Jump to ratings and reviews
Rate this book

Young Adult GPU

Melody & Mars

Rate this book
Hidup Mel itu sudah terjadwal. Segalanya harus teratur, tepat waktu, dan sesuai jalur demi masa depan. Nggak ada waktu buat santai dan main-main. Mel harus lulus tepat waktu, lalu bekerja untuk membantu Ibu jadi tulang punggung keluarga.


Lalu... dengan acara aneh bin konyol, Mel bertemu Marshall, si artis kurang terkenal.


Cowok itu kebalikan dari segala sifat Mel. Marshall yang easy going, santai, dan ceria, seolah hidupnya mulus nggak ada beban.


Seumur hidup Mel belum pernah seakrab ini dengan makhluk bernama laki-laki. Marshall adalah pengalaman baru. Entah berapa kali cowok itu bilang supaya Mel hidup dengan santai dan rileks. Dan entah kenapa, bisa-bisanya Mel berkali-kali nurut dengan "ajakan" santai cowok itu.


Dia selalu sukses bikin Mel yang minim pengalaman soal cowok jadi tersipu-sipu, salah tingkah. Meski saat Mel sedang terjebak masalah mengerikan.


Sampai tiba-tiba Mel tahu, hidup Marshall nggak semulus itu. Di balik segala keceriaannya, Marshall menyimpan rahasia yang membuat Mel merasa dibohongi habis-habisan, dipermainkan, dan dibodohi.

285 pages, Paperback

First published September 1, 2015

Loading...
Loading...

About the author

Mia Arsjad

21 books124 followers
Mia Arsjad memulai kariernya sebagai penulis novel setelah naskahnya, Mak Comblang membawanya menjadi salah satu penulis berbakat "Lomba TeenLit Writer GPU" tahun 2004. Naskah tersebut kemudian diterbitkan tahun 2005 dengan judul baru, Miss Cupid.

Tahun 2005 Mia mencoba mengikuti Lomba Penulisan Novel Metropop GPU, dan berhasil menjadi juara ketiga dengan naskahnya yang berjudul Cinlok, Accidentally In Love?

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
21 (11%)
4 stars
55 (30%)
3 stars
85 (46%)
2 stars
16 (8%)
1 star
5 (2%)
Displaying 1 - 30 of 60 reviews
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
August 13, 2015
Ah, selalu suka tulisan Kak Mia. YA pertamanya ini benar-benar menghiburku banget, aku dibuat ngakak parah dengan tingkah Melody dan Mars.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book278 followers
June 30, 2016
Melody sedang jogging di pinggir pantai ketika dia melihat seorang cowok nekat berjalan ke laut. Mengira cowok itu hendak bunuh diri, Mel segera mencoba menolongnya. Ternyata Marshall, nama cowok itu, hendak mengambil kembali sepatunya yang dia lemparkan ke laut karena frustasi. Itulah awal pertemuan Mel dan Mars.

Belakangan Mel baru tahu kalo Mars adalah seorang artis. Itupun gara-gara Mars pindah ke kompleks perumahan Mel dan diserbu oleh ibu-ibu di kompleks. Dari Bi Atin, asisten rumah tangganya Mel tahu kalau Mars adalah bintang iklan kecap manis dan minuman energi. Mel memberi gelar skuter alias selebriti kurang terkenal kepada Mars. Meskipun artis, ternyata Mars adalah cowok yang bersahabat, easy going, senang bercanda, dan tidak segan menolong orang yang baru dikenalnya. Sementara di mata Mars, Mel adalah gadis polos yang gampang panik namun bisa menentramkan hatinya oleh lawakan Mel. Berada di dekat Mel membuat Mars menjadi nyaman dan melupakan semua masalahnya.

Baik Mel maupun Mars punya masalah pribadi. Mel merasa hidupnya sudah terjadwal. Segalanya harus teratur, tepat waktu, dan sesuai jalur demi masa depan. Nggak ada waktu buat santai dan main-main. Mel harus lulus tepat waktu, lalu bekerja untuk membantu Ibu jadi tulang punggung keluarga. Ketika seorang dosennya melakukan pemerasan dan pelecehan pada Mel, Mel lantas berpikir dia harus mencari jalan keluar dan tidak ingin menyusahkan ibunya. Sementara itu, Mars juga punya masalah di keluarganya. Kematian Marvel, kakaknya, meninggalkan beban bagi Dina, kakak iparnya yang shock karena mendapati dirinya sedang hamil disaat sudah menjanda. Semua keluarganya berharap Mars bisa mengambil alih tanggung jawab Marvel.

