Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sudut Mati

Rate this book
Titan kembali dari Amerika Serikat setelah delapan tahun, tepat ketika Grup Prayogo milik ayahnya sedang krisis dan membutuhkan bantuannya. Selain kesulitan dalam urusan bisnis, ada ancaman dari kompetitor jahat, Ares Inco, yang memiliki keinginan menghancurkan keluarga Prayogo untuk selamanya.

Namun Titan tak hanya menghadapi itu. Kakaknya, Titok, tak suka tersaingi olehnya di dalam Grup. Adiknya, Tiara, justru menikah dengan putra mahkota musuh. Dan mungkin ia juga telah membawa kekasih yang dicintainya ke dalam bahaya.

Titan harus menghadapi itu semua. Sementara tanpa ia ketahui, seorang pembunuh dengan kode 'Si Dokter' mengintai dan menunggu saat tepat untuk ikut campur ke dalam urusan mereka.

344 pages, Paperback

First published September 1, 2015

25 people are currently reading
325 people want to read

About the author

Tsugaeda (Ade)

8 books117 followers
Penulis novel thriller Indonesia. Dapat dihubungi di surel tsugaedauthor@gmail.com atau Twitter @tsugaeda.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
121 (29%)
4 stars
213 (51%)
3 stars
67 (16%)
2 stars
6 (1%)
1 star
5 (1%)
Displaying 1 - 30 of 135 reviews
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
June 7, 2016
“Maafkan aku, Ibu! Tapi, Ayah harus dihabisi.”

Kisah ini dibuka dengan kematian seorang perempuan bernama Prameswari. Dia meninggal karena kecelakaan di tangga rumahnya. Hasil penyelidikan polisi menunjuk Teno, anak kedua Prameswari sebagai pelaku pembunuhan, meskipun bukti yang memberatkannya hanya selembar kertas bertuliskan kalimat pembuka di atas.

Prameswari meninggalkan suami dan empat orang anak. Sigit Prayogo adalah pengusaha sukses dari Prayogo Group. Anak pertamanya, Titok , disebut-sebut sebagai pewaris bisnis besar ayahnya meski semua orang tahu Titok tidak becus dalam bekerja. Yang dia tahu hanyalah menggunakan nama besar Prayogo untuk kepentingannya. Tapi Titok punya kelebihan. Dia tidak mengenal rasa takut jika itu berurusan dengan fisik. Sejak remaja, Titok sudah tumbuh menjadi pemuda tegap dan sering berkelahi. Yang dia takutkan hanya satu. Jika mimpinya yang berdarah-darah itu menjadi kenyataan.

Teno adalah anak kedua. Meski pintar, Teno cenderung anti sosialis. Beberapa kali Teno membuat ulah hanya dengan ucapan-ucapannya yang menimbulkan huru-hara. Bukan sekali Teno bertengkar dengannya. Pernah Teno bahkan pergi meninggalkan rumah setelah berselisih pendapat dengan ayahnya. Dengan berakhirnya Teno di penjara sebagai tertuduh pembunuh ibunya, Sigit sedikit bernapas lega. Tapi, Teno selama Teno masih hidup dia tetap menjadi ancaman.

Anak ketiga, Titan dikenal sebagai anak yang pendiam. Sifat Titan yang selalu ingin memperbaiki segala sesuatu terkadang membuat saudara-saudaranya memanfaatkan dia. Ketika ibunya meninggal, Titan memilih untuk pergi ke Amerika melanjutkan studinya. Kabarnya dia bahkan tidak ingin kembali ke Indonesia. Sayangnya kondisi Prayogo Group yang diambang kehancuran mengharuskannya kembali. Bersama Kath, kekasihnya, Titan pulang untuk memperbaiki bisnis keluarganya. Tetapi peringatan dari adiknya tentang Kath yang harus diwaspadai, membuat Titan mulai meragu.

Sementara itu, si bungsu Tiara sebagai satu-satunya anak perempuan Sigit justru memilih untuk menikah dengan pewaris bisnis Ares Inco, musuh terbesar Prayogo Group. Karirnya sebagai aktris sedang naik daun. Namun Tiara selalu waspada setiap hari, karena dia tahu hidupnya terancam. Hanya Titan, kakaknya yang dia percaya bisa membantunya. Hanya saja, kalau nasib kakaknya sendiri tidak aman, bagaimana dirinya bisa selamat?

Aku harus menciptakan sudut mati ini. Biarlah meledak sekali, lalu selesai

Sudut Mati menyajikan banyak konflik. Perseteruan keluarga, masalah bisnis, dendam, pembunuh bayaran, sampai misteri orang terdekat. Komplit. Tapi tenang saja, banyak konflik tidak akan membuat pembaca menjadi bingung. Sebaliknya, dengan alur cepat, novel ini page turner banget. Saya tidak rela meletakkan bukunya sebelum tiba di halaman terakhir.

Tsugaeda memanfaatkan salah satu fenomena pemilihan presiden di Indonesia sebagai salah satu background di novel ini. Tokoh Sigit Prayogo mengingatkan saya pada salah satu calon presiden yang menggunakan nama tenarnya di dunia bisnis untuk maju sebagai pemimpin bangsa. Trus konflik bisnis yang selama ini hanya saya lihat di film-film action akhirnya membuat saya bertanya-tanya, ini beneran bisa terjadi di Indonesia ya?

Ah…sulit membuat reviewnya tanpa spoiler. Buku bagus memang gitu sih… *wink*
Profile Image for Akaigita.
Author 6 books238 followers
August 30, 2021
Dua kata buat buku ini:
1. Seru
2. Sinting

Buku ini dibuka dengan adegan "pembunuhan" seorang ibu oleh anaknya yang nggak waras. Nyaliku seketika menciut karena ini beda sama dua buku Tsugaeda yang kubaca sebelumnya, yang atmosfernya "baik" meskipun tetap aja diisi orang-orang jahat. Lha, di buku ini nggak ada orang baiknya blasss. Sang protagonis, Titan, juga abu-abu banget. Tahunya apa kalau dia itu nggak baik 100%? Dia selalu menjustifikasi tindakannya untuk "memperbaiki". Cuma orang jahat yang ngomong gitu.

Buku ini penuh plot twist dan preman wkwk. Aslilah sumpah adegan klimaksnya seru banget. Macam film gangster holiwud. Banyak pertumpahan darah, banyak kilik-kilik korporat yang nyebelin, dan banyak preman (eh udah disebut tadi).

Selain plot yang berliku-liku, klimaks yang seru dan memuaskan, penokohannya juga mantap di buku ini. Setiap tokoh punya karakter masing-masing yang kontras dan berkonflik dengan karakter lain. Jadi ceritanya jalan. Terus, tokohnya konsisten bergerak sesuai karakter mereka masing-masing, dan di ending, penyelesaian tujuan masing-masing tokoh juga dapetttt. Gemesss. Kok bisa serapi itu nulisnya.

Tokoh kesukaanku di sini? Hmm... Si Dokter. Wkwkwk. Serius, jadi teringat si Dokter di anime Akudama Drive, which is highly dangerous. Aku udah nebak siapa si Dokter ini sewaktu si Polong memaparkan kisah versi panjang tentang desas-desus si Dokter di jalanan. Senang tebakanku tepat.

Oh, jangan lupakan si psikopat Teno. Jadi teringat Raskolnikov aku dibuatnya. Nulis teori dan pembenaran dulu sebelum menjalankan aksi pembunuhannya. Bawa-bawa kapak. Yeah. Banyak banget ucapannya yang quotable, karena dia orang paling cerdas dan bijak di cerita ini, sekaligus paling sinting. Waktu dia mengayunkan kapak itu, teringat meme si Bateman dari American Psycho wkwkwk. Mungkin mukanya juga 11-12 sama si Bateman karena di buku ini dibilang juga Teno lumayan ganteng.

