Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sincerely Yours

Rate this book
Sebagai penulis novel thriller, orang kerap menyangka isi kepala Inge hanya seputar urusan pembunuhan. Terlebih lagi sikapnya yang pendiam dan lebih banyak mengurung diri di kamar.

Namun di mata Alan, Inge semanis penulis romance. Inge teman yang menyenangkan dalam segala hal. Alan dengan mudah dapat membayangkan Inge menjadi perempuan yang ingin ia nikahi, bukan Ruby… perempuan yang selama ini berstatus kekasih Alan.

Alan mewakili segala yang Inge inginkan dalam hidup. Kecuali satu hal… Inge tidak ingin mengulangi hal yang membuat hatinya terluka bertahun-tahun. Inge tidak mau Alan meninggalkan Ruby demi bersama dirinya.

Sebagai penulis, Inge selalu tahu bagaimana cerita yang ditulisnya akan berakhir. Tapi untuk kali ini, Inge tidak tahu bagaimana akhir kisahnya dengan Alan….

248 pages, Paperback

First published September 14, 2015

9 people are currently reading
186 people want to read

About the author

Tia Widiana

4 books23 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
33 (13%)
4 stars
72 (29%)
3 stars
106 (43%)
2 stars
26 (10%)
1 star
4 (1%)
Displaying 1 - 30 of 78 reviews
Profile Image for Utha.
824 reviews401 followers
September 23, 2022
Sejak baca Mahogany Hills, aku bertekad untuk baca novel-novel Mbak Tia yang lain. Banyak yang bilang, MH plotnya sinetron banget, apalagi dengan hilang ingatan. Tapi aku sendiri nikmatin baca novel dari eksekusi pengarang. Dan MH, buatku pribadi, bagus banget.

Dan sama dengan MH, latar Indonesia di Sincerely Yours nggak kalah melekatnya. Seolah aku lagi main ke kompleks rumah Inge. Ya, latarnya melekat banget padahal sekadar kompleks rumah. Baca novel ini, rasanya seperti diajak Inge bertamu ke rumahnya.

Premisnya pun sederhana, tapi memikat. Jarang kan baca novel premis sederhana tapi bisa menikmati dan nggak rela saat selesai baca?

Meskipun begitu, secara eksekusi, aku lebih suka MH daripada SY. Nggak sabar baca novel Mbak Tia Widiana selanjutnya. Thriller kayaknya oke tuh! :p

3,3
Profile Image for Pattrycia.
351 reviews
September 7, 2015
Ceritanya simple, ttg sepasang anak manusia yang bertemu & jatuh cinta. Sayangnya sang pria masih terikat sebuah komitmen sedangkan sang wanita adlah seorang penulis dengan emotional baggage sebesar kapal. Tapi entah kenapa cerita yang sederhana ini, bisa bikin saya ikut2an terbawa suasana. Bikin saya ikut2an merasakan feeling para tokohnya. Ah, sayang sekali mereka harus berakhir spt itu. Biasanya saya selalu menantikan akhir sebuah buku, tapi untuk buku ini, saya dengan sabar membalik setiap halaman hingga tanpa saya sadari, saya sudah mencapai halaman terakhir *lap air mata bahagia*

Ps: Kak Tia, please don't make me wait another 2 years to get a fix of your highly addictive story. It's official, I'm your new biggest fan!
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
May 10, 2016
Novel ke-2 Kak Tia Widiana yang kubaca setelah Mahogany Hills novel debutnya yang sangat memikatku. Walau butuh penantian yang cukup lama juga sejak aku membaca karya debutnya itu.

Rasanya bahagia sekali mengetahui buku Kak Tia Widiana ini masuk ke jejeran buku coming-soon, alhamdulilah penantian itu benar-benar terpuaskan saat membaca "Sincerely Yours". Kalau kamu bertanya kenapa aku menyukai novel Kak Tia? Jawabannya satu, karena Kak Tia bisa memikatku dengan premisnya yang sederhana tetapi aku begitu larut dengan kisah yang disajikan, hingga aku tak ingin cepat-cepat selesai membacanya.

Awalnya membaca prolog "Sincerely Yours", aku kira akan disuguhkan dengan sebuah kisah romance berbalut thriller, apalagi membaca prolognya saja aku sudah disuguhkan dengan sebuah kisah yang cukup kelam sekali, ternyata aku salah besar.

Inge, si tokoh utama novel ini memang seorang penulis novel thriller, tapi jangan salah, dia hanyalah wanita biasa yang cenderung pendiam dan tertutup. Inge tinggal di sebuah rumah didalam sebuah kompleks perumahan, Kecapi Asri. Dan didalam Kecapi Asri inilah semua kisah bermula...

"Percayalah, ketika kita bertemu, aku tidak punya rencana untuk jatuh cinta padamu."

Inge yang bertemu dengan sosok Alan, mereka yang awalnya hanya orang asing menjadi dekat. Pertemuan pertama mereka karena Alan "sedang teler" karena salah meminum obat yang dipikirnya obat pusing alih-alih obat anti-depresi, berakhir di rumah Inge.

Awalnya Inge pikir itu pertemuan terakhirnya dengan Alan, ternyata akan ada pertemuan kedua, ketiga dan seterusnya yang membuat semakin hari mereka semakin dekat. Baik Inge maupun Alan saling merasa nyaman satu sama lain. Tak disangka, perasaan keduanya begitu cepat terbentuk, cinta hadir diantara keduanya, namun Alan sudah punya kekasih. Bagaimana akhir kisah Alan dan Inge?

Membaca novel ini aku dibuat hanyut dengan kisah Alan dan Inge. Setting kompleks perumahan, Kecapi Asri ini begitu mendukung kisah ini. Kak Tia sukses membangun setting yang "membumi" dan membuatku seakan ada disana berinteraksi dengan Alan dan Inge.

Kak Tia mencoba menghadirkan sosok Alan yang berbeda dengan sosok pria pada umumnya dalam novel lainnya yang kubaca. Sosok Alan yang mungkin akan dihindari "karena terlalu baik". Ah, sosok Alan ini too good too be true banget dey, calon suami idaman banget dey. Bukan tipikal alpha male tukang maksa atau badboy, tapi Kak Tia bisa membuatku jatuh cinta dengan kesederhanaan Alan.

Bagian favoritku itu saat membaca surel dari Alan, ah ya ampun nih cowok baik banget sey. Isi surelnya itu sederhana, tidak pakai kata-kata romantis yang berlebihan tetapi begitu terasa sampai dihati, seakan sosok Alan ini begitu nyata. Bukan hanyalah fiksi belaka. Aku yakin wanita mana pun jika menerima surel seperti yang Alan tulis itu bakalan klepek-klepek dibuatnya.

