Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
“Berarti nggak masalah, dong, kalau Ceria masuk MIPA tapi ambil Biologi?”

“Bisa aja, sih. Tapi kalau kamu tanya Mama, yang banyak hitung-hitungannya itu lebih spesial. Nggak sembarang orang bisa, kan?”


Bagi Mama yang seorang dosen Matematika, hitung-hitungan itu spesial. Mama selalu membanding-bandingkan nilai rapor Ceria dengan Reina—anak tetangga sebelah yang pandai Matematika—tanpa melihat nilai Bahasa Inggris Ceria yang sempurna. Karena itu, sepanjang hidupnya Ceria memaksakan diri untuk menjadi seperti Reina. Agar Mama dan Papa bangga. Agar ia tak perlu lagi dibayang-bayangi kesuksesan Reina. Agar hidupnya bahagia. Ceria bahkan memilih berkuliah di jurusan Matematika tanpa menyadari ia telah melepaskan sesuatu yang benar-benar ia inginkan. Sesuatu yang membuat dirinya benar-benar bahagia.

223 pages, Paperback

First published August 24, 2015

13 people are currently reading
341 people want to read

About the author

Fakhrisina Amalia

14 books201 followers
Fakhrisina Amalia's books:
1. Cerita Cinta Kota (Omnibook, Plotpoint, 2013)
2. CONFESSION (Novel, Ice Cube, 2014)
3. Public Transportation Stories Vol. 3 (Kumpulan Cerita Mini, Ellunar, 2014)
4. Beneath The Same Moon Vol. 3 (Kumpulan Cerita Mini, Ellunar, 2014)
5. Remembrance (Kumpulan Cerita Mini, Ellunar, 2015)
6. My Last (Kumpulan Cerita Mini, Ellunar, 2015)
7. Love at School (Kumpulan Cerpen, Elex Media, 2015)
8. Town Sweet Town Vol. 3 (Kumpulan Cerita Mini, Ellunar, 2015)
9. ALL YOU NEED IS LOVE (Novel, Gramedia Pustaka Utama, 2015)
10. HAPPINESS (Novel, Ice Cube, 2015)
11. Wonderland Vol. 1 (Kumpulan Cerita Mini Anak, Ellunar, 2015)
12. Amnesia Vol. 1 (Kumpulan Cerita Mini, Ellunar, 2016)
13. PERSONA (Novel, Gramedia Pustaka Utama, 2016)
14. REPRESI (Novel, Gramedia Pustaka Utama, 2018)

Feel free to contact her at dearfakhrisina@gmail.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
50 (23%)
4 stars
103 (49%)
3 stars
45 (21%)
2 stars
7 (3%)
1 star
5 (2%)
Displaying 1 - 30 of 90 reviews
Profile Image for Biondy.
Author 9 books235 followers
October 6, 2015
"Happiness" bercerita tentang Ceria, seorang gadis SMA yang duduk di kelas tiga. Walau sebenarnya tidak suka ilmu alam ataupun hitung-hitungan, Ceria memaksakan diri untuk masuk ke kelas IPA. Ini semua karena desakan kedua orang tuanya, serta keinginannya untuk mengalahkan Reina, tetangga dan teman kelasnya yang jago matematika dan selalu dipuji oleh ibunya.

Dengan bantuan kakaknya dan Doni, teman sekelasnya, Ceria belajar mati-matian. Bahkan, demi memperoleh pengakuan dari orang tuanya, dia memutuskan untuk berkuliah di jurusan matematika, suatu hal yang ditentang habis-habisan oleh kakaknya.

Pertama, saya harus bilang kalau kovernya dibalik, kesannya Ceria seperti tersedot oleh pesawat luar angkasa.



Sorry. Can't help it :v

Saya suka banget dengan ceritanya. Saya yakin banyak pembaca, khususnya yang lagi duduk di kelas 3 SMA, yang bisa paham dengan pergulatannya Ceria. Di saat kelas XII pasti ada orang seperti Reina yang sudah tahu dengan pasti akan kuliah di jurusan apa. Ada juga orang seperti Ceria yang sebenarnya mau masuk jurusan lain, tapi karena desakan (atau tidak adanya dukungan) orang tua, akhirnya masuk jurusan yang tidak sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya. Saya juga yakin kalau ada yang bingung mau masuk jurusan apa sampai saat-saat terakhir. Kayak saya :v.

Ish, sudah lama banget yah masa-masa ini berlalu.

Ceria harus memutuskan yang terbaik untuk dirinya sendiri. Pilihannya. Masa depannya. (hal. 33)


Dan sayangnya, Ceria mengambil keputusan yang salah dengan masuk jurusan yang tidak cocok untuknya.

Secara keseluruhan, saya merekomendasikan buku ini untuk para pelajar yang lagi bingung dengan masa depannya. Saya cuma mau bilang, lebih baik ambil jurusan yang memang sesuai dengan minat. Yah, bukan berarti kalau salah jurusan, hidup pasti berakhir, sih. Selalu ada jalan untuk kembali bangkit. Hanya saja, percayalah, tidak ada gunanya buang tenaga dan emosi selama 4 tahunan untuk kuliah di jurusan yang tidak cocok dengan keinginan.

Success is liking yourself, liking what you do, and liking how you do it. -Maya Angelou.


Buku ini untuk tantangan baca:
- 2015 Young Adult Reading Challenge
Profile Image for Daniel.
1,179 reviews854 followers
February 4, 2016
Fakhrisina Amalia
Happiness
Ice Cube Publishing
8.5 (Best New Book)

Wkwkwk... the pretentious Pitchfork-esque review is back yay!

Happiness memiliki premis cerita yang sangat relatable dengan segelintir mahasiswa, termasuk saya: salah jurusan. Semasa saya SMA dulu, saya sudah mempunyai target untuk masuk ke Teknik Kimia, tetapi kebetulan karena tahun saya SMA merupakan tahun pertama kalinya dibuka jalur undangan, karena adanya satu dan lain sebab, saya tidak memilih fakultas yang ada jurusan Teknik Kimia-nya, tetapi ke fakultas saya yang sekarang yang memuat Teknik Elektro. Kebetulan kalau di kampus saya, semua mahasiswa baru masuk ke fakultas dulu dan belum memilih jurusan. Sebenernya ada sedikit andil orang tua saya sampai saya memutuskan buat pindah fakultas, tapi memang sebagian besar saya sendiri yang memutuskan. Yah, hasilnya adalah orang-orang macam saya ini. Lulus dari jurusan yang tidak diinginkan, dan sebisa mungkin mencari pekerjaan yang tidak berkaitan dengan bidang yang saya geluti selama bertahun-tahun.

That's why Ceria karakter yang benar-benar nyambung buat saya. Dengan segala kegundahan dan kekhawatirannya, Ceria, menurut saya, seorang karakter yang benar-benar nyata dan real.

Happiness is indeed far more superior than Amalia's previous work that I've read, All You Need is Love. Happiness menampilkan masalah remaja yang lebih nyata dan berkaitan secara langsung dengan dunia remaja saat ini. Amalia dengan sukses menangkap keragu-raguan, kecemasan, dan ketakutan remaja akan masa depan, sekaligus perjuangan seorang remaja untuk terus membuat bangga kedua orang tuanya, menjadikan Happiness sebuah buku young adult dengan plot seperti roller-coaster yang meliuk-liuk. Saya merasa senang sekali membaca dan mengikuti cerita Ceria ini--karena surprisingly Ceria ini mirip sekali dengan apa yang saya alami dulu (dan mungkin sampai sekarang). Dan saya yakin, masih banyak Ceria lain di luar sana yang merasa demikian. Damn, even Ceria's competitive spirit is eerily similar with mine. Tanya teman-teman saya, dan mereka akan mengamini betapa kompetitifnya saya ini.

Itu sebabnya mengapa Happiness juga menghajar saya begitu luar biasa, bahwa saya tidak perlu membanding-bandingkan diri dengan orang lain, bahwa saya sendiri yang menjalani hidup ini. Saya jadi ingat perkataan Roosevelt, "Comparison is the thief of joy." Amalia mengelaborasi perkataan Roosevelt ini dan menuliskannya, seperti menyebarkan sabda ke remaja di luar sana bahwa tiap remaja adalah spesial. Dan itu yang membuat buku ini menjadi penting dan berkesan.

Happiness is a young-adult literature at its purest, finest, and rawest. But, it is its rawness that makes Happiness such an authentic book without trying to preach its readers. Happiness has been such an emotional roller-coaster ride for me. And that epilog? It's like a cherry on top of a sundae. Well written. Well done.

Review ini juga bisa dilihat di: http://reviewbukudaniel.blogspot.com/...
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
August 27, 2015
"Success is liking yourself, liking what you do, and liking how you do it."

Novel ke-2 penulis yang kubaca setelah All You Need is Love dan aku menikmati sekali proses membacanya. Perjalanan keretaku dari Depok-Jakarta terhibur dengan bekal buku ini dan aku begitu larut dengan kisahnya.

Kalau mau kubilang, ini bukan hanya kisah Ceria. Mungkin aku atau kamu di luar sana pernah merasakan saat-saat seperti Ceria, si tokoh utama dalam novel ini. Ceria yang "berbeda" dengan semua yang diharapkan oleh orangtuanya.

Mungkin kamu pernah merasakan saat-saat ketika kamu dihadapkan oleh pilihan-pilihan dimana kamu harus memilih impianmu atau harapan kedua orangtuamu. Impian dan harapan yang sangat bertolak belakang, tetapi demi sebuah senyum bahagia dan kebanggaan kamu berani melepaskan semuanya...