Aku paling suka dialog-dialog Titan dengan Kath. KATH terutama. Aku suka banget sama dia. Celetukannya juara. Dia cewek badass.
Profile Image for Ren Puspita.
1,480 reviews1,018 followers
January 19, 2016
4 stars

Full review dan giveaway berhadiah buku Sudut Mati dan Rencana Besar bisa dibaca disini:

Ren's Little Corner

Move aside Skywalker boys!! There are new dysfunctional family in the town, and they are Prayogo family!!

Jadi ingat dua tahun yang lalu, Tsugaeda menawarkan Rencana Besar di GRI dan untunglah gw saat itu menawarkan diri untuk mereview, karena Rencana Besar jadi satu dari novel thriller lokal yang berhasil memukau gw. Diikuti dengan ketemu sama si Ade, tahu kalau ternyata dia kakak kelas gw di SMA (awalnya dikiranya adik kelas, padahal kami seumuran, hahaha. Ternyata yang bersangkutan salah dengar XD). Eniwei, ini review berusaha gw bikin jujur walau gw kenal si Ade ya :)).

Jujur gw lebih suka Rencana Besar, tapi bukan berarti Sudut Mati jelek lho (empat bintang kok jelek XD). Memang dari segi konspirasinya ga se"heboh" Rencana Besar, tapi gw salut karena segi thrillernya dapet. Idenya sebenarnya simple, ini persaingan dua grup yang sama besarnya di Indonesia, yang berusaha saling tikam dan menghancurkan. Tapi tentu saja ada bumbu intriknya. Jujur gw sampai ambil napas panjang setelah selesai baca Sudut Mati. Good job, Tsugaeda :)

Which is lead me to the next question, apa akan ada buku tentang Makarim Ghanim lagi ya? Jujur gw kesengsem sama tokoh ini (dan bukan karena gw penggemar om - om, woy! :P).

Profile Image for Shelly.
Author 2 books44 followers
March 29, 2018
Pastinya 5/5!

Hmmm. Penulisnya kece. Editornya kece. Ceritanya?

Seperti yang pernah saya ulas di sini, novel ini termasuk bacaan ngeri-ngeri sedap. Sudut Mati karya Tsugaeda mengangkat genre thriller dan tema korporasi yang dikemas secara cerdas tanpa mengurangi nilai-nilai berbau Indonesia—permen jahe, Bahasa Jawa, bahkan sampai paranormal.

Sudut Mati karya Tsugaeda


Hal-hal yang sangat saya sukai dalam novel ini:
> Banyak tokoh dengan karakter abu-abu
> Nuansa kelam yang amat kental
> Unsur character driven yang kuat
> Beberapa plot twist begitu 'nendang'
> Manifestasi Teno xD
> Titan, Titan, Titan :3
> Saya membaca novel ini hanya sekali duduk! (Hanya saja, memang butuh waktu yang lama buat saya untuk mengulasnya. My bad habit. Hiks)

Sebenarnya, ada satu pertanyaan yang masih terpikir oleh saya. Apakah Teno itu memang tidak bisa merasakan sakit secara fisik? Hmmm. Tebakan saya sih, begitu. Mungkin Teno punya semacam penyakit CIPA atau sejenisnya, gitu.

ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Sejauh ini, kutipan favoritku adalah:
"I'm going to release the Kraken." - hlm. 131


"Kenapa hari ini keparat-keparat dalam hidupku berkumpul di tempat yang sama?" - hlm. 249.


Terima kasih kepada bang Tsugaeda yang telah menulis novel thriller epik ini. Mungkin setelah ini saya harus membaca 'Rencana Besar'. Saya juga sangat beruntung karena bisa mendapatkan novel ini dalam acara BBW. RAWR!
Profile Image for Alvina.
732 reviews119 followers
November 11, 2015
“Maafkan aku, Ibu. Tapi Ayah harus dihabisi”


Setelah membaca novel Rencana Besar, saya memasukkan nama Tsugaeda ke daftar penulis yang buku-bukunya harus saya baca. Maka ketika ada pre order Sudut Mati, saya langsung saja pesan, tapi sayangnya baru sempat saya baca sekarang. Yah, akhir akhir ini semangat membaca dan ngereview saya emang lagi drop banget. :(


Sudut mati berkisah tentang keluarga Sigit Prayogo dan istrinya, Prameswari, beserta empat anak anak mereka. Titok, Teno, Titan dan Tiara.


Setelah terjadi tragedi dalam keluarga mereka yang menyebabkan kematian Sang Ibu, Teno dipenjara dan Titan pergi ke Amerika. Sigit hanya ditemani Titok yang kasar dan keras kepala serta Tiara yang selalu berangan angan hidup menjadi seorang Putri.


Cerita dimulai dari kepulangan Titan ke Indonesia saat ayahnya sedang sibuk kampanye politik pemilihan Presiden Indonesia untuk era berikutnya. Pada saat yang bersamaan, perusahaan Sigit megap megap karena ada Bank sebagai sumber dana yang kolaps. Titan yang memang belajar bisnis di Amerika kemudian datang untuk membantu ayahnya mengatasi kesulitan tersebut.


Sementara itu, pesaing mereka, grup Ares juga sedang merencanakan sesuatu untuk menjatuhkan kekuasaan grup Prayogo. Titan sadar bahwa untuk menyelamatkan perusahaan mereka, ia harus bertindak di luar batas. Bahkan meski kemudian ia dibenci dan nyawanya terancam.


Buku ini memiliki ide cerita yang apik, yaitu kejahatan kerah putih yang penuh intrik bahkan antarsaudara. Secara keseluruhan, saya mengagumi kemampuan penulis dalam mengolah tema yang biasanya hanya berupa polesan menjadi sesuatu yang membuat pembacanya penasaran sampai akhir cerita. Mungkin karena bab-babnya juga diisi singkat-singkat, tidak terlalu panjang hingga membosankan. Meski pengalihan adegannya maju mundur bahkan kadang terasa terburu buru, saya tetap saja melanjutkan membaca, karena tidak terlalu sulit memahami kisahnya. Kecuali kalau sudah berhubungan dengan pasal hukum. Tapi toh saya nggak repot repot juga nyocokin pasal, wong saya niatnya baca ya buat nambah hiburan, bukan bikin pusing XD


Karakter Titan cukup kuat diceritakan, plus memiliki dua sisi, positif dan negatif. Ini jelas membuat tokoh utama tidak selalu menjadi hero yang baik baik saja, seperti kebanyakan novel lainnya. Tokoh pendamping juga diceritakan dengan porsi yang pas, tidak berlebihan. Masing masing peran memperkuat kehadiran tokoh yang lain sehingga membuat kita sebagai pembaca menjalin jalin benang merah untuk mengungkap rahasia rahasia yang ada. Yang menjadi pelajaran bagi saya dari cerita ini adalah tentang kedekatan antarsaudara sekaligus keberanian mengambil keputusan. Saya harap Tsugaeda tetap produktif dalam menerbitkan buku-buku bertema thriller korporasi seperti ini, seakan hal tersebut sudah menjadi ciri khas karyanya.


Buku yang perlu dibaca kalau kamu memang peminat cerita cerita thriler :)
Profile Image for raafi.
929 reviews451 followers
October 27, 2015
Setelah bertahun-tahun berada di Amerika, akhirnya Titan Prayogo kembali ke Indonesia. Grup Prayogo milik ayahnya ada di ujung tanduk, sebentar lagi akan runtuh. Dirinya diminta untuk menangani krisis yang sedang terjadi. Namun, kakaknya, Titok Prayogo, tidak begitu suka dengan kedatangan adiknya itu. Sebagai anak pertama, Grup Prayogo sudah seharusnya menjadi miliknya.