Alan seakan memang hadir untuk melengkapi Inge, menyembuhkan luka dihatinya akibat kesalahan di masa lalu. Kesalahan akan pengkhianatan orang yang paling disayanginya, yang membuat Inge seperti membangun dunianya tersendiri karena takut dikecewakan dan dikhianati lagi. Hingga ketika kebahagiaannya pun dipertaruhkan, apa yang akan dipilih oleh Inge?

"Aku berharap pertemuan kita ideal. Aku pria lajang, bertemu denganmu yang juga lajang, lalu aku jatuh cinta padamu dan aku membuatmu jatuh cinta padaku."

"Sayangnya, hidup tak selalu ideal dan aku sudah berusaha melakukan yang terbaik yang bisa kulakukan.

"Sincerely Yours" tidak hanya tentang kisah romantika Alan dan Inge saja, tetapi juga ada cerita tentang memaafkan dan berdamai dengan masa lalu. Buat kamu yang menyukai kisah romance, aku merekomendasikan novel ini untuk kamu baca dan aku jamin kamu akan hanyut dengan kisahnya. Novel amore terbaik yang kubaca sejauh ini.

Walau memang "Sincerely Yours" ini tidak luput dengan kesalahan-kesalahan teknis, ada kata yang berulang dan salah ketik, aku sama sekali tidak terganggu, aku menikmati halaman demi halaman membaca kisah ini hingga akhir aku puas sekali membacanya.

Oiya, Kak Tia aku juga seperti yang lainnya mendukung dirimu menulis kisah thriller atau misteri ya, Kak. Namun, semoga tidak harus menunggu 2tahun lagi hingga novel berikutnya terbit.
Profile Image for Dhyn Hanarun .
329 reviews203 followers
October 27, 2015
"Bagaimanapun, sulit menyayangi orang lain kalau kau masih membenci diri sendiri." – halaman 115

Inge membantu tetangganya menjaga Alan yang tidak enak badan karena salah minum obat. Inge membiarkan Alan menginap di rumahnya dan memberikan pakaian ganti. Pemilik jasa pembuatan taman dan perawatan rumah itu dikenal baik dan sopan, tetapi Inge baru tahu Alan juga sangat menarik. Setelah kejadian itu, Inge dan Alan sering menghabiskan waktu bersama, untuk makan atau sekedar mengobrol. Profesi Inge sebagai penulis thriller membuat Alan mulai membaca novel. Kehadiran Alan juga membuat Inge tidak merasa sendirian.

Linda, ibu Inge, yang meninggalkan Inge empat belas tahun yang lalu, tiba-tiba datang bersama suami barunya, Ilham. Alan menyaksikan reuni canggung ibu dan anak itu. Inge tidak pernah cerita karena dia merasa dibuang oleh ibunya. Alan juga sebenarnya punya rahasia, dia sudah punya pacar bernama Ruby. Mereka sudah bersama selama delapan tahun. Di saat-saat kebersamaan mereka, Alan kerap menerima telepon dari Ruby secara pribadi. Inge tidak bertanya karena tidak mau mencampuri urusan Alan. Saat tahu yang sebenarnya, Inge marah. Dia mulai melihat kesamaan dirinya dengan ibunya yang dia benci.

--

Cerita Inge dan Alan ini sederhana. Mereka cocok satu sama lain tapi bertemu di waktu yang kurang tepat. Dilatarbelakangi masa lalu Inge yang pahit, proses mereka untuk membereskan masalah jadi sedikit rumit. Setelah menghabiskan waktu bersama begitu sering dan punya kegiatan rutin, sangat menyakitkan melihat mereka bersikap seakan-akan tidak ada apa-apa. Sebenarnya kalau mau cepet beres dan jelas, salah satu pihak harus berkepala dingin. Tapi ego lebih menguasai keadaan. Baper banget lah. Lebih baper lagi kalau mengingat kehidupan sehari-hari mereka yang kurasa sangat dekat dengan kehidupan para pembaca. Tidak semua pembaca adalah penulis yang sudah punya karya yang sudah diterbitkan atau memiliki usaha sendiri, sih. Yang kumaksud adalah mereka punya profesi yang ‘wajar’ dan tidak terasa terlalu fiktif. Sangat berbeda dengan cerita romance yang kubaca sebelum-sebelumnya yang punya tokoh utama super kaya, memimpin perusahaan top, dan dikelilingi barang mewah. Serba berkelas itu memang membuat ceritanya penuh kejutan dan aku suka. Hanya saja, semuanya sangat berbeda dengan kehidupan sehari-hariku. Setelah cerita berakhir, perpindahan dari dunia fiksi ke nyata sangat terasa. Jadi begitu cerita selesai, terasa kekosongan (untuk hal-hal yang tidak kumiliki). Sedangkan di sini, Inge dan Alan menjalani segala hal yang ‘normal’. Aku merasa begitu dekat dengan mereka. Baper pun tak bisa dihindari.

Baca review selengkapnya di http://dhynhanarun.blogspot.co.id/201...
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
March 6, 2016
Awalnya saya tidak menaruh ekspektasi tinggi terhadap novel ini. Apalagi dengan label Amore di sampulnya. Saya pernah membaca dua novel amore sebelumnya, dan keduanya saya kasih bintang 1. Habis itu saya kapok membaca Amore.

Tapi saya melihat review novel ini menarik. Apalagi genre Amore lagi naik daun kayaknya. Saya pun memberanikan diri mengikuti GA dari rangkaian blogtour novel ini, dan beruntung mendapatkan 1 eksemplar novel ini secara gratis langsung dari penulisnya. (Thanks, Tia...)

Novel ini dibuka oleh kisah thriller yang cukup mencekam. Seorang bayi ditemukan tewas dengan leher hampir putus. Tapi jangan tertipu oleh prolognya, novel ini sama sekali nggak sekejam itu. Satu-dua bab terlewati, saya jadi bertanya-tanya kenapa prolognya kisah sadis sperti itu? Apakah maksudnya hanya mau ngasih tahu pembaca kalau seperti inilah karya Inge (tokoh utama dalam novel ini) yang adlah seorang penulis thriller? Sepenting itukah?

Mari kita tinggalkan sejenak pembuka yang sadis itu. Kita kenalan dengan Inge, seorang penulis novel thriller yang tinggal sendirian di sebuah rumah di kompleks perumahan di daerah Sentul. Tinggal sendirian di rumah peninggalan ayahnya membantu Inge berkonsentrasi dalam menulis.

Pertemuannya dengan Alan terjadi tanpa sengaja, ketika Alan salah minum obat pemberian tetangga depan rumah Inge. Alan sendiri adalah pemilik usaha konstruksi, penyedia jasa servis segala rupa untuk kompleks perumahan itu. Karena kekeliruan tetangganya Inge, Alan terpaksa harus menginap di rumah Inge. Perkenalan Alan dan Inge berlanjut. Baik Alan dan Inge sama-sama menikmati keakraban mereka. Alan pun memutuskan dia ingin mengenal Inge lebih jauh. Dia jatuh hati pada Inge. Sebenarnya perasaan Alan akan berbalas, jika saja Inge tidak menemukan fakta Alan baru saja memutuskan kekasih-delapan-tahunnnya agar bisa bersama Inge. Inge tidak terima dan pergi meninggalkan Alan.

Konfliknya ternyata nggak sesimpel itu. Inge yang dibayangi masa lalunya membuatnya memandang apa yang dilakukan Alan itu salah besar. Brengsek. Sementara Alan berusaha meyakinkan Inge hingga satu titik dia berhenti. Lantas bagaimana kelanjutan kisah Alan dan Inge?

Di luar dugaan saya, saya ternyata menyukai novel ini. Bahasanya luwes meski menggunakan kalimat baku baik di dalam dialognya. Meski Alan rasanya masih too good to be true, tapi Inge dengan segala kekurangannya yang manusiawi justru mengimbangi Alan. Munculnya orang ketiga, keempat dan kelima juga ikut "meramaikan" konflik tapi tidak membuat isi novel ini terlalu crowded.

Ohya, hampir mendekati akhir barulah terungkap mengapa ada prolog sesadis itu di awal novel ini. Saya jadi memberikan poin plus tersendiri dengan pemilihan alur yang sempat membuat saya clueless. Trus adegan maju mundur yang sepertinya membuat timeline novel ini berantakan, justru membantu pembaca memahami situasi dari dua belah pihak meski dengan gaya POV orang ketiga.

Sepertinya saya akan mulai mencari Amore-Amore lainnya. Semoga bisa sebaik novel yang satu ini.
Profile Image for Natha.
780 reviews73 followers
September 28, 2015
3.4 stars.
Why?
Karena sejak awal aku sudah berharap akan membaca sebuah buku yang sama manis dan fenomenalnya seperti Mahogany Hills (MH), meski sadar kalau sebuah karya tidak bisa dibanding-bandingkan seperti itu. Itulah sebabnya di awal-awal aku terasa lebih susah buat masuk ke dalam cerita, dan harus menunda membaca hampir satu bulan. Alih-alih seperti sebagian orang yang ingin cepat-cepat dibaca, buku ini kuanggurkan hampir satu bulan di rak buku, hingga akhirnya aku membacanya selama tiga jam di akhir minggu kemarin.

Sejujurnya aku sedikit terdistraksi dengan kenyataan kalau si tokoh utama wanitanya seorang penulis. Merasa gimana gitu. :P Tetapi abaikan kenyataan itu, hanya buatku pribadi saja.

Ceritanya sendiri manis koq. Walau buatku, mendekati ending, kenapa rasanya alurnya jadi cepat ya? Buat seorang Inge yang benci banget dengan sang ibu, kenapa bisa dengan begitu mudahnya memaafkan seperti itu? Rasanya terasa kurang afdol saja. Ngga terasa gregetnya. Belum kehadiran Metta yang jatuh cinta dengan Alan, jadi terasa cuma diujung lidah saja, terasa seperti tempelan.

Dan entah bagaimana, aku merasa seperti ada sebagian curhat colongan di dalam buku ini. Bagian mana? Mungkin bisa kita diskusikan bersama. *wink* Yang pasti di halaman 158, sukses membuatku 'ngakak' kecil. LoL Apa isinya? Buka bukunya dulu gih. Aku menulis review ini di kantor dan tidak bisa mengutip apa yang membuatku ngakak, tetapi aku ingat halamannya. :P

Alan sendiri, menurutku tidak salah apa-apa lho. Dia manis, lebih manis daripada si tokoh lelaki dari MH malah. (Kalau yang itu mah minta ditampol bolak balik :P). Sayangnya, Inge adalah seorang perempuan yang pernah dilukai oleh orang yang dia sayang, jadi sulit menerima sebuah kesalahan dan menginginkan sebuah kisah yang sempurna. Yeah, dan sayangnya manusia tidak sempurna, hmm?

Anehnya, dengan masa lalu seperti itu, Inge terlalu mudah memaafkan, aku tak relaaaaa. =)) Dia setidaknya harus merasa 'insecure' dulu. Itulah gunanya penulis memunculkan Metta (yang cuma sedikit banget bagiannya) khan? Alurnya yang kadang flashback dengan pov berbeda, menuntut konsentrasi, btw.

Overall, aku suka, walau tidak sesuka MH.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
October 9, 2015
"Inge takut bertanya karena jauh di lubuh hatinya, Inge tahu dia tidak ingin mendengar jawabannya.
Inge takut bertanya karena Alan merupakan salah satu hal terbaik yang terjadi di hidupnya. Inge takut, karena dia tahu, hal-hal terbaik dalam hidup tak terjadi dua kali.
Dia hanya punya satu kesempatan.
"
Sejak membaca buku debut Tia Widiana,Mahogany Hills, aku tahu aku akan langsung membeli apapun yang ia terbitkan setelahnya. Oleh karena itu saat aku tahu Tia Widiana menerbitkan buku ini, aku seketika memasukkannya dalam wishlist-ku. Dan betapa beruntungnya aku saat Tia Widiana menghubungiku dan menawarkan buku Sincerely Yours untuk aku baca dan review! Tentu saja aku tidak perlu berpikir dua kali untuk mengiyakan tawaran tersebut dan sangat berterimakasih kepada penulisnya :)

Buku ini berhasil menangkap perhatianku sejak halaman pertama dengan auranya yang kelam dan sedikit menyeramkan. Aku baru mengerti kemudian bahwa bab pembuka itu adalah bagian dari novel yang ditulis oleh Inge, karakter utama cerita ini. Novel yang ditulis dari sudut pandang ketiga ini mengawali ceritanya dengan mempertemukan kedua karakter utamanya—Inge dan Alan—lewat sebuah situasi yang aneh. Dan lewat situasi itulah chemistry antara keduanya dibangun oleh penulis. Meskipun semuanya terjadi dalam jangka waktu yang cepat, perkembangan hubungan mereka tetap terasa alami dan keduanya benar-benar menikmati keberadaan satu sama lain. Konflik utama ceritanya adalah luka hati Inge berkaitan dengan Ibunya dan juga hubungan Alan yang membuat Inge menarik diri. Dua konflik ini pun pada akhirnya membaur menjadi satu; karena untuk bisa menerima apa yang terjadi, Inge harus terlebih dahulu berdamai dengan masa lalu serta dirinya sendiri. Dengan hanya satu konflik besar dalam ceritanya, kisah ini memang terasa sangat sederhana—namun buku ini tetap berhasil membuatku menikmati manisnya hubungan Inge dengan Alan dan juga penasaran bagaimana ceritanya akan berakhir. Ending-nya agak sedikit membingungkan untukku karena semuanya terjadi begitu cepat dan juga mengambil beberapa sudut pandang dari karakter yang berbeda. Meski demikian, aku tetap puas dengan bagaimana ceritanya berakhir—walau sebenarnya aku berharap masih ada halaman lanjutan karena aku masih ingin berada lebih lama bersama Alan :')
"Dia tidak menjadikanmu selingkuhannya. Dia menghargai mantan pacarnya, dengan tidak menjelek-jelekkannya di hadapanmu. Alan tidak berusaha memacarimu sebelum memutuskan hubungan sebelumnya. Because that's what lesser man would do."
Tentu saja, karakter favoritku adalah Alan. Tidak hanya karena karakternya yang nyaris sempurna tetapi lewat karakter ini juga pikiranku jadi sedikit terbuka. Jika situasi Alan ditempatkan di dunia nyata, mungkin orang akan menganggapnya telah berselingkuh. Tetapi setelah membaca cerita ini, aku merasa bahwa apa yang Alan lakukan kemudian justru membawa kebaikan untuk mereka semua. Dan aku cukup menyetujui hal tersebut. Walaupun akan ada pihak yang terluka, aku rasa apa yang terjadi adalah untuk kebahagiaan semua orang. Dan itu jauh lebih baik daripada meneruskan apa yang sudah ada namun dengan keterpaksaan. Karakter Alan adalah tipe the perfect gentleman
Meskipun karakter Inge tidak terlalu meninggalkan kesan istimewa, aku suka dengan perubahan yang ia alami lewat apa yang terjadi. Aku sangat menyukai chemistry-nya dengan Alan, dan aku juga suka rekonsiliasi antara Inge dengan Ibunya. Semuanya terjadi dengan sangat sederhana namun terasa begitu nyata bagiku. Selain kedua karakter utamanya, ada beberapa karakter lain yang turut mendukung perkembangan ceritanya. Tetapi aku tidak akan membahas semuanya satu per satu supaya tidak terlalu banyak spoiler dalam review ini.
"Truth and reconciliation, and in that order. Perdamaian hanya bisa dicapai denngan kebenaran. Diam-diam Inge bersyukur ibunya mengatakan yang sejujurnya, tidak sekuat tenaga membela diri atau membela pilihan-pilihan yang diambilnya di masa lalu."
Harus kuakui, setelah membaca buku kedua Tia Widiana ini, aku tahu aku sudah terlanjur jatuh cinta pada penulisannya yang selalu mengalir dengan baik. Meskipun aku menemukan beberapa typo dalam buku ini, hal tersebut tidak terlalu mengurangi kenikmatan membacaku. Seperti yang sudah aku sebutkan sebelumnya, kisah Inge dan Alan ini sangat sederhana namun tetap terasa manis. Buku ini berhasil membuatku sulit untuk berhenti membaca karena aku selalu memikirkan tentang bagaimana ceritanya akan berakhir. Tentunya, aku akan terus menantikan karya Tia Widiana yang selanjutnya—dan semoga aku tidak perlu menunggu terlalu lama ;)
"Tapi menjadi pengecut memang selalu mudah. Melarikan diri memang selalu mudah, seperti yang dilakukan Inge saat dia dan Alan bertengkar hebat soal Ruby.

Melakukan hal yang benar, mengakui kesalahan, selalu sulit dan menakutkan."
Profile Image for Putri Review.
74 reviews13 followers
September 5, 2015
Actual Score : 4,6 from 5 stars

Baca lebih lengkap review novel ini di blog Putri Review : Memaafkan Cinta dalam Novel "Sincerely Yours" by Tia Widiana

"Aku serius. Banyak yang mengira karena tema yang kami tulis, maka kami semacam psikopat terselubung." Inge menatap Alan dengan sungguh-sungguh.
"Memangnya bukan?" tanya Alan geli, dia berhenti berjalan.
"Tentu saja bukan," sergah Inge, dia ikut berhenti. "Sebagai penulis misteri, aku sudah mengeluarkan segala pikiran gelapku dalam buku, sehingga tidak ada lagi yang tersisa." Inge menatap Alan lekat-lekat. Dengan nada penuh rahasia, gadis itu berbisik, "Sebenarnya yang perlu dicurigai, adalah mereka para penulis novel romance..."
Alan tidak mendengar perkataan Inge sampai selesai karena sampai di situ, dia sudah keburu tertawa terpingkal-pingkal.
("Sincerely Yours" by Tia Widiana pages 43)


Hal yang paling saya rasakan dari novel ini adalah gaya bahasa dan penceritaannya yang begitu empuk dan mengalir. Formal, tidak memberatkan, tidak bertele-tele, ada kecerdasan dan humor samar di dalamnya--cocok untuk novel Amore GPU yang memang ditujukan untuk pembaca roman dewasa.

Saya juga menyukai kutipan novel thriller "Klandestine" yang ditulis oleh Inge di awal cerita. Tadinya saya sempat sedikit kecewa saat tahu bahwa kutipan novel itu hanya muncul di awal cerita saja, tapi ternyata kutipan novel itu masih memegang peranan penting untuk ending novel sincerely yours ini.

Saya suka dengan pesan moral yang ingin disampaikan oleh Tia Widiana. Tentang memaafkan, tentang membuka diri untuk cinta, tentang cinta di umur dewasa yang tak ingin dibuat rumit-yang sudah haus akan kebersamaan dan ingin menghindar jauh2 dari drama. Tia Widiana berhasil menyajikannya semua keindahan itu dalam lingkungan cluster perumahan di kota hujan yang sendu namun menyimpan kisah cinta manis luar biasa.

Hanya satu pertanyaan saya untuk Tia Widiana : adakah rencana untuk menulis novel misteri thriller? saya akan dengan senang hati membacanya :)

Note to self : abis ini wajib banget nyari novel Mahogany Hills(2013) karya Tia Widiana. :D
Profile Image for Jenny Faurine.
Author 18 books181 followers
September 11, 2015
[EDITED]

Nulis reviewnya sih nggak pas jam satu, tapi sinyal baru ada jam segini. Meh.

***

“Karena aku tidak mungkin menjadi pacarmu jika aku jatuh cinta pada orang lain.”
—Alan kepada Ruby, halaman 122—


Entah kenapa gue selalu bisa jatuh cinta dengan tokoh utama yang profesinya merupakan penulis. Hahaha.
Di sini kayaknya nggak ada karakter yang gue sebelin deh. Sekalipun yang menjelang akhir buku akan sedikit menghalangi Alan dan Inge, tetep aja gue bisa berempati sama dia. Pfffft.