Inilah sekelumit kisah Ceria, seorang remaja yang sangat menyukai pelajaran non eksakta. Ceria yang pandai bicara dan sangat menggemari bahasa asing. Ceria yang tidak begitu menguasai matematika, fisika, kimia dan semua hal yang berbau hitung-menghitung. Hal yang berbeda dengan harapan kedua orangtuanya, yang ingin Ceria selalu unggul di bidang eksakta. Apalagi mama Ceria adalah seorang dosen Matematika.

Ceria yang selalu dibanding-bandingkan dengan Reina, tetangga sebelah rumahnya yang juga teman sekelasnya. Reina yang memang jago matematika dan pernah ikut olimpiade. Tuntutan orangtua Ceria agar Ceria bisa seperti Reina menjadikan Reina seperti ini.

Ceria menjadi pembenci dan iri kepada Reina, apalagi keluarga dan teman-teman sekolahnya selalu membangga-banggakan Reina. Ceria pun menganggap Reina sebagai pencuri kebahagiaannya. Ceria pun berusaha mati-matian mengimbangi Reina dan ingin menunjukkan kalau dia lebih baik dari Reina. Sanggupkah?

Novel ini mengingatkan kembali bahwa masih banyak anak seperti Ceria yang tumbuh dengan standar-standar yang diberikan oleh orangtua. Standar yang kadang-kadang malah membebani anak bahkan merenggut kebahagiaan serta mimpinya. Standar umum yang mengatakan bahwa eksakta lebih unggul daripada non eksakta.

Novel ini begitu mengalir, diceritakan dari sudut pandang Ceria, aku bisa merasakan semua yang berkecamuk dalam pikiran dan perasaan Ceria. Ceria yang ingin menjadi "seorang anak yang dianggap" kedua orangtuanya, sekalipun bertentangan dengan hatinya. Aku dibuat simpati dengan kondisinya, tetapi ada hal-hal yang membuatku jengkel juga kepadanya, apalagi ketika Ceria berubah menjadi seseorang yang egois ketika berhadapan dengan kesulitannya mengerjakan tugas-tugasnya.

Sebagai pembaca, aku diajak menemani metamorfosis Ceria dari SMA hingga kuliah. Kadang-kadang penulis juga menyelipkan sedikit flashback kehidupan Ceria, sehingga aku bisa memahami kenapa Ceria tumbuh menjadi sosok seperti ini.

Aku jatuh cinta dengan sosok Farhan, abang Ceria. Ah, hubungan mereka begitu terasa sekali. Walau Ceria setengah mati menghindari Abangnya, tetapi kasih sayangnya tetap berasa.

Overall, novel ini cocok banget dibaca buat kamu yang sedang galau antara mimpi dan harapan. Apalagi buat kamu, yang sedang menentukan pilihan demi masa depanmu, ingatlah untuk selalu mengejar kebahagiaanmu...

"Boleh saja kamu iri dengan kemampuan orang lain, tapi bukan berarti kamu harus menjadi seperti dirinya atau membuat dirinya terlihat buruk di mata orang lain. Kita punya kelebihan masing-masing, bersyukurlah."

"Karena memang begitu kenyataannya. Tuhan selalu memberi lebih untuk setiap syukur yang kita miliki terhadap hal-hal kecil."
Profile Image for Dhia Citrahayi.
Author 3 books21 followers
November 2, 2015
aku suka buku ini. benar2 suka. :')

==============================

Kata orang, masa SMA adalah masa-masa paling menyenangkan. Katanya...

Menurut saya, masa SMA adalah masa-masa paling mumet. Di jaman saya dulu, penjurusan mulai dari kelas 2 SMA. Kalau sekarang, saya kurang tahu sih, kurikulum sama aturan dunia pendidikan kita kan sering berubah-ubah tanpa sebab yang jelas. #eaaa

Kembali ke pernyataan awal, masa SMA adalah masa paling mumet. Kenapa? Karena di titik inilah kita mempersiapkan diri untuk mandiri dari orangtua. Dalam usia yang masih dibilang labil, emosi meledak-ledak, bahkan nggak tahu apa yang diperbuat dan melakukan sesuatu hanya berdasarkan asas keren-kerenan, memutuskan/menentukan arah hidup terbilang sulit. Jarang lho, ada yang udah tahu ke mana dia ingin melangkah di usia seperti ini. Kebanyakan masih terkatung-katung dan nggak jelas arah hidupnya.

selengkapnya >> http://imajinasi-takberbatas.blogspot...
Profile Image for Utha.
825 reviews402 followers
February 18, 2016
Dipinjemin sama Ibu Mimin.... Selesai deh timbunan pinjemannya... :D

Ulasan gue emang nggak ngebantu. Suka dengan premis ceritanya (secara salah jurusan juga waktu kuliah).
Profile Image for Irma Agsari.
119 reviews17 followers
July 1, 2016
Nggak bisa ngomong banyak tentang novel ini, pokoknya suka banget :')

Premisnya bagus dan sangat relatable (emphasize on relatable).

Saya suka tokoh-tokohnya.
Reina, dia tetap baik dan nggak berbalik memusuhi Ceria.
Doni, walaupun terhitung nggak terlalu banyak muncul, tetap berperan penting dalam cerita, sebagai pemanis juga (secara cerita anak SMA ya kan).
Dan tentu saja, nggak mungkin untuk nggak suka Farhan. Bikin saya pengen punya kakak seperti Farhan, atau jadi kakak yang seperti Farhan.

Saya sebenernya antara sebel dan simpati sama Ceria, tapi saya bisa ngerti perasaannya yang tertekan karena orang tuanya, dan keadaannya yang seperti itu. Karena luka yang dibawa sejak kecil emang bakal lebih lama membekas. Flashback-nya juga bikin berkaca-kaca.

Terakhir deh. Saya jarang banget protes tentang ending menggantung, tapi kali ini kok...... *menghela napas* *pasrah*

Ohya, ini buku pertama Kak Fakhrisina yang saya baca, tadinya udah penasaran banget dengan Persona, tapi karena yang udah ada duluan Happiness, jadi baca ini dulu. Dan bikin makin penasaran sama Persona.

Recommended banget buat dedek-dedek SMA yang bingung menentukan pilihan masa depan, atau buat kakak-kakak yang mungkin mengenang masa-masa senasib sama Ceria. WKWK. Karena saya yakin, walaupun tanpa situasi yang ekstrim seperti orangtua Ceria, banyak juga yang merasa terbebani kalau kuliah yang nggak sesuai minat. Tapi tentu saja yang paling penting, seperti yang disampaikan buku ini: Jangan pernah membandingkan apa yang kita punya dengan milik orang lain. Well, di sini Reina--saingan Ceria, memang nggak digambarkan struggling dengan kehidupannya, tapi setidaknya, dia diceritakan punya sesuatu yang lebih krusial dari eksakta, yang Ceria memang belum punya: kemampuan untuk bersyukur.

(lho jadinya ngomong banyak)

4.5 bintang sebenarnya, tapi karena agak kecewa dengan epilognya.. buletin kebawah deh. Huhu
Profile Image for Shanya Putri.
352 reviews166 followers
August 4, 2021
Pertama-tama, aku (awalnya) dibuat kesal sama si tokoh utama, Ceria. Karakteristiknya jelas banget: keras kepala, egois–tapi pintar. Tapi aku tuh bingung banget. Plot hole, apa gimana?

Lalu, aku merasa mirip dengan Ceria. Kuliah, tapi salah jurusan. Awalnya masuk di jurusan yang berhubungan dengan eksakta (Ceria di Matematika, aku di Teknik Sipil), padahal minatnya di bahasa. Dan sama-sama benci Kalkulus.

Bagaimanapun, aku suka dengan buku ini. Pesan yang disampaikan sangat bagus. Dan endingnya :)
Profile Image for raafi.
933 reviews452 followers
June 23, 2016
Dua dengan ini dan belum dibuat kecewa dengan karya penulis. Mungkin aku harus membaca buku-bukunya yang lain.

Isu yang diangkat tentang kedengkian seorang remaja dalam lini YARN ini memang realistis. Tak pelak cerita yang bergulir terasa begitu nyata. Aku yakin setiap diri kita saat remaja pernah merasakan yang sama walaupun tidak separah Ceria. Di samping itu, buku ini juga megingatkan kembali tentang definisi "kebahagiaan".

Selengkapnya: http://bibliough.blogspot.co.id/2016/...
Profile Image for owleeya.
307 reviews100 followers
August 26, 2015
3.5

(Update 26/08/2015)

Di Goodreads dulu, di blog nanti saja. /dikeplak divisi member karena jarang update blog.

Saya baca YARN ngacak. Banget. Saya cuma beli buku dengan sinopsis yang menurut saya paling menarik untuk dibeli. Sudah ada empat buku yang saya baca, ketiga buku tersebut berhasil melampaui ekspektasi saya. Lalu ada satu buku yang... yah, begitulah.

Dan, Happiness ini adalah salah satu dari ketiga buku itu. Buku bagus, memang sepantasnya diberi perhatian yang layak. Apalagi, temanya cocok dengan kegalauan para mahasiswa-mahasiswa baru: jurusan kuliah, keinginan orangtua, keinginan dan kemampuan diri sendiri.

Ceria, hanya ingin kedua orangtuanya bangga. Dan yang mereka pikirkan hanyalah ekstakta, mau itu matematika, fisika, kimia, atau bahkan akuntansi, yang penting nilai-nilai Ceria bagus. Syukur-syukur Ceria seperti Mamanya, seorang dosen Matematika. Masa anak dosen jurusan itu, nilainya jelek, begitu kata orangtuanya. Tidak hanya itu, tekanan yang dialami Ceria juga berasal dari perkataan Mamanya yang kerap kali membandingkan Ceria dengan Reina, tetangganya yang menjadi juara dalam Olimpiade Matematika.