Perebutan kekuasaan itu diselipi dengan gangguan perusahaan kompetitor jahat yang membuat Grup Prayogo kewalahan. Ares Inco berkeinginan menghancurkan keluarga Prayogo untuk selamanya. Bagaimana Titan menyelesaikan semuanya? Haruskah ada pertumpahan darah agar Grup Prayogo tetap bertahan?

ulasan lengkapnya: http://bibliough.blogspot.co.id/2015/...
Profile Image for Anastasia Cynthia.
286 reviews
November 21, 2015
“Biasanya orang-orang yang sudah mencapai tempat ini disibukkan engan mengejar status dan kenyamanan hidup, tapi ibuku hanya berpesan untuk menengok ke bawah. Maksudnya, menengok tempat asalku. Terkadang tempat terbaik untuk melihat memang ketika kita ada di tempat jauh dan tinggi.” –Sudut Mati, hlm. 173-174


Delapan tahun sudah Titan mengasingkan diri ke Amerika, tepat ketika Sigit Prayogo mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat kepala negara, ia pun disambut pulang. Nama ayahnya boleh dielu-elukan, tapi tidak dengan Grup Prayogo yang tengah mengalami krisis perkepanjangan. Titok, sang kakak sulung, hanya tahu cara berfoya-foya; bermain perempuan, pergi memancing, tanpa tahu harus mengemudikan kerajaan bisnis ke arah yang benar.
Sementara Ares Inco mencanangkan strategi jahat, Titan mulai mengatur siasat untuk membalikkan keadaan. Pasalnya, serangan bukan hanya berasal dari kompetitor jahat, melainkan Titok yang tidak terima dilengserkan dari jabatan.

Keadaan menjadi semakin buruk, ketika Tiara, adik bungsunya, menikah dengan Kevin, anak dari Nando, sang tetua Ares Inco. Perempuan itu bisa saja bungkam ketika suami bengisnya menyiksa dari hari ke hari. Tapi, ketika tahu ada sosok yang mencurigakan mengikutinya, hatinya semakin gusar.

Mereka tak lagi sendiri. Ada seseorang di luar sana yang akan selalu mengintai. Seseorang dengan identitas pembunuh bayaran. Dan semua orang memanggilnya dengan sebutan “Si Dokter”, sebuah kode yang sangat menipu. Namun, tanpa tahu ia mulai memasuki hidup keluarga Prayogo.



“Saya tahu dia akan membunuh saya. Maka, saya bangkit, terhuyung-huyung mundur. Saya berteriak, lalu melarikan diri dari tempat itu. Kemudian, sampailah saya di suatu sudut mati hingga saya tak bisa melepaskan diri lagi. Sosok itu makin dekat. Saya bisa melihatnya menghampiri saya. Saya tahu akan mati sebentar lagi.” –Sudut Mati, hlm. 83



Frasa “sudut mati” tiga kali ditulis pada novel kedua Tsugaeda, satu pada covernya yang gelap, satu pada kalimat di atas, dan satu lagi pada kata-kata Titan ketika mencoba mengonfrontasi Titok. Ketiganya punya makna yang berbeda. Tapi lewat frasa tersebut di cover-nya, saya rasa, sudah banyak pembaca “Rencana Besar” (novel pertama Tsugaeda) yang curiga: kira-kira ide gila apa lagi yang bakal dituangkan Tsugaeda dalam novel terbarunya?

Kalau dulu “Rencana Besar” secara khusus membahas kasus korupsi dalam bank UBI, kali ini, dalam “Sudut Mati”, Tsugaeda mencoba membahas sesuatu yang lebih kompleks. Konflik yang dihadapkan pada tokoh protagonisnya, Titan Prayogo, tak lagi berasal dari sisi eksternal, melainkan juga dari sisi internal, yaitu para anggota keluarga Prayogo sendiri. Belum lagi, di blurb belakangnya, calon pembaca diperhadapkan pada kode “Si Dokter”, yang mana kalimat tersebut malah membikin pertanyaan baru: siapa sesungguhnya Si Dokter yang dimaksud oleh Tsugaeda? Terakhir, isu yang mengatakan “kekasih yang dicintainya” juga membuat saya terkecoh. Mungkin di dalamnya ada unsur roman, yang dulu di “Rencana Besar” tak sempat dibahas oleh Tsugaeda?



Baca selengkapnya di: https://janebookienary.wordpress.com/...
Profile Image for Dhia Citrahayi.
Author 3 books21 followers
July 21, 2016
love it. repiu menyusul.

-------------- edit -----------------------------

Sudah lama sekali saya membaca buku ini. Bulan kapan saya baca, bulan kapan juga saya reviewnya. Draft reviewnya bahkan numpuk lama di blog :)). Aduuh, saya malah jadi kepikiran. Jujur aja, sebenarnya saya juga agak-agak lupa jalan ceritanya, meski inget sebagian besar ceritanya.*dikaplok*

#lah

Sialan.

Saya cuma bisa misuh-misuh setelah menamatkan novel ini. Ya..., bukan misuh yang kasar sih. Paling cuma menggerutu dalam hati aja gara-gara nggak nyangka kalau ceritanya bakal berkembang menjadi seperti ini.

Jujur saja, waktu membaca sinopsis + lihat sampul buku, saya sudah terbayang-bayang aroma thriller dan romansa. Maksudnya ya... romansa khas-khas thriller gitu. Sayang, saya cuma bisa gigit jari karena ternyata nggak menemukan romansa yang saya maksud di dalam cerita ini. Saya ketipu. Tapi ketipu dengan cara yang manis dan memuaskan.

Ngoahahaha....

Ini cerita kurang tebel n kurang banyak menurutku. :'(

Cerita mengenai dunia korporasi yang disampaikan Mas Agus memang menarik. Saya, yang aslinya selalu bosan dengan cerita bertema perbankan (gegara paling juga ceritanya itu-itu aja), dibuat tahan mantengin cerita di novel ini sampai selesai. Pencampuran antara tema cerita, intrik antar kelompok, dan yang nggak nyangka, TERNYATA ADA INTEL JUGA (please, jangan bayangin indom*ie pake telor ya) diramu jadi satu yang menghasilkan komposisi yang pas. Cerita ini jadi nggak terlalu berat, tapi juga gak kopong. Tau kopong, kan?

Kopong itu fase sebelum berubah jadi kupu-kupu.

*Itu kepompong keleus*

#kenakeplaklagi

Sayangnya, dibalik cerita ringan si mamase, saya merasakan ada beberapa kejanggalan. Terutama ketika mendekati bagian akhir. Kalau ini diungkapkan, takutnya saya digebukin gegara nyebar spoiler sih. Tapi, saya nggak bisa menahan rasa heran saya. Kenapa si 'itu' masih hidup padahal udah kena racun sana-sini? Masih bisa nemui Titan lagi. Kan agak aneh. Harusnya mati, Kang.

*kena lempar nasgor pengarangnya*

Salut untuk Titok yang punya harga diri tinggi dan punya jiwa martir demi keluarganya. Kasihan si Tiara yang cuma dimainin sana-sini. Cuma, keknya dia bakal punya pengganti si suami di sana ya. :D

Kira-kira ada spin off tentang romansanya Tiara gak nih? #teteupnyariyangbaper2

Selain adegan terakhir yang bikin heran, saya juga penasaran sama dunia intelijennya. Serius dunianya seperti itu? Namanya juga orang awam, pengin tahu banyak ini-itu, walau ujung-ujungnya pepatah 'curiosity killed the cat' bisa nggampar saya.

Sekian reviewnya. Semua bisa dilihat di sini >> http://imajinasi-takberbatas.blogspot...
Profile Image for Nellaneva Nellaneva.
Author 7 books160 followers
August 28, 2018
Seru. Buku ini saya selesaikan dalam sekali duduk saja selama perjalanan pesawat dari Indonesia ke Jepang. Ceritanya cukup mendebarkan, melibatkan intrik antara kedua korporasi terbesar di Indonesia yang diwarnai pembunuhan. Juga melibatkan masalah di dalam keluarga pendiri korporasi itu sendiri. Konflik dijabarkan melalui sudut pandang berbagai tokoh, sehingga membuat pembaca menerka-nerka terlebih dahulu, sebelum pada akhirnya satu per satu petunjuk terungkap keterkaitannya satu sama lain. Gaya bahasa yang digunakan sangat sesuai untuk genre action dan thriller sehingga suasana tegang dapat dibangun dengan apik. Namun, subjectively bagi saya yang selalu mengincar ‘jiwa’ dalam suatu cerita, Sudut Mati belum dapat meninggalkan kesan pembacaan yang kuat bagi saya karena gaya penceritaannya yang lebih menyerupai skenario film. Terlalu banyak dialog ala Hollywood yang cukup klise, deskripsi emosional kurang digali, dan resolusi konfliknya kurang menggigit. Sebut saja alasan Teno membenci ayahnya, lebih akan masuk akal bila disokong faktor/motivasi lain daripada idealisme semata. Belum lagi, terdapat beberapa detail yang dilewatkan begitu saja. Meskipun, bagi para penikmat film, mungkin aspek ini menjadikan lebih mudah dalam membayangkan setiap adegannya.

Secara keseluruhan, Sudut Mati merupakan kisah thriller-aksi ala Indonesia yang dikemas dengan gaya sinematik sehingga—seperti sudah dimuat di atas—mudah diselesaikan dalam sekali duduk dan membuatmu penasaran untuk membuka setiap halamannya.
Profile Image for Steven S.
702 reviews66 followers
December 25, 2015
Sudut Mati (SM) adalah novel thriller lokal terbaik yang saya baca di tahun 2015. Membaca novel ini sedikit mengobati kekecewaan sehabis melahap Proyek Maut. Mood untuk kembali membaca karya thriller lokal timbul sesaat menghabiskan Tiga Sandera Terakhir. Di novel yang “berani” ini, kita diam-diam akan menyoroti sikap mendua pemerintah yang dialami penduduk Papua. IMHO, novel (agak) serius ini diam-diam ikut membangkitkan genre thriller di industri buku lokal.

Sesaat selesai membaca Rencana Besar novel debut Tsugaeda, saya yakin kemampuan menulisnya bisa lebih baik dan seru. Tahun ini saat Sudut Mati dikabarkan akan terbit, tidak butuh lama untuk segera membelinya. Saya menikmati keseruan dan drama yang tersaji di novel ini. Meskipun dibaca dalam dua-tiga kali kesempatan. Percayalah pada waktu ketiga, saya melahap halaman demi halaman SM. Sampai rela terkantuk-kantuk untuk segera menamatkannya.

Secara keseluruhan dibandingkan RB, SM jauh lebih memikat. Di Sudut Mati Tsugaeda dapat lebih luwes dalam bercerita. Dibandingkan Rencana Besar disini saya merasa ada penyusunan cerita yang lebih rapi. Sebagai novel thriller konspirasi, tema cerita yang diangkat jauh lebih wow. Terlebih cliffhanger yang dipasang selalu menghadirkan rasa penasaran buat pembaca.

Berikut ini sedikit kesan tentang SM. *Spoiler Alert* yang dapat dibaca disini http://www.h23bc.com/2015/10/review-s...
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
September 3, 2020
Sudut Mati merupakan novel kedua Kak Tsugaeda yang kubaca. Novel yang masih mengambil genre thriller korporasi seperti Rencana Besar.

Jika Rencana Besar kental dengan dunia perbankan, novel Sudut Mati pun tak kalah mengusung persaingan 2 perusahaan besar, grup Prayogo dan Grup Ares Inco. Begitupun ditambah dengan konflik internal keluarga dan intrik politik.

Kisah bermula dari kembalinya Titan, anak ketiga dari Sigit Prayogo setelah 8 tahun kabur ke Amerika Serikat. Ada alasan tersendiri akhirnya Titan kembali ke Indonesia. Selain ingin menyelamatkan perusahaan milik keluarganya, dia juga ingin menyelamatkan keluarganya.

Masalahnya, semua menjadi tak mudah ketika kehadiran Titan menjadi batu sandungan tersendiri bagi Titok, kakak sulungnya untuk menjadi pewaris perusahaan dan juga bagi Ares Inco, kompetitor perusahaan yang sedang berusaha menghancurkan grup Prayogo.

Tidak hanya itu, semua menjadi semakin rumit ketika masalah mulai melibatkan orang-orang terkasihnya, semua nyawa terancam. Karena pembunuh bayaran terlibat, termasuk "Sang Dokter" yang tinggal menunggu waktu pasti akan turut campur dengan semuanya.

Seru dan menegangkan. Rasanya sejak membaca halaman pertama tidak ingin berhenti membacanya.

Alurnya rapi, dengan bab-bab yang singkat, penokohan karakter kuat dan cerita pun semakin lama semakin memacu adrenalin.

Sejak awal membaca aku menikmatinya, aku sengaja tidak menebak sejak awal, karena aku ingin mengumpulkan keping fakta demi fakta lebih banyak, sebelum menebak apa yang sesungguhnya terjadi dan ternyata benar dugaanku soal "Sang Dokter". Begitupun dengan Teno ...

Walau ada juga yang tetap mengejutkan, aku suka bagaimana Tsugaeda menggiringku membaca kisah Titan bersaudara ini hingga akhir 😍 Pokoknya, aku gak akan ragu untuk terus membaca tulisan Tsugaeda, karena risetnya keren dan seperti membaca kisah nyata yang difiksikan.

Yang sudah membaca Rencana Besar, pasti kenal dengan Makarim dan Bank UBI? Nah, ini juga muncul disini loh, ada hubungan apa baca sendiri ya ❤

Kamu pecinta thriller, harus mencoba thriller korporasi racikan Kak @tsugaeda_author ya. Rasanya masih jarang menemukan penulis Indonesia yang mengambil genre ini 😍 dan aku sukaaaa ❤
Profile Image for frikelovato.
137 reviews34 followers
August 4, 2019
Dari buku yang sebelumnya emang udah jatuh cinta dan penasaran sama karya selanjutnya, dan sesuai dugaan, ceritanya akan lebih menarik dari pada covernya hahaha

Dari segi penampilan buku-bukunya tsugaeda emang kurang menarik, ini aku mencoba untuk subjektif dulu, tapi setelah baca bukunya terutama buku yang ke dua ini, rasanya cover itu hanya sekedar cover, yang setelah baca satu-tiga bab udah lupa kalo covernya itu gak menarik, justru malah ngerasa kalo buku ini dari covernya aja udah kayak suram gitu ceritanya.

Untuk ceritanya keren dan lebih bagus dari buku pertama, karna eksekusinya lebih intens, detail dan agak sedikit sensistif, bahkan di ending pun cukup sedih apalagi waktu Sigit kasih makan anak-anak kucing liar, ditambah waktu Kath yang tiba-tiba muncul di rumah Titan, mungkin itu yang namanya cinta dan jalan untuk kembali hahahaha semoga buku selanjutnya bisa dibuatin spin-off dari kisah Kath sendiri atau Teno Karna kekurangannya memang di dua karakter tersebut, minimnya penjelasan dari kisah mereka, padahal mereka termasuk karakter yang penting.