Selengkapnya di >> http://antibooks.wordpress.com/2015/0...
Profile Image for Dini Novita  Sari.
Author 2 books37 followers
November 6, 2015
bisa saja berlebihan, tapi menurutku 70% novel ini berkisar detail setting, gerakan para tokoh, baju yang dipakai, dan printilan lainnya yang menurutku membosankan, bertele2 dan bisa banget dibabat banyak. konfliknya sih sederhana, tapi, ya memang sederhana sih nggak tahu mau ngomong apaan. tutur ceritanya terlalu rapi, rapi yg bertele2, kayak anak SD yg lagi nulis tugas mengarang indah dan harus lengkap unsur2 kalimatnya s+p+o+k. kesimpulan: tidak dinamis. compare to her first novel---yeap that winning novel---i am really dissapointed by this. :s
Profile Image for Halida Hanun.
325 reviews13 followers
September 27, 2015
begitu tau mbak Tia akan mengeluarkan buku keduanya, saya nggak sabar untuk baca. karena saya sangat suka dengan Mahogany Hills, buku pertamanya. dan nggak perlu waktu lama, begitu terbit si Sincerely Yours ini, saya langsung beli!

tapi begitu baca saya sedikit kecewa. saya kira akan menemukan rumah sehangat yang ada pada gambar di sampul depan, tapi ternyata tidak. sudah begitu, konflik yang digambarkan di sinopsis, baru muncul di pertengahan cerita. kalau yang ini sih bisa dimaklumi, karena pada setengah cerita di awal membahas konflik keluarga Inge, yang menjadi alasan kenapa Inge tidak bisa menerima Alan. saya juga agak tidak nyaman dengan alur maju-mundur yang digunakan, ketika flashback terasa tidak smooth sehingga saya suka agak bingung. satu lagi kekurangan buku ini, typo yang bertebaran dan untuk buku terbitan GPU, buat saya udah di luar toleransi typo sih. *halah* bukan cuma sekadar salah ketik, ini sampai ada yang salah sebut. contohnya harusnya Ayu jadi Meta, yang seperti itulah.

kalau kelebihannya, saya selalu salut dengan kemampuan mbak Tia mendeskripsikan suatu tempat. mendetail tapi tidak membosankan. seolah-olah kita berada di tempat yang sama dengan para tokoh. dan di buku ini saya seperti salah satu penghuni kompleks Kecapi asri yang bisa menyaksikan langsung kisah Inge dan Alan.

oiya, mbak tia juga sangat pintar mengeksekusi cerita. tidak terlalu terburu-buru tapi juga tidak bertele-tele.

buku ini cocok dibaca ketika santai. dan saya seperti pembaca lain, menantikan buku ketiga mbak Tia, yang kalau bisa bergenre thriller sik
Profile Image for Nay.
Author 4 books86 followers
September 20, 2015
Alasanku membeli buku ini, karena tertarik setelah membaca beberapa review dan aku lumayan suka dengan novel pertama penulis yang menjadi pemenang Lomba Amore.

Membaca halaman-halaman awal membuatku agak malas karena rasanya ikatan yang terjadi antara Alan dan Inge terlalu tergesa-gesa. Karena itu aku nggak menyangka akan begitu menyukai buku ini setelah memasuki sepertiga bagian sampai ending.

Percakapan-percakapan yang terjalin antar tokoh dalam novel ini adalah favoritku. Aku benar-benar menyukai bagaimana penulis menggambarkan karakter Alan dengan begitu matang. Meskipun aku masih belum memaafkan sikap Alan yang cenderung PHP dan tegaan saat berhadapan dengan Meta dan Ruby.

Endingnya memuaskan. Tapi sangat disayangkan banyak kata-kata yang dobel, sepertinya sisa editing yang lupa dihapus atau memang salah ketik.

Sebetulnya aku sangat jarang membaca Amore GPU karena beberapa kali nggak cocok dengan ceritanya. Tapi nggak akan ragu untuk membeli novel Amore Tia Widiana selanjutnya. Sukses untuk penulisnya, makasih untuk bacaan menyenangkan ini ^^
Profile Image for Autmn Reader.
883 reviews93 followers
July 21, 2020
Akhirnya, ada juga buku yang kuselesaikan di tengaj reading slump yang melanda. Heuheu.

Menceritakan tentang kisah Inge yang bertemu Alan. They're totally stranger di awal buku. Jadi bukunya memang berkisah tentang perjalanan hubungan mereka.

Pros:

Awalnya aku bingung aku mau kasih bintang berapa, karena sempet ngerasa bosen pas kejadian Alan-Ibu-Inge. Tapi mungkin itu karena reading slump-ku. Karena pasbaku baca di mood yang lebih baik, aku malah makin suka. Gereget banget sama Inge dan melting banget ama Alan. Walopun Alan karakter yang keliatan too good to be true tapi enggak annoying. Aku suka aja dia tipe cowok yang tahu apa maunya, gak plin plan dan tegas. Dan mungkin inilah yang jadi flaw-nya Alan. Dia bikin baper tapi bakalan nyakitin hati cewek juga karena dia tipe cowok yang tegas. Bakalan ngerti kalau baca bukunya.

Dan Inge, duuh. Aslilah gereget banget aku sama dia. Wkwkkw. Ya karena itulah flaw nya Inge. Bimbang, takut, masa lalu yang memengaruhi dia. Tapi dia juga cewek yang nerani mengambil langkah pada akhirnya. Dinamikanya dia kerasa. Perubaham karakternya kerasa dengan cara yang manis dan apik.

Satu lagi yang aku suka, narasinya. Duuuh, entah kenapa berasa lagi baca dongeng. Alurnya yang maju mundur yang kesannya kayak berantakan malah kerasa luwes dan nambal yang bolong.

Cons:

Walaupun aku bilang narasinya kayak dongeng, tapi ada masa di mana pas aku baca kayak rada kagok karena kalimatnya sederhana. Yang terdiri dari S+V. Kalimat yang tidak bertingakt kalau kebanyakan juga bikin cape ternyata. Ahahah.

Jadi pengen baca buku yang vibe-nya mirip-mirip, heuheu.
Profile Image for Majingga Wijaya.
152 reviews19 followers
April 18, 2021
Ini novel kedua Mbak Tia yg aku baca setelah Mahogany Hills. Dan feel nya beda. Disini kerasa banget simple dan sweet nya hubungan Inge dan Alan. Eksekusi masalahnya juga oke. Bikin enjoy banget pas baca.
Profile Image for Tri Ciduk.
20 reviews3 followers
October 5, 2015
-------Sincerely Yours-------

Sekar Wangi Tambanglaras, seorang penulis novel dengan genre thriller ini semenjak ibunya pergi menninggalkan dirinya dan sang Ayah berdua saat ia masih bersekolah di bangku Sekolah Dasar ia yang biasanya di sapa dengan nama penggilan Sekar kini menggantinya menjadi Inge. Dan kini ia pun harus tinggal sendiri di sebuah perumahaan yang cukup elite peninggalan dari sang Ayah yang telah meninggal dunia.