Awalnya saya agak merasa kalau ide ceritanya terlalu berat untuk sebuah kisah YA, meskipun usia kedua tokoh utamanya (Mel dan Mars) masih dua puluhan. Tapi gaya khas penulis dalam novel ini membuat masalah yang dihadapi oleh Mel dan Mars jadi gampang untuk dicerna. Unsur komedi melalui karakter Mars yang santai, ceria dan nyaris tanpa beban serta karakter Darla (teman Mel) dengan ciri khas bok-nya membuat novel ini lebih menarik. Sementara itu karakter Mel yang gampang panik tapi sok kuat malah menggemaskan.

Saya suka dengan beberapa pesan moral yang disampaikan dengan ringan namun mengena di dalam novel ini. Misalnya ketika Mel sedih karena ada masalah, Mars menghiburnya dengan kata-kata motivasi yang membuat Mel menjadi tersenyum. Saat Mars menghadapi masalah, Mel kembali menguatkan Mars dengan kalimat motivasi yang sama.

"Pernah ada orang bijak bilang, mendingan lo happy sama apa yang ada di depan mata daripada sedih karena sesuatu yang nggak pasti. Ibaratnya nih, kalaupun besok lo sedih, jangan lo buang kebahagiaan lo hari ini."

Di kesempatan yang lain Mel pernah memberi semangat kepada Mars lewat ucapannya yang sepertinya hanya sepintas lalu diucapkan oleh Mel. Kalimat yang sama kembali menguatkan Mel ketika dia harus membuat pilihan terhadap hubungannya dengan Mars.

"Hidup cuma untuk menjalankan perintah orang lain, itu sama aja nggak hidup. Hidup itu pilihan. Biarpun berat, kalau itu pilihan sendiri, kita pasti ikhlas dan sepenuh hati memperjuangkannya"

Kisah romansa antara Mel dan Mars di dalam novel ini disajikan dengan pas, tidak berlebihan dan juga lucu. Saya berkali-kali tertawa dengan banyolan Mars. Sementara itu persahabatan Mel dengan kedua temannya, Pipit dan Darla, juga disajikan apa adanya dengan segala kelucuan di antara mereka. Pokoknya tidak akan menyesal membaca novel ini. Buat kamu yang butuh ketawa, terhibur, sekaligus dikuatkan oleh kisahnya, saya merekomendasikan novel ini. Psst...bisa baca gratis di iJak lho :D
Profile Image for Utha.
836 reviews412 followers
August 13, 2015
YA yang buat cekikikan. Malah suka dengan Darla yang suka bilang "bok"!

Kehidupan Mel kayaknya banyak dialami mahasiswa. Dan yang paling penting, novel ini khas Mia Arsjad!
Profile Image for Irma Agsari.
119 reviews17 followers
March 2, 2016
Baca untuk kedua kalinya dan masih sukaaaaa banget! Mia Arsjad kapan nerbitin buku lagi sih :B

***

YA pertama Mia Arsjad!!
Kalau udah baca novelnya yang lain, konfliknya cenderung lebih berat sih memang, kecuali kalau dibanding Satria November. Tetap dengan unsur komedi yang mendominasi dan khas Kak Mia banget, yang kalau habis dibaca bikin bahagia, dan pengen baca ulang buku-buku lainnya! :)
Profile Image for Nadytia KS.
68 reviews6 followers
June 30, 2017
"Hidup cuma untuk menjalankan perintah orang lain, itu sama aja nggak hidup. Hidup itu pilihan. Biarpun berat, kalau itu pilihan sendiri, kita pasti ikhlas dan sepenuh hati memperjuangkannya."

Membaca Melody & Mars itu rasanya seperti dicurahkan berbagai macam ekspresi dan perasaan. Rasa kesal, gemas, geli, haru, kecewa, terharu, tegang, terpana dan berbagai macam rasa lainnya terangkum semua di novel ini, tapi tetap dengan gaya penulisan Kak Mia Arsjad yang menurut saya enak dan mengalir. Meski gaya bahasa dan pilihan kata-katanya relatif santai, tapi cerita ini berhasil mengubek-ngubek perasaan saya.

Saya senang dengan tokoh Mel, dia teratur nyusun jadwal, ya meski cenderung kaku sih, kayak familiar (saya juga nyusun jadwal gitu, kadang kaku juga, tapi akhir-akhir ini udah ga seperti itu lagi sih wkwk), tapi dia (menurut saya) terlalu goyah, mudah diancam gitu, kurang strong (azik, emangnya Xena). Kalau saya mengalami yang dialami Mel, mungkin saya udah lakukan apa yang disarankan sahabatnya Mel, bahkan mungkin saya gencet duluan! Terlepas dari itu, Mel orangnya bikin gemes pembaca (ya setidaknya satu pembaca lah, yaitu saya hahaha).