Diluar dari ceritanya juga bagus, menariknya buku ini juga diselipin kata-kata yang mungkin orang belum tau (termasuk aku sendiri) yang berguna untuk menambah kosa kata baru, selain itu banyak statement yang kadang-kadang buat aku mikir “oh ya benernya juga”, ada hal lain yang disampaikan secara tersirat dari tsugaeda nya sendiri, dari mulai mempertanyakan gunanya eksistensi kita ada di dunia itu apa, sampai mengingatkan untuk berhati-hati karna musuh yang sesungguhnya itu lebih sering berasal dari lingkungan kita sendiri, dan menurutku itu adalah pesan moral dari dua buku karya tsugaeda.
Profile Image for veyninda.
151 reviews10 followers
December 17, 2021
Tau engga sih aku tuh merasa di tipu oleh sinopsisnya. Why? Soalnya sinopsisnya tuh kek seupil aja mencerminkan masalah di lembar-lembar awal isinya lebih beliku-liku dan berbelit-belit ketimbang sinopisisnya.

Emang ada konflik antara Ares Inco dan grup Prayogo, tapi juga ada konflik interal juga di dalam Prayogo, bikin novel ini makin kaya konflik. Bagusnya Novel ini di kasih dasaran yang bagus banget. Di jelasin tuh satu2 si keluarga Prayogo siapa aja, sifatnya kek gimana di jelasin semua. Bahkan sampe berdirinya Prayogo juga di jelasin. Jadi engga ngebuat novel ini bolong atau kurang.

Bahasan nyempil masalah politik, ekonomi dengan bahasa agak tinggi udah biasa khas kak Tsugaeda. Cuma ya begitu harus fokus kalau engga bakal ilang engga paham habis baca apaan saling padatnya buku ini. Jangan lupakan Action tembak-tembakan dan jotos-jotosan. Kali ini aku bisa membayangkan adegan itu kek nonton pilem. Biasnya kalau ada adegan beginian kepalaku overload duluan.

Menjelang ending sempat dibuat nagis sama persaudaraan Prayogo. Antara Titok, Tina, Titan dan Tono. Terus sempet ngumpat juga di awal as jelasin kelakuan mereka yang ajaib sekali. Dah pokoknya buku ini lengkap.

Konflik keluarga ada.

Konflik politik ada

Konflik ekonomi ada

4,5
Profile Image for Rezza Dwi.
Author 1 book277 followers
November 15, 2019
Aku setuju kalau jumlah halaman tiap bab yang pendek-pendek dan fokus sudut pandang yang pindah-pindah jadi daya tarik buku ini karena bikin penasaran.

Alurnya manipulatif. Auranya suram. Banyak tokoh dibikin abu-abu. Banyak flashback. Kurang greget apa? 😂

Aku, yang awalnya kecewa karena ternyata adegan action tidak banyak di awal, lama-lama sangat menikmati bukunya karena alur manipulatif itu. Walaupun bagian banyak flashback-nya kadang bikin bosan.

Penulisnya lebih suka gambaran umum, alih-alih hal detail. Tapi alurnya apik.

Lalu, buku ini mudah dibayangkan. Tokohnya lumayan banyak, tapi fokus bergantian bikin kita ingat karakter-karakternya.

Yang kurang dari buku ini kayaknya di bagian F, yaitu feeling 😂 Apa karena penulisnya cowok ya? Padahal banyak emosi yang bisa dimainkan. Tapi aku baca ini kayak... ya udah. Ceritanya begini, begitu. Tapi kurang merasakan nyawa di dalamnya.

Overall, aku menikmatinya dan akan baca buku dari penulis ini lagi 😆
Profile Image for Autmn Reader.
883 reviews92 followers
January 25, 2021
Baca di Ipusnas.

Ini kenapa seru banget ya? Dari awal udah tegang banget. Aku suka sama penulis yang ngurutin benang kusutnya satu-satu. Seneng juga sama petunjuk yang disebar di sepanjang cerita tapi nggak menghilangkan keterkejutan. Yup, emang si Dokter udah ketebak karena kalau belajar dari buku sebelumnya,semua tokoh punya peranan masing-masing. Tapi tetep aja apa yang dilakuinnya tuh bikin amaze.

Aku liat review orang-orang pada suka Teno, aku mah semuanya suka. 4 orangnya suka. Tiara emang nggak ambil porsi banyak dan kayak sekedar numpang lewat, enggak terlalu berpengaruh juga, sih. Mungkin dia yang emang paling lemah di antara yang tiga. Titan juga sedikit kurang porsi tapi, make sense buat dia. Jadi layer karakternya lebih kerasa.

Aku senengnya mereka nggak lame dan bland, tapi ya sekompleks itu ketiganya. Punya prinsip masing-masing yang kuat buat para tokohnya.

Yang lebih asyik lagi, penulisnya berani matiin tokoh. Dan aku suka karena nggak terkesan plot armor.

Pengen segera baca Efek Jera ya ampun. :(:(
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Amaya.
748 reviews58 followers
February 24, 2023
Actual rating: 4.5

Udah tau dari banyak reviu kalau karya belio emang bagus dan yap, 100 persen akurat! Bacaan crime thriller lokalku nggak banyak, tp kalau dibandingkan dengan apa yg kubaca selama ini, ya jelas ini banyak lebihnya. Kesan kejahatan kerah putihnya terasa banget.

Mungkin ini reviu bakal jadi semacam curhatan. Dulu pernah nulis genre action dan nunjukin salah satu cerita as referensi. Ceritanya soal mafia dan yap, di buku ini mafianya kan kelihatan banget. Bahkan yang kita nggak tau, di luar sana kejahatan macam begini terjadi setiap hari. Who knows? Tapi, sayang banget waktu itu malah dibilang aku terlalu banyak baca novel terjemahan, sampai kiblatnya mafia2 segala. Kalau ini bisa dihitung bookshaming, sih, yaaah udah ada bukti di buku ini, kan. Kejahatan kerah putih ada, bahkan sampai ke preman kasar yg terhubung sama struktur paling atas pun ada gitu, lho.

Baca ini berasa belajar juga. Suka banget sama penggambaran kondisi keluarga Prayogo. Sebuah keluarga pasti punya saudara yang agak "nyeleneh", kan? Rebutan kekuasaan apa lagi. Eh, nggak juga sih, ya, yg merasa kekuasaannya direbut kan cuma satu pihak?

Clue si Dokter harusnya jelas, yak, tapi entah kenapa malah ragu banget kalau benar dia si pembunuh legendaris. Latar belakang masa lalunya juga sukses bikin simpati terpantik.

Nggak bakal banyak ngomong lagi. Go read this book!

Ps: Berharap suatu saat bisa baca ulang versi cetulnya 🙈
Profile Image for Alexandra.
2,076 reviews122 followers
May 14, 2025
Teno yang berkuliah di luar negeri harus pulang ke tanah air untuk membereskan banyak hal. Perusahaan keluarga yang kacau balau karena pewarisnya kurang kompeten, adik yang disandera lawan bisnis dan ayah yang lebih fokus mengejar karir politik. Keluarga mereka kaya raya tapi dipenuhi dengan hal tak sehat.

Ini adalah buku pertama yang aku baca dari oenulis. Narasinya lugas dan tidak berbelit-belit. Pergantian PoV ke-3 disetiap bab anehnya justru cocok dengan kisah ini dan membawa plotnya melaju kencang. Masih banyak sisi telling yang disajikan ke pembaca dan pengembangan karakternya juga masih kurang. Tapi penulis mampu menyajikan kisah huru hara keluarga yang seru dan membuat pembaca terus penasaran.