Karena sebuah insiden yang dilakukan oleh anak tetangganya dengan salah memberikan obat Inge akhirnya bisa berkenalan dengan sosok pria yang menawan, seorang pimpinan dari salah satu perusahaan kecil yang memberikan pelayanan jasa Linkungan Tentram yaitu Alan. Untuk membantunya Inge pun membawa Alan yang saat itu sedang tengleng akibat salah minum obat ke dalam rumahnya, bahkan mengharuskan Alan menginap di sana.

Sejak Alan menginap di rumah Inge timbul perasaan yang aneh bagi keduanya. Alan merasa Inge adalah wanita yang tepat untuk ia jadikan pasangan karena selama ia kenal Inge chemistry mereka sangatlah kuat, ia merasa nyaman saat bersama wanita itu. Apalagi saat tanpa sengaja Alan bertemu dengan Ibu dan Ayah tiri Inge, Alan melihat sisi lain dari Inge yang biasanya terlihat sebagai sosok yang begitu menyenangkan kini menjadi murung dengan wajah menyimpan kesedihan. Alan memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Ruby, wanita yang telah delapan tahun menjadi kekasihnya.

Tapi sayang, telat sebelum Alan memberitahu tentang hubungannya itu Ige sudah mengetahuinya dan ia berpikir bahwa Alan telah mempermainkannya. Inge pun kabur dari rumahnya agar Alan tidak bisa menemuinya lagi. Apakah hubungan Alan dan Inge akan berakhir di sini?

****

Novel Amore dari Gramedia yang pertama aku baca ini mempunyai alur cerita yang menggugah hati dan perasaanku. Di mana ceritanya membuat aku merasa betapa indahnya hubungan Alan dan Inge yang bisa begitu mulusnya berjalan sejak pertama mereka berkenalan. Tentu saja sebuah hubungan tidak akan menarik jika hanya berjalan mulus begitu saja, terlihat begitu monoton. Hingga akhirnya muncul konflik dimana sebuah rahasia yang Inge sembunyikan selama ini tentang keluarganya dan sosok Ruby, kekasihnya Alan yang kini keberadaannya mulai tercium oleh Inge. Akhir ceritanya juga baik tidak dipaksakan, bagaimana cara mereka berdua menyelesaikan masalah masing-masing hingga kahirnya mereka mendapatkan jawaban yang terbaik untuk hubungan mereka.

Sangat disayangkan dan aku pun merasa menyesal harus menemukan beberapa kekurangan yang dimiliki oleh novel ini, hanya berupa penulisan yang kataya tercetak double atau salah penulisan kata yang tepat. Seperti ‘Aku pernah menulis bahwa dalam dalam’ dan ‘memlihara Orlandoo untuk memburu kucing*’ itu karena Orlando adalah seekor kucing, yang seharusnya disana adalah tikus.

“Selalu ada yang pertama untuk segalanya.”- hal 140

Overall novel ini sangatlah menarik dengan covernya yang eye chacting dan prolognya yang menerangkan tentang sebiah kisah thriller yang merupakan hasil tulisan dari Inge. Recommeded buat remaja-remaji yang sedang terbuai oleh cinta atau buat mereka yang ingin tahu bagaiamana sih keseruannya sebuah hubungan yang tercipta karena pandangan pertama.
Profile Image for Caca Venthine.
372 reviews10 followers
December 16, 2015
Aduh aduhh merasa berdosa baru kasih bintang buat buku ini. Padahal baca nya udah lumayan lama juga *entahlah saya lupa*

Baiklah sebelum membahas buku ini, mari saya ceritakan kenapa saya membeli buku ini. Karena saya tergila-gila dengan Mahogany Hills, dan membuat saya memberikan ekspetasi yang tinggi dengan buku kedua kak Tia. Hanya saja, ya memang kalau boleh membandingkan, saya jauh lebih suka cerita MH. Jadi memang bisa dibilang agak kecewa dengan karya kedua kak Tia ini. Bukan karena ceritanya jelek, tapi memang mungkin agak tidak mengena seperti cerita MH.

Dan ya gue lupa dong sama ceritanya saking kelamaan gk dikasih review -__- Hmmm hhmmm.. Jadi begini yaa...

Inge seorang penulis novel thriller ini ternyata aslinya pendiam dan sering kali mengurung dirinya di rumah sendirian. Ayahnya sudah meninggal, dan ibunya ternyata meninggalkan Inge sejak dia kecil demi lelaki lain. Hingga besar Inge masih menyimpan kepahitan terhadap ibunya.

Sampai akhirnya, karena sesuatu hal, Inge bertemu dengan Alan. Hanya saja Alan ternyata sudah mempunyai kekasih yang ingin dinikahi.

Ya waktu demi waktu dilalui oleh Inge dan Alan, hingga akhirnya mereka jatuh cinta. Sampai akhirnya Inge tahu ternyata Alan sudah bertunangan. Dan karena gk mau jadi orang ketiga, Inge menghilang dari kehidupan Alan. Ya tapi emang namanya jodoh gk kemana, akhirnya mah mereka bersatu juga ya.

Seperti itulah lebih kurang ceritanya. Maafkan saya jika saya salah kata. Gue suka sama sifat Alan yang bisa mengimbangi cewe kya Inge *buset dah sok tau jasa gue*

Baiklah walau memang cerita ini kurang greget di dalam hati, tapi gue tetep suka dengan mereka semua yang ada disini.. Sekian dan terima nasi kuning pake telor :p
Profile Image for Nureesh Vhalega.
Author 20 books152 followers
November 16, 2021
Apakah ini yang dinamakan sihir? Atau mungkin sepanjang baca aku terhipnotis?

Satu-satunya kekurangan buku ini adalah kurang panjang, aku belum puasss *plak

Sumpah, aku sebenarnya takut baca buku ini karena perkenalanku dengan Tia Widiana bermula dari Yang Menjadikannya Abu, novel yang jadi juara pertama di platform tempatku bekerja dulu. Sampai detik ini, aku masih terbayang-bayang cerita itu. Masih merasa sesak dan jatuh cinta. Sita dan Adit masih menempati sudut hatiku, masih kudaulat sebagai pemilik cinta yang sederhana tapi sempurna.