Marshall? Idaman sih, bener-bener. Orangnya santai, jenaka, baik bangeeeet, pembawaannya bikin nyaman, hahahaha. Tapi kenapa harus bohong? Kecewa Mars, kenapa harus bohong? :(

*semua itu pasti ada alasannya (backsound sendu)*

Banyak cuplikan-cuplikan iklan yang bikin ngakak sendiri sangking gelinya. Celetukan-celetukan Mel juga bikin ketawa banget, udah cocok lah jadi stand-up comedian (ini entah karena emang lucu atau jiwa humor saya yang receh).

Cerita ditutup dengan maniiiis~ wkwk kupuas!
Profile Image for Daniel.
1,180 reviews866 followers
September 24, 2016
Mia Arsjad
Melody & Mars
Gramedia Pustaka Utama
288 halaman
6.6.

Everybody hurts, demikian kata R.E.M. dan itu pulalah yang Mia Arsjad berusaha sampaikan dalam buku-bukunya. Melody & Mars, karya kedua Arsjad yang saya baca setelah Runaway Ran membuktikan bahwa setiap karakter yang Arsjad yang ciptakan sama-sama menderita meskipun mereka semuanya berusaha menutupinya dengan celetukan humor yang garing; dan bukankah itu semua yang biasa kita lakukan di dunia nyata ini? Menutupi rasa sakit dengan topeng kebahagiaan semua yang tidak hakiki?

Melody & Mars, salah satu lini dari young adult, sebenarnya tidak membuat gebrakan baru dari segi tema yang diangkat meski harus saya akui tema yang diangkat merupakan tema yang penting, dan cara Arsjad menyajikan penyelesaian masalah ini juga sudah tepat. Masih diwarnai dengan celetukan-celetukan humor yang ngawur dan terkadang garing, Melody & Mars terasa menghibur dan berwarna.
Profile Image for Dian Maya.
194 reviews13 followers
April 14, 2019
Sama seperti tulisan-tulisan Mia Arsjad yang lain. Ringan, namun penuh nasihat-nasihat akan kehidupan. Kalo lagi abis melahap buku-buku berat, Mel & Mars ini bisa jadi pilihan untuk ‘selingkuh’ sesaat sebelum balik kembali ke realitas hidup.
Profile Image for LiLa.
329 reviews12 followers
November 7, 2016
Ini adalah buku YA karangan Mia Arsjad pertama yang saya baca. Pertama kali memilih buku ini, saya meyakinkan diri saya kalau nama Mia itu jaminan untuk cerita yang kocak dan menghibur. Tapi untuk buku ini, cerita kocak dan menghibur itu agak sedikit terganggu. Terganggu dengan typo dan beberapa adegan yang terasa mengganjal. Ceritanya sendiri tentang hubungan Melody Ayu (Mel) dan Jericho Marshal (Mars) yang memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Mel yang serius dan serba terjadwal dipertemukan dengan Mars yang santai dan cuek melalui sebuah kejadian yang (rasanya) kurang masuk akal (tapi kocak).
Sama seperti buku-buku lain karangan Mia, Melody dan Mars mengangkat tema persahabatan dan keluarga sebagai tema sampingan (yang ternyata jauh lebih menarik dibandingkan kisah Melody - Mars yang jadi tema utama). Rasanya konflik Mel dan Pak Seto (terutama bagian di tempat kos Pak Seto) yang membuat geregetan itu benar-benar bertentangan dengan karakter Mel yang digambarkan pandai. Dan yang paling membuat saya takjub adalah: typo. Di buku ini, saya menemukan beberapa typo dan ada satu typo yang benar-benar membuat saya sangat takjub. Typo yang biasanya sering saya temui saat berkelana di wattpad... typo yang biasanya saya jumpai dari penulis yang gaya bahasanya (agak) alay.
Perasaan saya setelah membaca buku ini: cukup terhibur. Walaupun saya berharap dapat menemukan hiburan yang sama seperti karya teenlit karangan Mia yang dulu selalu saya baca.

Profile Image for RM.
549 reviews132 followers
September 8, 2015
"Kalau kamu bisa maafin kesalahan orang dengan tulus, hidup kamu pasti lebih bahagia." - Ibu

Begitu mulai baca langsung disuguhi dengan cerita tentang sepatu. Mau nggak mau jadi teringat lagu Sepatu-nya Tulus. Dan kisah Mars dan Melody ini mirip dengan lirik lagunya Sepatu.

