Untuk sementara, biarlah Carrie beranggapan begitu. Jadi sekarang, mari lupakan kesedihan dan siap melangkah ke depan!
Carrie pun berkenalan dengan kota baru yang siap mengobati luka hatinya, siap memperkenalkan cinta baru untuknya.
Nama kota kecil itu adalah Verona...
Di tempat yang menjadi saksi kekuatan cinta abadi Romeo dan Juliet itu, Carrie berharap Verona memberinya kesempatan untuk merasakan cinta.
L’amore di Romeo—cinta seorang Romeo... Semoga Verona tak mengecewakannya. Semoga ia bisa mengobati hati Carrie. Dan mempertemukan Carrie dengan Romeo-nya…
Setelah ending buku pertamanya yang mendayu-dayu, buku ini hadir dangan atmosfer yangbkembali ceria. Seperti biasa, Carrie yang berisik selalu bisa menghangatkan suasana. Prolognya bikin bertanya-tanya sih di awal dan bikin saya agak pesimis kalau bukunya bakal lebih sedih dibanding L'eternita di Roma. Tapi, dugaan saya salah. Menjadi tipe pembaca yang positif thinking dan nggak langsung tutup buku walau openingnya kurang disuka memang menyenangkan.
Dan... Tidak diduga, buku ini lebih bikin baper dibanding buku pertama. Perjalanan Demas dan Carrie memang menyenagkan dan romantis, tapi, buku ini lebih dari itu. Romantis, hangat walau setting ceritanya musim dingin, menyenangkan dan yang tetap bikin pembaca sangat menikmati. Detail tempat liburan di Verona yang dijelaskan secara apik, foro-foto yang diikusertakan bikin saya bisa membayangkan bagaimana suasana kora itu. Belum, tambahan beberapa dialog dan puisi dalam kisah cinta putri Capulet itu. Sebenarnya, saya nggak terlalu suka dengan kisah cinta Romeo dan Juliet karena endingnya saya nggak suka. Walau seperti kata Paul, ending cerita itu dikatakan happy atau sad sebenarnya bergantung dari sudut pandang pembacanya. Tapi, mengingat bagaimana cerita itu mendunua juga diksi dan puisinya yang indah indah, saya jadi kesengsem dan pengin baca versi sastra Inggrisnya juga.
Untuk karakter, saya suka banget dengan Paul. Dia terasa 'amat laki-laki', agak mellow sedikit kalau sudah berhubungan dengan keluarganya, tapi nggak semellow Demas dalam hal cinta. Paul terasa agak pesimis dengan cinta, tapi bagi saya itu realistis, dan saya suka. Poin tambahannya, dia penulis. Dan, caranya saat membicarakan sesuatu sedalam cinta bikin hati berbunga. Bukan karena dia gombal, tapi memang quoteable banget.
Namun, sayang, dari banyak hal yang saya suka di atas, saya hanya bisa kasih tiga love Kenapa? Endingnya nggak sesuai hati saya, kurang suka.
Setelah membaca L'Eternita di Roma, aku sudah penasaran dengan kisah Carrie selanjutnya. Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya aku berkesempatan membaca kelanjutan kisah Carrie yang sekarang akan berpetualang ke Verona.
Carrie yang patah hati karena perasaannya kepada Demas yang tak berbalas, akhirnya punya kesempatan untuk pergi ke Verona, ke kota tempat Romeo-Juliet pasangan favoritnya. Carrie berharap di Verona dia akan bisa move on dan menemukan Romeonya sendiri.