Jadi, bayangkan betapa terkejutnya aku waktu baca kisah Inge dan Alan ini, lalu jatuh cinta lagi. Memang nggak sedalam di Yang Menjadikannya Abu, tapi mengingat tema Sincerely Yours ini biasanya bikin aku ke-trigger sementara sekarang baik-baik aja, berarti nggak perlu diragukan kemampuan Tia Widiana dalam merangkai cerita. Beliau sukses masuk daftar penulis favoritku. Atau lebaynya, ketika dia nulis catatan belanja aja kayaknya aku rela baca 🤣 seoke itu? Yup! Buatku seoke itu. Satu lagi yang amat kusukai dari buku ini, penjelasan tentang profesi Inge. Sulit menjelaskannya, tapi dari segitu banyak buku yang menjabarkan profesi ini, deskripsi Inge yang paling ngena di aku. Bahkan aku yang mengaku mencintai profesi ini nggak bisa merangkum kesanku sebagus itu 🤭

Anyway, salah teknis masih cukup banyak di sini. Typo lebih dari 10 sih yang jelas wkwkwk tapi aku sama sekali tidak peduli~~ tuh, sesuka itu berarti, kalau aku sampai nggak bawel soal teknis.

Aku rekomendasikan buat kalian yang rindu baca kisah cinta tenang, damai, sederhana, tapi hangat.
Profile Image for Riz.
1,262 reviews140 followers
January 20, 2019
Beneran ini yang nulis Mahogany Hills?

Berhubung buku Mahogany Hills nggak memberikan kesan yang menyenangkan bagi gua mengenai isi ceritanya, gua lupa dan kaget kalau ternyata ke dua buku ini ditulis oleh penulis yang sama. 🙈

Untung aja gua bukan tipe pembaca yang cepat menyerah baca buku dari penulis yang sama walaupun buku sebelumnya nggak memberikan kesan baik muehehehee *kalau iya kan guanya yang nyesal 😁
Eh tapi kan ini awalnya gua yang nggak ngeh kalau sama penulisnya, halahh #plaks 💣

Jadi pesan moralnya ya gitu, jangan mudah menyerah atau ilfil ya gaes. *apaan sih ini 😂😂

Buku ini mencuri perhatian gua dengan gaya penceritaannya yang sangat mengalir dan pemilihan diksinya yang tepat. Gua tanpa sadar membaca ini sekali duduk dan membalik halaman tanpa merasa bosan. Ceritanya manis, sederhana dan membuat mellow. Memang kalau dari segi plot, buku ini terkesan datar. Tapi penulis benar-benar piawai dalam menuliskan alur ceritanya dan menggambarkan setiap tokoh ini sehingga membuat gua sebagai pembaca sangat menikmati dan termanjakan oleh kata demi kata yang ditorehkan. Karakter-karakternya menghangatkan hati dan terasa riil.. Pokoknya membaca buku ini menyenangkan. Sayang aja nggak ada epilog. Soalnya gua mengharapkan interaksi Inge dan Alan dituliskan lebih banyak lagi biar terasa lebih oh-so-sweet 🌸
Profile Image for Laura Yuwi.
213 reviews16 followers
November 15, 2022
Ceritanya sangat mengalir untuk dibaca, sederhana, ringan dan bikin betah. Aku sangat menikmati alur ceritanya. My favorite disini tuh si Alan. Keliatannya seperti cowo brengsek tapi sebenernya cara dia menurutku tepat, gak langsung nge-gas tembak Inge, dan menyetujui semua syarat Ruby untuk berpisah. Senyum-senyum sendiri karena seneng aja gitu betapa setianya si Alan sama Inge. Udah dicuekin selama itu tapi cintanya ke Inge gak pupus padahal ada kehadiran wanita lain. Duh, sweet banget deh perlakuan Alan ke Inge. Idaman semua wanita banget.
Profile Image for Nadiana.
74 reviews
January 29, 2022
Playboy tipe softboy sialan si Alan, ceritanya keren emosinya dalem dapet banget
Profile Image for Yessyka Widy.
221 reviews19 followers
October 11, 2015
Ini novel Mbak Tia yang kedua, kan?
Sebenarnya tak sesuai dengan ekspektasi saya, bukan tak sesuai, hanya saja kurang dari apa yang saya harapkan. Karena saya begitu cinta Mahagony Hills. Jadi saya sangat berharap novel ini lebih menggebrak dari Mahagony Hills. :D

Tapi bagaimana pun, saya tetap suka.

Pertama, jelas karena cover, saya sangat menyukai settingan yang begitu vintage dan cantik dengan aksen yang cukup lembut. Tampak begitu homey. Terlebih lagi, ada secangkir minuman dan buku yang terbuka. It’s paradise :D

Apalagi, saat membaca buku ini membuat saya seolah masuk ke dalam Kecapi Asri, merasakan betapa kosong dan dinginnya rumah Inge. Tapi tetap dibuatnya ikut menikmati suasana itu. Yang sempat membuat saya ingin tinggal di tempat semacam itu juga, padahal selama ini saya tidak begitu suka dengan suasana kompleks perumahan yang cenderung individual.

Banyak kutipan-kutipan yang bisa saya ambil di sana, tapi enggan saya tulis lagi di sini. Sampai-sampai membuat saya ikut berpikir, bagaimana jika saya seperti Inge. Terlalu banyak ‘what if’ kala menaruh rasa kepada lawan jenis. Don’t ask why. Hehe~

Garis besarnya adalah tentang kisah seorang penulis thriller, Sekar Wangi Tambanglaras, yang tak semenakutkan stereotype yang ada. Sadis, anarkis dan imajinatif. Dia juga manusia, yang diciptakan dengan hati dan pikiran. Pun, juga diberi cerita dan kisah yang mungkin bisa menjadi suka maupun luka. Hingga suatu kebetulan yang disengaja mempertemukan mereka. Laki-laki bernama Alan Anugrah menginap di rumah Inge dengan alasan yang entah tampak tak masuk akal, tapi itulah yang terjadi.
Dari situlah semuanya dimulai.

Kisah ini tak melulu tentang kisah dua insan yang memadu kasih, tapi juga tentang kata maaf dari wanita yang melahirkannya. Kita tak diajarkan untuk dendam, karena Sang Pencipta pun Maha Pengampun.

Btw, tiba-tiba saya terpikir tentang karakter Alan, sangat tenang, kalem, smart, sopan, well, eligible bachelor kan yak dianya mah? Pria tak selalu tentang romantisme, tapi juga sikap tenang yang bisa meredam kecerobohan dan kekhawatiran saya. Mungkin, kita cocok, Alan. Halah… Kasian kamunya. #abaikan :D

Jika dikatakan alur terkesan lambat, saya mengiyakan, tapi saya tahu ini ‘amore’, guys! What else did you expected? Selain cerita yang mendayu biru dengan buaian kata yang begitu lembut itu. ;)
Ohya, ada sedikit typos yang tak sengaja saya temukan, but well, its’ okay~

Waiting for the third novel, kak? Yang romantiiiss juga yak? ^_^ :P

Profile Image for Echa.
285 reviews78 followers
November 22, 2015
Ini buku pertama yang berhasil saya selesaikan setelah berbulan-bulan. (Blame it on those scientific papers and college-related projects.) Dan ini adalah buku Tia Widiana kedua yang saya baca. Saya masih mengingat betapa saya menyukai gaya menulis Tia yang mengalir dan cantik, dalam bahasa Indonesia pula. Saya menemukannya dalam buku ini juga.

