Dong Ye dan Feng Su, kakak beradik dengan kepribadian yang jauh berbeda. Dong Ye adalah bocah dungu dan lugu, sedangkan Feng Su sangat cerdas dan kritis. Sebelum meninggal dunia, sang ibu berwasiat agar kedua anaknya belajar dan mengabdi di kuil. Namun sebelum sampai di kuil, Feng Su ikut seorang kakek yang menjanjikan kehidupan bebas. Sementara, Dong Ye tetap melaksanakan wasiat ibunya. Ketika dewasa, Dong Ye menjadi ahli kungfu, sedangkan, Feng Su menjadi kepala para perampok. Ketaatan pada ibu mengantarkan Dong Ye yang lugu menjadi orang hebat. Sebaliknya, pelanggaran terhadap wasiat ibu membuat Feng Su menempuh jalan sesat. Ada banyak kisah inspiratif dan mengharukan di buku ini, yang membuat Anda semakin sadar bahwa ridha ibu akan membawa bahagia, dan murkanya adalah petaka. Selamat membaca!
Membuang Muka, Zen Kualat Jangan Menghina Ibu, Meskipun Ia Seorang Pelacur Gagal Kerja Akibat Mengabaikan Kepentingan Ibu Surga Menolak Anak Durhaka, dll.
This is a collection of stories about children who disobey, hurt, or neglect their mothers—stories powerful enough to make you cry and send chills down your spine. It is a book that truly awakens the conscience, serving as both a yellow and red warning to stop hurting our mothers, in any form.
After reading this book, I felt an overwhelming urge to immediately hug my mother and kiss her forehead. Forgive us, Mom. We will always need you.
Reading this felt as if I were the one at fault—the one being addressed in every story. Al-Fatihah for my mother 🤍