Ceria hanya ingin kedua orangtuanya menerima Ceria apa adanya; menyukai mata pelajaran Bahasa Inggris, menyukai berbicara di depan umum, tidak menyukai rumus matematika, apalagi memahami rumus-rumus tersebut.

Masalah tidak berkurang ketika Ceria lulus sekolah, justru sebaliknya.

Farhan, kakaknya, sudah berusaha meyakinkan Ceria untuk mengambil jurusan yang benar-benar sesuai dengan kemampuan dan keinginan Ceria. Tapi, apalah impian bila tidak melihat senyum bangga yang terulas di bibir Mama dan Papa? Apalah impian bila Mama terus membandingkan Ceria dengan Reina? Apalah impian bila Ceria bisa melihat kekecewaan yang terpancar di mata Mama?

Kovernya bagus ya, ngomong-ngomong. Hitam-putih, berbeda dari kover novel YARN sebelumnya yang berwarna-warni. Terlihat gelap, dan memang ceritanya agak gelap bagi saya, padahal nama tokoh utamanya Ceria. Sayangnya, Ceria memang tidak ceria.

Penulis bisa menceritakan perjuangan Ceria, perkembangannya dengan baik. Meskipun ditulis dari sudut pandang orang ketiga. Adanya adegan-adegan flashback juga gak bikin kagok, dan penting untuk melihat bagaimana Ceria bisa menjadi dirinya seperti sekarang.

Selamat, gak banyak penulis yang bisa menggambarkan perkembangan tokoh dengan baik dalam 222 halaman. Oh ya, tapi lantas hal itu tidak membuat Ceria jadi tokoh yang bisa membuat orang simpati, lho. Karena saya juga sebenarnya gak suka-suka amat sama dia. Lha.

Terus, saya juga suka sama dinamika hubungan kakak-adik antara Farhan dan Ceria. Lucu saja sih, dan bikin saya mikir apa gadis lain yang punya kakak laki-laki kayak gini hubungannya. Karena jujur saja, saya perempuan, punya kakak laki-laki beda 5 tahun, dan kami gak saling bergantung satu sama lain. Okelah, kami sering curhat tentang masalah yang kami punya. (Kecuali masalah cinta-cintaan. Kakak saya gak protektif, tapi terakhir kali saya cerita tentang kegalauan saya soal senior yang sudah lulus, dia langsung meminta saya buat gak bercerita lagi soal kehidupan percintaan saya, dan dia akan melakukan hal yang sama.) Dan dulu sekali, waktu kami masih belum dewasa (memang sekarang sudah?) kami sering bertengkar. Hal-hal seperti itulah. Jadi, lucu saja melihat hubungan kakak-adik yang saling akur dan menjaga di novel.

Yang saya gak suka itu epilognya. Memang penyelesaiannya ditulis dengan rapi dan masuk akal dan menyelesaikan semua masalah, kecuali satu dan itupun gantung. Ya, sudah deh. Daripada spoiler

Mungkin saya perlu baca All You Need is Love. Terima kasih, Fakhrisina Amalia, sudah menulis novel ini dan mengingatkan saya akan kecintaan terhadap Matematika. Hu, sayang di semester 5 mata kuliah yang ada hitungannya gak sebanyak di 4 semester sebelumnya.

--

Saya... bisa lebih relate sama Reina karena, yah, saya suka matematika. Terkadang, saya lebih suka mencoret-coret rumus di atas kertas dibanding menulis apa saja yang ada di pikiran saya.

Aneh, memang. Apalagi karena banyak orang yang terkejut mengetahui saya sangat suka matematika. (Meskipun gak sampai ikutan olimpiade kayak Reina ini, kesukaan saya hanya bisa ditukarkan dengan secarik kertas yang berisi nilai mata kuliah yang ada hitungannya.)

"Tapi kan kamu sukanya baca, Ul?"

Justru kesukaan saya yang satu lagi sangat membantu saya dalam memecahkan soal; saya hanya tinggal membaca langkah-langkah penyelesaian dan paham.

Begitulah matematika. Ilmu pasti.

(Kemudian kaget lihat formulir rencana studi semester 5 mata kuliah yang ada hitungannya gak sebanyak di semester 4.)

(Kenapa ini malah curhat.)
Profile Image for Autmn Reader.
890 reviews93 followers
October 31, 2021
Suka bangeeeeet. Setelah 4 bulan terakhir ini alu nggak pernah kasih 5 🌟 secara bulat, akhirnya bupan ini ada juga yang dapet 5 🌟. Seneng bangeet.


Hal yang paling aku suka di cerita ini itu gimana certa itu begitu begitu relate dan realistis dengan kehidupan anak-anak remaja yang krisis identitas. Gana isu di buku ini sering banget dijumpai. Bahkan, enggak hanya di kehidupan anak2 remaja. Kita sebagai orang dewasa juga kadang ngalamin hal ini. Atau mungkin, kita nggak sadar berperilaku seperti mamanya Ceria. And it sucks. Really.

Aku juga suka banget sama karakterisasi di cerita ini. Jadi beberapa hari lalu aku sering nonton Youtube Abbie Emmons. Katanya, cerita yang bisa bikin pembaca root for books itu karakternya dan hook ceritanya. Dan aku setuju banget sama itu. Buku ini dari awal udah nunjukkin apa fear, goal, dan misbelief nya Ceria, dan hal itu jadi bikin aku sebagai pembaca simpati banget sama dia. Walaupun sifatnya annoying kalau diliat dari kacamata orang luar, tapi karena semua perilaku dia beralasan dan back story-nya kuat banget, aku jadi sayang banget sma dia.

Hubungan Ceria sama orang-orang di sekitarnya itu kuat banget. Apalagi sma Farhan. Ya aampun asli deh, hubungan mereka itu bikin hati menghangat tapi nyesek juga. Siblinghood never fails me emng. Ceria sama Dion juga sweet gitu.

Aku enggak bisa mikirin yang enggak aku suka karena aku suka semua unsur di cerita ini.

Terakhir, aku mau anggap klau cerita ini happy ending. Titik. Happy ending pokoknya. Kwwkkw.
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books103 followers
August 7, 2020
30-2020
Happiness tidak membuat kita happy saat membacanya, tentu saja demikian karena Ceria sebenarnya ingin mengajak kita untuk mendefinisikan happiness versi kita sendiri. Ceria adalah potret remaja-remaja yang masih naif dan berpikir aku-akan-senang-kalau-mamaku-senang-karenanya-aku-harus-melakukan-apa -yang-membuat-mamaku-senang-meski-aku-tak-senang-dan-menderita. Miris, tetapi memang itu yang terbentuk akibat orangtua yang seperti memasang "conditionally love" dari awal. Maka ketika "Mama sayang Ceria kalau Ceria pintar matematika" dan kenyataannya tidak, ditambah mama yang membanggakan tetangganya yang kebetulan pintar matematika (dan bukan salah tetangganya untuk jadi anak pintar, kan), Ceria merasa sedih.
Ceria terasa begitu sentimentil dan dekat, meski orangtuaku untungnya tak macam mama Ceria dan selalu membebaskanku. Ayahku pemain voli dan sejak SD aku selalu remedi voli dan olahraga lainnya karena koordinasi motorik yang menuju kehancuran. Guruku SD ku berkata,"Masa' Papanya pemain voli anaknya nggak bisa passing," atau tetanggaku berkata,"Itu papanya kalau sore ngelatih anak-anak, masa kamu nggak pernah ikut." Waktu itu aku merasa sedih, tetapi Papaku berkata,"Tiap orang beda-beda dan kamu nggak harus bisa semuanya."

Ceria memang sebaiknya dibaca remaja, tetapi tidak ada salahnya dibaca para orangtua. Seorang anak tak minta dilahirkan, jadi sayangi tanpa memberi mereka beban dan setumpuk harapan yang mungkin berbeda dengan kenyataan.
Terima kasih kak Iis untuk Ceria :)
Profile Image for Rezza Dwi.
Author 1 book278 followers
November 7, 2019
Benar. Terkadang, yang membunuh bakat dan mimpi seseorang adalah orang terdekatnya.

Nyatanya, ada yang lebih mengerikan dari itu. Bakat dan mimpi dibunuh oleh pilihan diri sendiri.

Aku ngga suka karakter Ceria.

Tapi...

Aku nangis bombay baca buku ini.

Padahal aku yakin. Dengan kadar segini, orang lain ngga akan senangis aku.

Emang ya. Si aku serapuh itu perasaannya 😂
Padahal belum pernah mengalami sendiri 😂

Aku harus bilang buku ini emang bagusss. Cocok bangetlah masuk Young Adult Realistic Novel. Tema yang diambil begitu dekat dan sering terjadi. Semua orang tahu, tapi tidak semua orang mengerti.