Di Mahogany Hills, protes utama saya adalah tokoh utama yang menyebalkan dan... yah, lame. Mau diinjak-injak begitu saja oleh suaminya. Di Sincerely Yours, saya bertemu total opposite dari Paras: Inge, penulis novel detektif, yang paranoidnya--kalau nggak bisa dibilang neurotic--nggak ketulungan. Tapi ya, oke, Inge trauma karena ditinggal ibunya, dan mungkin karena dia adalah seorang penulis crime novels, karena itu dia lebih cautious? Oh, ya, love interest-nya Inge ini juga total opposite dari Jagad: Alan yang berantakan tapi berjiwa muda, humoris, easy going, gampang kenal sama orang. Mereka dipertemukan dalam sebuah opening scene yang bikin saya terkejut--in a good way, this time. Alan salah minum obat dan jadi tidur setengah pingsan. Kreatif banget, sih. Suka banget, nggak kayak adegan nabrak-nolongin-jatuh cinta yang kerap ditemukan di buku-buku romace lainnya.

Tapi, lagi-lagi, saya nggak suka sama dua karakter utama yang membosankan. Konflik mereka jadi klise dengan perselingkuhan Alan dan ambekan Inge yang tak berkesudahan. Selesai membaca buku ini, saya bertekad akan menemukan buku yang karakternya punya motto forgive or forget.
Profile Image for Op.
375 reviews125 followers
December 8, 2015
Sincerely Yours adalah bacaan sekali duduk (oke gak sekali juga karena kepotong2 yg lain).

Inge dan Alan saling naksir (oh Gosh I used naksir word) tapi sempat terhalang oleh sedikit hal. Tapi kalau jodoh katanya nggak ke mana. Yah masalahnya cuma satu sih, jodoh atau nggak? Kira-kira seperti ituuh.

Seperti biasa saya suka cara Mbak Tia (eciye sok akrab) bercerita. Detil per adegan gak begitu masalah sih buat saya karena saya suka yg begitu. Saya suka Alan yang adalah lelaki beta (duh tipe saya gitu deh karna alpha is so last year *uhuk*). Saya nggak ada masalah dengan Inge. Semua tokohnya walaupun ada yg kurang kuat juga masih oke2 aja buat saya.

Tapi entah krn terlalu real atau gimana, saya ngerasa kurang drama aja. Hahahaha. Tapi yah serba salah juga sih saya ini, kalo kebanyakan drama mencak2. Bahkan paragraf bertuliskan "Satu-satunya kemungkinan mengapa dia begitu tertarik pada Inge adalah; karena Alan pernah melihat gadis itu berada dalam posisi yang paling rapuh" (hal.87) aja udah bikin saya rolling eyes :))

Overall 3 bintang karena udh bikin saya senyum malu2 hari ini.

HAEEEE KALIAN YANG SUUDZON SAYA GAK BACA ROMENS.. SAYA BACAAA SAYA SELESAAAI DAN SAYA GAK MENCAK MENCAK BACANYAA!!

Cinta mungkin mudah diucapkan ketika berumur belasan. Makin dewasa, cinta makin butuh alasan dan pembenaran (hal. 128)
*keselek obeng*

--------------------

Duh lupa mau pamer.

Dengan ini challenge berhasil saya selesaikan. 2 Novel Mira W yang covernya cantik itu Siap Di Tangaaann. Ngoahahahahahaha...
(abis itu cuma buat dipajang *digampar*)
Profile Image for Yovano N..
239 reviews14 followers
May 22, 2016
Maaf, tapi saya kurang menikmati buku ini, bila dibandingkan dengan karya pertama Penulis. Pesan moralnya bagus, namun kedua tokoh utama tidak membuat saya merasa bersimpati. Hubungan keduanya terasa hambar. Saya juga kurang suka sama tokoh Inge. Bagian yang menarik justru kisah thriller di awal cerita. Saya rasa penulis memiliki bakat menulis genre thriller. :)
Profile Image for Teguh.
Author 10 books333 followers
August 8, 2016
Bahasanya sederhana nan manis....^^
Profile Image for alwaysfine.
12 reviews
August 26, 2022
Setelah Mahogany Hills, ini adalah karya mbak tia yang paling Ku suka. Bayangin aja, tiap tulisan di novel ini bikin kita jadi tenang(?), trus gaya penulisannya bikin damai gituu ih gangerti lagi. Baru kali ini sih Ku sampe ngerasa segitunya pas baca novel. Karna emang emosi pembaca dibikin porak poranda sama interaksi tokoh utama di novel ini. Inge-Alan sukses bikin hati Ku terenyuh sama cerita mereka.

Ku merasa kalo jadi Inge pasti bakal mikir realistis juga sih, apalagi ada alasan yang kuat buat dia ninggalin Alan saat itu. Tapi cinta Alan lebih kuat daripada "ego" Inge buat menyudahi hubungan mereka. Entah emang tuntutan kerja atau emang udah kepribadian Alan yang terlalu friendly, ini lumayan bahaya(?) juga sih buat perempuan-perempuan single yang hatinya mudah baper wkwkw. Gila ya Alan, kamu tuh terlalu baik, orang bisa salah paham sama perilakumu itu tauukk, Ku saja sebagai pembaca bisa dibikin baper, apalagi orang lain.

Walaupun plotnya agak maju mundur tiba-tiba ya pas menuju ending, tapi setelah dibaca berkali-kali akhirnya paham juga gimana alur dari POV setiap tokoh. Konflik menuju akhir emang bikin gregetan sih yaa menurut Ku, makanya ikut tersentuh juga pas ditampilin POV setiap tokoh itu, Alan yang tidak pernah merubah keputusannya, Inge yang sudah mantap dengan perasaannya, dan Meta yang datang disaat yang tidak tepat. Semoga Meta mendapat lelaki yang sudah ditakdirkan untuknya. Maaf ya Ta, bukannya gimana, tapi Ku shipper Inge-Alan garis keras wkwk, kamu datang disaat yang tidak tepat, dan ya seperti kata Ruby, kehadiran kamu hanyalah sebuah fase dalam kehidupan Alan.

Novel ini mengajarkan banyakkk hal, mulai dari keikhlasan, kejujuran, keberanian, dan pengorbanan.

Buat yang mau baca novel ini, bisa baca di aplikasi Ipusnas ya ges.

Trust my words, just read this story, and let the emotions flow through your heart.

5/5, Love you Mbak Tia❤️❤️❤️❤️❤️
Displaying 1 - 30 of 78 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.