Aku merasa beberapa karakter belum ditampilkan secara maksimal. Penyelesaian kasusnya terlalu dramatik untuk selera pribadiku. Tapi buku ini menghibur dan aku mengapresiasi talenta baru dari genre ini di Indonesia.

IPN RI
Profile Image for hllreka.
122 reviews7 followers
January 12, 2022
Asem, bang Tsugaeda 😂😂

Baru kali ini kok baca buku misteri after effectnya bikin ketawa ketiwi. Mulai dari pemberian nama aja gue malah geli membaca nya - Titan? Titok? Ini authornya sengaja ngasih nama yg lucu apa gimana sih? Wkwkk..

Intinya buku ini penuh dengan intrik dibalik trik, Titan si tokoh utama kepribadiannya mengingatkan gue dengan salah satu tokoh dalam anime yang memiliki pemikiran Idealis, bahwa seseorang atau sebuah perusahaan besar yg telah rusak dapat diperbaiki dari dalam tanpa harus memicu pertumpahan darah. Namun pilihannya untuk membebaskan si T malah membawa petaka, Titan ini nekat dan keras kepala, tampangnya doang kalem tapi isi hatinya bisa berapi-api juga.

Semua karakter yg hadir dalam buku ini menarik banget, terutama kehadiran tokoh Teno dan si Dokter. Nuansa mencekam semakin menjadi jadi. Yang paling gue suka adalah saat membaca bagian penggrebekan di rumahnya Ares inco- pesaing Sigit Prayogo. Bisa dibilang ini bagian puncaknya..

Lalu apa yang bikin gue ketawa? Oh buku ini sangat menghibur sekali terutama ketika mencapai bab penghujung. Ada satu tokoh yang gue pikir awalnya bakalan keren banget “wah kayaknya si bapak Ini bisa lah nangkep” ..... eh rupanya author bikin plesetan😂 .. udahlah kamu penasaran gak atau enggak? Baca aja bukunya ada di iPusnas..sejauh ini tanpa perlu antre. Cocok nih buat teman-teman yg menyukai kisah kejahatan kerah putih yang penuh dengan kejutan, alurnya jelas dan cepat, dan diisi dengan short chapter, jadi gak bikin jenuh.

*perlu diingat bahwa yang gue anggep lucu itu bukan bagian penting dari buku ini, okai karena memang ocehan gue ini hanyalah unek2 okaii👍🏻
Profile Image for Dinur A..
258 reviews98 followers
May 17, 2022
Rate: 3.45/5

Can't decide whether I like this or not 😂. Penulis nuang lumayan banyak subgenre thriller ke dalamnya; classic thriller, psychological thriller, dan corporate thriller sebagaimana yg diklaim di sampul*. Karena sudah diklaim secara spesifik, gue expect sebuah cerita dgn eksplorasi corporate environment yg lebih komprehensif dan prosedural sebagai penggerak konflik. Tapi yg ternyata gue dapatkan hanyalah unsur corporate yg sebatas bertindak sebagai backdrop dengan semua subkonflik berasal dari elemen-elemen lain di luar itu yang akhirnya menjadikan buku ini, yah, thriller tok.

Yang disayangkan juga dgn berkelindannya elemen-elemen tsb adalah nggak ada satu pun subkonflik yg akhirnya dapet dedikasi penuh . Karakterisasi semua tokoh pun sangat surface-level, semua hanya berdasarkan hard selling dari penulis.

Kesimpulan: Buku dgn bekal muatan yg seharusnya bisa jd favorit gue, asal dgn eksekusi yg lebih fokus.

Onto Efek Jera next!

(*) Setelah dicek, baru sadar bahwa klaim ini hanya ada di edisi cover lama. Cover baru udah di-adjust jadi hanya thriller, mungkin karena concern yg gue rasain juga? Anyways, a right call as it is, still doesn't make up for the poor characterization.
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews124 followers
October 6, 2021
• Judul : Sudut Mati
• Penulis : Tsugaeda
• Penyunting : Fernando Simandalahi
• Penerbit : One Peach Media
• Terbit : Cetakan pertama, Juli 2021
• Harga : Rp 85.000,-
• Tebal : 416 halaman
• Ukuran : 13 × 20.5 cm
• Cover : Soft cover
• ISBN : 9786236096840

Setelah delapan tahun lamanya Titan menetap di Amerika Serikat, kini ia memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Kepulangan Titan ke Indonesia tidak luput dari permintaan Om Danang, partner bisnis ayahnya. Titan turut serta membawa kekasihnya, Kath, untuk ikut ke Indonesia. Danang sendiri memiliki tujuan khusus meminta Titan untuk pulang. Perusahaan milik ayah Titan, Grup Prayogo, kini tengah dilanda masalah besar. Ditambah lagi kinerja kakak Titan, Titok, di perusahaan tersebut sangat buruk. Sigit Prayogo sendiri sekarang malah lebih fokus untuk mengurus pencalonan dirinya sebagai calon presiden. Mendengar kekacauan yang dialami Grup Prayogo, Titan pun memutuskan untuk membantu. Namun, selain masalah internal, Grup Prayogo sendiri memiliki saingan bisnis yang berbahaya. Ares Inco merupakan kompetitor Grup Prayogo yang tidak segan-segan bermain kotor untuk menghancurkan saingannya. Sialnya, anak bungsu Sigit Prayogo, Tiara, malah menikah dengan Kevin, anak dari pemimpin Ares Inco.

Tidak hanya berhenti sampai di sana, ada pula anak kedua dari Sigit Prayogo, Teno, yang kini sedang mendekam di penjara. Teno diduga telah membunuh ibunya sendiri. Sikap Teno memang sudah janggal sedari awal. Teno kerap melakukan hal-hal aneh dan gila yang memicu kontroversi. Malah bisa dibilang Teno merupakan sosok yang berbahaya. Niat Titan untuk pulang ke Indonesia sebenarnya sederhana, ia hanya ingin memperbaiki sesuatu yang salah. Akan tetapi, berbagai macam problematika mulai bermunculan di saat Titan sedang menjalankan aksinya. Tiara yang nyatanya sedang dalam bahaya, Titok yang mulai merasakan ancaman atas kehadiran Titan, hingga Ares Inco yang diam-diam tengah menyiapkan sesuatu yang luar biasa bagi Grup Prayogo. Di tengah itu semua muncul ancaman dari seorang pembunuh bayaran yang identitas dan keberadaannya masih diperdebatkan, "Si Dokter". Semuanya terjadi dalam intrik politik dan keluarga yang membentuk sebuah benang kusut. Dan Titan hadir di sana untuk mengurainya satu persatu. Dapatkah Titan membereskan masalah di Grup Prayogo? Apa sebenarnya yang tengah direncanakan oleh Ares Inco?