Tapi aku ngga akan sering-sering baca beginian. Sakit kepala, hati cenat-cenut, mata bengkak. Emoh. I need something light right now 😂😂

(baca thriller atau adegan action berdarah-darah padahal kuat, baca beginian mewek-mewek. yhaaa) 😂
Profile Image for vio 。 ₊°༺❤︎༻°₊ 。.
331 reviews152 followers
November 8, 2021
Apa yg dialami oleh Ceria ini kayak yg lagi aku alami. Cuma bedanya, Ceria punya support system. Aku suka gaya tulisan kak Amalia di buku ini. Favorit karakter adalah Doni dan Farhan, tentu saja 😍

------------

Menyesal telat membaca ini... Kepada author, mohon closure-nya karena gak rela digantungin gini 😓😓😓 kalau lihat review2 awal buku ini terbit, author-nya ada kasih alamat website untuk ending-nya tpi gk bisa dibuka lagi 😭😭😭 ada yg mau bisikin ke aku gak? aku penasaran 😢😢😢
Profile Image for Kamal.
22 reviews1 follower
September 8, 2015
Judul: Happiness
Penulis: Fakhrisina Amalia
Penerbit: Ice Cube
Tahun terbit: Agustus, 2015
Tebal: 222 halaman
Harga: Rp 48.000,-

image



Sinopsis:

Ceria tidak menyukai matematika dan matapelajaran eksakta apapun. Tapi tidak bagi orang tuanya--mama yang dosen matematika dan papa yang seorang akuntan. Bagi kedua orangtuanya, hitung-hitungan itu spesial. Kedua orang tuanya selalu membanding-bandingkan Ceria dengan Reina, teman sekelasnya yang jago matematika sekaligus tetangganya. Satu-satunya pihak yang memahaminya cuma Farhan, abangnya. Tetapi ternyata keberadaan Farhan tak cukup bagi Ceria, dia tetap menginginkan pengakuan dari orangtuanya. Oleh karena itu Ceria mati-matian belajar agar nilai eksaktanya lebih unggul dari Reina. Ceria ingin orangtuanya mengakui bahwa Ceria lebih baik dari Reina. Tetapi, meskipun nilai UN Ceria sempurna--mengalahkan Reina dan jadi yang tertinggi di sekolah--orangtuanya tetap selalu menyanjung-nyanjung Reina. Hal itu membuat Ceria semakin membenci Reina.

Tidak hanya itu, demi kebanggaan orangtuanya pun Ceria rela mengorbankan impiannya dan memilih masuk jurusan Matematika. Farhan menentangnya. Tapi Ceria tak peduli. Karena dia marah dengan Farhan yang berpacaran dengan Reina. Untuk bisa lulus jurusan Matematika, Ceria dibantu oleh Doni, teman sekaligus orang yang menyukai dan disukai Ceria.

Ceria menjadi mahasiswa jurusan Matematika. Dan kehidupan Ceria semakin tidak bahagia. Setiap kuliah, ia sering merasa mual dan muntah setelah perkuliah selesai. Akibatnya, nilai-nilai UTSnya hancur. Ceria meminta tolong Doni untuk membantunya, tapi Doni tidak bisa. Hal itu memicu pertengkaran mereka.

Farhan yang mengetahui nilai-nilai Ceria, meminta Ceria untuk berhenti. Tapi, Ceria menolaknya. Dia ingin membuktikan bahwa dirinya bisa lebih baik dari Reina. Dia mampu menaklukan matematika.

Hingga sesuatu yang buruk terjadi, dan membuka mata Ceria bahwa dia harus berhenti sebelum semuanya menjadi semakin buruk.

image



Review:
Ini adalah novel seri YARN ke 10 yang saya baca. Dan seperti novel-novel sebelumnya, saya menutup kisah ini dengan senyum puas.

Dari segi konflik, jujur novel ini tidak terlalu berat--seperti beberapa konflik novel YARN lainnya--tapi sering terjadi di kehidupan kita. Bagaimana impian seorang anak harus terbentur dengan harapan kedua orangtuanya. Dan demi orangtuanya sang anak rela mengorbankan impiannya demi membuat orangtuanya bangga. Jujur dulu saya pernah berada di posisi Ceria, dan saya tahu bagaimana tidak bahagianya menjadi seperti orang lain.

Untuk karakter, semua dibangun penulis dengan baik. Dari awal sampai akhir saya sangat suka melihat pergerakan karakter tokoh utamanya, Ceria. Memang ada beberapa hal yang buat saya jengkel, tapi setelah saya pikirkan, kadang sikap-sikap seperti itu wajar dilakukan saat berada di posisi Ceria. Saya juga suka karakter Farhan dan Doni. Ah ... senang ya rasanya kalo punya saudara seperti Farhan.

Untuk gaya bercerita, saya angkat tangan. Tidak perlu di komentari. Plotingnya juga diatur dengan baik. Penambahan flashback semakin memperjelas karakter Ceria.

Dan hal yang paling saya sukai adalah pesan dari novel ini. Benar-benar wajib direnungi bagi kita juga orangtua dimana pun: bahwa anak cerdas itu tidak hanya dilihat dari kemampuan eksaktanya. Setiap anak punya kemampuan dan keahlian di bidang masing-masing. Dan juga: hidup dalam rasa iri dan menjadi bayang-bayang orang lain tak akan bisa membuat kita bahagia.

Terakhir, saya menyematkan 4 bintang dari 5 bintang untuk novel Happiness karya Fakhrisina ini. Oh iya, covernya benar-benar menakjubkan. Sukses buat penulis dan penerbitnya. ^^
Profile Image for Femi.
205 reviews18 followers
June 6, 2017
Nggak salah baca buku ini ditengah-tengah hectic nya UAS *bandel*.


Ceria Dandelia memilih masuk jurusan Alam di SMA, padahal ia tahu ia sangat ingin masuk jurusan Bahasa. Ia ingin masuk jurusan Sastra Inggris atau yang berhubungan dengan pariwisata saat kuliah nanti. Namun ia malah berkuliah di jurusan Matematika. Itu semua karena Mama selalu membanding-bandingkan dirinya dengan Reina, anak tetangga sebelahnya. Mama selalu membanggakan prestasi Reina, seperti Reina yang ikut Olimpiade Matematika Internasional, tanpa menghiraukan Ceria yang kemarin terpilih ikut studi banding di Australia. Ceria tidak begitu menguasai Matematika. Sudah belajar sekeras apapun, otaknya tetap tidak bisa mencerna kumpulan rumus-rumus itu dengan baik. Di saat teman-temannya mendapat nilai bagus untuk soal Matematika yang mudah, Ceria dipanggil oleh guru Matematika karena jawabannya salah semua.

Seluruh anggota keluarga Ceria menekuni bidang yang ada hitung-hitungannya. Mamanya seorang dosen Matematika di salah satu universitas di Palangka Raya. Papanya dulu sarjana akuntansi. Abangnya—Farhan—mengambil jurusan arsitektur di Universitas Adidharma. Merasa harus mengambil sesuatu yang ada hitung-hitungannya, Ceria memilih masuk Alam di SMA daripada Bahasa.

Sialnya lagi, ia harus sekelas dengan Reina. Hidupnya terasa penuh dengan Reina. Obrolan saat sarapan atau makan malam di rumah, Mama atau Papanya pasti akan menyinggung tentang Reina. Belum lagi di sekolah, semua teman kelasnya selalu mengerubuti Reina ketika kesulitan mengerjakan soal Matematika. Ceria iri dan juga benci mengapa semua orang yang ada di sekitarnya berpihak pada Reina dibanding dirinya.

Sampai suatu hari, Doni—salah satu cowok di kelasnya mendekatinya. Ia penasaran mengapa selama ini Ceria selalu sendirian di kelas. Selalu menyendiri dan terkesan seolah-olah sulit untuk didekati. Awalnya Ceria bersikap ketus kepadanya. Namun, satu ajakan jalan dari Doni meruntuhkan pertahanan Ceria. Ia mulai menceritakan kegelisahannya, mimpi-mimpinya yang selalu dibayangi Reina.

Doni bahkan menawarkan dirinya untuk mengajari Ceria Matematika. Ceria tak langsung menerima tawaran itu. Selama ini, ia selalu belajar dengan Abangnya—Farhan. Ia tak pernah mau belajar kelompok dengan temannya—apalagi dengan tetangganya itu. Ia lebih memilih belajar sendiri atau dengan Farhan.

Kenyataan tak pernah semulus yang dipikirkan Ceria. Ia harus menghadapi kenyataan bahwa Farhan kini pacaran dengan Reina. Bahkan, satu-satunya orang yang masih peduli pada Ceria kini memilih Reina dibanding dirinya. Ceria benar-benar sedih dan marah. Maka, ia pun menerima tawaran Doni untuk mengajarinya Matematika. Setiap malam, Doni akan datang ke rumahnya.



Sambil menatap Farhan dengan ekspresi yang sama sekali tidak menyenangkan, Ceria menyahut. "Kenapa nanya begitu? Jangan mentang-mentang udah pacaran sama Reina yang eksaktanya lebih jago daripada aku, lantas Abang ngeremehin aku kayak gitu." Ya Tuhan, rasanya Ceria jengkel sekali sampai ingin menangis. –halaman 67


Hari terus berlalu hingga akhirnya Ceria lulus dari SMA. Hasil Ujian Nasionalnya sempurna, semuanya sepuluh, bahkan Matematika yang ia tidak bisa. Reina menduduki peringkat di bawahnya.

Ia dengan mantap mendaftar di jurusan Matematika Universitas Adidharma. Ceria kini bisa berbangga diri karena ia mengalahkan Reina di Ujian Nasional kemarin. Ia bisa membuktikan pada Mama, Papa dan semua orang bahwa ia bisa seperti Reina.

Awal-awal masuk kuliah, Ceria mulai keteteran dengan pelajarannya. Ia bahkan muntah setelah berhadapan dengan Kalkulus. Ia mulai meragu, apakah ia sanggup meneruskan jurusan ini 7 semester berikutnya?



“Bisa, nggak, kamu cukup pikirin apa yang kamu mau dan apa yang kamu impikan? Ini hidup kamu, kamu berhak atas hidup kamu sendiri.” –hal 107

Review selengkapnya => http://thebookswanderer.blogspot.co.i...
Profile Image for Laili Muttamimah.
Author 5 books39 followers
July 8, 2018
Karya kedua Kak Fa yang saya baca dan tentunya pengin baca karyanya yang lain (apalagi yang katanya mau terbit nih nggak lama lagi) :p

Happiness bercerita tentang Ceria Dandelia yang selalu dibanding-bandingkan dengan tetangganya, Reina, si ahli matematika, oleh orangtua dan orang-orang di sekitarnya. Ceria pun menganggap Reina telah mengambil banyak hal dari hidupnya, termasuk salah satu orang yang amat Ceria sayangi. Itu mengapa Ceria selalu berusaha keras membuat orangtua dan orang-orang di sekitarnya untuk 'melihatnya' sebagai Ceria, dengan segala kemampuan dan impiannya yang sengaja dikubur demi mendapatkan pujian dari orangtuanya.

