Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sabda Palon 5: Tonggak Bumi Jawa

Rate this book
Keselamatan Dewi Amaravati beserta putri sulungnya, Dyah Hayu Ratna Pambayun, benar-benar terancam. Rombongannya dihadang segerombolan orang bercadar ketika hendak mengunjungi sebuah pesanggrahan di lereng Gunung Arjuna. Tetapi nasib baik masih menyertai mereka. Gerombolan terlatih itu tidak diketahui dari mana asalnya. Berdasarkan pengamatan Rakryan Patih Gagak Kêtawang, ada tiga tempat yang patut dicurigai sebagai asal mereka. Pertama Matahun, kedua Pandhan Salas, dan ketiga Majapahit sendiri. Bhre Kêrtabhumi pun mengirimkan pasangguhan-pasangguhan terpercaya demi mencari warta asal-usul gerombolan bercadar tersebut. Arya Patarka dan Arya Bacuk dikirim ke Matahun. Arya Sumangsang dan Arya Pêkik dikirim ke Pandhan Salas. Arya Bangah, Arya Gajah Para, Arya Sêgêr, berikut Raden Ayu Rara Antêng, dikirim ke Kapatihan Majapahit.

Di Tarub, Ki Gêdhe Tarub mengungkapkan rahasia jati diri Rara Nawangwulan, istrinya, kepada Rara Nawangsih, putrinya. Rara Nawangwulan yang dikenal sebagai bidadari Suralaya, yang turun ke bumi Tarub, tiada lain adalah sosok manusia biasa yang sudah digariskan menjadi perantara bagi bertumbuhnya para penguasa Jawa. Melalui perkawinan Rara Nawangsih dengan Raden Bondhan Kajawan para penguasa Jawa itu akan terlahirkan. Sudah diramalkan, Raden Bondhan Kajawan, putra Bhre Kêrtabhumi, adalah tonggak bumi Jawa sesudah kehancuran Majapahit!

451 pages, Paperback

First published September 1, 2015

Loading...
Loading...

About the author

Damar Shashangka

21 books92 followers
Damar Shashangka lahir di Malang pada tanggal 8 April 1980. Kelahirannya di keluarga Kêjawen membuatnya sangat tertarik kepada mistisisme dan spiritualitas semenjak kecil. Saat masih berumur belasan tahun, ia memperoleh sebuah visi bahwa suatu saat dirinya bakal menulis banyak buku tentang sejarah dan ajaran-ajaran kuno Nusantara. Ia penulis novel sejarah yang sangat produktif. Ia mulai dikenal di belantika sastra sejarah Indonesia setelah menulis novel berseri debutnya, Sabda Palon, tentang masa akhir Kerajaan Majapahit dan berkuasanya Islam di Nusantara, yang menangguk banyak pujian dan menjadi referensi berharga tentang sejarah Nusantara berikut ajaran-ajaran kunonya.

Selain menulis novel, Damar Shashangka juga aktif menerjemah dan mengulas naskah-naskah klasik Jawa seperti Induk Ilmu Kejawen (Wirid Hidayat Jati), Darmagandhul, dan Gatholoco. Anak muda yang fasih berbicara dan menulis tentang spiritualitas Islam, Kêjawen, dan Śiwa Buddha ini bisa dihubungi secara personal melalui email: damarshashangka@gmail.com, facebook: Damar Shashangka, twitter: @DamarShashangka, blog: damar-shashangka.blogspot.com.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
32 (61%)
4 stars
12 (23%)
3 stars
6 (11%)
2 stars
2 (3%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Shalahuddin Gh.
31 reviews14 followers
September 1, 2015
Ini sebuah buku penting yang mengungkap sungai DNA para penguasa Nusantara pasca-kehancuran Majapahit. A must-read book!
Profile Image for Aldila.
48 reviews
November 6, 2015
makin membuat penasaran akan kelanjutan kisahnya.

saya membayangkan di novel selanjutnya andaikata ada visual yang menginformasikan dimana letak dan batas-batas wilayah matahun, pandan salas, negaradipa, dsb2.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews