Jump to ratings and reviews
Rate this book

Mangan Ora Mangan Kumpul #3

Madhep Ngalor Sugih Madhep Ngidul Sugih

Rate this book
Madhep Ngalor Sugih, Madhep Ngidul Sugih merupakan buku ke-3 kumpulan kolom Umar Kayam dalam harian Kedaulatan Rakyat. Kumpulan kolom edisi 1 Januari 1994 sampai dengan 31 Desember 1996 ini, tidak berbeda dengan dua buku sebelumnya, digarap dengan bahasa yang hidup serta nuansa humor dan kritik sosial yang pas.

434 pages, Paperback

First published January 1, 2005

7 people are currently reading
118 people want to read

About the author

Umar Kayam

38 books143 followers
Many predicate have been given to Umar Kayam. He was a writer, lecturer, bigscreen artist. Most of his time was spended as a lecturer at Gadjah Mada University, Yogyakarta.

Bibliography:
* Sri Sumarah (Pustaka Jaya, 1975)
* Para Priyayi (Pustaka Jaya, 1992)
* Jalan Menikung/Para Priyayi 2 (Pustaka Jaya, 2002)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
71 (44%)
4 stars
56 (35%)
3 stars
27 (16%)
2 stars
6 (3%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 8 of 8 reviews
Profile Image for Farrahnanda.
Author 9 books21 followers
December 7, 2015
Suara saya di sini lebih banyak diwakilakn oleh Mister Rigen. Mungkin karena kami saya-sama wong cilik. Tokoh favorit saya selanjutnya adalah Pak Ageng dan Prof. Prasodjo. Beberapa pemikiran mereka sejalan dengan saya, meski sesekali beda pendapat juga. Dan yang paling menggugah saya adalah kolom-kolom Eyang Kayam soal Yogyakarta, yang konon menurutnya tidak terasa berubah. Saya tidak tahu apa beliau ada maksud tersembunyi--dan jelas kemungkinan ada. Selama enam tahun di Yogya saja saya sudah merasakan perubahan maha dahsyat. Dan ternyata perubahan ini bolehnya bergerak perlahan sejak lama. Jakarta pun begitu. Bapak saya bilang, dulu Jakarta nggak seperti sekarang. Ah, tapi semua memang perlu perubahan, seperti kata Eyang Kayam juga. Ketika menyoroti perubahan Kuta dan membayangkan kemungkinan perubahan Lombok. Begitulah yang terjadi dalam sebuah pembangunan. Dan agaknya dalam kolom yang berjudul Malang, saya merasa sedikit iri pada kota itu. Enaknya bisa berubah sekaligus bertahan.
Omong-omong, pertama kali mencoba baca kumpulan kolom ini tahun 2014, Sept. Tapi saya masih terlalu dangkal untuk menangkap apa-apa yang coba disampaikan oleh Eyang kayam dalam tulisan penuh humor ini. Kemudian saya mencoba lagi dengan kembali meminjam buku ini dari tempat yang sama; Perpustakaan Pusat UGM, Sept 2015 kemarin. Dan baru Desember ini saya pinjam lagi lalu berhasil saya tamatkan.
Profile Image for Emon.
42 reviews8 followers
September 22, 2008
Sangat lucu. Aku sih lupa berapa banyak kolom yang dimuat di dalamnya. Meskipun temanya hanya berkisar masalah: kritik sosial BBM dan sembako, sepak bola, nasionalisme dan lain-lain, tapi kumpulan kolom ini memang sangat menghibur. Dengan tutur kata dan logika yang sederhan ala Pak Kayyam mampu menjadi daya tarik utama dari buku ini.

Kalau membaca buku Pak Kayyam, rasanya seperti jadi ingat AKAR diri sendiri...jadi merasa ndeso Pak...
Profile Image for anis Ahmad.
47 reviews13 followers
February 4, 2009
well akhirnya untuk beberapa lama buku ini kutemukan juga, jadi kompletlah sudah tetralogi mangan ora mangan kumpul. sama seperti beberpa jilid lainnya tulisan UK tetap mengalir, walaupun saya membaca tulisan yang 12-15 tahun yang lalu spiritnya tetap tidak hilang. guud....
Profile Image for Anne Novita Nova Riyanty.
154 reviews14 followers
November 7, 2014
Selalu saja menikmati glenyengannya pak Ageng,mister Regen van Pracimantoro...dan yang lain2nya. Sembari membayangkan nikmatnya penggeng eyem dari Klaten....hmmm...
164 reviews
November 16, 2024
I read it with a heavy heart because we can see that his health started to deteriorate. His essays also getting shorter. I think that we really need someone like him now :(
Profile Image for Lila Cyclist.
856 reviews71 followers
November 6, 2011
Buku ini saya baca sdh loamaaaa sekali. Sampe lupa detilnya. Yg paling inget ya tokoh2nya, Mister Rigen, Madam Nancy, dua anaknya, yg keinget anak kedua, si Tolo Tolo. Disini saya menemukan bbrapa kebiasaan rumah yg sama, makan kangkung yg sdh lonyot plus teh wasgitel, lawas legi (ora) kentel wkwkwk...
Displaying 1 - 8 of 8 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.