Saya setuju jika Happiness adalah salah satu seri YARN yang konfliknya paling realistis, karena apa? Hubungannya begitu dekat dengan kehidupan remaja. Saya yakin, banyak orang pernah mengalami ada di posisi Ceria, termasuk saya sendiri. Untunglah, saat itu saya nggak nekat seperti Ceria dan lebih mementingkan bidang yang saya sukai karena membohongi keadaan hanya akan memberatkan langkah ke depannya. :")

Saya paham dengan apa yang dirasakan Ceria, apalagi ketika nggak ada orang yang membantunya menyelesaikan tugas yang (hampir) selalu membuatnya muntah. Omong-omong, saya suka dialog Doni pas tegasin ke Ceria kalau cewek itu nggak bisa seterusnya bergantung sama orang lain. Sebenarnya beberapa orang di lingkungan Ceria sudah berusaha menyadarkannya untuk berhenti menyiksa diri sendiri, tapi Ceria menutup mata dan telinga dari semua itu.

Kak Fa pernah bilang kalau sebenarnya novel ini nggak fokus kepada masalah remaja yang salah jurusan, melainkan remaja yang tertekan dan iri karena selalu dibanding-bandingkan dengan orang lain. Menurut saya, fokusnya sudah tercapai, apalagi dengan dialog antara Ceria dan Reina saat malam keakraban, agak nyesek sih...

Dari segi tulisan, saya nggak meragukan lagi gaya penulisan Kak Fa yang enak dibaca. Sepertinya Kak Fa memang jago bikin adegan yang manis-manis gitu. :p Hanya saja dalam beberapa hal, saya kurang sreg ketika pencapaian tokohnya begitu sempurna. Misalnya waktu Ceria dapat nilai sempurna pas UN (berarti NEM-nya 10, ya?). Saya percaya memang ada orang-orang yang bisa mendapatkan nilai spektakuler seperti IPK 4,00, tapi rasanya kurang nyata aja gitu kalau orang tersebut bisa sempurna dalam semua mata pelajaran. Atau mungkin pandangan ini muncul karena saya belum menemukan orang seperti itu di hidup saya? Hahaha.

Satu hal lagi, saya juga berharap dialognya lebih diperbanyak antara Ceria dan Reina, juga Ceria dan Doni, karena saya pengin tahu apa yang sebenarnya dirasakan Reina dan Doni terhadap Ceria. Kalau untuk Farhan, dia oke banget. xD

Secara keseluruhan, 3,5 bintang untuk novel ini. Saya rekomendasikan novel ini untuk teman-teman (khususnya tingkat SMA) yang masih bingung milih jurusan kuliah. You'll get the answer in this book. :)

Quote favorit saya di novel ini:
Bagaimana rasanya, ketika kau tidak meminta apa pun tapi begitu banyak yang diberikan padamu? Bagaimana rasanya ketika hal yang kau dapatkan adalah hal-hal yang kau perlukan dan ternyata adalah hal yang menjadi penambah kebahagiaan? Itulah fungsi dari syukur ketika Tuhan memberi hal-hal kecil: untuk kali berikutnya Ia tambahkan pemberian-Nya menjadi lebih besar lagi.
Author 3 books7 followers
September 5, 2015
Saya baca Happiness di 'kantor'. Sambil menikmati angin laut dan debur ombak, Happiness telah membahagiakan hari saya!

Ceritanya tentang Ceria yang bimbang memilih jurusan kuliahnya--matik atau sastra Inggris. Karena tekanan ortu dan demi mengungguli Reina, akhirnya Ceria pun memilih jurusan Matematika... Padahal Ceria kesulitan dalam pelajaran tersebut... Bagaimanakah akhir kisah Ceria? Apakah akan seceria namanya?
Jreng Jreng!!

Saya bisa relate ke Ceria di bagian matematikanya. Jujur, saya sangat tidak bisa matematika. Saya ulangi, sangat tidak bisa. Nilai matematika saya dari jaman SMP dan SMA hancur lebur tak berbentuk. Dan nilai saya yang bisa dibanggakan (jaman SMP dan SMA) cuma bahasa Inggris.
Namun saat pilih jurusan kuliah, untungnya saya nggak sedilema Ceria. Soalnya ortu saya ngijinin saya milih jurusan apa aja yang saya mau. Maka saya pun memilih Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (karena jurusan psikologi nggak ada di kota saya)

Di novel ini, dipaparkan pula beberapa mata kuliah yang Ceria ambil saat kuliah. Jujur, denger nama mata kuliahnya aja saya ngeri sampe merinding. Saya bisa paham apa yang dirasakan oleh Ceria.



Overall, ini adalah novel yang sangat menyenangkan untuk dibaca dari awal hingga akhir. Berkat novel ini, saya nggak mati bosan di 'kantor'!

Peace!
Profile Image for April Silalahi.
227 reviews213 followers
September 30, 2015
Ceria Dandelia adalah seorang gadis biasa sejak menduduki bangku sekolah dasar. Dia tidak sepintar teman-temannya yang dengan mudah dianugrahi otak yang cemerlang.
Ceria mempunyai seorang abang -Farhan- yang mendorong Ceria disaat Ceria merasa terpojok, saat merasa semua orang tidak menganggapnya spesial.

Sejak dari bangku sekolah dasar pula, Ceria sudah merasakan tidak enaknya menjadi sosok anak yang selalu dibandingkan prestasinya dari tetangga mereka bernama Reina.
Ceria yang memiliki keluarga dengan background pendidikan di bidang eksakta merasa tidak akan membanggakan kedua orangtuanya jika Dia menuruti kegemarannya dalam dunia Bahasa dan tulisan.
Mamanya selalu menanamkan dalam otak Ceria jika ilmu Eksak itu akan lebih mudah berhasil didunia kerja. Bahkan saat itu Ceria baru memulai masa remajanya dibangku sekolah menengah.

Seakan beban batinnya di rumah tidak cukup berat, di sekolah Ceria bertemu dengan Reina. Reina yang merupakan tetangganya sejak kecil merupakan sosok yang selalu dibandingan dengan dirinya. Reina jago dalam bidang berhitung dan juga merupakan ketua kelas saat itu.
Semua perhatian orang tertuju pada Reina. Sedangkan Ceria mengasingkan dirinya sendiri saat berada di kelas.
Hanya satu teman yang selalu mensupport Ceria - Doni-

"Bisa, nggak, kamu cukup pikirin apa yang kamu mau dan apa yang kamu impikan? Ini hidup kamu, kamu berhak atas hidup kamu sendiri." (halaman 123)

Rasa iri sekaligus berubah benci semakin kuat dalam diri Ceria. Ceria hanya ingin membuat orangtuanya bangga, seperti mereka selalu membanggakan Ceria. Tapi justru hal tersebut membawa malapetaka yang tidak kunjung selesai dalam diri Ceria.

"Bagaimana rasanya, ketika kau tidak meminta apa pun tapi begitu banyak yang diberikan padamu? Bagaimana rasanya ketika hal yang kau dapatkan adalah hal-hal yang kau perlukan dan ternyata adalah hal yang menjadi penambah kebahagiaan? Itulah fungsi dari syukur ketika Tuhan memberi hal-hal kecil: untuk kali berikutnya Ia tambahkan pemberiannya menjadi lebih besar lagi." (halaman 180)

Seri YARN terbitan ice cube ini memang sejak awal menarik hati untuk pembaca membaca semua kisahnya satu persatu. Penuh dengan makna dengan tema yang berbeda. Bahasa yang digunakan juga cocok sekali dibaca oleh segala umur, terutama remaja.

Novel Happiness ini merupakan awal pertama aku mengenal tulisan Fakhrisina Amalia. Tidak tahu siapa doi dan tidak berharap tinggi akan kepuasaan setelah membaca kisah ini.
Seperti yang aku bilang diawal, seri YARN memang patut dibaca, dan aku juga tidak melewatkan judul ini.

Pertama aku ingin memuji pemilihan cover yang menurutku lebih menarik (kalau bagus bisa dikatakan sedikit pilih kasih) dibandingkan seri YARN yang lain. Cover yang muram dan cocok dengan isi cerita menjadi poin plus pertama menarik peminat orang untuk nengok membeli buku ini.

Untuk soal cerita juga idenya briliant walau bisa dikatakan biasa aja. Kenapa aku bisa memujinya Briliant? Karena ternyata penulis masih berusia muda. Dia mampu menuliskan seluk beluk dunia perkuliahan dengan baik. Aku memuji tulisan ini.

Konflik yang diangkat juga cukup membuat aku kesal. Kesal dalam artian bagus tentu saja. Bagaimana tidak? Penggambaran konflik dalam kisah ini sering sekali kita temui dalam dunia nyata. Tapi terkadang memang anak akan melakukan sama halnya dengan Ceria. Memasang tampang palsu, seakan keinginan orangtua mereka adalah hal baik dan harus mereka ikuti.
Mungkin buat para remaja yang bingung harus menghadapi orangtua mereka yang selalu menuntut hal diluar kemampuan yang dimiliki atau dituntut menjalani sesuatu yang tidak mereka sukai, jelas kalian harus membaca novel ini.

