik dan tetap membuat aku sebagai pembaca ingin terus mengetahui kelanjutan ceritanya.
Alur bergerak maju dan jalan cerita terasa pas. Tidak terlalu cepat ataupun lambat.
Sudut pandang yang digunakan 2/3 menggunakan sudut pandang orang ketiga. 1/3 bagian menggunakan sudut pandang orang pertama dari sisi Inanna, yang membuat aku dapat menyelami apa yang ada di dalam pikiran sang tokoh utama.
Mengambil setting tempat di Jakarta dan sedikit di Florence, setting tempat di Florence dijabarkan dengan sangat baik, membuat aku seakan ikut berada di sana.
Setting waktu dijabarkan dengan cukup baik.
Desain, cover, lay out, semuanya tjakepppp!
Hanya saja, aku merasa perubahan karakter Inanna yang terlalu cepat. Itu menurutku.
.
Novel ini ingin menunjukkan rasa percaya dan kejujuran sangat diperlukan dalam menjalin hubungan. Dan jangan lupakan berkomunikasi.
Profile Image for Eza.
48 reviews1 follower
March 6, 2020
You Had Me at " Hello" - Indah Hanaco : Elex Media Komputindo - 357 hal

Novel dari versi Le Mariage penerbit Elex Media Komputindo.

Cerita pernikahan yang berdisebabkan oleh kesepakatan sang calon pengantin wanita, Inana yang ingin lari dari perjodohan yang dilakukan oleh Ayahnya sebagai hukuman dengan orang tua calon pengantin pria, Alistair dengan alasan bahwa calon pengantin pria mengidap penyakit sehingga umurnya tidak akan bertahan lama.

Padahal dari awal cerita mengharapkan banyak dari novel ini, tapi entah kenapa plot dalam cerita ini terkesan datar tidak ada "greget" nya.

Tapi ini menurut versi saya ya, silahkan dibaca siapa tahu kalian menyukainya.

- Review Eza -
Profile Image for Princess Kyuhyun.
41 reviews
July 29, 2021
DNF, baca setengah ogah ngelanjutin. Alasannya amat subjektif.

Gue gak nyaman baca isinya yg nggak klop antara gaya nulis sama latar yang diambil. Pemilihan kalimatnya dicampur-campur antara baku dan gak baku. Kayaknya si penulis pengen tulisannya mirip buku terjemahan tapi biar keliatan ada Indonesia2nya ditambal pake sisipan kata non baku. Sebenernya banyak novel2 bagus yang nyampur bahasa baku/non baku, tapi di buku ini bukan cuma nyampur, tapi CAMPUR ADUK. Gak jelas arahnya mau straight ke bule atau lokal.

And there's a rasist thing. Di deskripsi waktu Ina nolak Norman, "Kenapa ya Ina mau sama Norman padahal Norman lebih muda dan kulitnya gelap." Hlm.12

Holy shit. I'm done.
Profile Image for Ladyy Pramesti.
5 reviews
April 13, 2020
Hmm....
Kisah perjodohan yg cukup umum terjadi, namun dikemas dengan sebuah rahasia dan konflik yg cukup membuat ngilu saat membaca
Untuk penyelesaian konflik antara alistair dan inanna aku rasa sangat mudah bagi ina untuk memaafkan alistair karena saking cintanya
Dan beberapa kalimat alistair agak sedikit cringe haha
Profile Image for nasya.
828 reviews
February 6, 2022
cerita klise, perjodohan lalu kemudian saling cinta. sebelum selesai baca bukunya, udah bimbang mau kasih bintang dua atau bintang tiga. buku ini tidak jelek, tapi juga tidak memuaskan untuk dibaca. konfliknya sudah ketebak, cukup bertele-tele juga
Profile Image for Juliana Lestari.
10 reviews1 follower
November 29, 2019
Panggilan Inanna baby itu sangat aneh kedengarannya.
Beberapa kalimat trdengar sangat ganjil. Jadi ya over all novel ini OK saja.
Profile Image for ahmad.
188 reviews4 followers
July 12, 2023
salah satu novel terbaik Indah Hanaco. terbaik terbaik terbaik. suka sekali memang.
Profile Image for Semi.
83 reviews1 follower
September 29, 2025
Awalnya seru banget sukaaa, tapi setelah ada Inanna baby ga kuat banget cringe, i swear i tried, tapi gabisa…😭
Displaying 1 - 30 of 54 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.