Nama Tsugaeda mungkin sudah tidak asing lagi di telinga pembaca Indonesia, khususnya pecinta 𝘨𝘦𝘯𝘳𝘦 𝘵𝘩𝘳𝘪𝘭𝘭𝘦𝘳. Bagaimana Tsugaeda selalu bisa memadukan cerita 𝘵𝘩𝘳𝘪𝘭𝘭𝘦𝘳 dengan intrik-intrik politik di dalam setiap karyanya. Kali ini Sudut Mati tidak luput dari unsur-unsur tersebut. Tsugaeda memiliki ciri dan pola dalam menuliskan setiap ceritanya. Sudut Mati merupakan karya kedua dari Tsugaeda yang kini kembali hadir dengan tampilan 𝘤𝘰𝘷𝘦𝘳 yang baru. Bisa dilihat, cover bukunya memiliki nuansa politik dan misteri yang cukup kental. Didominasi warna dasar hitam yang seakan-akan memberikan efek gelap dan kotor dalam persaingan bisnis di Indonesia. Tidak luput juga kehadiran siluet seorang pria yang tengah duduk menambah kesan misterius dalam jalan ceritanya. Dan jika diperhatikan dengan lebih teliti lagi ada percikan darah yang menegaskan kebrutalan dari novel ini. Padu padan antara ilustrasi, judul buku, nama penulis, hingga 𝘵𝘢𝘨𝘭𝘪𝘯𝘦 yang diberikan terlihat harmoni dan presisi. Apalagi dalam tampilan barunya ini, Sudut Mati seolah menjadi satu kesatuan dengan tema 𝘤𝘰𝘷𝘦𝘳 dua buku Tsugaeda yang lainnya, Rencana Besar dan Efek Jera.

Masih mengusung tema intrik-intrik politik yang kotor dan kejam, Sudut Mati hadir dalam cerita persaingan dua perusahaan yang saling sikut. Tidak hanya itu, problematika keluarga pun turut dihadirkan di sini. Titan yang memutuskan pulang ke Indonesia harus dihadapkan dengan berbagai masalah dan ancaman. Selain harus menangani Grup Prayogo, Titan pun disuguhi ancaman kematian dari Ares Inco. Sudut Mati bukan hanya soal Titan, tapi hampir semua tokohnya memiliki peran yang penting di sini. Saya salut akan kecakapan Tsugaeda dalam meramu cerita 𝘵𝘩𝘳𝘪𝘭𝘭𝘦𝘳 yang dilumuri intrik-intrik politik. Selain itu salah satu keunggulan lainnya dari novel ini adalah adegan-adegan aksi yang dibuat menegangkan dalam setiap momennya. Seolah-olah saya sedang "menonton" adegan-adegan aksi dalam film Hollywood. Meskipun terlihat kompleks layaknya benang kusut di awal cerita, tapi untungnya Tsugaeda mampu menguraikannya secara perlahan-lahan. Sebagai pembaca saya dibuat puas sekaligus kagum dengan kecermatan Tsugaeda untuk menyatukan semua kompleksitas yang terjadi dalam sebuah benang merah yang sama, tanpa sedikit pun terasa dipaksakan.

Jika ditilik secara sekilas, mungkin tokoh Titan bisa dibilang sebagai tokoh utamanya. Namun di sini, Tsugaeda mampu menghadirkan tokoh-tokoh lainnya dengan karakter yang tidak mudah untuk dilupakan. Titan sendiri adalah anak ketiga dari Sigit Prayogo. Titan memiliki insting yang selalu ingin "membereskan" sesuatu yang "berantakan". Selanjutnya ada tokoh Kath, pacar Titan dari Amerika Serikat. Kath ini sosok gadis yang mandiri, kuat, dan cerdik. Kemudian ada Titok, anak pertama Sigit Prayogo. Titok adalah pria yang kasar dengan emosi yang mudah tersulut. Lalu ada Teno, anak kedua Sigit Prayogo. Teno mempunyai karakter yang "nyentrik" dengan segala pemikiran yang ia miliki. Terakhir ada Tiara, anak bungsu Sigit Prayogo. Tiara digambarkan sebagai artis sinetron yang cukup terkenal. Sebenarnya masih banyak tokoh-tokoh lainnya yang turut serta memeriahkan jaln ceritanya. Hebatnya, Tsugaeda mampu menghadirkan karakter dan latar belakang yang kuat bagi masing-masing tokohnya. Maka, tidak akan sulit bagi pembaca untuk mengingat dan membedakan setiap tokoh yang ada. Pondasi yang kuat dari setiap tokohnya mampu menonjolkan kualitas cerita yang patut diacungi jempol.

Sudut Mati menggunakan sudut pandang orang ketiga sebagai narasi ceritanya. Hampir setiap tokoh yang terlibat diberikan porsi untuk bercerita dari sudut pandang masing-masing. Dari sini saya bisa memahami dan mengerti akan tindak-tanduk dari setiap tokohnya. Gaya bahasa dan bercerita Tsugaeda tergolong asyik dan mudah dipahami. Lewat gaya bahasanya dapat terlihat riset yang kuat ketika menulis Sudut Mati, sehingga setiap unsur tidak terkesan seperti asal tempel belaka. Alur ceritanya sebetulnya terasa berjalan dengan lambat bagi saya, tapi untungnya di awal cerita Tsugaeda menampilkan adegan pembunuhan yang dapat memicu rasa penasaran bagi pembaca. Terakhir penggunaan latar tempatnya terbilang beragam, mulai dari kantor, penjara, rumah, hingga rumah sakit. Keberagaman tempatnya ini pun tidak terasa hanya asal bunyi saja, tapi setiap tempat yang dipergunakan dideskripsikan dengan baik. Atmosfer dari setiap tempatnya terasa solid, sehingga membentuk bayangan yang jelas di dalam benak.

Konflik atau masalah yang ada dalam Sudut Mati bisa dibilang banyak dan bercabang. Tsugaeda tidak hanya menghadirkan satu problematika. Setiap konfliknya terasa kompleks dan berbelit-belit, tapi pada akhirnya akan terasa pas dan padu. Tidak hanya soal persaingan bisnis antara Grup Prayogo dan Ares Inco. Di sini Tsugaeda juga menampilkan konflik tentang keluarga Prayogo, perihal pembunuh bayaran, hingga konflik batin dari masing-masing tokohnya. Semua konfliknya terjadi dengan intens. Saya pribadi awalnya dibuat bertanya-tanya akan dibawa ke mana konflik ceritanya ini. Namun, untungnya Tsugaeda mampu menguraikan seluruh konfliknya menjadi satu konflik besar yang pecah di akhir cerita. Jadi dimohon untuk bersabar jika ingin menemukan keterkaitan dari setiap konfliknya. Sekali lagi saya dibuat terkesan oleh Tsugaeda yang bisa memunculkan beragam konflik dalam satu cerita, tanpa terkesan mengada-ada. Setiap konflik terasa penting dan berpengaruh bagi keberlangsungan jalan ceritanya. Sudut Mati mampu menunjukkan kualitas ceritanya lewat konflik-konflik yang berbobot.

Rasanya selalu menyenangkan dan puas setelah selesai membaca karya-karya Tsugaeda. Sudut Mati masih menghadirkan atmosfer dan ciri khas seorang Tsugaeda. Isu-isu politik yang ditulis di sini seringkali seperti menunjukkan potret nyata akan keadaan sesungguhnya. Keunggulan dari Sudut Mati terletak pada kompleksitas ceritanya yang ternyata mampu menghipnotis saya hingga akhir cerita. Selain itu kekuatan karakter tokohnya juga menjadi daya pikat yang tidak kalah kuatnya. Sulitnya menemukan siapa tokoh protagonis di sini menjadi semacam renungan akan sifat manusia. Tidak hanya itu, adegan-adegan aksi yang menantang adrenalin pun menjadi senjata lainnya yang mampu dihadirkan dalam Sudut Mati. Secara keseluruhan Sudut Mati mampu menghadirkan sesuatu yang unik dan segar dalam 𝘨𝘦𝘯𝘳𝘦 𝘵𝘩𝘳𝘪𝘭𝘭𝘦𝘳 bercita rasa lokal. Selain cerita, realita Indonesia yang ditampilkan pun turut menjadi penambah rasa. Di antara seluruh karya-karya Tsugaeda, Rencana Besar masih menjadi favorit saya. Namun, Sudut Mati pun tidak kalah bagus untuk dicoba.
136 reviews
December 8, 2021
3,5/5 🌟

Jujur novel ini emang ngalir banget, aku sampai speechless bisa menyelesaikannya dengan cepat.