Aku suka sekali setiap tokoh yang ada dalam cerita ini. Ceria yang walaupun berusaha untuk membuat dirinya berharga dimata kedua orangtuanya, tapi Dia menunjukan berbagai usaha untuk mencapainya.
Reina walaupun digambarkan dengan sosok yang memiliki segalanya, ternyata Dia juga mempunyai sesuatu yang Dia butuhkan hanya saja tidak pernah Dia dapatkan.
Dan Oh Demin Tuhan! Aku suka sekali akan tokoh Farhan.
Farhan sosok kakak yang menyayangi adiknya. Sosok kakak yang selalu membela adiknya saat adiknya tidak tahu kepada siapa Dia bersandar.
Sosok Doni yang digambarkan sebagai tokoh sampingan tapi ternyata cukup membuat kita menaruh perhatian pada kepeduliaannya.

Dan arghhh! aku lagi-lagi harus memuji penulis akan gejolak emosi yang terjadi antara Farhan dan Ceria yang dapat diterima dengan baik olehku. AKU BAHKAN MEMBACA KISAH MEREKA SAMBIL BERKACA-KACA!
Aku sedih sekali dengan ikatan emosi yang ditunjukan oleh Farhan dan Ceria.
Betapa menggambarkan kalau sosok saudara kandung adalah suatu hubungan yang tidak akan pernah putus sampai kapanpun.

WOAGHHH! terakhir dari reviewku ini, aku sangat menyarankan siapapun remaja diluar sana untuk membaca kisah ini. Aku juga menyarankan mereka untuk berani mengambil langkah akan sesuatu hal yang mereka sukai, jangan selalu menuruti dengan mentah apa perkataan orangtua.

Untuk debut pertama Fakhrisina Amalia yang ku baca ini, 4* jelas aku berikan.
Selamat membaca kisah YARN lainnya juga ya!
Author 4 books21 followers
September 13, 2015
Setiap anak yang lahir di dunia ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Begitu juga dengan Ceria Dandelia. Dia anak yang pintar terutama dalam pelajaran bahasa Inggris. Dia bahkan pernah mengikuti studi banding ke Australia karena prestasinya itu. Tapi ada satu kekurangan Ceria: dia tidak bisa matematika. Dia bisa menghitung, yang dia tidak bisa adalah memahami persoalan dan pemakaian rumus.

Karena satu kekurangan itu, Ceria jadi selalu dibandingkan dengan anak tetangga sebelah yang juga teman sekelasnya, Reina. Berbeda dengan Ceria, Reina bisa menguasai materi matematika dengan mudah. Dia bahkan pernah ikut olimpiade matematika. Tentu itu bukan prestasi yang bisa dianggap remeh. Akibatnya, prestasi yang dimiliki Ceria jadi dianggap sebelah mata oleh mamanya.

Selalu dibandingkan seperti itu, Ceria jadi membenci Reina. Apalagi saat satu-satunya orang yang bisa memahami Ceria, Farhan—abangnya, menyukai Reina, Ceria semakin terluka. Ceria merasa Reina selalu merebut kebahagiaannya. Dia jadi menyimpan dengki pada gadis itu. Ceria bersumpah dia bisa mengalahkan Reina. Dia akan buktikan kalau dia juga bisa matematika dan dia bisa lebih hebat dari Reina.

Rasa iri di dalam hati membuat Ceria jadi egois. Dia melukai perasaan banyak orang, dan yang menyedihkan, dia melukai hatinya sendiri. Ceria mengubur mimpinya dalam-dalam hanya demi memuaskan egonya, juga ego mamanya.

Apa akhirnya Ceria bisa menemukan kebahagiaan di dalam hidupnya? Temukan jawabannya di seri YARN: Happiness.


Review:

Pertama, aku mau mengucapkan terima kasih banyak sama sang penulis, Fakhrisina Amalia, karena sudah memperkenalkan aku dengan Ceria dan Farhan. Aku sudah pernah baca cerita ini waktu masih berupa naskah mentah dan sampai aku membaca cerita ini dalam bentuk novel, Happiness selalu berhasil memancing air mataku. Hiks… *ambil tisu*

Review lengkap: https://girlwithwritingproblems.wordp...
Profile Image for Rina.
Author 3 books12 followers
September 23, 2015
Congrats buat penulis Happiness ini, akhirnya terbit juga ya. Hihihihi
Komentar apa, ya? Yang jelas saya sangat enjoy saat ngedit naskah ini. Naskah ini juga mengingatkan saya waktu SMA, mungkin nggak se-ekstrem Ceria, sih, tapi saya benar-benar mengalami pergulatan batin antara IPA atau IPS. Pas kuliah juga sempet hampir nggak milih Sastra karena takut en bingung masa depannya bakal kayak gimana, plus ortu saya khawatir gimana masa depan saya kalo pilih Sastra (mungkin kekhawatiran ortu saya sama dengan kekhawatiran ortu Ceria dan ortu-ortu lainnya ketika tahu anaknya minat dan pilih jurusan Sastra).

Dari cover, sih, oke banget. Saya suka karena ada formula atau rumus. Suka juga sama warna cover dan warna judul cover yang edgy but classy.
Suka juga sama chemistry antara Doni dengan Ceria, hehehhe (jadi inget pas SMA).

Sekali lagi sukses dan selamat buat penulisnya. Semoga menjadi "makanan penutup" yang manis nan bermanfaat dari rangkaian YARN 2015.
Profile Image for Dian Achdiani.
207 reviews26 followers
August 31, 2015
...kenapa epilognya begituuuuuu! #pelukCeria #pelukReina #pelukMama #pelukPapa
Profile Image for Alfy.
62 reviews1 follower
September 1, 2015
Resensi Happiness
Happiness merupakan novel yang diterbitkan berkat sayembara menulis yang diadakan oleh Penerbit Ice Cube pada tahun 2014 dengan slogan, “Merajut Cerita Apa Adanya.”
Sebenarnya awal saya tertarik dengan novel ini karena cover yang unik bernuansa warna hitam dan putih. Terkesan horor sih kalau enggak baca sinopsisnya, tapi isinya jauh dari kata horor.
Tokoh utama yang berperan dalam Happines dilakoni oleh 4 tokoh utama, itu menurut pendapatku. [1] Tokoh utama yang pertama yaitu Ceria Dandelia, seorang gadis remaja yang beranjak dewasa namun memiliki sifat dengki yang enggak ketulungan, ambisius, emosional, manja, tapi tergolong anak yang patuh terhadap orangtuanya, paling bontot soal pelajaran hitung-hitungan. [2] Farhan, merupakan kakak dari Ceria, dia penolong, sayang keluarga terutama sama Ceria, pintar hitung-hitungan, sabar, bijaksana, sejujurnya aku hampir enggak nemu cacatnya Farhan, terkesan perfectionis. [3] Reina, rival Ceria di SMA. Ramah, baik hati, penolong, tidak pendendam, jago matematika. [4] Doni, teman satu SMA Ceria. Dia itu baik, tapi pandai juga mengendalikan perasaan, pintar, sabar, bagiku sifatnya hampir mirip dengan Farhan.
***
Ceria memiliki impian menjadi seorang penulis atau pemandu wisata. Dia jago bahasa inggris dan berkomunikasi. Namun passion-nya harus dikubur dalam-dalam akibat perlakuan keduaorangtuanya yang sering membanding-bandingkan Ceria dengan Reina, yang tak lain teman satu kelasnya sejak kecil, sekaligus tetangga Ceria. Reina yang pintar matematika, sementara Ceria selalu keteteran dengan pelajaran itu membuat Ceria gerah dan muak karena merasa selalu kalah saing dengan Reina.
Mama yang menuntut Ceria buat masuk jurusan eksakta khususnya matematika, membuat Ceria memaksakan diri mati-matian belajar matematika sepanjang hari. Akibat ambisinya itu, Ceria memusuhi Reina dan enggan berteman dengan teman-teman sekelasnya karena Reina selalu menjadi istimewa bagi teman-temannya. Beruntung Ceria memiliki Farhan, yang selalu membantu kesulitannya menyelesaikan tugas matematika. Meskipun begitu Farhan sering menasihati Ceria untuk kembali lagi pada impiannya.
Di tengah cerita Farhan pacaran dengan Reina. Tentu saja Ceria tidak setuju dan marah besar pada abangnya itu. Saat itulah dia merasa seluruh orang yang ada di sisinya telah Reina curi darinya. Mulai dari Mama, Papa, guru-gurunya, teman satu kelas dan terakhir Farhan. Itulah awal hubungan Ceria dan Farhan memburuk bahkan dia berhenti meminta bantuan pada abangnya untuk menyelesaikan tugas matematikanya.
Tak ada akar rotan pun jadi, ternyata masih ada Doni yang bersedia menggantikan Farhan untuk mengajari Ceria matematika setiap hari saat UN semakin dekat. Hubungan buruk Ceria dengan Farhan berlanjut hingga Ceria menjadi mahasiswa jurusan MIPA. Tapi sayang, di sanalah Ceria merasa menjadi mahasiswa yang paling bodoh di jurusannya berbanding terbalik dengan Reina yang semakin menanjak saja.
***
Hal Yang Menarik
1. Judul
Happines yang berarti ‘Kebahagiaan’. Cerita yang mengalir menggambarkan apa itu
‘Bahagia’? Dan bagaimana caranya ‘Bahagia’?
Bagi Ceria, kebahagiaan itu akan datang jika dia bisa membanggakan Papa dan Mama-nya dengan masuk jurusan matematika. Tapi karena Ceria memaksakan diri, dia malah terasa tersiksa, tidak pernah puas dengan hasil maksimalnya. Hingga disadarinya ‘Kebahagiaan’ itu adalah dengan cara mensyukuri apa yang dimiliki, disukai dan menjalani hidup sesuai dengan keinginannya dan hidup menjadi diri sendiri.
2. Kutipan
Novel ini sejujurnya sarat akan makna yang inspirtif bagi remaja yang kini ditimpa kegalauan karena bingung pilih jurusan. Atau mereka yang terkekang oleh ambisi orangtuanya, novel ini memberikan sekilas cerita yang sangat baik dan positif.
“Boleh saja kamu iri dengan kemampuan orang lain, tapi bukan berarti kamu harus seperti dirinya atau membuat dirinya terlihat buruk di mata orang lain. Kita punya kelebihan masing-masing. Bersyukurlah.” [Farhan, hal.186]
Nah, ada kutipan yang ‘jleb’ ke dalam hati. Dan saya sangat menyukainya.
“Pendengki tidak akan bahagia, Cherry.” [Farhan, hal. 186]
3. Pesan Moral
Dan masih banyak lagi kutipan yang tidak bisa saya paparkan di sini, karena novel ini memang memberikan pesan yang sangat baik untuk para remaja dan orangtua. Di mana psikolog anak juga dipengaruhi oleh didikan orangtua. Terlalu sering membanding-bandingkan anak dengan orang lain justru membuat anak tidak percaya diri dan kehilangan ‘pengakuan’ dari orangtuanya, seperti yang terjadi pada Ceria.
***
Well, penulis berhasil membuat cerita ini ringan, mengalir dan nyaris tidak membuat saya merasa bosan di setiap bab. Dia pintar memilih kata-kata sehingga dari sekian banyaknya pesan yang tersirat, saya merasa tidak digurui. Dan, karakter tokoh yang dibangun pun sukses membuat saya naik darah. Terutama sama karakter Ceria, jujur aku enggak simpati banget sama karakternya dan Mama-nya, oh God, gregetan banget punya Mama macem dia.
Tapi, ada hal yang membuat saya bertanya-tanya tentang usia tokoh Farhan. Saya menerka Farhan dengan Ceria usianya tidak terpaut lebih dari 5 tahun, karena melihat interval jenjang pendidikan Ceria yang SMA sedangkan Farhan Kuliah. Tapi diceritakan nama Ceria Dandelia itu diberikan oleh Farhan saat kecil. Oke, saya bermain logika, apa mungkin anak kecil mampu bermain analogi tentang bunga Dandelion?
“Kamu tahu gak kenapa nama kamu Ceria Dandelia?” tanya Farhan pada Ceria. “Abang yang kasih nama itu.”
“Oh, ya?” Ceria menatap abangnya bersemangat. “Kenapa Abang kasih nama itu?”
“Karena Abang ingin kamu selalu ceria, selalu bahagia, dan selalu punya harapan seperti dandelion, yang menerbangkan bibitnya sejauh mungkin tanpa takut tersesat atau jatuh di tempat yang tidak diinginkan.” [Hal. 187]
Dan saat Farhan kecelakaan, saya merasa cerita di sini samar dan enggak bisa menerima alasan kecelakaan Farhan. Bagi saya terasa dibuat-buat. Pertama kenapa Farhan dibuat SMS-an sambil nunggangin motor, padahal ‘kan Farhan enggak lagi ngebet pengin cepat temuin Ceria di rumah. Biasanya orang SMS sambil nunggangin motor itu karena lagi terburu-buru, atau lagi bales SMS yang urgent.
Akhir kata, novel ini benar-benar apa adanya dalam kehidupan remaja sekolahan.
Profile Image for Bila.
315 reviews22 followers
December 3, 2019
"Bisa, nggak, kamu cukup pikirin apa yang kamu mau dan apa yang kamu impikan? Ini hidup kamu, kamu berhak atas hidup kamu sendiri." (hal.107)