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa - apa
Terasa lengkap bila kita berbeda
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya



Melody hidup berpacu dengan waktu. Segala sesuatunya harus tepat waktu dan sudah diatur. Mel hanya hidup bertiga dengan ibu dan adik laki-lakinya. Ayahnya meninggal enam tahun lalu dan semenjak itu Ibu mereka menjadi tulang punggung keluarga. Mel sangat ingin membantu Ibunya dengan mencari kerja part time. Tapi selalu dilarang ibunya yang ingin dia fokus kuliah dulu. Maka dari itu Mel harus lulus tepat waktu. Itu tekadnya.

Mel terbiasa hidup di jalur yang lurus. Sekali A ya tetap A. Begitu ketemu dengan Mars yang anaknya super easy going dan terlalu santai menyikapi hidup, Mel dibuat kelabakan olehnya. Banyak kekonyolan yang membuat kisah Melody & Mars lebih berwarna. Seperti misalnya Melody yang menarik paksa Marshall naik ke becak ketika Marshall sedang sibuk-sibuknya melayani permintaan antrian panjang tetangga barunya untuk foto bareng. Yang ada betis abang becaknya makin besar disuru gowes keliling kompleks dan Marshall yang kasian bolak balik kejeduk besi pinggiran di atas becak.

Bicara tentang percintaannya, saya sendiri lebih suka dengan cerita persahabatan Mel, Pipit dan Darla yang kayak kepompong, kepo dan rempong. Nggak ada rahasia diantara sahabat dan walau rempong, sahabat akan selalu ada buat kita disaat kita susah maupun senang.

Review selengkapnya : http://sikutubukuocemei.blogspot.co.i...
Profile Image for Nur Fadilla Octavianasari.
565 reviews46 followers
May 29, 2019
#2019-[64]

Okay, melipir ke YA dulu dah, cari angin gitu sih ceritanya, hehe.
Nggak ngerti deh mungkin sayanya aja yang kehilangan feel sama YA atau not my cup of tea lagi, jadi pas baca yaah biasa aja gitu ceritanya.

Melody & Mars, dua orang yang kaya kutub bersebrangan. Mel si neat freak, well-organize, and super panic dan Mars yang easy-going dan kelewat santai. Mereka dipertemukan di Ancol saat Mel yang ngelihat Mars jalan kearah pantai dan ngira cowok itu mau suicide. Mel yang dasarnya suka panik, tanpa pikir panjang ikut nyebur dan "nyeret" Mars balik ke tepi pantai. Mars emang awalnya lagi suntuk banget ngelempar sebelah sepatunya ke pantai, dan setelah sadar doi buru-buru lari mau ngambil balik sepatunya. Kesalahpahaman itulah yang mempertemukan dan mendekatkan mereka.

Mel yang dasarnya polos banget dan karena keadaan keluarga yang bikin dia fokus banget ke sekolah akhirnya nggak pernah punya cowok seumur hidupnya. Jadi kedatangan Mars dihidupnya, which is, pindah rumah ke depan rumah Mel sampai bikin heboh, bantuin Mel saat si mobil butut mogok, keisengan ngajakin Mel pergi, dan segala perhatian yang diberikan Mars bikin Mel akhirnya baper juga. Namun sebelum kelewat baper sama Mars, Mel yang mentingin banget soal pendidikannya harus kena masalah saat doi dapat nilai E disalah satu matkul. Saat menemui dosen ybs, bukannya dapat penjelasan logis, Mel malah kena harras. Karena nggak mau kabulin permintaan si dosen mesum yang sialnya punya bukti cukup kuat buat bikin Mel serasa jadi pelakunya. Akhirnya Mel lebih milih opsi lain yang ditawarkan si dosen.

