Tercatat dalam buku kisah lampau Hindu Belanda, sebuah wilayah yang kemudian menjadi Indonesia. Mulai dari zaman purbakala, masa kerajaan-kerajaan Hindu dan Islam, hingga masa kolonialisme. Ditulus dengan gaya bertutur yang akrab, hikayat-hikayat dalam buku ini terasa hadir sebagai rangkaian gambar yang menarik.
Yang juga menarik, terdapat hukayat-hikayat yang bercerita tentang tokoh perompak, pahlawan, maupun pemberontak. Maka tersebutlah Trunojoyo, Untung Suropati, ataupun Pangeran Diponegoro. Melalui buku ini pembaca dapat melihat G.J.F Biegman, sang penulia berkebangsaan Belanda, menempatkan tokoh-tokoh itu dalam sejarah Hindia. Pembaca juga dapat membandingkannya saat dia menulis perihal Jan Pieterszoon Coen, William Deandels, maupun VOC.
Buku ini menuntun pembaca untuk mengetahui cara pandang Belanda tentang Tanah Hindia. Benar kiranya ketika kolonualis tiba di Hindia, kehidupan tak lagi sama.
Sebuah buku yang ringkas dan dapat memberikan pandangan apa yang terjadi di Nusantara sejak tahun 1300 hingga 1890-an. Sudut pandang buku tentunya dari pihak Belanda, sehingga tak patut ditelan bulat-bulat dan dapat diadu gagasan dengan sumber sejarah lainnya (bagi yang berminat). Dari buku ini saja saya sudah dapat menggambarkan bahwa Indonesia tidak dijajah 350 tahun oleh Belanda, melainkan kita melawan selama 350 tahun baik dengan VOC maupun pemerintah kolonial Belanda!