Belum pernah aku nemuin novel yang sukses bikin mataku panas mau nangis melulu, sampai kemudian buku ini aku baca. Beneran, sakiiit 😭

Dari buku setipis ini (iya menurutku ini cukup tipis), terkandung emosi yang bahkan sampai tumpah-tumpah dan bikin pengen nangis, pengen misuh-misuh dengan perilaku tokoh utama dan orang tuanya.

Sebel akutuh sama Ceria walaupun masih bisa relate dengan keadaannya. Tapi ga gini juga sayangkuuu 😭

Dan, ugh, aku menemukan tokoh hampir tanpa cela di buku ini! Aduh, aku anti banget sama yang begituan. Sama penyelesaiannya juga kurang wah.

Still a good book, tapi jangan dibaca sering-serung. Ouch!

"Kita punya rezeki masing-masing, bahkan dengan cara oranf lain bersikap kepada kita. Kita hanya perlu menjadi diri kita sendiri, melakukan yang kita suka, menerima yang memang diperuntukkan untuk kita," (hal.180)
Profile Image for Wardah.
954 reviews172 followers
August 25, 2020
Bacanya udah lama, cuma reviewnya baru.

Aku suka sama buku ini karena relateable banget sama remaja di tahun terakhir SMA. Kompetisi buat rangking 1, mapel sains yang didewakan, kegalauan jurusan kuliah, sampai masalah soal teman. Karakter Ceria bukan karakter kesukaanku, dia egois dan tidak mau dengar. Tapi perkembangan karakternya bagus dan konklusi soal masa depannya nggak kalah bagus. Good job banget. Pantes banyak yang suka buku ini.

Ulasan lengkap akan aku tulis nanti.
Profile Image for Ainay.
418 reviews77 followers
December 30, 2019
Isunya dekat dengan kehidupan sehari-hari nih. Aku yakin banyak banget Ceria lain di luar sana. Yang salah jurusan dan tersiksa hanya demi ngasi makan ego pribadi dan orang tua.

Nggak semua omongan orang tua itu bener. Nggak semua hal yang orang tua minta itu baik. Banyak orang tua bodoh macem orang tua Ceria ini. Dosen tapi berpikiran sempit.

Karakter Ceria sendiri nyebelin pake banget dan aku nggak suka. Tapi anehnya aku memahami perasaannya, kebenciannya terhadap Reina, keegoisannya, dll.
Profile Image for Lala.
128 reviews46 followers
December 21, 2015
Judul: Happiness
Penulis: Fakhrisina Amalia
Penerbit: Ice Cube KPG
Tebal Buku: 223 halaman

"Kenapa rasanya hidupku tidak sesempurna miliknya?"

Kuliah di jurusan Matematika tidak pernah menjadi salah satu rencana dalam hidup Ceria Dandelia. Tetapi, tekanan yang didapatkan dari kedua orangtuanya, mau tidak mau, memaksa gadis itu untuk melakukan apa yang tidak dikehendakinya. Kontras dengan namanya, hidup Ceria jauh dari kebahagiaan yang seharusnya menjadi miliknya.

Ceria ingin menjadi pemandu wisata atau penulis profesional, yang bermimpi dapat menjejakkan kaki mungilnya di seluruh dunia. Dengan kemampuannya dalam bidang bahasa inggris, serta segenap prestasinya yang kerap kali memenangi lomba debat bahasa inggris, bahkan ikut studi banding ke Canberra, semua dapat dengan mudah untuk terwujud. Tetapi semua itu tidak cukup berhasil membahagiakan ibunya, seorang dosen matematika yang mengimpikan anaknya mengikuti jejaknya.

Ceria tumbuh menjadi seorang gadis yang berjiwa kompetitif, bukan dalam arti yang positif. Ia selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menguasai matematika--yang menjadi kelemahan terbesarnya--bukan karena gadis itu menyukainya, tetapi agar dia mendapatkan kebanggan dari orangtuanya, yang selalu membandingkannya dengan Reina, si anak tetangga dan ketua kelas dengan status sebagai genius matematika di sekolahnya. Ibunya selalu mengatakan hal-hal yang menyakiti hati Ceria, menganggap sempurnanya nilai bahasa inggris Ceria tidak dapat disandingkan dengan nilai matematika Reina yang tanpa cela.

Ceria tidak ingin mengecewakan ibunya, dia berusaha setengah mati untuk belajar mencintai matematika, meskipun Farhan--abangnya--sangat mengetahui bahwa adiknya itu hanya akan menyiksa diri sendiri. Tetap saja, sebagai seorang kakak, Farhan terus membantu Ceria untuk belajar dan terus belajar, sambil terus meyakinkan Ceria untuk memilih jalan hidupnya sendiri, karena dia berhak, punya kuasa untuk menentukan masa depannya tanpa campur tangan orang lain.

"Kalau kamu nggak suka, nggak usah dipaksa. Nggak usah nyiksa diri kamu sendiri."

Kemudian, seorang cowok bermata coklat dengan penampilan berantakan namun menawan kembali menyita perhatian Ceria. Doni, cowok itu mencoba mendekatinya setelah sekian lama. Setelah perasaan suka Ceria terkubur untuknya, karena dia merasa tak mungkin akan bisa mengenal Doni. Tetapi gadis itu salah, Doni menjadi salah satu teman terdekat Ceria, selalu mengajarinya matematika untuk persiapan ujian masuk kuliah, bahkan, Doni dengan berani menyatakan apa yang dia rasakan terhadap Ceria.

"Aku emang nggak ngerasa butuh bersosialisasi dan aku nggak pandai berkomunikasi dengan orang lain."
"Kamu bisa. Kamu cuma membatasi diri kamu sendiri dari orang lain."
"Semua orang bisa menjadi berbeda saat di dunia maya, termasuk aku."

Ceria begitu yakin dengan pilihannya kuliah di bidang matematika, dipicu keinginan untuk terus mengalahkan Reina, membuktikan bahwa dirinya dapat lebih baik dari gadis itu, dan kekesalan terhadap Farhan yang malah meminta Reina menjadi pacarnya. Ceria semakin benci dengan keadaan yang seakan tidak pernah berpihak kepadanya, seakan semua hal di dimilikinya telah direbut oleh Reina, seakan di dunia hanyalah Reina yang berhak untuk dikagumi--bukan dirinya. Seolah dalam dunianya, angka seribu kali lipat lebih tinggi derajatnya dari huruf dan kata.