Lain masalah Mel, lain juga soal Mars. Jadi kepindahan Mars ke depan rumah Mel juga bukan tanpa alasan. Mars yang ternyata seleb pendatang baru ini ternyata nggak dapat restu dari ortunya. Siapa sangka eh kalau cowok ini kuliah kedokteran dan lebih milih cuti buat nerusin passionnya di dunia entertain. Menurut doi karena udah nggak nurut sama ortu jadi ya kudu mandiri. Tapi alasan sebenernya si Mars ini soal Dian, kakak ipar Mars yang lagi hamil dan sedihnya ditinggal mati sama abang Mars. Lah hubungannya sama Mars apa? Jadi orangtua Mars yang sayang banget sama Dian maksa Mars buat gantiin posisi si abang buat Dian. Yups, mereka minta Mars nikah sama Dian. Waktu itu karena alasan kasihan Mars akhirnya oke-oke saja, tapi setelah kehadiran Mel semua jadi nggak sama lagi. Namun sialnya, kaya disinetron, si emak malah datangin Mel dan bilang semuanya. Mel yang dasarnya pertama kali pacaran jadi ngerasa dibohongin banget dan akhirnya minta putus (padahal masih sayang). Mars yang sadar kalau dia emang salah karena nggak bilang dari awal ke Mel akhirnya pasrah tapi tetep keukeuh minta maaf. Mars akhirnya balik lagi ke rumah orangtuanya dan bertolak ke rumah orangtua Dian. Disana Mars berdebat sama orangtuanya, dan Dian nggak sengaja dengar semua yang terjadi. Dian dari awal emang cuma anggap Mars adik aja, pembawaan Mars yang santai dan cuma nemenin Dian tanpa banyak tanya dan perhatian berlebih bikin Dian jadi nyaman. Tapi ya sebatas itu aja. Dian akhirnya mendatangi Mel dan menjelaskan semuanya. Yay akhirnya Mel dan Mars balikan.

Cerita dilanjut ke masalah Mel dan dosennya, si dosen yang dari awal emang cuma mau Mel itu ngancem Mel bawa duitnya dan ngejebak Mel. Ini bener-bener rada sinetron gitu ya. But everything's clear, Mars dan 2 teman Mel datang dan nyelametin Mel. Si Dosen mesum akhirnya ditangkap dan setelah penyelidikan diketahui kalau si dosen ini rada sakit jiwa.
Profile Image for Nurina Widiani.
Author 2 books15 followers
August 2, 2016
Saya suka ide ceritanya yang memasangkan dua orang yang saling bertolak belakang. Marshall yang easy going, santai, suka bercanda dan ganteng banget bertemu dengan Melody yang serba teratur, polos, kalem tapi kalau panik suka heboh sendiri. Lucu banget. Mereka jadi pasangan yang unyu, asyik dan seru. Aaah pokoknya loveable banget deh mengamati interaksi mereka berdua.

Sementara untuk konfliknya cukup menegangkan juga. Saya suka takjub sendiri membaca beragamnya konflik yang ditawarkan oleh lini Young Adult ini. Kadang rasanya kasihan membayangkan anak-anak muda ini (ngomong dengan gaya sok tua) harus menjalani masalah seberat itu. Dan rasanya kadang konfliknya malah lebih sadis daripada konflik yang dihadapi orang dewasa. Huhuuu...
Dalam novel ini masalahnya muncul dari kedua tokoh utama. Mars dan Mel sama-sama menanggung beban yang berat dan bikin frustasi. Tapi yang terasa keren mereka bisa saling mendukung dan nggak egois. Masing-masing berusaha membantu pasangannya lebih dulu. Duuuh so sweet banget nggak sih?

Novel ini menggunakan POV orang ketiga dan beralur maju. Ceritanya mengalir dengan lincah dan plotnya rapi. Dialognya seru dan lucu. Banyak istilah-istilah yang mengocok perut dan bikin ngakak. Saya sih merasa chemistry antara Mars dan Mel ini asyik banget. Adegannya pas banget porsinya, ada saat-saat kocak, saat-saat aneh dan memalukan tapi juga ada saat-saat romantisnya.
Yang paling lucu bagi saya adalah saat Marshal mulai pindah ke kompleks Mel, dan kemudian dikerubuti para ibu dan asisten rumah tangga. Lalu Mel yang melihatnya langsung ngajak Mars buat ngobrol dengan cara... naik becak muter komplek doang. Hahahahaaa...
Saya sebenarnya berharap ada adegan absurd tambahan untuk itu. Ya masak para ibu itu diem aja lihat Mars dan Mel di dalam becak muter-muter komplek doang. Minimal ada yang tetap ngejar lah, atau malah nyegat becaknya. *pukpuk abang becak yang gempor*

Dan saya sebenarnya juga lumayan sempat gemas sama Melody yang keras kepala waktu diminta melaporkan Pak Seto ke polisi. Hiiih... anak muda emang susah ya mempercayai orangtua sendiri. Saya kalau jadi ibu, biar punya penyakit juga maunya dikasih tau kalau anak kena masalah. Kok ya alasan Melody nggak mau lapor polisi karena takut ibunya jadi sakit itu kok bikin saya geregetan. Dan kok ya pasrah pasrah aja diperas Seto. Padahal sebagai pelaku posisi Seto ini lemah dan sebenarnya kalau Melody memang niat banyak celah yang bisa diserang. Masak mahasiswi pintar langganan nilai A kok bisa dapat E itu aja udah aneh, Mel bisa minta pihak kampus menyelidiki lembar jawabannya atau apalah semacamnya. *sok berlagak detektif* Gyahahaha...

Tapi okelah, penyelesaian konfliknya udah pas. Hanya saja untuk penyelesaian konflik Mars saya merasa kalau lumayan terburu-buru. Lha kok begitu doang. Nggak kecewa sih tapi pengin yang lebih dramatis. Tapi saya udah sempat dibuat nangis kok. Ketika Mars dan Mel bertengkar terakhir kali. Hiks... Dan saya juga tersentuh akan perjuangan Mars. Mereka sama-sama berjuang dengan kepala tetap tegak.

Melody & Mars merupakan kisah sepasang remaja saling bertolak belakang yang ternyata menyimpan masalah masing-masing. Kisah yang nggak bisa dibilang ringan karena ada perjuangan demi impian dan harga diri di dalamnya. Yang pasti sih saya merekomendasikan banget novel ini :)
Profile Image for Gabriella Pratini.
65 reviews4 followers
September 3, 2015
Jujur aja aku kecewa. Awalnya udah senang banget karena Mia Arsjad akhirnya ngeluarin buku baru lagi tapi pas baca di awal2 bab udah merasa kurang sreg sama alurnya. Ceritanya Mel adalah cewek yang selalu mengerjakan segala sesuatu sesuai jadwal yang udah dibuat sedangkan Mars adalah cowok yang "berantakan", sangat menikmati hidupnya tanpa perlu membuat jadwal. Mereka bertemu karena salah sangka; Mel kira Mars mau bunuh diri karena dia berada di tepi pantai. Sampai disini cerita masih oke. Namun deskripsi karakter menurutku kurang baik. Memang Mars orangnya santai dan humoris tapi terlalu banyak kalimat yang seharusnya tidak perlu diucapkan sehingga kesannya Mars adalah orang yang bertele-tele. Mel sendiri juga karakternya kurang kuat. Dia digambarkan sebagai cewek yang tepat waktu namun karakter tidak diceritakan lagi secara mendalam. Cara mereka jadian juga menurutku sangat aneh karena dari awal mereka hanya diceritakan sebagai teman tapi di tengah-tengah tiba-tiba Mars nembak Mel di dalam bioskop padahal sebelumnya dia gak pernah memiliki perasaan apapun. Konfliknya juga kurang greget; malah menurutku bagian terbaik dari novel ini ada di akhir cerita karena humor yang dilontarkan oleh Mars akhirnya sukses bikin aku ketawa.
Profile Image for Vinca.
219 reviews5 followers
November 3, 2015
hihiji aku jd ngebayangin kalau marshal dan mel beneran nikah.. ntar pasti ada dialog gini..

"Papamu ini ya.. the one and only buat mamamu.. pria pertama dan terakhir yg berhasil macarin mamamu.."

atau..

"mama dulu sempet ngira papamu ini orang setengah waras yang berniat bunuh diri di Ancol.. hihihi"
Profile Image for Titi Sanaria.
202 reviews37 followers
Read
February 23, 2016
Suka sama yang ini, Boookk!
Hahaha... cocok untuk yang pengen ketawa-ketawa. Ini masuk dalam calon jawaban kuis untuk tantangan Gramedia. Sejauh ini Mia Arsjad belum mengecewakanku.
Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
August 2, 2022
Bintang 2.

Baca novel ini sebagai pembuka bulan sekaligus sebagai penawar reading slump karena sibuk selama hampir sebulan lebih.

Dan ya, novel ini not my cup of tea. Biasanya saya enjoy-enjoy aja baca karya Mia Arsjad tapi untuk novel kali ini rasanya agak beda ya. Kaya FTV buangett. Mulai dari prolog, alur cerita, latar belakang tokoh hingga konflik-konflik yang timbul di novel ini.

Ditambah lagi nggak ada satupun karakter dari kedua tokoh utama yang saya suka. Terutama karakter ceweknya sih, bikin frustasi!! Arghh.

Tapi saya bela-belain namatin novel ini karena nggak mau menambah daftar panjang koleksi novel DNF saya wkwk.

Melody & Mars, bercerita tentang Melody alias Mel, remaja berusia 19 tahun yang hidupnya serba teratur. Dia gadis yang biasa-biasa aja, mulai dari wajah, penampilan, kehidupan hingga ekonomi semua serba biasa sampai suatu ketika hidupnya berubah sejak bertemu dengan Marshall atau Mars, si artis baru yang (hampir) bunuh diri dengan cara menenggelamkan diri di Ancol.