Apakah Carrie berhasil menemukan Romeo? Bagaimana serunya petualangan Carrie menyusuri kota Verona, saksi cinta abadi Romeo-Juliet? Tunggu review selengkapnya diblogku :D
Kalau di LDR: L'eternita di Roma Carrie berada di Roma, maka kali ini gadis itu beruntung berkesempatan pergi ke tempat dimana sepasang kekasih legendaris pernah hidup: Verona! Yup! Kota indah ini adalah tempat dimana Romeo & Juliet pernah tinggal. • • Kali ini Carrie berperan sebagai tour-guide yang membawa 20 orang turis dengan karakter uniknya masing-masing. Kegundahan Carrie bermula dari hilangnya scarpbook tersayang saat berada di sebuah hotel. Ia sampai kelimpungan mencarinya. Dan tanpa sepengetahuan Carrie, ada sepasang mata yang terus saja mengawasi gerak-geriknya. • • Sekalipun sudah 3 tahun berlalu sejak pertemuannya dengan Demas, Carrie masih juga baperan. Sampai-sampai ia nekat mengikuti sosok yang dikiranya Demas saat sedang berseluncur di Paganella, Andalo. Karena itu juga ia terjatuh di lembah dan terkubur dalam badai salju. Argghhh! Carrie terlalu ceroboh! Tapi untunglah laki-laki yang tadinya dikiranya Demas itu akhirnya menolongnya. (cieeehhh) • • Kisah ini tidak seceria buku pertamanya. Banyak rahasia kelam masa lalu Demas yang terungkap. Hubungan Demas dengan Alexa juga cukup banyak dibeberkan dalam buku ini. Membuat pembaca ikut merasa bersimpati pada Demas, merasa kasihan pada Alexa, dan bahkan ikut bingung dengan perasaan Carrie. Pokoknya serasa ikut diaduk-aduk deh perasaan kita. • • Aku juga suka banget dengan sisipan kisah cinta Romeo-Juliet di buku ini. Terasa sangat pas berdampingan dengan kisah Carrie-Paul-Demas-Alexa. Interaksi yg tercipta antara Carrie & Paul juga terasa begitu menggemaskan! Campuran antara rasa manis, geregetan & humor. • • Pesan yang paling kutangkap: tak peduli gimana keadaan kita, keluarga adalah orang yang paling peduli dengan kita. Itu harus selalu kita syukuri. • •
Oh iya, sama halnya dengan buku pertamanya, LDR: L'amore di Romeo ini juga telah diangkat ke layar lebar oleh MaximaPictures
Ini buku kedua LDR. Buku pertama LDR diakhiri dgn kematian Alexa pada hari pernikahannya dengan Demas, yang membuat Carrie patah hati, apalagi dengan putusnya kontak di antara mereka begitu saja.
Lalu kali ini Carrie dapat rezeki untuk bisa ke Verona, di mana ia bertemu kembali dengan Paul, kenalan yg dijumpainya saat pernikahan Demas-Alexa. Seperti di buku sebelumnya, garing sekali saat Carrie dijatuhkan pengarang pada pesona Paul yang ganteng, tajir, baik hati, pandai memasak, jago menulis, dan ternyata orang Indonesia! Duh, kali ini saya pengin bisa ke Verona, asal dijamin bakal ketemu cowok macam Paul 😊
Bakal lancarkah hubungan Carrie dan Paul? Silakan lihat sampul buku ini, di mana Anda lihat ada cowok kedua di sana sbg pihak ketiga. Aneh juga, kenapa buku pertamanya juga bergambar dua cowok san satu cewek ya. Padahal harusnya dia cewek dan satu cowok aja.
Jadi, gimana sebenarnya hubungan kedua cowok itu? Garing lagi, karena Carrie lagi-lagi tanpa upaya keras bisa dapat pilihan dua cowok keren. Satu kelebihan buku ini, bila di buku pertama, Demas tidak tampak punya emosi dan upaya apapun yang bisa membuat Carrie jatuh cinta, beda dengan Paul. Ia digambarkan bisa lebih punya tekad dan upaya saat ingin membuat Carrie jatuh cinta padanya.
Tetap bintang dua, karena kesantaian Carrie makin nyebelin, dan saya nggak suka akhir ceritanya.
Hallo readers Novel ini lanjutan dari LDR 1 jadi kalian mesti baca yang LDR 1 baru baca yang ini. Novel ini bikin orang baper. Bikin orang mewek juga pas epilogny psst gak nangis loh ya. Bagus ceritanya buat saya gak bisa move on berhari2 dari Paul. Paul juga penulis novel yang merelakan cintanya untuk kakaknya, Demas. Jadi, kalian yang suka genre romance wajib baca. Novel ini pinjaman dari teman saya di perpus daerah. Alasan saya memberikan 3☆ karena saya tidak suka epilognya 😭