Tapi, aku tetap bingung kenapa anak-anaknya ini berambisi sekali untuk 'membenarkan' ayah mereka? kenapa? apakah hanya karena dukun? aku gak mendapati Sigit merugikan banyak orang loh, apakah aku melewatkan poin penting?

Dan aku benci Titok dan Teno harus mati T_T, salah satu yang membuat aku pengen baca ini karena reviewnya menyebutkan ada 4 bersaudara disini. Ah iya, karakter mereka kuat disini khusunya yang laki-laki dan punya prinsip yang mereka pegang banget. Aku sempat mikir loh ini si Tiara gimana ngeliat abang-abangnya bertengkar dan mau saling bunuh gini?T_T

Cerita ini kompleks, rapi, dan gak bertele-tele tapi banyak kejadian dan tokoh yang hanya sekedar numpang lewat dan kurang memberi pengaruh terhadap keseluruhan cerita, beberapa poin penting pun aku rasa terlalu sedikit sehingga kurang dalam dan terkesan serba nanggung.

Overall ini enak banget untuk diikuti, jujur ini gila tapi karena beberapa hal tadi jadi aku kasih 3,5 aja dengan pembulatan keatas, goodjob buat authornya^_^
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Juwita.
334 reviews5 followers
October 18, 2020
Kisah sebuah keluarga dengan posisi berpengaruh terhadap suatu perekonomian dan perpolitikan negara yang terancam hancur.

Sigit, kepala keluarga, punya 3 putra dan seorang putri. Anak pertama, Titok, bodoh namun setia dan loyal. Anak kedua, Teno, sangat pintar, sialnya dia sychopat. Anak ketiga, Titan, cerdas dan unggul. Anak keempat, sang putri, Tiara, mskipun sempat terbuai cinta kosong dia tetap bangkit

Konsep novelnnya kejahatan kerah putih, drama keluarga, dan segelintir romance. Awal pembukaan novelnya cukup memberi efek dan menendang. Setiap babnya sangat pendek namun selalu mencapai klimak. Mengangkat hal2 kecil yg sebenarnya semua orang tahu, tapi seringnya abai 👌misalnya setiap keinginan meminta tumbal 🍂 Setiap kasusnya dibahas sampai ke akar-akarnya. Endingnya👍
Profile Image for Suanda Angga.
16 reviews3 followers
September 22, 2021
Salah satu novel yang menolongku ketika sedang dilanda Reading Slump. Kebetulan genre aksi penuh teka teki seperti ini menjadi genre favoritku. Dan novel ini berhasil membiusku hingga sulit untuk melepaskan sebelum mencapai garis finish.

Secara keseluruhan, ceritanya berhasil membuatku kagum. Benang kusut yang ditebar dari halaman awal, pelan-pelan diurai hingga semuanya jelas. Dan hebatnya lagi, novel ini salah satu novel yang cukup sulit menentukan siapa tokoh protagonis. Setiap tokoh dalam novel ini berpotensi untuk saling tikam. Dan twist nya sungguh diluar dugaan. Sukaaaa

Namun, adegannya terlalu dibuat cepat seperti ingin segera mengakhiri. Padahal banyak adegan yang potensi untuk sedikit di tahan temponya. Atau diperluas lagi.

Tapi, novel ini membuatku penasaran sama karya-karya dari Bang Ade
Profile Image for N.  Jay.
242 reviews9 followers
August 7, 2022
Karena belakangan dilanda ketakutan akan ketidakpastian akan sesuatu, maka aku putuskan buat menantang diri baca buku thriller maupun menonton film bergenre tersebut (yg salah satunya baru kutonton siang tadi, judulnya Kala). Meski thriller sendiri salah satu genre yg sempat aku sukai sebelum kemudian mengejar buku-buku sastra, tapi aku tetap bisa kembali menikmati lagi buku bergenre ini.

Mengisahkan sebuah kejahatan korporasi, dimana ada perseteruan antara dua rival grup Prayogo dan Ares, melibatkan kepolisian dan juga para anak-anaknya Sigit Prayogo sendiri dalam kemelutnya.

Aku suka bagaimana bang Tsugaeda membagi tiap bab dalam porsi pas dan takaran menegangkan yg membuatku merasa terjaga selama membacanya (betulan, aku nggak ngantuk selama membacanya seolah aku terbius kafein tiap menelusuri barisan paragrafnya dalam proses membacanya).

Plotnya menggerakkan alurnya mengalir deras dan mengasyikkan sekalipun kita dilempar dari satu kejadian ke waktu lampau masa lalu tokoh sentral dan pendukungnya.

Jadi penasaran seandainya ini difilmkan bakal segila apa, apalagi jika mungkin ditangani sama bang Jokan entah siapa yg handal menangani cerita bergenre thriller seperti ini.
Profile Image for Wardah.
952 reviews172 followers
June 7, 2017
Baca boleh pinjem, harus punya sendiri nanti!

Suka banget! Karakternya super banyak, tapi penulis berhasil menyajikan dengan sangat bagus sehingga nggak ada karakter yang terkihat redup. Bahkan saya ingat semua karakternya sepanjang cerita, padahal begituuuuu banyak.

Cara ceritanya sendiri page turner, dengan sedikit hal yang senantiasa membuat penasaran di akhir cerita. Alhasil, saya begadang buat menamatkan novel ini ahaha. Meski demikian, kadang saya merasa penulis terlalu bertele-tele. Ada hal seputar tokoh yang menurut saya nggak mengubah cerita meski nggak dituliskan. Yah, sebaiknya hal-hal ini nggak perlu ditulis sih menurut saya.

Tapi secara keseluruhan cara ceritanya bagus, alurnya sangat rapi, karakternya berhasil terbentuk, dan akhir ceritanya memuaskan. Eh tapi saya pikir Mbah Warso bakal muncul lagi apa gimana, taunya nggak ya.

Oya, misterinya cukup gampang ditebak, twist nya juga. Yang asik adalah aura suspense dan thriller nya terasa. Cocok banget kalo suka novel sejenis. Bacaan dalam negeri yang bakal membuatmu kagum selayaknya novel-novel terjemahan.

Ulasan lengkap segera (kalau bisa dan sempat).
Profile Image for Nur Reti Jiwani.
109 reviews27 followers
March 22, 2024
Aku sampai lupa mengulas buku bagus ini!

Buku ini sebenarnya sudah aku selesaikan beberapa waktu yang lalu, sudah agak lama. Tapi terselip di ingatan jadi enggak sempat memperbaharui catatan baca disini ~

Padahal buku ini keren sekali! Gara-gara jatuh cinta dengan buku pertamanya, Rencana Besar aku langsung yakin kalau buku-buku selanjutnya dari penulis ini akan jadi kesukaanku. Buku kedua ini masih mengusung topik dan genre yang sama. THRILLER! tepatnya, thriller korporasi. Dengan latar belakang korporasi perusahaan, politik, dan banyak intrik-intrik seru di dalamnya.

Jika buku pertamanya berlatar perbankan, novel Sudut Mati ini menggunakan latar belakang perusahaan keluarga dan misteri yang ada dalam satu keluarga. Masih page turner juga dan membuat pembacanya serasa nonton film action! Buku kedua ini lebih gahar menurutku. Banyak darah, banyak plottwist, juga beberapa kematian.

Secara keseluruhan tetap suka banget!! dan menunggu untuk punya novel ketiganya, sudah pasti.

Displaying 1 - 30 of 135 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.