Seperti yang saya bilang diatas tadi, ceritanya FTV banget. Khas SCTV lah pokoknya wkwkw. Berawal dari berusaha menyelamatkan hingga akhirnya saling jatuh cinta karena seringnya ketemu akibat kebetulan-kebetulan ala penulis.

Agak bingung juga sih saya mau reviewnya, abis novelnya begini. Bukanya jelek sih cuma ya kurang menarik aja.

Dan yup, khas Mia Arsjad seperti celetuka-celetukan yang asal ceplos, tulisan yang heboh, perumpamaan yang absurd masih menemani sepanjang cerita. Dan tentu saja karakter khas cewek buatan Mia yang keimutan, cukup humoris dan kekanakan juga masih menjadi poin utama disini.

Genre di novel ini katanya YA ya, tapi menurut saya lebih ke teenlit sih, abis karakter tokoh-tokoh disini tuh kaya remaja banget! Apalagi tokoh Mel, dia terlalu labil dalam setiap tindakan. Okelah karakternya dikatakan dia orang yang terstruktur dan terjadwal tapi hanya itu yang membuat Mel terlihat dewasa, selebihnya dia childish abis! Dia nggak bisa mengambil keputusan, dia nggak tau mana yang baik buat dia.

Terutama di kasus Pak Seto, saya sampai kesel karena pikiranya cetek banget kaya anak SMP.

Ada satu adegan - hal. 213 kalau tidak salah - dimana Pak Seto berhasil diringkus polisi di kosanya. Melihat Pak Seto dibawa polisi dan dipukuli istrinya, Marshall, Pipit dan Darla tos bersama karena berhasil membuat Pak Seto ditangkap. WTH.. T.T berasa liat kartun anak-anak engga sih? Tos bersama dan bahagia setelah berhasil menjebak penjahat? Ada yang lebih kekanak-kanakan dari ini?

Ya pokoknya novel ini kaya bukan Mia banget. Saya bosen sih bacanya jujur. Kaya udah ketebak aja alurnya. Apalagi kehadiran Dian nggak membantu menambah nyawa di novel ini.

Overall, saya nggak begitu menikmati ceritanya tapi lumayan juga lah sebagai kudapan awal buat semangat baca lagi.
Profile Image for Valentines Risma.
73 reviews8 followers
July 12, 2020
Kembali dengan bukunya Mia Arsjad yang tidak pernah gagal untuk menghibur.

Kali ini, bukunya bergenre Young Adult. Tokohnya masih dalam usia awal 20an dan masih kuliah. Mel, mahasiswa yang memiliki nilai sangat bagus di perkuliahannya namun agak kesulitan masalah ekonomi, bertemu dengan Marshall, seorang bintang iklan yang sedang merintis karir. Baik Mel maupun Marshall, memiliki permasalahan pribadi yang lumayan berat.

Seperti biasa, Mia Arsjad sangat konsisten soal watak tokoh-tokohnya dan setting tempat dalam novelnya. Tokoh-tokoh dalam novel ini (terutama tokoh utamanya) berhasil tampil kocak tanpa dialog-dialog atau adegan yang cringy. Setting tempat yang diambil pun tidak macam-macam, hanya Ancol, Sentul, komplek rumah Mel dan kampus. Tidak seperti novel-novel Mia yang sebelumnya saya baca, kali ini tidak ada setting cafe atau toko buku langganan.

Kemunculan konflik dan permasalahan tiap tokohnya pun sangat rapi, munculnya satu demi satu dan terbongkar satu demi satu juga. Penyelesaiannya tidak tumpang tindih, jadi cocok sekali memang kalau dibaca oleh pembaca remaja hingga dewasa muda.

Bintang 4 untuk novel ini, karena berhasil membuat saya tertawa di sepanjang novel karena kelucuan dua tokoh utamanya :D
Profile Image for Rofi.
238 reviews1 follower
October 30, 2018
Baca bab-bab awal agak cringe-cringe gitu. Pas dipertengahan lumayan lah udah mulai menikmati ceritanya. Walaupun pertemuan Mel dan Mars emang “diatur banget” dan masih brasa cringe juga, haha tapi gak papa lah, soalnya nyambung-nyambung aja. Suka sih sama interaksi mereka berdua dan juga tokoh-tokoh disekitar mereka. Jadinya aku menikmati membaca novel ini dan pas mendekati bagian akhir bisa bernafas lega karena endingnya oke dan sip, he.
Novel ini bagus walaupun agak cringe pas baca tapi aku suka 😁
Profile Image for Lulu L.
111 reviews
January 15, 2019
3.5!

Imut-imut banget tau ceritanya >-<
Aku suka banget sama gaya santai pemikiran tokohnya. Ga ribet dan ga bikin drama.
Lucu ih pokonya. Rasa ga sreg di klimaksnya nih kak. Mel kan digambarin perempuan yg rasional walaupun panikan, tapi rasanya pas mereka ribut di taman dan lainnya itu malah jd ga rasiona, kok tumben egois kataku:( aku mikirnya setelah tau kalau Mars nya sampe dipaksa turun ranjang dan tau kalau sekarang Mars lg kalut, aku bakal dampingin dia tanpa nuntut macem2. Apa ini terlalu naif ya hahaha? Selain respons Mel di klimaks, selebihnya aku suka :D
Profile Image for Majingga Wijaya.
152 reviews20 followers
August 24, 2020
Tergiur baca karena saran teman yang katanya lumayan buat bacaan. Dan pas udah baca, gila kocak abis!!

Candaan-candaan yang ada mampu mengimbangi permasalahan yang disuguhkan. Jadi nggak terasa berat pas baca. Mengalir aja rasanya. Apalagi karakter Marshall yang easy going dan terkesan santai tapi menyimpan masalah yang membingungkan. Ditambah Melody yang panikan dengan jadwal hidup yang sudah tersusun tapi ternyata bisa kocak juga. Memang kita nggak bisa menilai sesuatu dari luar aja.

Thanks Mia, udah bikin ketawa sambil nangis pas baca novel ini 😘😘
Profile Image for Adara Kirana.
Author 2 books213 followers
August 22, 2026
3.0

YA yang sangat menyenangkan untuk dibaca, gaya menulis Mia Arsjad di sini menurut saya enak banget buat dibaca. Jujur, itu poin yang sangat menonjol sih. Sebenarnya saya cukup terganggu karena banyak head-hopping alias pergantian POV tiba-tiba sesuka hati penulis. Beberapa plot dan konflik di sini rasanya pun nggak masuk akal… tapi tertolong banget sama gaya berceritanya yang kocak. Ada beberapa hal yang udah nggak terlalu relate mungkin karena buku ini emang udah lama banget rilisnya. But overall oke laah cukup menyenangkan👍
Profile Image for Cindy Pricilla.
Author 4 books14 followers
August 14, 2017
Endingnya bikin geregetan! Tapi ceritanya seru banget, lucu, haru, komplit deh. Meskipun ada beberapa typo, tapi nggak apa-apa, yang penting ceritanya. Duh, gue jatuh cinta sama Marshall. *lovestruck*
Profile Image for perplexed.
106 reviews1 follower
September 20, 2017
konfliknya ringan. plus gue suka gimana proses hubungan mereka, kaya natural aja gitu. hm, walaupun gue agak risih sama Darla yang kalo ngomong pake "Boook." gitu deh. like, apaan sih aneh aja gitu.

tapi, overall, novel ini enjoyable bgt. recommended.

3,5/5
(tapi gue buletin aja deh jadi 4 he he)
Profile Image for Nadira Aliya.
80 reviews5 followers
February 27, 2018
"Yang bisa menyembuhkan patah hati cuma dua, yakni waktu dan orang yang baru"

Mia Arsjad tuh novelis kesukaan saya waktu masih zaman-zaman SMP, namun ngga sempat baca semua novelnya. Karena ini ada di iJak, kemudian iseng baca dan di umur segini masih bisa nikmatin ceritanya :)
Profile Image for Hanipooh.
40 reviews
July 21, 2021
Yaampun suka bgt sama gaya penulisannya mbak mia!! Kocak, lucu, seger, ngalirr bgt. Watak tiap tokohnya kebentuk bgt, aku bisa ngebayangin tokoh nya ada di dunia nyata wkwk. Suka bgt sama marshall hehee
Profile Image for Ati.
127 reviews
December 25, 2023
Wah.. Wah.. Wah...

Suka banget sama jalan ceritanya, ringan, ga ngebosenin.. Semua alurnya, sedih, bahagia, lebay, sampe bikin ngakak.. Dll.. Semua terangkum dgn epik banget.. Greget sama endingnya.. Kurang ahh, pengen nambaaah.. 😭😭🤣

Mbak Mia, i'm into you.. ❤️🫰🏻
90 reviews
September 18, 2026
Cerita tokoh yang ada artisnya. Walau artis kurang terkenal. Cerita cukup berani ada tema pelecehan di kampus. Sekarang setiap kampus sudah ada komite terkait perempuan. Jika terjadi, melihat, atau mengetahui sesuatu tentang hal tsb segera lapor.
Displaying 1 - 30 of 60 reviews