Ia merasa Reina memiliki terlalu banyak. Sementara Farhan adalah satu dari sedikit yang Ceria punya.
Ada banyak sekali harapan dalam hatinya, seperti benih-benih dandelion yang beterbangan di udara, lepas dari induknya.

***

Novel ini membuat saya menjadi seorang yang sangat emosional. Dapat dikatakan, saya dan Ceria tidak jauh berbeda. Kami sama-sama membenci matematika. Kami sama-sama pernah ditentang saat mencoba memilih jalan hidup kami sendiri. Kami pernah punya rival yang dikagumi semua orang, yang hanya akan membuat kami kesal setengah mati saat dia malah mencoba mendekati kami saat kami bersikap defensif dan memberi perlawanan, bukannya ikut membenci kami. Rival yang seperti itu lebih 'berbahaya', karena apapun hal baik yang coba mereka lakukan hanya akan membuatmu muak.

Baca selengkapnya di http://readingvibes.blogspot.co.id/20...
Profile Image for Eksa.
292 reviews25 followers
September 21, 2017
Wow wow wow!! Baru baca novel ini dua tahun setelah terbit dan kata salah satu temanku, novel ini udah langka. Aku juga dapet minjem temen sih😂

Oke, pertama-tama, aku syukaaaa kovernya yang ngena banget. Kontras sama judul dan itu bikin penasaran. Kedua, blurb..mungkin zaman sekarang, khususnya aku, gak akan dibuat tertarik dengan blurb seperti itu (padahal memang novel Yarn ya emang seharusnya gitu😂) tapi karna ini rekomen temen, aku baca.

Ketiga, premis yang dibuat klise taaaapiii, setelah baca isinya. Astaga. SUKAK!
Jujur menurutku, kak Fakhrisina ini menulis dengan santai, gak ada variasi kalimat yang disusun sesuai dengan seleraku, dan itu pula yang jadi alasan kenapa aku masih tahan untuk nggak nangis. Aku bahkan baca novel ini sehari, bisa sambil denger lagu dan bahkan sambil nyanyi saking mudah dicernanya isi novel ini.

Tapi soal alur. Jangan harap bakal baca sesuatu yang biasa! Aku dibuat kagum, speechless, kesel, sedih, disaat yang bersamaan. Aku jelas benci kedua orangtua Ceria. Tokoh kedua yang paling menonjol dan menjadi arti utama dari judul ini juga memang sosok abang yang sempurna, idaman para adek cewek, tapi tetep aja aku kesel banget sama dia waktu dia ternyata (......) 😣😣😣
Dan sesekali aku juga ingin menyalahkan Ceria, tapi kan, Ceria ya Ceria, aku ya aku. Penulisnya mau Ceria bersikap kayak gitu ya terserah doi. Hahaha😂 tapi tetep aja sepanjang cerita gak bisa berenti bergumam: "cer, lu harusnya gak gini..." "cer, kenapa sih lu gak ...." 😂😂😂

Terus, aku paling suka tokoh Doni. Perannya di sini tanpa cela deh. Aku suka!

Setelah bisa tahan nangis baca semua penderitaan Ceria, pertahananku hancur ketika baca pengakuan Ceria kepada orangtuanya, khususnya kalimat muntah. Nah, hanya perlu kalimat kayak gitu padahal, sederhana tapi ngena, aku langsung nangis kejer😂

Kesimpulan terakhir, 3 bagian yang paling bikin emosiku keluar adalah 1. Farhan ketika dia ngaku (....) 2. Pengakuan Ceria ke ortunya. 3. Ending
3 bagian ini sukses bikin aku 'berantakan'. Khususnya ending, yang sampe saat ini belum bisa aku terima. Mungkin maksud penulis baik, biar aku bisa ngebayangin apa pun yang menurutku cocok untuk endingnya, tapiiii aku tuh gak bisa diginiin!!😭😭😭

Aku mau kasih bintang 5 tapi endingnya nyebelin ah, gak suka hahaha, jadi 4 aja yaaa :))) ✌
Profile Image for A.A. Muizz.
224 reviews21 followers
December 14, 2018
🔢 Membaca novel ini, saya sudah dibuat nyesek dan geram sejak prolog. Emosi juga ikut teraduk dan pengin muntah saat tokoh utamanya mengikuti kelas yang tak dapat dikuasainya sedikit pun.

Berkisah tentang seorang cewek bermama Ceria, tetapi apa yang dialaminya berbanding terbalik dengan namanya. Ceria jago bahasa Inggris dan juga jago berpidato. Bahkan, dia pernah menjadi perwakilan siswa untuk studi banding ke Australia. Namun, hal itu tak berarti buat orangtuanya, terutama Mama. Karena menurut Mama, yang banyak hitung-hitungannya itu yang spesial.

Mama selalu membanding-bandingkan Ceria dengan Reina, anak tetangga yang jago Matematika. Selalu dan selalu. Hingga akhirnya Ceria memaksakan diri untuk mengambil jurusan Alam di SMA dan masuk Matematika ketika kuliah. Tentu dengan tetatih-tarih, memaksakan kehendak, dan mencabut kebahagiaan dalam dirinya.
.
🔢 Novel ini penting untuk dibaca remaja maupun orangtua. Bagi remaja, penting sebagai penyemangat untuk mengejar mimpi dan kebahagiaannya, serta bertanggung jawab atasnya. Bagi orangtua, penting sebagai pengingat agar tidak membanding-bandingkan kecerdasan dan kemampuan anak dengan orang lain. Tiap anak dilahirkan spesial dengan kecerdasan masing-masing. Tugas orangtua adalah dengan menemukan kecerdasan itu dan mendukung serta membantu anak mengembangkannya dan menyesuaikan dengan minat anak.
.
🔢 Sepanjang membaca novel ini, saya sama sekali tidak merasakan aura kebahagiaan. Betapa hal yang menurut sebagian orang merupakan kewajaran, bisa membuat anak merasa tertekan sedemikian rupa dan mengganggu segalanya, baik fisik maupun mental.

Dengan karakterisasi yang kuat dan plot yang pas, novel ini enak banget dinikmati. Harapan saya sih Happiness (dan seri YARN lainnya) bisa dicetak ulang. Kalau saya bilang, ini bacaan bergizi bagi para remaja sampai orangtua.

Rating: 4🌟
.
"Success is liking yourself, liking what you do, and liking how you do it."
~Maya Angelou (hlm. 218)
Profile Image for Dedul Faithful.
Author 7 books23 followers
December 2, 2015
3.5 bintang sebenarnya. Bagus, bermakna, padat, sayang aja ama endingnya.
_________________________
Novel Happiness menceritakan Ceria Dandelia yang merupakan remaja 18 tahun yang sedang berada di tahun terakhir SMA. Dia berbakat dalam bidang bahasa, khususnya Bahasa Inggris. Bahkan semua bidang hapalan ia kuasai, kecuali mata pelajaran Kimia, Fisika, terutama Matematika. Meskipun begitu, dia memilih program IPA di sekolahnya, dan ia harus tertatih-tatih karena memang bukan bakatnya dia belajar di sana. Semua ia lakukan demi membahagiakan kedua orangtuanya yang ingin Ceria bergelut di bidang eksakta. Apa yang harus Ceria lakukan ketika dia sudah jenuh dan hampir menyerah? Lalu, kenapa ia harus memilih kembali jurusan yang amat sangat ingin ia hindari saat kuliah? Demi orangtuakah?
Happiness adalah novel remaja yang berfokus ke karakter tokoh utamanya, seorang Ceria yang memiliki orangtua yang selalu memaksakan kehendak. Ibu Ceria selaku dosen matematika yang sangat khawatir ketika anaknya tidak unggul dalam bidang eksakta. Pun ayahnya, dia adalah akuntan bonafide yang tak rela Ceria memilih program selain sains di sekolahnya. Hanya Farhan yang merupakan kakak Ceria yang selalu memberikan dukungan agar Ceria mengasah apa yang ia sukai. Namun, Ceria tetaplah keras kepala. Semua berkat orangtua Ceria yang selalu membangga-banggakan Reina, tetangganya yang ahli matematika, dia sering menjuarai berbagai olimpiade mata pelajaran menyulitkan itu. Ceria iri.
Banyak pesan yang coba disampaikan penulis melalui novel ini. Di antaranya, kadang kita terlalu memaksakan sesuatu yang sebenarnya bukan kegemaran kita sehingga berujung bencana, dan mengenai perilaku saling dukung dalam keluarga, kadang hal tersebut sebenarnya bukan bentuk kepedulian namun hanya suatu paksaan berbalut gengsi. Lewat tokoh Ceria, kita akan melihat bagaimana seorang remaja yang sedang berada di taraf pencarian jati diri. Ceria benar-benar butuh dukungan nyata agar dia bisa meraih mimpinya, bukan malah sebaliknya yaitu melepaskan mimpi-mimpinya yang sangat sesuai passion.
Melalui novel karangan penulis asal Kalimantan Tengah ini, kita akan menyelami dunia ketidaksempurnaan Ceria. Ya, semua tercermin lewat tingkah pola, pemikiran, dan sikap gadis itu ketika selalu menanam kebencian dalam dirinya. Meskipun begitu, ironisnya watak Ceria sebenarnya bisa berubah ketika harapannya sejalan dengan keinginan orangtuanya, namun nyatanya tidak. Novel ini sekali lagi berusaha mengajak siapa pun terutama para remaja untuk sadar bahwa masa depan diri sendiri ada di tangan kita, tidak ada satu orang pun yang berhak menginterupsi segala kemauan kita. Yang paling penting, kita harus bertahan untuk mencipatakan segalanya sesuai arah dan tidak menyakiti siapa pun.[]
Displaying 1 - 30 of 90 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.